
Sabila dan yang lainnya juga tersenyum mendengar jawaban Felly. Mereka bahagia sekali dengan hari pernikahan Felly yang mungkin sebentar lagi akan terjadi.
" Kamu yakin Felly?" tanya Danu. pertanyaan Danu membuat Aditya melihat kakeknya.
" Apa lagi maksud kakek?" batin Aditya yang merasa kakeknya bahkan tidak mendukungnya untuk pernikahan itu dan justru seakan mempengaruhi Felly agar Felly mempertimbangkan pernikahan itu.
" Iya Felly apa kamu yakin dengan pernikahan ini," sahut Wanti yang juga mempertanyakan hal itu.
" Iya ma, Felly yakin," jawab Felly yang benar-benar yakin. Mendengarnya Aditya tersenyum tipis.
" Kau memang harus yakin dan tidak perlu mempertimbangkan apa-apa," batin Aditya yang merasa puas dengan jawaban Felly.
" Baiklah jika seperti itu. Aku rasa semuanya sudah jelas. Aku dan Felly sudah sepakat untuk menikah dan Keluarga Felly juga sudah setuju. Jadi pernikahannya akan di laksanakan minggu ini," sahut Aditya to the point membuat semua orang kaget.
Keputusan Aditya begitu mendadak. Sehingga membuat Orang-orang yang ada di meja kaget. Termasuk Harison. Sementara Sahila dan Wanti saling melihat.
" Apa dia gila, secepat itu, siapa dia membuat keputusan.semaunya," batin Felly merasa Aditya benar-benar gila membuat keputusan seenaknya.
" Iya kan Felly kita sudah sepakat kan?" tanya Aditya menatap Felly seakan ingin Felly mengatakan iya.
" Kapan aku sepakat dengan mu," ucap Felly di dalam hatinya yang memang tidak pernah sepakat dengan Aditya.
" Apa tidak terlalu cepat?" sahut Wanti merasa kecepatan.
" Benar nak, kita juga bahkan tidak menyiapkan apa-apa dan semua itu menurut ibu kecepatan," sambung Sabila.
" Tidak. Itu sudah waktu yang paling tepat. Kalian juga tidak perlu menyiapkan apa-apa. Karena aku dan Felly akan menikah di Jakarta. Dan selama itu. Felly akan kubawa ke Jakarta mempersiapkan semuanya dan ibu dan yang lainnya akan di jemput ketika pernikahan kami terjadi," sahut Aditya menjelaskan dan pasti keputusan itu di ambilnya sendiri dengan rencana entah kapan di buatnya.
" Apa ke Jakarta, apa yang dia katakan," batin Felly panik.
" Aditya ini terlalu mendadak. Persiapan pernikahan tidak bisa di lakukan secepat itu," sahut Harison yang melihat kecemasan di wajah ibu dan bibi Felly
" Tidak ada yang mendadak. Kakek pasti bisa menyiapkan nya bukan. Bukankah sebelumnya. Kakek juga menyiapkan sangat cepat proses pernikahan. Jadi tidak ada yang mendadak," sahut Aditya penuh sindiran.
Aditya mengingatkan Damar yang menyuruh kakeknya mempersiapkan pernikahan dalam seminggu dan dalam seminggu itu juga Aditya berhasil menghancurkan pernikahan itu.
__ADS_1
" Tapi aku tidak harus ikut ke Jakarta. Aku akan kesana ketikan sudah menikah. Lagi pula masalah itu tidak kita bicarakan," sahut Felly yanh akhirnya mengeluarkan pendapat. Karena sedari tadi dia diam. Aditya berbuat semaunya.
" Aku tidak punya waktu untuk bolak balik kemari dan di Jakarta akan lebih mudah karena kau sendiri yang tau apa aja untuk pernikahan kita. Lagi pula bukannya kita juga harus menemui papamu yang di penjara untuk meminta restu," ucap Aditya menjelaskan.
Mendengar kata penjara membuat Felly kaget. Bukan hanya Aditya tetapi Harison juga kaget. Aditya bisa mengetahui hal itu. Seakan menggambarkan hubungan Aditya dan Felly sangat dekat.
" Dari mana dia tau. Jika papa ada di penjara. Aku tidak pernah memberi tahunya," batin Felly kebingungan.
" Kita tidak punya banyak waktu. Jadi bekerjasamalah untuk pernikahan ini," lanjut Aditya dengan tegas.
" Baiklah mama setuju," sahut Sabila. Kata setuju membuat Aditya tersenyum tipis.
