Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 85. Berbelanja


__ADS_3

Mobil Aditya berhenti di depan supermarket. Bion yang mengendarai sangat bingung dengan atasannya yang tiba-tiba berhenti di depan supermarket.


Selama dia bekerja dengan Aditya tempat itu sama sekali yang tidak pernah di datanginya bersama Aditya.


" Memang kita kemari Tuan?" tanya Bion memastikan sekali lagi.


" Iya," jawab Aditya.


Bion mengangguk-angguk. Lalu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk tuannya. Aditya keluar dari mobil dan merapikan jasnya.


" Ayo masuk!" ajak Aditya melangkah dengan kakinya yang panjang dan gayanya yang Arrogant. Lehernya yang tegak memperlihatkan seperti apa karakternya. Bion yang masih heran mengikut saja.


Di pikirannya mungkin saja tuannya menemui klien di sana. Atau berinvestasi besar di supermarket itu. Ya dia hanya menerka-nerka saja.


Tetapi tidak. Tidak ada yang di temui tuannya. Bahkan Aditya menyuruh Bion mengambil troli belanjaan dan mengekor di belakang Aditya. Membuat Bion semakin bingung.


Tetapi pasti jika sudah membawa troli belanjaan. Akan diisi dengan belanjaan. Walau dia tidak tau. Jika tuannya bisa melakukan itu.


Aditya masih berputar-berputar dan kembali ketempat itu-itu saja dengan troli yang masih kosong. Seperti jalan yang di tutu. Sehingga tetap berada di situ-situ saja.


" Sial di mana tempatnya. Kemana mereka menjual semuanya," batin Aditya berdecak kesal yang sepertinya ingin mencari sesuatu tetapi tidak menemukan apa yang di carinya. Bion juga bingung dan tidak berani bertanya.


Tiba-tiba Aditya melihat ibu-ibu yang mendorong troli belanjaannya dan melihat bagian atas ada beberapa kotak susu ibu hamil.


" Di mana dia mendapatkan itu. Kenapa aku sedari tadi mencarinya tidak ada," batin Aditya penasaran. Ternyata itu yang di carinya sejak tadi susu ibu hamil yang pasti untuk siapa lagi jika bukan untuk Felly. Karena Felly yang hamil.


" Bion!" panggil Aditya.


" Iya tuan," sahut Bion. Aditya mendekatkan mulutnya pada telinga Bion.


" Tanya dia di mana dia mendapatkan itu," bisik Aditya sambil mengarakan matanya pada keranjang ibu-ibu itu.


Bion schok dengan apa yang di maksud tuannya. Hanya membuatnya tambah bingung dengan perintah Aditya yang di luar dugaannya.


" Cepat!" tegas Aditya yang melihat Bion masih bengong.


Bion mengangguk-angguk saja dan langsung bertanya. Walau itu sebenarnya sangat aneh. Bahkan keanehan itu juga di rasakan ibu yang sedang di tanyakan Bion.

__ADS_1


Pikiran ibu itu langsung kemana-mana. Bisa-bisanya seorang Pria bertanya masalah susu ibu hamil. Sementara melihat 2 Pria. Seperti pasangan yang berbelanja.


Tetapi sang ibu pun memberi tahu tempatnya. Sampai Aditya dan Bion sudah berada di tempat susu ibu hamil yang di butuhkan Aditya.


Bukannya merasa lega. Aditya semakin prustasi. Dengan jenis yang banyak.


" Kenapa mereka tidak menciptakan 1 bahan produk saja. Kenapa banyak sekali," oceh Aditya benar-benar frustasi. Aditya bingung harus membeli yang mana.


Di kotaknya sama-sama ada wanita yang perutnya buncit dan sambil meminum susu. Hanya kotaknya beda-beda warna. Sementara Bion masih bingung dengan tingkah atasannya yang tidak mengerti kenapa atasannya malah membeli susu ibu hamil.


" Maaf pak ada yang bisa di bantu?" tanya seorang wanita yang berpakaian merah yang mungkin salah satu pegawainya.


" Saya membutuhkan susu ibu hamil," jawab Aditya tanpa gengsi lagi bertanya.


" Untuk usia kandungan berapa bulan?" tanya wanita itu. Aditya berpikir sejenak. Mana dia tau berapa bulan.


