Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 233 Peringatan Harison.


__ADS_3

" Katakan Rebecca apa lagi kebohongan dan sandiwara yang kalian lakukan. Masalah ini 5 tahun baru terbongkar dan itu hanya karena Felly menjadi istri Aditya. Di mana hak dari papanya telah di rebut dan tidak mendapat keadilan," ucap Harison dengan wajah seriusnya membuat Rebecca tampak takut.


" Katakan apa ada lagi tidak keadilan yang tidak terungkap?" tanya Harison membuat Rebecca semakin kaget dengan debaran jantungnya yang semakin parah.


" Apa lagi yang kamu lakukan setelah bertahun-tahun," lanjutnya lagi.


" Apa kah aku memang mertua atau kakek yang tidak bijaksana sehingga masih banyak yang tidak aku ketahui selama ini?" tanya Harison lagi. Rebecca semakin memucat dengan kata-kata Harison. Dia bahkan sama sekali tidak bisa berkutik lagi.


" Kamu jelas membantu Damar dalam mengatur Perusahaan itu, kamu mengeluarkan banyak biaya untuk mengurusnya. Apa kamu ingin Rebeca aku turun tangan sendiri untuk mencari taunya. Jika kamu terlibat atau tidak. Yang akan kamu tau sendiri. Jika aku turun tangan bukan hanya masalah 5 tahun lalu yang akan terungkap. Tetapi 17 tahun lalu," gertak Harison membuat Rebecca hampir jantungan dengan mata yang bertemu dengan Harison di mana Harison benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.


" Rebecca, jika aku tidak pintar, aku tidak mungkin bisa menjadi orang nomor yang di kenal dan di pandang. Jadi jangan kau anggap aku bodoh dan seakan tidak mau tau apa yang terjadi," tegas Harison.


" Apa maksudnya, tidak mungkin?" batin Rebecca ketakutan dengan tubuhnya yang bergetar.


" Kau dengar Rebecca!" tunjuk Harison tepat di wajah Rebecca membuat Rebecca kaget. Baru pertama kali mendapat tujukan yang mengerikan itu.


" Cucuku, bukan hanya Damar, Elia dan Aditya adalah cucuku. Jika mereka tidak merasa adil. Berarti ada sesuatu yang membuat mereka tidak adil. Jangan sampai aku turun tangan untuk mengetahui dasar kebencian Aditya kepadamu, Damar dan juga Baskoro," kecam Harison.


" Pa, dia membenci kami, karena perceraian ibunya dan juga mas Baskoro," sahut Rebeca sedikit bertiak.


" Hentikan!" teriak Harison dengan suara menggelegar. Yang penuh dengan emosi.


" Lalu bagaimana jika perceraian itu ada sebabnya," teriak Harison. Membuat Rebecca melotot dan Baskoro juga terlihat kaget dengan papanya yang tiba-tiba mengungkap masa lalu.


" Akan ada sebabnya, pasti ada sebabnya," sahut Harison.


" Jelas sebabnya. Karena perselingkuhan," sahut Rebecca.


" Jika itu perselingkuhan maka aku akan mencari tau apa itu perselingkuhan," sahut Harison membuat Rebecca panik.


" Apa yang papa katakan. Ini hanya masalah Damar dengan Perusahaan dari orang tua Felly. Apa masalah ini harus sampai papa bawa untuk mengungkit masalah 17 tahun lalu dan seakan-akan papa menyalahkanku," ucap Rebecca dengan banyak bicara.

__ADS_1


" Hanya katamu, apa kau tidak sadar jika perbuatan Damar sangat memalukan. Apa kau tidak sadar itu," teriak Harison.


" Pa...."


" Cukup!" bentak Harison.


" Kau dengarkan aku baik-baik Rebecca, jika ada kebenaran yang terungkap lagi. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang terlibat di dalamnya dan satu lagi untuk untuk masalah kerugian biaya Damar harus bertanggung jawab sendiri untuk masalah ini dan jika kamu atau kamu Baskoro membantunya. Silahkan angkat kaki dari rumah ini," tegas Harison membuat Rebecca, Baskoro dan Damar kaget.


