Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 264 Rasa kecewa.


__ADS_3

Perusahaan utama.


Harrison berdiri di podium bersama dengan Aditya di sampingnya di mana Perusahaan itu di kunjungi banyak orang dan para wartawan juga banyak di sana.


Harison menghadap Aditya dan memberikan Aditya agenda hitam yang panjang yang dan Aditya mengambilnya dengan menundukkan kepalanya dan para wartawan mengambil foto saat penyerahan hal penting itu.


" Terima kasih kek!" ucap Aditya. Harison mengangguk.


" Perusahaan utama yang saya saya pimpin selama ini. Resmi menjadi milik Aditya Sebastian Harison," ucap Harison yang menetapkan Aditya sebagai pemilik perusahaan.


Prok-prok-prok prok prok.


Sambutan tepuk tangan yang meriah pun terdengar kuat dengan orang-orang tersenyum dan pasti Felly juga ad di sana ikut tersenyum yang saling melihat dengan kakak iparnya Elia yang pasti bahagia.


" Aditya, aku Perusahaan ini untukmu. Jadi jagalah amanah ini dan jangan kamu sia-siakan. Jadilah pemimpin yang bijaksana dan adil," ucap Harison memberi pesan.


" Iya kek. Terima kasih sudah mempercayaiku," ucap Aditya. Harison mengangguk dengan wajahnya yang juga tersenyum bahagia.


Aditya melihat istrinya yang ada di sana dan Aditya langsung menghampiri istrinya meraih tangan istrinya mengajaknya untuk naik ke atas podium membuat Felly heran dengan apa yang di lakukan Aditya padanya.


" Saya sangat bahagia dengan kabar yang saya dapatkan hari ini. Perusahaan utama ini akan menjadi tanggung jawab saya dan hari ini saya juga mengatakan kabar yang paling bahagia lagi yang pernah saya dapatkan di dalam kehidupan saya. Di mana dalam pernikahan saya dengan Felly. Kami telah di berikan kebahagian dengan hadirnya buah hati di dalam kehidupan kami," ucap Aditya yang mengumumkan ke Jamilan istrinya.


Harison mendengarnya kaget, begitu juga dengan Elia yang memang baru mengetahui kehamilan adik iparnya.


Tepuk tangan kembali terdengar bergemuruh yang mendengar kabar bahagia itu. Felly tersenyum pada suaminya dan langsung memeluk Aditya.


" Kami meminta untuk dia kalian semua untuk kesehatan pada istri dan calon anak kami," ucap Aditya. Yang lainnya mengangguk-angguk dengan tersenyum yang ikut merasakan kebahagian Felly dan Aditya.


" Terima kasih ya Allah. Sekarang Aditya dan Felly sudah di hadirkan kembali buah cinta mereka aku sangat bahagia dengan kabar bahagia ini," batin Elia yang terus tersenyum.


Harison juga terlihat begitu bahagia dengan kabar kebahagian dari cucunya itu. Dua sebagai kakek benar-benar sangat bahagia dengan kebahagian kecil itu.


**********

__ADS_1


Pesta peresmian penyerahan Perusahaan itu masih tetap berlanjut, Aditya, Felly, Elia dan Laura berdiri mengobrol.


" Selamat ya Felly, atas kehamilan kamu," ucap Laura.


" Terima kasih ya Laura," sahut Felly.


" Laura!" tegur Aditya.


" Hmm, kenapa?" tanya Laura.


" Aku berterima kasih kepadamu. Kamu dan Tante Lusi sudah banyak membantuku. Kalian orang-orang yang selalu mendukungku. Aku tidak tau harus membalas bagaimana untuk kebaikan kalian," ucap Aditya.


" Apa yang kamu katakan Aditya. Aku melakukan ini. Karena kalian keluargaku dan mama juga hanya ingin memberikan ke adilan untuk kakaknya. Jadi tidak ada yang perlu mengucapkan terima kasih. Ini sudah tugasku," ucap Laura tersenyum.


" Tetapi apapun itu Laura. Semuanya benar-benar berakhir karena bantuan kamu. Kamu sudah banyak berkorban bahkan sampai harus merelakan diri berpura-pura di sisi Damar," sahut Elia.


" Kak Elia, tidak apa-apa. Anggap saja apa yang aku lakukan hanya suatu hiburan. Toh hanya berpura-pura di dekat Damar tidak membuatku kehilangan apapun atau mati juga tidak. Jadi tidak ada masalah sama sekali yang penting Rebecca sudah masuk penjara dan penjahat-penjahat itu sudah musnah. Jadi sudah impas semuanya," ucap Laura menegaskan yang tampak santai.


