Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps


__ADS_3

Suasana kembali tegang dan malah berbicara di hati masing-masing.


" Ya sudah kalau begitu. Kalian istirahatlah," sahut Harison mengalihkan ketegangan.


" Ayo Felly," ajak Harison.


Felly mengangguk dan mengikut di belakang Harison. Memang sangat untung Harison mengajaknya. Jadi dia dia tidak berada di antara-antara orang-orang yang bermasalah itu. Yang saling membenci satu sama lain.


Setelah kepergian Felly dan Harison. Rebecca pun ikut menyusul. Sebelum Aditya mengatakan hal yang lain-lain lagi. Yang penuh ancaman. Yang hanya akan membuatnya ketakutan.


Aditya dengan santai melangkahkan kakinya. Meninggalkan Damar.


" Felly sangat tidak menyukai kacang almond," ucap Damar tiba-tiba membuat langkah Aditya terhenti.


" Apa maksudnya," batin Aditya tanpa membalikkan tubuhnya.


" Tetapi dia sangat tau. Jika itu makanan favorit ku adalah itu. Makanya dia memilihnya," lanjut Damar lagi.


Yang ternyata tujuan dari perkataannya untuk membuat Aditya panas. Aditya membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada Damar.


" Aku yakin perasaan Felly masih seutuhnya untukku. Dan aku yakin dia ingin menikah dengan mu. Supaya bisa bersama dengan ku," ucap Damar yang memanas-manasi Aditya.


" Benarkah seperti itu," sahut Aditya tersenyum tipis, " istriku memang sangat pintar. Membuat orang lain sangat berharap banyak. Dia menyukainya atau tidak. Jelas tidak ada urusannya denganku. Jadi jangan terus menerus terbawa perasaan atas apa yang di lakukan istriku," ucap Aditya tersenyum tipis.


" Aku tau kau belum bisa melupakannya. Makanya hal sekecil itu membuatmu berpikir yang aneh-aneh. Ketahuilah dia adalah istriku dan kau hanya mantannya saja," ucap Aditya menegaskan Damar sekalian menyadarkan Damar yang terus kegeeran.


" Mantan tetaplah manatan. Jadi jangan banyak berpikir mengenai dia," ucap Aditya sinis. Membuat Damar mengepal tangannya. Dia yang mulai bicara dia yang kepanasan sendiri.


" Dia pikir aku akan tertarik terpancing degan kata-katanya. Aku bahkan tidak sudi untuk meladeni ucapannya," batin Aditya menyunggingkan senyumnya.


Aditya pun akhirnya melangkah pergi. Dia sudah tidak berniat lagi untuk meladeni Damar yang terus memancingnya dan bisa-bisa kalau dia terpancing yang adanya akan timbul keributan lagi.


***********


Felly berada di kamarnya. Felly sudah mengganti pakainya dengan kimono berwarna merah tua. Felly berdiri membelakingi Cermin dengan 1 tangannya memegang salap dan kepalanya yang kebelakang berusaha menoleh kepunggungnya.


Ternyata Felly sedang berusaha melihat bekas merah di punggungnya yang terasa sakit


Felly juga berusaha untuk mengoleskan salep pada luka di punggungnya. Agar cepat mengering.

__ADS_1


Pukulan Pria itu memang sangat kuat membuatnya punggungnya sampai sekarang masih sakit. Tetapi yang penting Pria yang membuatnya terluka sudah di kirim Aditya ke neraka.


" Ishhhh," lirih Felly saat jarinya sudah menyentuh ujung luka itu. Tangannya tidak terlalu panjang dan sangat kesulitan untuk mengobatinya.


" Kenapa susah sekali," keluhnya.


Tanpa aba-aba Aditya memasuki kamar Felly. Membuat Felly tersentak kaget dan langsung kembali memperbaiki piyamanya menutup punggungnya yang putih mulus.


" Apa kau tidak bisa masuk tidak sembarangan," ucap Felly dengan ketus.


Aditya dia saja dan langsung menghampiri Felly. Aditya menarik lengannya dan mendudukkan di atas ranjang.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly geram kepada Aditya yang sudah berada di belakangnya. Felly ingin berdiri lagi.


Tetapi Aditya menahannya dan langsung menurunkan kimononya dari sebelah kiri. Seperti apa yang di lakukan Felly tadi.


" Kau kurang ajar sekali," berontak Felly menoleh kebelakang dan berusaha menaikkan pakaiannya lagi agar tertutup. Tetapi Aditya menahannya.


" Diam! Jangan banyak protes," tegas Aditya mengambil salap dari tangan Felly mengoles pada jarinya.


" Jika kau banyak bergerak. Aku akan merobek apa yang melekat di tubuhmu ini," ancam Aditya mengaskan dan langsung mengoles pada luka di punggung Felly.


" Akuhhh," lirih Felly yang terkejut dengan olesan jari itu. Membuatnya harus kesakitan.


" Kalau kau tau aku bukan besi. Kenapa kau juga sering memperlakukan dengan kasar," sahut Felly menyinggung Aditya membuat tangan Aditya berhenti mengobati luka Felly.


