Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps. 29 Hati Yang tersakiti


__ADS_3

Dugaan Aditya benar, rencananya memang mampu membuat kekacauan dan pasti membuat Damar hancur berkeping-keping.


Sekarang Damar sedang meratapi nasibnya duduk di bawah ranjangnya dengan foto-foto Felly yang berserakan di lantai.


Menangis seperti orang gila. Pria remaja yang putus cinta. Cinta memang akan membuat kita kehilangan akal sehat.


Beberapa kali Damar meremas rambutnya kasar, tidak terima dengan penghiyanatan Felly yang berselingkuh dengan Aditya.


Dia pun masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Felly dan menganggap kejadian di meja makan itu adalah mimpi buruk. Mimpi buruk dan dia ingin bangun tetapi kenapa tidak bangun juga.


Damar seperti orang gila. Wajahnya yang berantakan seperti tidak terurus. Entah dari kapan air mata itu membasahi wajahnya. Putus cinta membuatnya hancur dan mungkin alasan putus itu membuatnya jauh lebih hancut.


Pasti sangat menyakitkan wanita yang kita cintai tiba-tiba memutuskan kita dan tiba-tiba datang dengan mudahnya mengatakan dia adalah calon istri dari kakak tirinya. Bagaimana dia tidak sehancur itu.


Jika Aditya melihat hal itu. Mungkin Aditya akan tertawa terbahak-bahak dengan melihat adik tirinya yang benar-benar menderita karena perbuatannya.


" Tidak Felly kamu tidak mungkin melakukan itu, aku tau kamu sangat mencintaiku, kamu tidak mungkin berhiyanat. Tidak mungkin kamu berselingkuh, itu tidak mungkin," ucapnya yang masih terus menganggap Felly hanya membohonginya.


" Aku sangat mencintaimu, sangat Felly, ini tidak mungkin, kembalilah kepadaku, aku mohon Felly, jangan seperti ini," Damar terus berharap jika Felly hanya membohonginya.


Rebecca memasuki kamar Damar dan kaget melihat anaknya yang berantakan hanya karena seorang wanita.


Mata Rebecca juga turun kelantai melihat foto-foto Felly yang berserakan. Anaknya bahkan melebihi orang gila.


" Damar!" bentak Rebecca.


" Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu seperti ini?" tanya Rebecca berteriak yang benar-benar tidak habis pikir dengan putranya.


" Ma, Felly tidak mungkin melakukan itu, dia pasti berbohong. Tidak mungkin Felly menghiyanati Damar," ucap Damar dengan matanya yang benar-benar penuh dengan tatapan kosong.


" Jangan menyebut nama wanita itu lagi, kamu tidak perlu seperti ini. Kamu sudah membuang air mata kamu untuk wanita rendahan seperti dia," teriak Rebecca hanya semakin emosi dengan kelakuan Damar.


" Kamu lihat apa yang di lakuaknnnya. Dengan enaknya dia mengatakan jika dia berselingkuh dengan anak sialan itu. Wanita murahan. Tidak tau diri, sudah miskin banyak tingkah," umpat Rebecca mengepal tangannya.


Apa yang dilakukanya tadi kepada wanita itu belum cukup. Dia justru ingin membunuhnya sekarang.


" Cukup ma!" bentak Damar.

__ADS_1


" Jangan menghina Felly terus-menerus. Apa mama belum puas dengan apa yang mama lakukan kepadanya," Damar masih membela Felly di depan mamanya meski sudah sakit hati.


" Kamu masih membelanya. Itu memang pantas di dapatkannya dan kamu tidak perlu membelanya, apalagi menangisinya," teriak Rebecca menunjuk-nunjuk Damar.


" Keluar! Mama sebaiknya keluar, mama hanya membuat Damar stres," usir damar benar-benar naik pitam.


" Wanita itu yang membuat kamu stres bukan mama," teriak Rebbeca semakin emosi dengan pengusiran Damar hanya karena wanita itu.


" Aku bilang keluar!" teriak Damar seperti kesetanan. Dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak mengusir mamanya.


Rebecca geleng-geleng melihat Damar yang benar-benar tidak terkendalikan. Karena perbuatan Felly calon menantunya yang gagal itu.


" Dasar anak bodoh," desis Rebecca langsung keluar.


Rebecca membanting pintu dengan kuat. Dengan napasnya yang saling memburu berdiri di depan pintu kamar Damar.


" Perempuan itu benar-benar sudah merusak damar tampang sangat polos. Tetapi kelakuannya sangat tidak beradap. Anak sialan," batin Rebecca memiliki kebencian besar pada Felly.


