Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 258


__ADS_3

Baskoro pun menghampiri di mana istrinya yang masih di interogasi oleh polisi. Pasti Rebecca tidak akan mengakui perbuatannya meski dia sudah terbukti bersalah. Namanya juga Rebecca ada saja yang di katakannya sehingga membuat polisi kesulitan.


" Saya sudah mengatakan saya tidak melakukan apa-apa. Jadi jangan bertanya lagi," bentak Rebecca dengan suara menggelegar.


" Rebecca!" panggil Baskoro tiba-tiba yang memasuki ruangan itu.


" Mas," sahut Rebecca yang langsung menghampiri suaminya. " Mas, kamu pasti datang untuk membawaku pulangkan. Mereka mengatakan hal-hal yang tidak benar, mereka memaksaku untuk mengatakan hal yang tidak aku lakukan sama sekali," ucap Rebecca memegang tangan suaminya dengan air mata biayanya yang sudah keluar.


" Bisa kalian tinggalkan aku sebentar dengannya," ucap Baskoro dengan suara dinginnya melihat ke arah polisi.


" Baik pak," sahut polisi tersebut lalu bangkit dari duduknya. Dan keluar dari ruangan itu yang meninggalkan Rebecca dan Baskoro berada di dalamnya.


" Mas, ayo kita pulang. Aku tidak ingin di sini. Aku tidak melakukan apapun. Aditya hanya menuduhku. Kamu tau sendiri kan dia sakit hati. Karena kamu mengusir mamanya dan itu yang membuatnya menuduhku yang tidak-tidak. Padahal jelas. Bahwa mbak Mariyati yang bersalah. Dia yang telah berselingkuh, yang telah menghiyanati kamu," ucap Rebecca yang menjelek-jelekkan Mariyati demi membela dirinya. Baskoro hanya diam dengan mengepal tangganya yang panas dengan perkataan Rebecca.


" Dia yang bersalah dan Aditya hanya menuduhku mas, sama dengan istrinya. Dia mengatakan yang tidak-tidak. Mereka itu tidak benar mas,"


Plakkk.


Tidak tahan mendengar ucapan Rebecca yang akhirnya melayangkan tangannya kepipi kanan wanita yang banyak bicara itu. Sampai wajah Rebecca miring dengan telapak tangannya memegang pipinya yang sudah memerah.


" Mas, kamu menamparku?" tanya Rebecca dengan suara pelan menatap tidak percaya apa yang di terimanya.


" Apa yang kamu lakukan!" teriak Baskoro tepat di depan wajah Rebecca membuat Rebecca tersentak kaget dan memejamkan matanya mendengar teriakannya.


" Rebecca kamu!" bentak Baskoro menunjuk tepat di wajah Rebecca dengan tangannya yang bergetar.


" Apa maksudmu mas, kenapa kamu berteriak-teriak di depanku, marah di depanku!" ucap Rebecca dengan suaranya bergetar. Baskoro yang marah langsung mencengkram pipi Rebecca dengan satu tangannya membuat Rebecca kesulitan bicara.

__ADS_1


" Beraninya kamu Rebecca melakukan itu pada keluargaku," geram Baskoro menatap tajam Rebecca yang sekarang ketakutan.


" A-a-apa yang kamu bicarakan mas," ucap Rebecca yang kesulitan bicara.


" Kamu masih bertanya," teriak Baskoro melepas cengkraman itu kasar.


" Mas ini hanya salah paham, kamu jangan terpengaruh dengan perkataan Aditya," sahut Rebecca yang masih mengelak dengan mengeluarkan air mata buayanya. Membuat Baskoro mengusap wajahnya kasar dengan tersenyum tanpa arti pada Rebecca.


" Terpengaruh katamu," ucap Baskoro. Rebecca mengangguk. Baskoro yang kehilangan kesabarannya langsung mencekik leher Rebecca sampai mendorong Rebecca sampai punggung Rebecca terbentur dingding dan mencekik kuat Rebecca.


" Eekk," Rebecca memegang kuat lengan Baskoro yang mencekiknya dia tidak mampu bicara dan kesulitan bernapas dengan Baskoro yang sudah seperti iblis dan ini pertama kali Rebecca melihat suaminya seperti itu.