" Felly mama rasa yang di katakan Aditya memang benar. Kamu harus ikut ke Jakarta. Karena tidak mungkin Aditya bolak balik menjemput kamu. Kamu juga ingin memberi tahu papa. Jadi jangan menyusahkannya. Jika ada jalan yang baik. Maka diikuti. Kalian harus bekerja sama untuk pernikahan kalian," sahut Sabila yang mendukung Aditya.
Bagi Wanti alasan Aditya membawa Felly ke Jakarta sangat masuk akal. Untuk mempersiapkan 1 Minggu tidaklah gampang dan memang anaknya harus ikut mempersiapkan pernikahan itu sendiri.
" Benar Felly. Lagi pula hanya seminggu menjelang pernikahan. Jadi tidak ada yang di perlu di khawatirkan," sambung Wanti yang juga akhirnya setuju.
" Tapi ma...." sahut Felly masih ragu tinggal di sana.
" Kamu tenang saja Felly semua akan baik-baik saja. Kakek bisa menjaminnya," sahut Harison yang tau jika Felly pasti ragu karena mencemaskan hal itu.
" Sayang," tegur Sabila.
" Ini anak maunya apa sih, selalu banyak tingkah," batin Aditya terus melihat Felly yang membuatnya semakin kesal.
Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Felly melihat ke Aditya. Dan jelas sorot mata itu terlihat seperti mengancam.
" Baiklah, aku akan ikut ke Jakarta," jawab Felly. Akhirnya memutuskan.
" Kenapa tidak dari tadi saja," batin Aditya.
" Kalau begitu bersiaplah, kita akan berangkat sore ini," ucap Aditya.
" Sore ini," sahut Felly tercengang kaget. Aditya mengangguk.
__ADS_1
" Tidak! aku harus bersiap sangat banyak. Dan juga masih banyak yang harus aku diskusikan dengan orang tuaku. Jadi aku tidak bisa untuk sore ini pergi," sahut Felly yang kali ini menolak.
" Lalu kapan?" tanya Aditya.
" Besok, kasih aku waktu 1 hari bersama keluarga ku dan besok aku akan ikut denganmu ke Jakarta," jawab Felly.
" Kakek rasa benar apa kata Felly. Biarkan dia sehari bersama keluarganya, menikahi seorang wanita itu. Tidak segampang yang kamu pikirkan. Jadi beri dia waktu," sahut Harison menyetujui keputusan Felly.
" Baiklah, besok aku akan menjemput mu," ucap Aditya akhirnya memberi Felly waktu. Mendengarnya Felly bernapas lega.
" Semuanya sudah sepakat. Semoga semuanya di perlancar," sahut Wanti.
" Ya sudah mati kita makan lagi," sahut Sabila mempersilahkan kembali. Harison dan Aditya mengangguk.
" Aku tidak menyangka jika 1 bulan lagi. Aku akan menjadi istri Aditya. Aku tidak tau istri atau apa. Yang jelas aku akan bersamanya dan tidak tau sampai kapan," batin Felly pasrah akan nasibnya.
" *Selamat datang Felly. Semuanya rencanaku akan mudah. Aku akan melihat penderitaan keluarga itu," batin Aditya menyunggingkan senyumnya. Harison bahkan menangkap senyum Aditya dan melihat kegelisahan Felly.
" Apa sebenarnya yang ada di pikiran, anak ini. Apa memang iya dia akan benar-benar menikah," batin Harison yang penuh tanda tanya*.
*************
Setelah selesai dari rumah Felly Aditya dan Harison kembali ke hotel. Harrison akan menginap di hotel. Karena keberangkatan Felly besok.
Awalnya Aditya menyuruh kakeknya pulang. Biar dia dan Felly yang berangkat besok sendiri. Tetapi Harison menolak. Dan ingin menjemput Felly besok. Lagi pula dia juga harus berpamitan kepada keluarga itu. Sementara Aditya harus mengikut saja keputusan kakeknya
" Kakek istirahatlah," ucap Aditya yang ingin memasuki kamarnya.
" Kau yakin sudah menikahi nya?" tanya Harison membuat langkah Aditya terhenti.
" Jika aku tidak yakin. Aku tidak mungkin memanggil kakek. Jadi jangan bertanya hal yang itu-itu saja. Aku yang menikah dengannya bukan kakek. Jadi kalau kakek ragu. Itu bukan urusanku," sahut Aditya dengan datar dan langsung masuk kekamarnya.
" Aditya kau memang akan melakukan banyak hal untuk tujuanmu. Aku hanya berharap. Kau tidak melewati batasmu untuk Felly yang pasti tidak tau apa-apa. Dan semoga kau bertanggung jawab atas kehidupannya," batin Harison hanya bisa berharap banyak.
Bersambung.
__ADS_1