" 2 bulan?" jawab Aditya hanya menghitung dari waktu pertemuannya dengan Felly.


" Yang ini pak," tunjuk wanita itu.


Aditya mengangguk dan langsung mengambil. Memasukkan kedalam troli belanjaan. Ternyata Aditya bukan hanya mengambil 1 atau 2 kotak saja.


1 troli belanjaan hanya untuk susu ibu hamil. Bion harus mengganti troli lagi dan sekarang Aditya mengisi dengan buah-buahan. Semua jenis buah di masukkannya kedalam keranjang yang masih di pegang Bion.


Bion masih terus mengekor Aditya. Aditya memasukkan apa-apa saja yang menurutnya penting dari makanan bergizi, minuman, berbagai macam-macam biskuit dan makanan lainnya.


Tidak jarang mata orang-orang yang ada di sana melihat ke arah Aditya dan Bion. 2 pria yang berbelanja seperti pasangan membuat orang-orang berspekulasi lain. Bion sudah merasakan hal itu. Tetapi Aditya yang tampak tidak peduli dan terus berbelanja.


" Kapan tuan Aditya akan selesai," batin Bion tidak nyaman dengan pandangan orang-orang yang pasti beranggapan jika dia dan Aditya pasangan gay.


*********


Akhirnya Aditya dan Bion keluar dari supermarket dan Bion sedang memasukkan kantung-kantung plastik yang besar-besar kedalam mobil. Bahkan mobil Aditya sudah penuh dengan belanjaan yang tidak tau apa saja.


" Apa dia tuli. Tidak mendengarkan kata Dokter. Sampai sama sekali tidak membeli apapun. Dia memang sangat ceroboh dan tidak peduli dengan kandungannya," batin Aditya yang ternyata mengumpat Felly.


" Jika tidak punya uang apa susahnya meminta," umpatnya lagi.

__ADS_1


Aditya mengingat perkataan Dokter beberapa hari yang lalu. Di mana Felly harus memakan makanan yang bergizi dan juga meminum susu.


Tetapi Aditya memperhatikan tidak ada sama sekali. Membuatnya geram dan tidak sabaran lalu membeli sendiri. Ternyata Aditya sangat peduli dengan kandungan Felly.


**********


Felly keluar dari kamarnya. Selama tinggal di rumah itu dia sangat jarang ke luar kamar. Dia memang seperti bersembunyi. Karena tidak mau menciptakan keributan. Padahal jelas dia sangat bosan berada di kamar.


Merasa perutnya lapar dan ingin memakan sesuatu. Felly yang sangat segan pada banyaknya pelayan di rumah itu. Memilih untuk kedapur sendiri.


" Makan apa ya," ucap Felly bingung yang berada di dapur besar itu yang tidak tau ingin memakan apa.


" Maf non. Apa non butuh sesuatu?" tanya salah satu pelayan.


" Oh tidak. Saya hanya mau minum," jawab Felly gugup.


" Mari saya bantu," ucap Pelayan.


" Tidak usah. Saya bisa sendiri," jawab Felly menolak.


" Baiklah jika begitu. Jika butuh sesuatu. Silahkan panggil saya," ucap Pelayan itu. Felly mengangguk. Pelayan itu pun pergi.


Felly pun akhirnya memang hanya mengambil air putih saja. Felly meneguk minuman itu sampai habis. Saat selesai minum Felly membalikkan badannya.


" Aaaaaa," pekik Felly kaget saat melihat Damar berada di depannya membuat napasnya ngos-ngosan.


" Mas Damar!" ucap Felly mengusap dadanya yang dek-dekan dengan kehadiran Damar yang tiba-tiba.


" Kamu sedang apa?" tanya Damar dengan lembut.


" Tidak ada aku hanya minum," jawab Felly gugup.


" Felly kamu tidak perlu canggung kepadaku. Kamu pasti butuh sesuatu katakan saja. Aku akan membantumu," ucap Damar.


" Tidak mas Damar. Aku tidak butuh apapun. Aku kembali kekamar dulu. Permisi!" ucap Felly pamit. Saat melewati Damar. Damar memegang tangannya dengan menghentikannya.


" Maaf mas Damar, aku harus pergi," ucap Felly berusaha melepaskan tangannya dari Damar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2