Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 266. Damar yang hancur.


__ADS_3

Pagi hari tiba. Felly menyiapkan teh untuk suaminya yang sedang duduk di sofa yang tampak serius melihat berita televisi. Di mana ternyata Aditya terus mengikuti berita mengenai kematian Wiliam dan Heriyawan yang banyak keganjalan di sana.


" Ada apa sayang?" tanya Felly yang sudah duduk di samping suaminya.


"' Kamu lihat deh. Polisi menerapkan kematian William dan Heriyawan adalah pembunuhan. Hasil otopsinya sudah ke luar ke -2nya di temukan luka yang sama dan banyak luka penganiyaan yang tidak wajar," ucap Aditya.


" Apa maksud kamu, ke-2 orang itu mati bukan karena saking menyerang. Tetapi karena ada yang membunuhnya," ucap Felly menanggapi serius.


" Iya sayang kamu benar, mereka di siksa dan setelah itu di bunuh," ucap Aditya yang menarik kesimpulan atas kematian 2 orang itu.


" Siapa yang melakukannya?" tanya Felly melihat suaminya.


" Aku juga tidak tau. Ahhhhh, tapi sudahlah. Mau bagaimana pun kematian mereka itu bukan urusan kita. Yang jelas mereka sudah tidak ada di dunia ini. Itu sudah cukup," ucap Aditya.


" Hmmm, kamu benar sayang. Biar saja polisi yang mengurusi masalah itu. Itu bukan urusan kita harus mencampurinya," ucap Felly. Aditya mengangguk.


" Ya sudah, kamu sana siap-siap," ucap Aditya.


" Siap-siap?" tanya Felly tampak bingung. Aditya menganggukkan kepalanya..


" Memang kita mau kemana?" tanya Felly heran.


" Ya mau kemana lagi. Kalau bukan mau Kerumah sakit. Kamu lupa ya kita harus kedokter untuk cek kandungan kamu," ucap Aditya mengingatkan istrinya.


" Astaga," sahut Felly menepuk jidatnya, " aku lupa sayang," ucapnya dengan wajah polosnya.


" Kamu ya kebiasaan pakai lupa-lupa segala lagi," ucap Aditya.


" Maaf," sahut Felly merasa bersalah.


" Ya sudah sekali lagi jangan melupakan masalah penting ini. Ingat jangan sampai lupa lagi. Nanti anak kita akan marah," ucap Aditya dengan serius mengingatkan istrinya. Felly mengangguk-angguk dengan tersenyum.


" Aku tidak akan lupa lagi. Jadi tenang saja," sahut Felly dengan yakin.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu sana kamu siap-siap. Nanti kita bisa telat," ucap Verro. Cherry mengangguk.


Cup sebelum pergi Felly mencium pipi suaminya dan langsung pergi. Aditya hanya tersenyum geleng-geleng melihat kelakuan istrinya itu.


************


Laura sedang menikmati sarapan bersama mamanya Lusi. Tetapi Laura terlihat sangat murung bahkan tidak memakan sarapannya sama sekali.


" Laura kamu tau tidak kalau Wiliam dan Heriyawan ternyata mereka itu di bunuh," ucap Lusi sambil mengunyah makanannya.


" Tapi syukur sih. Kalau mereka mati mengenaskan seperti itu. Tapi siapa yang melakukannya. Apa mereka juga punya musuh selain Aditya?" ucap Lusi yang tampak begitu penasaran.


Dia terus mengoceh mengajak Laura bicara. Tetapi pembicaraannya sama sekali tidak di tanggapi Laura. Karena Laura juga sibuk dalam pemikirannya yang tidak dapat di ketahui mengarah ke arah mana. Merasa tidak di tanggapi membuat Lusi melihat ke arah Laura.


Melihat sang anak dengan serius. Laura yang bengong dan tampak ada beban di pikiran Laura.


" Laura kamu kenapa?" tanya Lusi. Laura diam dan tampaknya tidak mendengarkan ucapan sang mama.


" Laura!" tegur Lusi lagi.


" Hah, iya kenapa ma?" tanya Laura yang tampak kaget.


" Mama yang seharusnya tanya. Kamu kenapa dia ajak bicara sedari tadi malah diam melamun," ucap Lusi.


" Ohhh, tidak. Laura tidak apa-apa," sahut Laura yang meneguk air putih yang menyadari jika dia memang kurang fokus.