" Itu karena kau tidak pernah mendengarkanku," jawab Aditya kembali mengobati luka Felly.


" Siapa kau. Dan aku harus mendengarkanmu," ucap Felly lagi.


" Kau sebaiknya diam. Jangan banyak protes lagi," tegas Aditya. Felly hanya bisa berdecak.


" Bagaimana keluargaku ?" tanya Felly di tengah-tengah Aditya mengobatinya.


" Bagaimana apanya," sahut Aditya.


" Aku tidak melihat mereka. Karena kejadian malam itu. Jadi aku tidak tau kemana mereka dan apa mereka mempertanyakan ku. Pasti iya mempertanyakan ku dan mungkin mengkhawatirkan ku," ucap Felly yang mencemaskan orang tuanya.


" Orang-orang ku sudah mengantar mereka pulang. Aku mengatakan jika kau hanya istirahat. Jadi mereka tidak akan bertanya apa-apa," ucap Aditya memang kebenaranya. Mendengarnya Felly merasa lega. Dia hanya ingin keluarganya mengetahui. Jika dia benar-benar baik-baik saja.

__ADS_1


" Sudah selesai," ucap Aditya sudah mengoles salap pada semua luka Aditya.


" Kau ingat baik-baik. Jangan melakukan tindakan bodoh itu lagi. Kau bisa mati hanya dengan kecerobohan mu," ucap Aditya memperingati. Felly berdiri dan hanya menjawab dengan deheman.


Aditya masih tetap duduk membuat Felly heran kenapa Aditya. Tidak pergi-pergi juga.


" Lalu kenapa kau masih di sini?" tanya Felly bingung Aditya menyunggingkan senyumnya. Lalu berdiri mendekati Felly.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly gugup mundur 1 langkah perlangkah. Tetapi Aditya terus maju sampai Felly harus menabrak meja riasnya dan membuatnya panik dengan Aditya yang berada di depannya.


" Menjauh dari ku," ucap Felly penuh kegugupan.


" Kau bertanya apa yang aku lakukan. Bukannya seharusnya kita melakukan sesuatu hal wajib. Kemarin kita sudah menundanya dengan insiden itu dan aku rasa malam ini tidak akan tertunda lagi," ucap Aditya dengan seriangi nakal di wajahnya. Bahkan matanya terus menyoroti tubuh Felly dengan nakal.


" Apa yang kau katakan?" ucap Felly dengan kepanikannya.


" Jangan pura-pura bodoh aku sudah menikah denganku. Bukankah tubuhmu adalah milikku dan terserahku ingin melakukan apapun," ucap


Aditya memajukan wajahnya dan mendekatkan pada Felly. Membuat Felly semakin panik dan langsung mendorong dada bidang Aditya dengan ke-2 tangannya.


" Aku tidak mau. Meski kita menikah aku tidak Sudi melakukan hubungan itu," ucap Felly menolak mentah-mentah. Aditya menanggapi dengan senyum miring di wajahnya.


" Kau tidak bisa menolak. Karena kau adalah istriku dan seorang istri sewajarnya melayani suaminya," sahut Aditya dengan pelan membelai rambut Felly. Tetapi Felly langsung menepis tangannya.


" Tidak. Aku hanya istri kontrakmu. Tidak ada perjanjian untuk hal itu. Jadi aku tidak akan pernah melakukannya," sahut Felly yang benar-benar tidak mau melayani Aditya.


" Perjanjian. Kalau begitu kau salah. Kau sudah menyetujui hal itu sebelumnya," sahut Aditya membuat Felly heran.


" Apa maksudmu?" tanya Felly mengkerutkan dahinya. Aditya mengeluarkan lembaran kertas yang di beri kliping dari dalam jasnya dan langsung memberikan pada Felly.


" Bukannya kau sudah menandatanganinya," ucap Aditya sinis. Felly mengambil kliping itu. Dia mengingat itu kontrak pernikahan yang di tandatanganinya.


" Di sana jelas tertulis. Kau harus mengikuti semua perkataan ku. Karena perkataan adalah kebenaran. Kau tidak boleh melawan dan di sana jelas tertulis arti dari kata mengikuti termasuk dalam urusan ranjang," ucap Aditya membacakan apa yang juga Felly baca dan pasti membuatnya kaget.


" Kau sangat licik," ucap Felly merasa di jebak. Aditya mendengus penuh senyum mendengarnya.


" Aku sudah mengatakan di awal baca sebelum di tanda tangani. Jadi itu bukan salahku. Kau sudah menyetujuinya. Jadi kau lakukan saja apa yang aku katakan," ucap Aditya menegaskan tersenyum penuh kemenangan melihat kepanikan di wajah Felly.


" Bagaimana apa kita sudah bisa mulai. Menghabiskan malam di ranjang ini. Berhubung malam pengantin kita sudah tertunda. Karena ulahmu yang sangat ceroboh itu," ucap Aditya dengan seriangi nakal di wajahnya dan tangannya mengusap lembut pipi Felly yang sudah memerah panas.

__ADS_1


" Jangan diam saja mari kita mulai, aku ingin mendengar suara teriakan mu," bisik Aditya.


Bersambung...


__ADS_2