Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 86 memperkeruh suasana.


__ADS_3

Damar pun melepas genggaman tangannya dari Felly dan kembali berdiri di hadapan Felly. Felly semakin gugup berada di depan Damar itu memang hal yang sangat canggung. Dia hanya mengetahui jika Pria itu sekarang membencinya.


" Jangan menghindariku," ucap Damar.


" Maaf tapi aku harus pergi," ucap Felly yang merasa kurang nyaman jika bersama Damar.


" Aku tau kamu masih menyukaiku. Cintamu tidak mungkin pudar begitu saja. Kita saling mencintai," ucap Damar tiba-tiba. Membuat Felly kaget dan langsung melihat Damar.


" Aku sudah menikah. Jadi tolong jangan ganggu aku," ucap Felly.


Apapun itu. Dia sudah menikah dan tidak pantas berduaan dengan Damar dan jika Aditya melihatnya pasti dia akan mendapat masalah besar.


" Aku tau Felly dan aku tidak buta. Aku melihat kau menikah dan menghiyanatiku. Tapi aku yakin perasaanmu masih untukku," ucap Damar dengan percaya diri.


" Mas Damar. Tolong jangan membahas persasaan di sini. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan aku sudah memiliki suami. Tidak pantas mas Damar membicarakan masalah perasaaan. Karena kita hanya masa lalu. Hubungan kita sudah berbeda," ucap Felly menegaskan. Pernikahannya dengan Aditya memang terpaksa. Tetapi dia tetap menghargainya. Selagi masih menjadi istri Aditya.


" Kenapa harus menjadi masa lalu. Bagaimana jika suamimu yang sekarang yang akan menjadi masa lalu mu dan aku menjadi masa depanmu," ucap Damar yang masih mengharapkan banyak tentang Felly.


" Apa yang di katakan mas Damar. Ini sangat tidak masuk akal. Apa yang di inginkannya. Sebaiknya aku pergi sebelum masalah bertambah banyak," batin Felly.


" Permisi mas, aku masih ada pekerjaan," ucap Felly kembali pergi. Damar masih menghentikannya.


" Mas Damar aku mohon. Tolong jangan ganggu aku," ucap Felly yang mulai panik.


" Tenanglah aku tidak bermaksud apa-apa kepadamu. Aku menghargai pernikahanmu dengan Aditya. Meski kamu menghiyaniku. Aku menemuimu hanya untuk memberi ini," ucap Damar memberikan kotak kecil pada Felly.


" Apa ini?" tanya Felly bingung. Damar membuka kotak kecil yang ternyata menunjukkan sepasang anting berlian.


" Ini untukmu," ucap Damar. Membuat Felly kaget.


" Maaf mas Damar. Tapi aku tidak bisa menerima ini," ucap Felly langsung menolak.


" Jangan salah paham Felly. Ini hadiah yang memang harus aku berikan kepadamu. Kau menyukai makanan ku dan hari ini aku memberimu hadiah. Seperti yang di jelaskan kakek kemarin. Jadi terimalah dan tidak baik jika menolaknya. Karena ini sebuah tradisi dan kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Jadi jangan menolak apapun," ucap Damar tersenyum.

__ADS_1


Felly bingung harus menanggapi seperti apa. Dia tidak mungkin menerima hadiah itu. Karena statusnya dan Damar sudah tidak ada lagi dengan Damar. Tetapi mendengar kata tradisi Felly takut jika kakek Harison akan tersinggung.


" Felly ayo ambil," ucap Damar. Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Baiklah aku akan mengambilnya," jawab Felly meraihnya. Tetapi Damar malah menahannya. Seperti mempermainkan Felly.


" Mas Damar," ucap Felly.


Damar mengambil anting itu dari dalam kotak itu. Meletakkan kotaknya di atas meja. Mendekati Felly dan memasangkan pada telinga Felly membuat Felly kaget dan mundur kebelakang.


" Aku bisa sendiri memakainya. Mas tidak perlu melakukan itu," ucap Felly tidak nyaman dengan tindakan Damar.


" Tidak apa-apa, aku pakaian saja. Karena ini memang seharusnya di pasangkan langsung. Ini tradisi keluargaku," ucap Damar yang tetap memakaikan membuat Felly kembali diam dan tidak bisa berkutik apa-apa lagi karena kembali mendengar kata tradisi. Dia pun membiarkan Damar memakaikan anting itu.


Tiba-tiba mata Felly melihat kedepan dan menyaksikan sosok Aditya. Yang berdiri di depan menatapnya dengan tajam. Rahang kokoh yang mengeras yang.


Aditya bahkan mengepal tangannya dengan Damar yang berani-berani memakaikan sesuatu kepada istrinya. Suami mana yang tidak emosian dengan pandangan itu. Membuat Felly menjadi panik.


" Mas Damar cukup," ucap Felly mendorong Damar kuat.


Tidak ada pembicaraan malah saling diam dan canggung. Sementara Felly jelas panik. Karena dia tau hal itu adalah salah satu yang di benci Aditya.


