Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps. 34 Membayarnya


__ADS_3

Felly tidak bisa bergerak kemana-mana karena Aditya yang sudah menghimpit tubuhnya dan menguncinya sehingga Felly tidak bisa bergerak.


" Lepaskan aku brengsek!" desis Felly mendorong dada kekar itu. Tetapi Aditya bahkan tidak bergerak sedikitpun.


" Sekarang aku pelanggan mu," desis Aditya yang benar-benar murka dengan Felly.


" Aku hanya melayani Pria yang membayarku, dengan uang tunai, bukan dengan cek palsu," ketus Felly dengan sindiran. Membuat Aditya benar-benar semakin emosi dengan keberanian Felly yang berbicara sesukanya.


" Aku sudah memohon kepadamu untuk mengembalikan cek itu. Aku membutuhkan uang untuk operasi mamaku, dan kau tidak mempedulikannya. Jika menjadi pelacur jalan singkat mendapatkan uang kenapa tidak? Harga diriku sudah hancur di tanganmu. Jadi apa lagi yang harus aku pertahankan. Dan nyawa mamaku jauh lebih penting di bandingkan harga diriku," ucap Felly menekan suaranya dengan matanya bergenang.


" Kau pikir aku peduli dengan kau menjadi apa dan untuk apa kau melakukannya. Kau tidak perlu bercerita kepadaku. Karena aku tidak membutuhkan curahan hatimu. Tetapi tubuhmu," sahut Aditya sinis mengamati tubuh Felly.


" Memang benar. Kau tidak akan peduli makanya sesukamu mempermainkan kelemahan orang. Orang sepertimu tidak akan paham bagaimana itu. Karena kau tidak akan tau rasanya takut kehilangan. Tidak akan tau rasanya bagaimana nyawa seorang ibu yang mengharapkan kita mempertahankannya. Kau tidak akan mengerti hal itu," ucap Felly berbicara terus menatap Aditya.


Kata-kata Felly. Membuat Aditya terdiam. Aditya menelan salavinanya. Sekeras hatinya. Mendengar kata ibu terus membuat hatinya bergetar. Apa lagi Felly berbicara seperti itu. Jelas dia pernah ada di posisi itu.


" Jadi Menyinggirlah, jangan membuang waktuku. Aku harus melayani beberapa pria bejat seperti mu. Agar uang 70 juta terkumpul. Mamaku harus di operasi jam 10 malam. Aku hanya punya waktu 4 jam lagi. Jadi Menyinggirlah," lanjut Felly yang benar-benar sudah sangat lelah dengan Aditya


Aditya yang geram, menarik tangan Felly dan menghempas tubuh Felly kembali keranjang.


" Kalau begitu layani aku, aku akan membayarmu berlipat-lipat dari yang kau dapatkan dari Pria tua itu," ucap Aditya yang memang semakin ingin merendahkan harga diri Felly.


" Aku tidak bisa mempercayai mu," sahut Felly dengan menantang. Aditya pernah membohonginya dan tidak mudah percaya kembali kepadanya.


" Kau meremehkanku," desis Aditya.


Aditya membuka laci dan mengambil tumpukan uang. Tanpa aba-aba Aditya langsung melempar uang kepada Felly.


Membuat mata Felly terpejam saat uang-uang itu hinggap di wajahnya dan berserakan di tempat tidur. Dia benar-benar seperti sampah.


" Aku rasa kau sudah mendapatkan bayaran mu sebelum kau melakukan pekerjaanmu, jadi layani aku," tegas Aditya menekan suaranya.


Felly terdiam menahan sesak di dadanya. Dia berusaha untuk tidak menangis di depan Pria yang benar-benar membuat awal dari kehancuran hidupnya.

__ADS_1


Aditya yang puas melihat Felly terdiam langsung membuka kancing kemejanya dengan senyum kemenangan di wajahnya.


Aditya langsung menindih tubuh Felly. Sehingga Felly sudah berada di dalam kungkungannya. Felly hanya diam tanpa memberontak. Tetapi Felly memiringkan wajahnya tidak ingin melihat Pria yang di atas tubuhnya.


" Kau langsung diam hanya di berikan uang," ucap Aditya dengan napasnya yang menerpa wajah Felly. Aditya juga memebelai pipi itu. Membuat Felly berusaha tenang dengan tangan yang mengepal di bawah sana.


" Kemarin kau berteriak-teriak saat bersamaku. Tetapi dengan Pria itu kau dengan mudahnya hanya diam tanpa menolak," desis Aditya lagi yang berbisik di telinga Felly. Membuat Felly merinding.


" Jangan banyak bicara lakukan apa yang kau mau, aku benar-benar harus pergi dan tidak punya waktu untuk mendengar ucapanmu," sahut Felly yang sekarang menantang Aditya.


