Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epis 23 Melakukan sesuatu


__ADS_3

Felly hanya bisa mengumpat di depan Aditya memukul-mukul dada bidang itu.


Aditya menangkap tangan itu dan mencengkram Ke-2 tangan Felly dengan satu tangannya di atas kepala felly


" Berani sekali kau pergi tanpa kusuruh!" desis Aditya dengan geram.


" Lepaskan aku, lepaskan! geram Felly dengan merapatkan giginya menatap Aditya dengan penuh kebencian.


" Apa suara mu tidak habis berteriak terus, kau sangat suka berteriak-teriak," ucap Aditya dengan suara seraknya Menyinggirkan rambut di pipi Felly yang menutupi wajah Felly.


" Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu


Lepaskan aku! Apa mau mu bajingan," desis Felly dengan menekan suaranya benar-benar jijik dengan Aditya. Namun Aditya tersenyum mendengarnya.


" Benarkah tanganku kotor, bagaimana dengan dirimu, apa kau sungguh bersih. Kau jauh lebih kotor," sindir Aditya dengan sinis. Felly mendengus.


" Aku memang kotor. Aku menjadi wanita kotor akibat perbuatan laki-laki yang tidak bermoral sepertimu. Kau memperkosaku dengan keji tanpa ada kesalahanku. Tetapi perbuatanmu jauh lebih kotor, kau bahkan tidak ada bedanya dengan binatang yang mengejar lawan jenisnya dan memperkosanya tanpa ampun. Itulah dirimu yang begitu menjijikkan," kecam Felly yang tidak mampu menahan kata-katanya untuk tidak memaki Aditya walau makian itu belum cukup.


Mendengarnya jujur Aditya pasti panas dengan pedasnya mulut Felly yang penuh kemarahan. Tetapi dia menanggapi dengan senyuman.


" Benarkah! aku binatang. Itu hakmu mengatakan hal itu. Tetapi bagaiman dengan dirimu kau mengatakan aku seperti binatang. Tetapi kau menikmati apa yang aku lakukan, kau juga jangan munafik, jika kau juga menikmati hasil perbuatan binatang ini," desis Aditya melihat 2 bola mata Felly yang menatapnya penuh kebencian.


" Kau salah, aku bahkan menganggap parbuatanmu seperti iblis yang kehausan nafsu. Jangan berpikir terlalu jauh jika aku menikmati semua yang kau lakukan. Jadi lepaskan aku biadap," tegas Felly.


" Kalau aku tidak mau bagaimana!" Tantang Aditya yang sangat suka mempermainkan Felly.


" Jika kau tidak melepaskanku, aku akan melaporkanmu kepolisi karena tindakan asusilamu yang sudah memperkosaku," ancam Felly dengan yakin.


Mendengar ancaman itu Aditya langsung tertawa kecil.


" Apa katamu lapor polisi, hey nona. Apa aku tidak salah dengar? Apa kau pikir Polisi akan mempercayaimu. Hey kau harus tau di luar sana ribuan wanita ingin bermain di atas ranjang dengan ku. Jadi polisi hanya akan menertawakanmu. Karena bagi mereka tidak masuk akal dengan apa yang kau adukan," ucap Aditya dengan kekehannya. Membuat Felly geram mengepal tangannya yang masih di cengkram Aditya.

__ADS_1


" Jadi jangan berpikir sampai sejauh itu," ucap Aditay pelan tepat di wajah Felly dengan hembusan napas Aditya di wajah cantik yang penuh kebencian itu.


Felly tidak bisa memungkiri perkataan Aditya yang pasti itu benar. Tidak mungkin polisi percaya dengan kata-kata nya. Dia juga sama saja mempermalukan dirinya sendiri dengan memamerkan dirinya yang di perkosa.


" Pikiranmu terlalu pendek untuk melaporkan orang sepertiku," sinis Aditya yang menatap Felly dengan remeh.


" Sadarlah siapa dirimu," tekan Aditya yang memperingatkan dirinya.


Jika orang tidak berduit memang tidak akan bisa menang. Karena keadilan hanya untuk orang yang memiliki uang.


" Kau Benar-benar jahat, Pria kejam, kasar, keji," kecam Felly yang benar-benar geram dengan Aditya.


" Kasar, apa kau ingin di lembutkan. Bukannya kita harus melakukannya sekali sekali lagi. Maka kau akan merasakan kelembutanku dan kau bisa menarik kembali kata-kata mu," lirih Aditya dengan suara menggodanya.


