
Rebecca yang semakin dipenuhi amarahnya mengambil mangkuk berisi sayur di atas meja makan yang tidak jauh darinya.
Byurrrr.
Tanpa tanda-tanda Rebecca langsung menyiram ke wajah Felly. Membuat Aditya kaget dan pasti Harison dan Damar juga kaget dengan tindakan Rebecca.
" Sampah, kamu benar-benar sampah!" umpat Rebecca. Perlakuan yang diterimanya dan kata-kata Rebecca membuat air matanya mengalir seperti kuah sayur yang mengalir dari atas kepalanya.
" Mama, apa yang mama lakukan," ucap Damar tidak habis pikir dengan tindakan mamanya yang kelewatan batas yang pasti membuat wanita yang dicintainya terluka.
" Jangan membelanya lagi. Anak kurang ajar tidak tau malu," Rebecca menarik ujung rambut Felly sehingga kepala Felly tertarik ke bawah dengan menahan sakit.
Dan kali ini Aditya langsung turun tangan. Dengan cepat Aditya mencengkram pergelangan tangan ibu tirinya yang masih berada di rambut Felly.
" Sekali kau berani melakukan itu kepadanya, semua makanan yang ada di sini akan aku tumpahkan kewajahmu," ucap Aditya sinis dengan geram. Menghempas tangan ibu tirinya itu. Membuat Rebecca mendengus.
" Kau ingin menikahi wanita rendahan seperti dia. Wanita yang akan menjadi adik ipar mu, apa kau sungguh akan menikahinya," ucap Rebecca sinis. Aditya tersenyum miring.
" Kenapa, apa kalian keberatan. Lagi pula aku tidak meminta pendapat mu. Dan terserahku jika aku akan menikah dengan siapa," tegas Aditya sinis.
" Kenapa apa kau takut melihatku menikah. Atau kau kau takut Aku ingin memiliki anak dari calon istriku," sahut Aditya sinis membuat Rebecca mengepal tangannya.
Pasti memang hal itu pasti adalah ketakutan Rebecca. Dia menatap Aditya dengan tatapan tajam. Namun Felly hanya bisa diam dengan wajahnya yang berantakan dan sakit hatinya yang tidak bisa di gambarkan.
" Brengsek! umpat Rebecca ingin menerkam Felly Kembali.
" Rebecca cukup!" Bentak Harison, " apa yang kau lakukan, apa kau belum puas, menampar dan menyiramnya dengan sayuran itu yang masih panas " tanya Harison berdiri dari duduknya.
Mengatakan sayuran yang masih panas, mata Aditya melihat ke arah tangan Felly yang memerah. Rebecca memang ahli dalam penyiksaan. Jadi seharusnya dia sudah tidak heran lagi.
" Dia pantas mendapatkannya pa, dia sudah mempermalukan keluarga kita dan sekarang datang dengan mengatakan dengan mudahnya dia akan menikah dengan Aditya," teriak Rebecca.
" Dia!" tunjuk Rebecca pada Aditya. " Dia tidak tau malu menikahi wanita yang seharusnya menjadi adik iparnya dan wanita itu sangat memalukan, rendahan yang bisa-bisanya mempermaikan keluarga ini," teriak Rebecca yang tidak akan puas jika tidak menghina Felly.
" Sudah cukup jangan membahas itu lagi," sahut Harison tidak ingin mendengar pertengkaran di meja makan.
" Pa," pekik Rebecca yang tidak terima. Mertuanya seakan membela Felly.
" Apa kamu benar-benar tidak ingin mendengarku," tegas Harison menatap Rebbeca.
" Dasar wanita sialan, ayo Damar kita pergi, tidak ada gunanya melihat wanita rendahan seperti ini. Sangat hina," ucap Rebecca sinis dan menarik Damar yang benar-benar masih tidak percaya dengan Felly.
__ADS_1
" Ma," berontak Damar.
Tetapi Rebecca yang benar-benar siniting dengan Felly membawa paksa Damar. Felly melepaskan napasnya perlahan kedepan melihat kepergian Damar yang benar-benar kecewa dengannya.
Dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat Damar seperti itu membuat hatinya semakin sakit.
Felly menghapus air matanya dan membersihkan rambutnya dari sayuran yang tumpah.
Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping dan mungkin tidak akan menyatu lagi. Di perlakukan sangat hina di depan laki-laki yang di cintainya.
" Ayo kita pergi makan malamnya sudah berantakan," Aditya menarik tangan Felly.
" Felly," panggil Harison.
Langkah Aditya dan Felly terhenti. Aditya dan Felly pun sama-sama membalikkan tubuh dan melihat Harison berjalan dengan memegang tongkatnya. Tetapi Felly langsung menunduk. Dia tidak punya muka melihat wajah kakek yang sangat baik itu.