Harison yang marah-marah pun langsung melangkah pergi dengan dirinya yang sedikit lemah. Mungkin karena terlalu banyak berbicara dan marah-marah sehingga membuat kesehatannya terganggu sampai bodyguard harus membantunya berjalan untuk beristirahat.


" Rebecca, aku harap kamu tidak melakukan hal-hal bodoh. Aku tidak tau bagaimana harus bicara lagi kepadamu dan juga anak ini," gerak Baskoro yang juga penuh kemarahan dan langsung pergi.


" Mas," panggil Rebecca.


" Sial!" teriak Rebecca dengan menyibak rambutnya kebelakang yang telah mendapat banyak ancaman. Dan Damar yang tadi diam saja pun memilih pergi.


" Mau kemana kamu damar?" tanya Rebecca dan Damar melihat sang mama dengan tatapan yang berbeda.


" Mama menjadikan ku tumbal untuk semua ini. Ini tidak adil untukku. Jadi jangan salahkan aku. Jika aku melakukan sesuatu," sahut Damar yang membuat Rebecca kaget.


" Mama bisa bekerja, maka aku juga," sahutnya yang langsung pergi dan Rebecca semakin kaget mendengarnya.


" Damar, sialan kamu, kamu jangan menambah-nambah masalah," teriak Rebecca yang kesintingan.


" Ahhhhhh, sial, apa lagi yang ingin di lakukan anak itu," geram Rebecca yang emosian yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


***********


Damar memasuki kamarnya dengan membanting pintu kamarnya.


" A-a-a--a-a-a," teriak Damar meremas rambutnya kuat.

__ADS_1


" Kurang, ajar, aku benar-benar tidak menyangka jika kasus ini akan terungkap. Aditya benar-benar tidak bisa di anggap enteng. Apa lagi yang akan di lakukannya setelah ini dan mama sekarang malah menyalahkan ku. Dia juga seakan-akan hilang tanggung jawab.


" Brengsek," geram Damar dengan mengepal tangannya dengan menyapu barang-barang yang ada di atas meja, menghancurkan semuanya dengan penuh emosi.


Kemarahannya bukan hanya pada Aditya, pasti pada mamanya yang sudah menjerumuskannya kedalam masalah ini yang sudah membuatnya mendapat tamparan yang mungkin tamparan untuk pertama kalinya. Makian dari Harison dan juga papanya.


Dan sekarang itu baru awalan. Tidak tau apa lagi yang akan di berikan kakeknya setelah ini. Belum lagi dia sudah tidak berada di perusahan utama.


Perusahaan Mitra Elain sudah di serahkan pada Anderson dan belum lagi dia mengganti kerugian dengan jumlah yang fantastis. Dia mungkin hanya akan gila jika menghadapi masalah itu sendirian. Apa lagi Rebecca dan Baskoro telah di ancam untuk tidak membantunya sama sekali.


**********


Harison dengan kondisinya yang lemah, terbaring di atas tempat tidurnya.


" Apa tuan butuh sesuatu?" tanya pelayan di rumah itu dengan menundukkan kepalanya bertanya.


" Tolong panggilkan Aditya ke rumah ini dan juga Felly istrinya," sahut Harison.


" Baik tuan," sahut pelayan itu menundukkan kepalanya dan langsung keluar dari kamar itu.


Harison memijat kepalanya yang terasa berat.


..." Mama, mama, mama," teriak Aditya yang menagis di pelukannya saat mamanya di seret dari rumah itu....


..." Kek, mama tidak salah, mama di pukul, dan kakak, kakak, telah di hati 3 orang laki-laki, kakak juga juga di siksa," ucap Aditiya menangis mencoba menjelaskan pada Harison....


..." Dia, kek, dia yang sudah membuat mama dan kakak menderita, dia kek," tunjuk Aditya pada Rebecca yang berdiri di depannya....


..." Sudah-sudah Aditya. Kakek tau kamu marah. Sudah ya," sahut Harison yang tidak menanggapi cerita Aditya....


Kejadian 17 tahun lalu teringat kembali di kepala Harison bahkan air matanya sampai menetes dengan mengingat pengaduan Aditya yang sama sekali tidak di tanggapinya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi sebenarnya," batinnya merasa jika selama ini dia tidak adil.


Bersambung


__ADS_2