Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 195 keputusan yang bulat.


__ADS_3

Aditya berjalan di sekitar rumahnya dengan langkahnya yang panjang dan pembawaannya yang begitu Arrogant langkah Aditya berhenti ketika Bion berpapasan dengannya dan Bion menundukkan kepalanya di depan Aditya.


" Maaf tuan! pak Andre menunggu di ruang tamu," ucap Bion memberikan informasi.


" Andre, ngapain dia datang," sahut Bion heran.


" Saya kurang tau tuan," jawab Bion apa adanya


" Aneh sekali, Andre datang tiba-tiba. Apa ini ada masalahnya dengan tuan Anderson. Tetapi bukannya Bion sudah menyelesaikan semuanya," batin Aditya kebingungan.


" Baiklah saya akan menemuinya. Kamu sama Laura. Periksa gedung kemarin dan cepat berikan laporan kepada saya," titah Aditya.


" Baik tuan," sahut Bion kembali menundukkan kepala dan Aditya pun melanjutkan langkahnya untuk menemui kakak dari istrinya itu.


Aditya sudah tidak di ruang tamu dan melihat Andre di sana duduk sedikit membungkuk dengan tangannya yang di katupkan di antara 2 pahanya yang sedikit terbuka.


" Kak Andre," sapa Aditya.


" Aditya," sahut Andre langsung berdiri dan Aditya melangkah mendekati Andre.


" Hmm, ada apa kakak kemari?" tanya Aditya.


" Mau menjemput Felly," jawab Andre membuat Aditya terpekik kaget.


" Maksudnya?" tanya Aditya dengan wajahnya yang terkejut.


" Ya mau ngapain lagi kalau bukan jemput Felly. Bukannya Felly akan pulang dan dia mengatakan kamu tidak bisa mengantarnya karena kamu ada urusan jadi mau tidak mau kakak harus menjemputnya. Karena tidak mungkin juga Felly pulang sendirian," jelas Andre tampak santai.


Sementara Aditya mendengarnya masih sangat terkejut. Jika kedatangan kakak iparnya itu untuk membawa istrinya pergi.


" Apa dia sudah siap?" tanya Andre dan Aditya masih bengong tanpa menjawab bahkan Aditya keringat dingin mendengarnya.


" Aditya!" tegur Andre.


" Hah!" saut Aditya gugup.

__ADS_1


" Apa Felly sudah siap?" tanya Andre lagi.


" Aku akan melihatnya," jawab Aditya yang langsung pergi dengan buru-buru kekamar untuk melihat Felly.


" Aditya kenapa tampak kaget seperti itu. Lagian Felly apa-apaan sih tiba-tiba minta pulang. Padahal suaminya sangat sibuk. Apa dia tidak memikirkan suaminya," batin Andre yang sepertinya mendapat larangan cerita dari adiknya sehingga Andre bisa menjemputnya dan sepertinya Andre tidak tau apa-apa yang terjadi pada rumah tangga Felly dan juga Aditya.


Felly di dalam kamar dengan menggunakan dress Navy selututnya dengan belt merah di pinggangnya tampak menyusun pakaiannya ke dalam koper.


Ceklek.


Aditya memasuki kamar dan melihat Felly yang sedang berkemas membuat Aditya seketika panik.


" Felly, apa yang kamu lakukan?" tanya Aditya tampak cemas. Felly diam dan melanjutkan pekerjaannya.


" Felly, mau kemana kamu. Hentikan semuanya. Aku sudah mengatakan kamu tidak bisa pergi," ucap Aditya yang sudah berada di samping Felly dan mencoba menghentikan pekerjaan Felly.


" Lepaskan!" pekik Felly menepis tangan Aditya.


" Felly, apa yang kamu lakukan. Mau kemana kamu? kamu tidak bisa pergi begitu saja," tanya Aditya tampak menguatkan Volume suaranya.


" Kamu tidak bisa pergi. Aku sudah mengatakan kamu tidak akan pernah lepas dari ku," ucap Aditya menegaskan.


" Siapa kamu yang berani mengatur hidupku. Kamu bukan siapa-siapa Aditya yang menguasai diriku dengan sesukamu," sahut Felly dengan sedikit berteriak.


" Aku adalah suamimu dan kamu istriku dan aku yang menentukan semuanya," sahut Aditya dengan tenang memberikan penegasan. Membuat Felly mendengarnya mendengus kasar.


" Istri katamu. Kamu hanya menjadikan ku sebagai alat balas dendammu dan kamu masih bisa mengatakan aku istrimu. Setelah semua yang kamu lakukan. Kamu memilih pergi dari pada bicara kepadaku. Kamu mengabaikan semuanya dan terakhir apa, kamu membunuh bayiku," teriak Felly kembali naik darah tinggi dengan mendorong dada Aditya dengan ke-2 tangannya. Aditya hanya mundur sedikit tanpa melawan sama sekali.


" Kamu masih berani mengatakan aku istrimu. Pernikahan kita hanya kontrak dan semuanya sudah berakhir saat anak sudah tidak ada lagi," lanjut Felly menegaskan kepada Aditya.


" Jadi biarkan aku pergi. Biarkan aku terbebas dari neraka ini. Aku ingin menjalankan hidup ku seperti biasa. Karena hidup yang aku jalani bersamamu itu sangat menyakitkan," ucap Felly menekankan. Felly terlihat membuang napasnya perlahan kedepan dan kembali melanjutkan mengemasi barang-barangnya.