Harison memegang pundak Felly, dan memegang dagu Felly sehingga wajah menunduk itu di lihat oleh Harison. Wajah yang kacau dengan derain air mata dan pasti penuh tekanan. Getaran tubuh Felly pun terasa saat dia memegang pundaknya.
" Apa yang di lakukannya kepadamu?tanya Harison mengarahkan kepalanya kepada Aditya.
Aditya mendengar pertanyaan itu melihat langsung pada kakeknya. Bisa-bisanya kakeknya menayakan itu sehingga membuatnya rada takut-takut jika Felly benar-benar mengakui perbuatan bejatnya.
" Katakan! aku akan menghukumnya, jika memang dia melakukan sesuatu kepadamu," ucap Harison lagi.
" Jangan takut! katakan kepada kakek?" desak Harison.
" Ayo kita pergi! ajak Aditya, " aku akan mengatur makan malam lain kali," Aditya mengenggam tangan Felly dan membawanya pergi.
Aditya tidak ingin Felly semakin lama dengan kakeknya dan lama-lama Felly akan jujur kepada kakeknya tentang perbuatan asusilanya.
Harison hanya melihat kepergian Felly dan cucunya itu.
" Anak itu benar-benar kelewat batas, apa kamu bisa mempertanggung jawabkan semua yang kamu lakukan," batin Harison yang seperti mengetahui sesuatu.
" Kalian bersihkan semuanya!" perintah Harison. Pelayan mengangguk. Harison pun pergi memasuki kamarnya.
*********
Felly melepas tangannya dari genggaman tangan Aditya saat sudah berada di dekat mobil.
" Kenapa mengatakan jika kau akan menikahiku?" tanya Felly melihat ke arah Aditya. Aditya menaggapi dengan menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
" Apa yang kau pikirkan, menikah. Apa kau berpikir terlalu jauh. He jangan mimpi, aku mengatakan itu hanya untuk gertakan. Lagi pula siapa yang mau menikahi wanita seperti mu. Itu hanya mempermalukan ku," jawab Aditya dengan meremehkan Felly.
" Kau dengar baik-baik, jangan terlalu berharap tinggi. Semua yang aku katakan hanya sandiwara jadi jangan bermimpi aku menikahimu," tegas Aditya.
" Atau jangan-jangan kau mengharap kan itu. Agar bisa hidup enak," sahut Aditya menatap curiga.
" Terserah mu berpikir apa. Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan dan sekarang tugasku sudah selesai. Sekarang berikan uang yang kau katakan," ucap Felly menagih janji Aditya.
Aditya pasti tersenyum puas dengan hal itu. Dimana Felly meminta uang kepadanya.
" Katakan uang itu sebagai bayaran untuk apa, untuk malam yang singkat itu. Atau untuk drama yang kau ciptakan tadi," sahut sinis Aditya dengan senyuman meremehkan.
" Berikan saja!" sahut Felly yang tidak ingin meladeni Aditya berbicara.
" Masuk!" titah Aditya.
" Untuk apa?" tanya Felly.
" Aku tidak mungkin membayarmu di sini, jadi masuklah!" sahut Aditya yang masuk terlebih dahulu. Felly pun mengikut saja dan memasuki mobil itu.
Felly dan Aditya sudah berada di dalam mobil dan langsung pergi meninggalkan rumah sang kakek.
Aditya memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Melihat kearah Felly yang masih berantakan.
Bahkan Felly belum membersihkan wajahnya dan rambutnya juga terdapat noda sayuran. Sepertinya Felly memang tidak peduli dengan penampilannya.
Aditya membuka laci mobilnya dan meletakkan cek di depan Felly.
" Itu bayaran mu, kerja mu lumayan bagus. Ingat kau sudah berada di tanganku, sekali aku melihatmu masih menemuinya, kau akan tau akibatnya," ucap Aditya penuh ancaman memperingatkan Fellym
" Sekarang turun!" perintah Aditya.
Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya kasar kedepan. Mengambil cek itu dan langsung keluar dari mobil Aditya.
Dia tidak peduli dengan kata-kata Aditya sudah cukup untuk apa yang di dapatkannya. Aditya melihat Felly berlari dan langsung menaiki Taxi.
" Memang uang segalanya di dunia ini," desis Aditya mengambil ponselnya dari sakunya.
" Aku ingin, kau mencari tau detail keluarga Felly, dan ibunya yang katanya di rumah sakit!" perintah Aditya menutup telponnya
" Wanita serakah itu seperti kebakaran jenggot. Dia pasti tidak tidur dengan apa yang terjadi. Dan anak mu yang tidak tau diri itu. Yang suka mengambil hak orang lain. Akan merasa hancur se hancurnya," desis Aditya yang benar-benar puas hari ini.
__ADS_1
" Berjalan sesuai rencana, hanya tinggal menunggu hasilnya," batinnya langsung menarik gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Bersambung...