" Tapi kamu benar-benar sangat hebat Laura, kamu bisa mengatasi semuanya dengan cepat," sahut Felly.


" Laura!" tiba-tiba terdengar suara Rendy yang membuat Laura Langsung menoleh kebelakang dan kaget melihat Damar dan senyum Laura langsung hilang.


Elia, Felly, dan Raihan saling melihat yang juga kaget melihat kehadiran Damar yang tiba-tiba.


" Damar, apa dia mendengar semuanya," batin Laura panik dan bahkan mendapat tatapan dingin dari Damar.


" Selamat siang pak Damar," tiba-tiba 3 orang polisi datang yang membuat semua orang juga heran seketika. Karena mereka tidak mengundang polisi.


" Iya selamat siang," sahut Damar.


" Kami dari kepolisian, bapak silahkan ikut kami untuk memberikan keterangan mengenai keterlibatan di dalam kasih tuan Anderson," jelas polisi dengan singkat. Damar menoleh ke arah Laura kembali. Tatapan itu sangat datar dan Laura sendiri tidak tau harus bicara apa.


" Mari pak Damar," ucap polisi dengan ramah.

__ADS_1


" Baiklah, tapi saya ingin bicara dengannya sebentar," ucap Damar melihat terus pada Laura. Polisi terlihat berdiskusi.


" Baiklah, hanya 5 menit," sahut pak polisi yang memberikan izin. Namun Laura sedikit panik.


" Laura, tenanglah, kamu tidak akan apa-apa," ucap Felly memberikan ketenangan pada Laura yang terlihat panik. Laura mengangguk dan Damar melangkah mendekati Laura dan tiba di depan Laura membuat Laura terlihat gelisah.


" Kamu yang melakukan semua ini?" tanya Damar dengan suara rendah. Tidak bisa di jelaskan perasaan Damar, kecewa dan marah bercampur aduk.


" Maafkan aku Damar," sahut Laura yang melihat ke arah Damar.


" Kedekatan ini semua hanya pura-pura. Hanya untuk menghancurkan ku dan juga mama ku," ucap Damar tampak marah. Tetapi masih bicara sangat pelan.


" Aku hanya ingin Tante Mariyati mendapat keadilannya dan juga kak Elia. Mereka keluargaku dan ini caraku untuk menyelesaikan masalah ini. Aditya sudah terlalu banyak menderita," ucap Laura yang sama-sama menatap dengan Damar.


" Laura kamu mendekatiku untuk dendam?" tanya Damar. Laura mengangguk jujur. Damar tersenyum terpaksa menerima kenyataan itu. Namun matanya terlihat berkaca-kaca.


" Kalau begitu aku bertanya kepadamu. Apa aku ikut melakukan semuanya. Apa yang terjadi pada kak Elia dan ibu Mariyati apa aku ikut melakukannya sampai kamu harus ikut membuatku hancur?" tanya Damar tampak sesak.


" Maaf Damar, aku tidak punya cara lain," sahut Laura yang tiba-tiba tidak berani melihat mata Damar yang penuh kekecewaan.


" Lalu begitu katakan kepadaku. Apa perhatian yang kamu lakukan selama ini, cinta yang kamu ucapkan semuanya adalah kepalsuan?" tanya Damar yang terus ingin memastikan.


" Iya, itu hanya sandiwara," sahut Laura.


" Katakan sekali lagi Laura. Lihat aku dan katakan jika itu sandiwara," ucap Damar. Laura menunduk dan entah kenapa tidak berani melihat mata Damar.


" Laura," tegur Damar yang masih menunggu jawaban Laura.


" Pak Damar, mari ikut kami, waktu bapak sudah habis," sahut salah satu polisi.


Damar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Baiklah!" sahut Damar yang terlihat pasrah. Dia terlanjur kecewa dan tidak ada gunanya lagi untuk memberontak. Karena memang dia harus mempertanggung jawabkan kesalahannya.

__ADS_1


Polisi itu pun langsung membawa Damar. Dengan langkah berat Damar mengikut dengan perasaannya yang tidak dapat di artikan, pergi dengan penuh kekecewaan dan Laura mengangkat kepalanya melihat Damar yang di bawa polisi. Tidak tau kenapa hatinya tiba-tiba berkecamuk di dalam sana. Bahkan matanya berkaca-kaca. Tetapi tidak tau apa yang di rasakannya.


Bersambung


__ADS_2