" Aku bilang kamu tidak bisa pergi," sahut Aditya kembali menghentikan Felly dengan memegang tangan Felly yang ingin meres kopernya. Felly menoleh kesampingnya melihat Aditya dengan tatapan tajam.


" Lepaskan tanganmu! jika kau menghalangi ku. Aku akan mengatakan semuanya kepada kakak ku. Jika kau adalah laki-laki bejat," ucap Felly memberi ancaman pada Aditya. Aditya menelan salavinanya mendengar ancaman Felly.

__ADS_1


" Dia ada di sini. Aku akan mengatakan alasan aku menikah denganmu. Karena terpaksa. Aku juga mengatakan jika kau sudah memperkosaku dan juga membunuh bayiku. Aku tidak main-main Aditya dengan perkataanku. Jika tidak mau musuhmu semakin banyak. Jadi lepaskan aku. Jangan sampai kakak ku menjadi musuhmu. Karena dia pasti membunuhmu karena kau menghancurkan hidupku. Jika aku masih tidak bisa membunuhku karena perasaanku yang bodoh di dalam sana. Maka tidak untuk kakak ku yang akan membunuhmu tanpa memikirkan apa-apa," tegas Felly dengan terus beradu pandang pada Aditya. Menatap dengan penuh kebencian.


" Jadi lepaskan aku," ucap Felly menjauhkan tangan Aditya darinya. Perlahan tangan itu menjauh dan Aditya tampak tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


setelah selesai meres kopernya. Felly menurunkan koper itu dari atas ranjang dan menyeret kopernya dan Aditya masih terdiam terpaku tanpa bisa melakukan apa-apa. Saat Felly semakin mendekati pintu Aditya melangkah dengan cepat dan memeluk Felly dari belakang dengan lengan Aditya berada di dada Felly dan dagunya menempel di bahu Felly.


" Aku mohon jangan pergi!" ucap Aditya dengan suara seraknya.


" Maafkan aku Felly," ucap Aditya lagi.


Felly meneteskan air matanya saat kata maaf keluar dari mulut Aditya yang pertama kali terdengar ditelinganya. Sekian lama baru ini dia mendengar kata maaf itu. Aditya mungkin sudah mengatakan berkali-kali. Tetapi baru kali mengatakan langsung kepada Felly dalam keadaan Felly sadar.


" Tetap lah di sisiku Felly. Aku sangat membutuhkan mu. Aku tidak memiliki siapa-siapa. Aku sangat kesepian. Aku mohon jangan pergi. Jangan meninggalkan ku. Aku mohon Felly. Aku mohon kasih aku kesempatan untuk menebus semuanya. Aku tau aku salah. Aku berdosa. Aku menyakitimu. Aku mempermainkan perasaanmu,"


" Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kamu kenapa-napa. Aku terlalu takut kehilanganmu. Aku takut Felly. Felly kasih aku kesempatan untuk menebusnya. Mari memulai semuanya dari awal," ucap Aditya dengan tulus yang mengungkapkan isi hatinya dengan air matanya yang jatuh di bahu Felly.


Air mata Felly tidak henti-hentinya menetes saat mendengar kata-kata Aditya. Di dalam hatinya semakin sakit dengan perkataan itu.


" Felly, tetap lah di sisiku, aku sangat membutuhkan mu berada di sampingku," ucapnya dengan memeluk erat wanita itu.


" Aku sudah mengatakan Aditya. Aku tidak akan memberi kesempatan untuk ke-2 kalinya. Ketika kamu memilih pergi malam itu. Itu berarti kamu sudah melepaskanku. Dan semuanya sudah cukup. Aku sudah capek, semuanya begitu sakit. Aku tidak sanggup berada di sisimu," jawab Felly yang tampaknya akan tidak akan memberi kesempatan apa-apa untuk suaminya.


" Lepaskan aku!" ucap Felly dengan suara tertahan.


" Tidak akan Felly, aku tidak akan melepaskanmu. Aku ingin hidup bersama memulai semuanya dari awal," jawab Aditya dengan menekankan.


" Semuanya sudah terlanjur. Tidak ada yang perlu di mulai tapi harus di akhiri. Aku sangat menderita, jadi aku mohon biarkan aku merasakan ketenangan sebentar saja," tegas Felly. Aditya tetap memeluknya erat. Namun Felly berusaha melepaskan tangan Aditya dari lehernya dan perlahan tangan itu pun lepas.


Felly menyeka air matanya dan kembali menyeret kopernya. Lalu melangkah tanpa membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi dari kamar itu tanpa berpamitan.


" Felly," lirih Aditya melihat kepergian Felly. Jangan tanya air mata Aditya mungkin sama derasnya dengan air mata Felly yang dalam langkahnya.


Mungkin rasa sakit yang di dapatkannya benar-benar menutup pintu kesempatan untuk Aditya yang ingin memperbaiki semuanya.


Aditya hanya meratapi dirinya berlutut lemah dengan tetasan air mata itu. Dendam yang yang tak kunjung terbalaskan. Tetapi dia sudah kehilangan calon anaknya dan wanita yang mulai di cintainya juga pergi.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2