" Tidak apa-apa bagaimana. Sudah terlihat jelas di wajah kamu. Kamu itu seperti punya beban pikiran. Sampai kamu tidak fokus dan tidak mendengarkan mama," ucap Lusi.


" Tidak kok ma, Laura dengarkan mama kok. Laura hanya kurang enak badan saja," Jawa. Laura mengelak.


" Kalau begitu, apa coba yang mama tanyakan sama kamu tadi?" tanya Lusi mengetes putrinya itu. Dan ya Laura hanya diam karena memang tidak tau apa yang di bicarakan mamanya.


" Ini yang namanya tidak apa-apa. Jelas kamu sedang ada masalah. Tapi berusaha menutupi dari mama," ucap Lusi.

__ADS_1


" Ishhh, mama berlebihan memang Laura tidak apa-apa kok, sudahlah," ucap Laura yang masih mengelak.


..." Pemirsa. Cucu ke-3 Harison Damar, melakukan percobaan bunuh di diri dalam sel tahanan," terdengar suara pembawa berita membuat Laura kaget dan dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk melihat ke arah telivisi yang berada di belakangnya...


..." Di duga mengalami tekanan, mental cucu ke-3 Harison rusak sehingga nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan gantung diri. Untuk saja petugas kepolisian datang tepat waktu dan berhasil dan mencegah perbuatan Damar," tutur pembawa berita yang membuat Laura kaget....


Terlihat juga Damar yang seperti seseorang yang mengalami gangguan jiwa di bawa polisi memasuki ambulan.


" Damar, apa yang terjadi padanya," lirih Laura yang masih terlihat chock.


" Rebecca harus lihat ini. Ya karma itu memang terbalas dengan cepat. Dulu Elia juga melakukan percobaan bunuh diri dan Rebecca manusia ular itu memasukkannya ke rumah sakit jiwa. Sekarang lihatlah. Tidak ada apa-apa. Putranya sendiri melakukan hal yang sama dan sekarang sedang di bawa Kerumah sakit jiwa. Ya memang perbuatan jahat itu pasti akan terbalaskan," ucap Lusi yang tampak senang mendengar kabar itu.


Tetapi Laura terlihat sedih dan Laura dengan cepat berdiri lalu pergi.


" Laura mau kemana kamu?" panggil Lusi yang melihat kepergian anaknya begitu saja.


" Kenapa sih Laura, aneh sekali, tadi melamun dan sekarang main-main pergi aja. Apa coba yang ada di pikirannya. Anak itu memang belakangan ini sangat aneh," gerutu Lusi yang tidak bisa menebak apa yang terjadi pada Laura putri semata wayangnya.


************


Tidak tau apa yang membawa Laura sampai dia bisa sampai di rumah sakit jiwa di mana polisi membawa Damar. Laura memang langsung mendapatkan alamatnya dan tidak menunggu lama hatinya langsung membawanya ketempat itu.


Laura terlihat tergesa-gesa mencari-cari di mana keberadaan Damar. Laura pun harus berpapasan dan melewati orang-orang yang aneh-aneh di sana. Maklumlah namanya juga ruamah sakit jiwa pasti yang aneh-aneh dan tidak ada yang waras.


Langkah Laura berhenti ketika melihat polisi ke luar dari satu ruangan. Ketika polisi itu pergi. Laura langsung menghampiri ruangan itu yang meyakini orang yang di carinya ada di sana.


Dugaannya benar. Laura sudah berdiri di depan ruangan itu dan melihat jelas Damar yang sudah di borgol di tiang tempat tidur dan Damar duduk di lantai layaknya memang seorang terkena gangguan jiwa.


" Damar!" lirih Laura pelan dengan menutup mulutnya yang tidak percaya jika Damar memang nyata di depannya.


Seakan merasakan ada energi Laura di dekatnya. Membuat Damar menoleh ke arah pintu dan melihat wanita yang menjadi alasannya melakukan tindakan bodoh itu.


Damar mengendus tersenyum dengan air matanya yang jatuh menatap Laura yang berdiri di depan pintu. Laura seakan tidak sanggup melihat tatapan Damar dan membuat Laura membalikkan tubuhnya membelakangi Damar dan ternyata Laura juga meneteskan air matanya yang tidak tau kenapa hatinya berkecamuk seperti itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2