" Kau pikir aku buta Rebecca. Kau telah menyiksa Mariyati, kau menyuruh 3 pria itu termasuk sepupumu Leon dan juga pengacara bajingan itu William memperkosa Elia, kau sungguh biadab Rebecca," teriak Baskoro dengan matanya memerah yang mencekik Rebecca dengan kuat.


" Aku melihat sendiri rekaman cctv di mana perbuatanmu yang kurang ajar itu," teriak Rebecca.


" Aku akan membunuhmu Rebecca, aku akan membunuhmu!" teriak Baskoro yang sudah kehilangan akal dan terus mencekik Rebecca sampai mulut Rebecca menganga.


Tiba-tiba polisi datang dan melihat Baskoro yang mencekik Rebecca.


" Tuan, Baskoro, hentikan!" sahut polisi tersebut yang langsung mencegah.


" Lepaskan aku! wanita ini harus mati, lepaskan aku," ucap Baskoro yang sudah kehilangan kesadarannya. Namun polisi tersebut tetap mencegah dan di bantu satu polisi lagi yang berusaha menarik Baskoro sampai akhirnya berhasil.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk Rebecca langsung batuk-batuk menunduk dengan memegang lehernya yang sudah memerah.


" Kau harus mati di tanganku, kau harus mati!" teriak Baskoro yang kembali ingin menyerang Rebecca. Namun polisi langsung menahannya.

__ADS_1


" Tuan Baskoro tenanglah. Serahkan kepada kami," ucap polisi yang coba menenangkan.


" Wanita harus mati di tanganku!" teriak Baskoro layaknya orang gila.


" Bawa dia," sahut salah seorang polisi. Dan polisi yang satunya pun membawa paksa Rebecca yang masih batuk-batuk.


" Kau akan mati Rebecca. Kau akan mati di tanganku. Aku membunuhmu Rebecca. Aku akan membunuhmu!" teriak Baskoro layaknya seperti orang gila yang berteriak-teriak dengan penuh amarah pada Rebecca.


" Arggghhhh, kenapa semua ini terjadi, apa yang aku lakukan," teriak Baskoro meremas rambutnya.


Dia frustasi dengan semua kejadian itu. Baskoro berlutut lemah dengan berteriak-teriak penuh penyesalan bahkan memukul-mukul dadanya dengan kuat dan polisi yang masih ada di sana hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa.


**********


Mungkin tidak hanya Baskoro.Harison duduk di salah satu bangku di taman dengan air matanya yang mengalir sedari tadi dan tidak tau sejak kapan dia berada di sana.


Baskoro melihat 1 lembar foto di mana seorang wanita cantik yang duduk dan anak perempuan yang cantik dan bocah 10 tahun yang berada di kiri dan kanan wanita itu yang mana ke-2 anak itu mencium sang ibu dengan wajah mereka yang begitu ceria.


" Apa yang aku lakukan padamu. Kau menantuku tetapi aku tidak bisa menjadi papa yang dulu kau percaya. Kau menganggapku sebagai orang tuamu. Tapi semuanya hilang. Bahkan aku membiarkanmu di seret paksa dari rumah ini. Aku orang yang jahat yang tidak bisa menjaga keluargaku. Menantuku harus menderita dan cucuku Elia masa depannya hancur. Cucuku Aditya mentalnya rusak. Aku yang bertanggung jawab untuk kehancuran hidup kalian," ucap Harison yang sekarang hanya bisa menyesali apa yang terjadi.


" Mariyati kau adalah menantu yang baik. Kau datang ke keluarga kami, kau menjadi pengaruh baik dalam keluarga kami. Kau sangat berbesar hati menerima penghiyanatan suamimu yang datang kerumah dengan membawa seorang wanita. Tapi kebaikanmu di balas dengan kejadian tragis,"


" Dan aku sama sekali tidak berguna saat itu. Aku membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Aku Mariyati. Aku lah orang yang bertanggung jawab dalam masalah ini. Aku yang bersalah Mariyati. Aku yang bersalah. Aku yang sudah menghancurkan semuanya. 2 anakmu aku yang membuat hidup mereka berantakan," ucap Harison menangis tersedu-sedu.


" Aku bukan kakek yang baik. Aku sudah menghancurkan hidup menantuku dan juga cucuku," batin Harison penuh penyesalan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2