Tetapi dia juga tidak tau bagaimana cara menjelaskannya. Karena Damar melakukan itu karena kata tradisi. Dan dia tidak paham masalah itu langsung menurut dan pasti Aditya berpikiran buruk kepadanya.


" Sekarang kau bisa melihat. Jika aku bisa melakukan Apun kepada wanita yang kau anggap istri," batin Damar.


" Ada apa ini?" sahut Kakek Harison yang tiba-tiba datang dan melihat ketegangan di antara 3 orang itu.


" Aditya kenapa kau tampak marah?" tanya Harison yang berdiri di samping Aditya dan melihat cucunya itu tampak kesal.


" Mungkin Aditya salah paham. Aku hanya memberi Felly hadiah karena menyukai makanan ku. Aku baru sempat memberikannya hari ini. Dan aku melihat telinganya kosong jadi aku memasangkan anting itu di telinganya. Dia sangat cantik dengan anting itu," ucap Damar yang sangat jelas terlihat memanas-manasi Aditya.


" Jadi Felly juga tidak keberatan aku memasangkannya. Karena dia menyukai pemberianku. Karena aku pasti tau apa yang di sukainya, makanya dia terlihat bahagia," lanjut Damar lagi membesar-besarkan masalah dan dan bahkan menambahi. Terkesan Felly yang terobsesi.

__ADS_1


" Sangat wajar aku dan Felly saling menyukai hal yang sama. Karena kita lama berhubungan dan pasti hal itu tidak mudah terlupakan," lanjut Damar tersenyum penuh kemenangan.


" Apa yang di katakan mas Damar kenapa dia berbicara yang di tambah-tambahi," Batin Felly tidak habis pikir dengan Damar yang seakan memojokkannya dan membuat Aditya maupun Harison pasti akan berpikiran lain kepadanya.


" Tidak salahkan kek?" tanya Damar tersenyum miring. Aditya tidak berbicara sama sekali dan langsung pergi. Felly yang melihat kepergian Aditya langsung mengikut.


" Ini baru permulaan Aditya. Kau akan melihat bagaimana aku akan mengambil Felly kembali," batin Damar yang sangat puas dengan kejadian itu.


Sebenarnya dia juga tadi sudah melihat Aditya dari kaca lemari dan sengaja membuat lama. Agar Aditya semakin panas.


**********


Aditya memasuki kamar dan membuka jasnya dengan melonggarkan dasinya yang memang dia merasa kepanasan. Felly juga menyusul masuk kedalam kamar.


" Kau memang tidak pernah mendengarkan perkataanku. Harus pakai bahasa apa aku bicara kepadamu. Agar kau bisa mengerti. Aku berkali-kali mengatakan jangan melakukan sesuatu yang tidak aku sukai," ucap Aditya yang sudah menghadap Felly marah-marah di depan Fellym


" Dia hanya memberikan hadiah. Hadiah dari tradisi itu," jawab Felly. Membuat Aditya mendengus kasar.


" Lalu kau sangat menunggu-nunggu hadiah darinya. Sampai kau harus membiarkan dia memasangkan ketelinga mu. Kau sangat menyukai pemberiannya. Atau sebelumnya kau meminta hadiah itu kepadanya," sahut Aditya yang menuduh Felly.


" Aku tidak mengatakan menunggu hadiahnya. Aku bahkan tidak menginginkannya dan tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tidak meminta hadiah itu," jawab Felly.


" Jangan berbohong," gertak Aditya.


" Kau dengar ya Felly. Aku memperingatkan mu berkali-kali. Jangan pernah menguji Kesabaranku. Aku masih berbaik hati kepadamu. Jika kau benar-benar tidak bisa di kasih tau. Kau akan menerima akibatnya dan persetan masalah kontrak itu," tegas Aditya penuh emosi berbicara pada Felly.


" Seharusnya kau sadar kau sudah menikah. Atau jangan-jangan kau sengaja mengambil keuntungan untuk menikah denganku. Biar kau bisa dekat dengannya dan kembali kepadanya," ucap Aditya yang langsung menuduh Felly yang tidak-tidak.


Memang Felly sudah terbiasa dengan hal itu. Karena Aditya memang akan marah jika berhubungan masalah Damar.


" Kenapa kau selalu membesarkan masalah. Dan sekarang malah menuduhku yang tidak-tidak. Aku tidak tau harus bagaimana. Aku hanya mengikuti karena dia mengatakan itu tradisi," sahut Felly menjelaskan.


" Lalu jika dia mengatakan menyentuhmu adalah tradisi kau juga melakukannya?" tanya Aditya sinis. Mata Felly berkaca-kaca dengan perkataan Aditya yang memang tidak ada remnya sangat pedas.

__ADS_1


" Kau memang selalu seperti ini," gertak Aditya yang menjatuhkan kasar dasinya di atas tempat tidur lalu pergi menuju kamar mandi. Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


Untungnya Aditya hanya mengomelinya dan tidak melakukan apa-apa yang sudah sempat di takutkannya. Walau Aditya sudah membuatnya kembali terluka di hatinya.


__ADS_2