Jika memang di bayar ya dia akan melakukan apapun itu.


" ccu-ccu-ccu. Kau benar-benar menantangku, aku salut dengan keberanianmu," desis Aditya. Aditya memegang dagu Felly mensejajarkan wajah Felly dengannya.


" Lihat aku yang kau ajak bicara," ucap Aditya. Felly melihatnya pasti dengan penuh kebencian.


" Aku akan kembali menikmati tubuhmu dan aku kembali mendengar suara mu berteriak dengan indah. Apa kau merindukan itu?" tanya Aditya. Felly tidak menjawab dan diam saja.


Aditya melihat wajah Felly, Kedua pipi yang memerah. Tamparan dari Pria itu begitu keres sehingga terdapat cap 5 jari di pipi mulus itu. Belum lagi ujung bibir itu yang luka.


Aditya melihat ke-2 bola mata itu. Sangat terlihat jelas ada kepasrahan yang tergambar jelas di ke-2 bola mata itu.


Tidak tau kenapa dia sangat marah degan Felly. Seperti tidak rela ada yang menyentuh Felly. Padahal Aditya tau jika Felly memang bukan pelacur yang sering di ucapkannya.


Tetapi kata-kata menyakitkan itu sering keluar dari mulutnya untuk wanita pasrah yang berada di dalam kungkungannya.


Aditya yang seakan tidak peduli dengan sakit atau apa yang di rasakan Felly. Aditya langsung mencium leher wanita malang itu.


Felly memejamkan matanya dan kembali mementingkan wajahnya. Dia tidak memberontak dan membiarkan saja apa yang di lakukan Pria yang menguasai dirinya.


Tetapi justru kepasrahan Felly membuat Aditya semakin panas. Seakan emosinya bertambah ketika wanita itu hanya diam saja tanpa menolak dengan ucapan ataupun menolak dengan perlawanan.


Memang Aditya sangat aneh, di tolak salah tidak ditolak juga salah. Dasar Aditya membingungkan.

__ADS_1


Ciuman Aditya semakin menggila ciuman yang bercampur emosi. Menciumi tangan Felly yang terluka akibat perbuatan Pria itu.


Jujur Felly sangat jijik dengan semua yang di lakukan Pria itu kepadanya. Dia mengepal tangannya saat benar-benar menjadi wanita paling hina.


Dia memang begitu murahan menjual dirinya demi uang. Putus asa mengantarkannya untuk melakukan hal yang menyeramkan itu.


Aditya melanjutkan aksinya dengan menurunkan tangan baju Felly. Felly hanya diam dan pasrah akan apa yang di lakukan Aditya untuk yang ke-2 kalinya.


Pada akhirnya wanita penuh kepasrahan itu meneteskan air mata kembali. Mengutuk dirinya sendiri yang memang wanita sampah yang tidak akan berguna sampai kapanpun.


Keadaan membuatnya menjadi seperti itu. Menjadi wanita munafik yang sangat hina. Jika ada kata di atas kata hina mungkin itu lah dirinya.


Mendengar suara menangis pelan Aditya menghentikan kegilaannya dan melihat arah Felly yang memiringkan kepalanya dengan air mata yang membasahi pipinya.


Aditya yang menyentuh wanita itu merasakan tubuhnya yang bergetar hebat. Aditya membuang napasnya perlahan menghentikan perbuatannya. Lalu langsung bangkit dari tubuh wanita yang pasrah itu.


" Aku sudah tidak bernafsu untuk menikmati tubuhmu," desis Aditya.


Felly yang mengetahui Aditya sudah tidak menindihnya lagi langsung memiringkan tubuhnya menghapus air matanya. Dengan mengepal tangannya yang tepat di wajahnya.


tangisnya bahkan mulai terdengar sedikit keras.


Sementara Aditya hanya melihat hal itu sambil mengambil pakaiannya yang jatuh di lantai. Memakainya kemejanya kembali sambil melihat wanita itu menangis terisak-isak.


" Kau selalu bersandiwara jika aku yang menyentuhmu. Tetapi Pria itu kau bahkan diam saja. Aku sangat heran sebenarnya kau menginginkan percintaan yang seperti apa," desis Aditya yang kesal mendengar tangisan Felly.


Bagaimana tidak. Felly menangis saat dia menyentuhnya. Tetapi diam tanpa kata saat orang itu menyentuhnya. Bagaimana dia tidak emosi.


Dia juga sangat malas jika harus benar-benar kembali menyentuh Felly karena memang dari awal moodnya sudah hilang.


" Kau dengar baik-baik. Jika aku mendapatimu melakukan hal itu lagi, melacurkan diri mu, aku benar-benar akan memberimu pelajaran," ucap Aditya penuh memperingati dengan ancaman sambil mengkancing 1 persatu kemejanya.


...Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2