" Aku tidak sudi di sentuh laki-laki biadap sepertimu," desis Felly yang menolak mentah-mentah


" Tapi bagaimana jika aku mau, bukannya kau tidak akan bisa menolak," sinis Aditya mendekatkan wajahnya ingin meraih bibir Felly.


Saat wajah Aditya yang tanpa berdosa mendekat pada wajahnya Felly, bibir yang hampir menempel itu langsung terhenti.


Cuihhh.


Felly langsung membuang ludahnya di wajah Aditya tanpa ampunan. Aditya memajamkan matanya saat wajahnya ludahi.


" Kau," Aditya geram dan melepas cengkraman tangan Felly. Aditya menatap Felly dengan kemarahan. Sementara wanita itu sangat puas dengan apa yang di lakukannya.


Matanya hampir ingin keluar saat wajah tampan itu di ludahi. Rahang kokohnya semakin mengeras dengan wajahnya yang memerah.


Belum ada yang berani melakukan itu kepadanya dan hari ini Felly yang memiliki keberanian untuk melakukan itu. Baginya Aditya bukalah bosnya. Tetapi Pria tanpa hati.


" Berani sekali kau melakukannya," bentak Aditya menampar dingding di samping wajah Felly membuat Felly tersentak kaget.

__ADS_1


" Kau pantas mendapatkannya," desis Felly sambil memegang pergelangan tangannya yang merah akibat Aditya. Bukannya takut dia malah semakin memancing Aditya.


" Wanita ini benar-benar kurang ajar, lama-lama dia benar-benar habis di tanganku," batin Aditya yang benar-benar kehilangan kesabarannya.


Aditya kembali menghempaskan tubuh Felly ke atas ranjang dan membuat Felly kesakitan yang terduduk di atas ranjang.


" Apa lagi yang kau lakukan," teriak Felly yang ingin berdiri, Aditya menahan bahunya agar Felly tetap duduk.


" Langsung tutup point saja, aku sudah tidak bernafsu bercinta denganmu, jadi langsung pada intinya," ucap Aditya.


" Apa maksudmu?" tanya Felly.


" Pergi dengan ku kerumah kakekku, dan katakan kepada mantan kekasihmu dan mantan ibu mertuamu yang serakah itu. Bahwa kau menjalin hubungan dengan ku, kau meninggalkannya karena diriku," ucap Aditya membuat Felly membulatkan matanya sempurna.


" Apa kau gila!" Pekik Felly dengan suara sedikit berteriak.


" Iya aku memang gila dan lakukan kegilaan ku," sahut Aditya sinis.


" Tidak. aku tidak akan melakukannya. Kau sudah menyuruhku membatalkan pernikahanku, kau sudah menghancurkan semuanya. Semua impianku, semuanya hancur di tanganmu. Kau membuatku memperlakukan keluarga Damar. Dan sekarang kau ingin aku mengatakan itu lagi, aku tidak akan melakukannya," tegas Felly yang benar-benar tidak akan melakukan itu.


Memutuskan Damar secara sepihak sudah membuat hati Damar terluka dan jika itu sampai di katakannya apa yang di perintahkan Aditya.


Bukan hanya Damar. Tetapi Rebecca dan kakeknya akan kecewa dengan apa yang dilakukannya. Dan dia tidak pernah bisa membayangkan itu.


Mendapat penolakan dari Felly membuat Aditya mendekati Felly, membungkuk kan badannya mencondongkan wajahnya kedepan Felly sehingga wajah itu saling berdekatan.


" Kau tidak bisa tidak melakukan apapun yang aku katakan. Kau hanya bisa mengangguk dan melakukan secepatnya tanpa membantah," tegas Aditya menekan suaranya, seperti Felly sudah di kuasainya.


" Aku rasa kau tidak tuli. Aku tidak akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkan harga diriku di injak olehmu," tegas Felly yang benar-benar membantah. Aditya tersenyum saat mendengar penolakan itu lagi.


" Baiklah jika begitu!" Aditya menjeda kalimatnya dengan melihat wajah Felly seperti menelusuri, " hmmm aku penasaran dengan orang tuamu, secantik dan setampan apa mereka. Sehingga mempunyai anak yang harus kuakui cantik dan memiliki tubuh yang bagus," ucap Aditya tersenyum membuat Felly bingung dengan Aditya yang membawa-bawa nama orang tuanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2