***********


Malam hari Felly mendatangi rumah sakit. Felly sudah bicara dengan Dokter dan besok operasi ibunya akan di laksanakan.


Felly memasuki kamar perawatan mamanya. Felly menarik kursi dekat dengan tempat tidur mamanya. Felly duduk dan meraih tangan mamanya. Meletakkan tangan itu di pipinya.


" Ma, besok mama akan di operasi, mama akan sembuh, kita akan berkumpul lagi, maafkan felly ma. Felly terus menunda operasi mama. Tetapi mama jangan khawatir mama akan segera di operasi, mama akan sembuh," ucap Felly tersenyum dengan sedikit lega.


" Tapi Felly melakukan kesalahan. Maaf ma, Felly tidak bisa jaga diri, maafkan Felly ma," batin Felly meneteskan air mata mengingat dirinya yang di perkosa bukan hanya itu. Dia juga menerima uang dari Pria yang memperkosa dirinya.


Jika mengingat peristiwa mengerikan itu. Hanya membuat hati Felly semakin sakit.


Bahkan secara tidak langsung Felly menerima bayaran atas tubuhnya.


Karena perkataan Aditya masih teringat di telinganya. Di mana Aditya mengatakan dia memberikan uang itu sebagai bayaran malam itu. Dia memang mendapatkan uang untuk operasi sang mama dari laki-laki yang sudah merenggut kehormatannya.


" Maafkan Felly," ucap Felly merasa tidak berguna denga air matanya yang jatuh kembali.


Krekk.

__ADS_1


Dengan buru-buru Felly menghapus air saat mendengar suara pintu. Matanya langsung melihat kearah pintu. Ketika melihat pintu di buka. Yang ternyata Andre kakanya.


" Kak," ucap Felly senyum, menyembunyikan kesedihannya. Andre menghampiri Felly.


" Wajah kamu sangat pucat, apa kamu sakit?" tanya Andre membuat Felly reflex memegang pipinya.


" Masa sih, nggak ah, Felly baik-baik saja, mungkin bedak Felly kurang, makanya agak pucat," sahut Felly.


Dia memang sangat lelah. Bahkan air matanya tidak pernah berhenti keluar. Jadi wajar dia pucat.


" Kamu jangan terlalu banyak bekerja. Kamu harus banyak istirahat," ucap Andre memberi saran dia sangat mengkhawatirkan sang adik.


" Iya pasti kak. Kakak juga harus banyak istirahat," sahut Felly yang juga memperingati kakaknya.


" Iya kamu benar, kita harus jaga kesehatan masing-masing," sahut Damar. Felly menanggapi dengan tersenyum.


" Felly, kakak tadi bertemu Dokter dan katanya mama akan di operasi besok. Kamu sudah membatalkan pernikahan kamu. Dari mana kamu dapat uang?" tanya Andre heran.


Karena tidak mungkin Felly memiliki uang sebanyak itu. Sementara Felly kaget mendengar pertanyaan kakaknya yang jelas dia belum menyiapkan jawaban itu.


Dia tidak mungkin mengatakan uang itu di dapatkan dari Aditya dan dengan cara yang salah.


" Felly," tegur Andre yang melihat Felly malah diam. Wajah itu juga sangat jelas panik.


" Oh, itu, Felly meminjam dengan orang tua teman Felly," jawab Felly dengan cepat. Dia harus berbohong kepada kakaknya.


" Tanpa jaminan," sahut Andre.


" Iya tanpa jaminan, orang tuanya memberi Felly keringanan karena sudah bersahabat lama dengan teman Felly," jawab Felly dengan senyum menyembunyikan kebohongannya.


" Lalu dengan apa kamu membayarnya?" tanya Andre yang seakan percaya.


" Hmmmm, orang tua teman Felly bilang, dia belum memerlukan uang itu dan Felly bisa mencicil pelan-pelan," ucap Felly menjelaskan dengan karangan cerita Andre yang mengangguk-angguk yang sepertinya percaya dengan kata-kata Felly.


"Syukurlah jika masih ada orang yang baik membantu kita. Kakak akan membantu kamu mencicil uang itu. Dan siapapun yang memberikan uang operasi mama. Semoga dia selalu di lindungi dan di jauhkan dari orang-orang jahat," ucap Andre. mengusap-usap pucuk kepala Felly.


" Tetapi dia yang jahat kak, dia sudah merusak semuanya. Apa pantas kakak mendokan orang seperti dia " batin Cherry dengan goresan hatinya, menahan air matanya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2