Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 70 Pernikahan.


__ADS_3

Hari pernikahan


Akhirnya hari pernikahan Felly dan Aditya sudah tiba. Layaknya pernikahan di Negri dongeng. Gedung pernikahan itu sudah di sulap dengan sedemikian rupa.


Pastinya para media sudah berlomba-lomba datang untuk memberitakan pernikahan mewah itu. Karena pasti pernikahan itu akan menjadi tranding topik dan akan menguntungkan untuk media sendiri.


Tidak hanya itu tamu-tamu dari pengusaha. Perusahaan-perusahaan ternama, Petinggi-petinggi dan yang lainnya lainnya juga ikut memenuhi undangan pernikahan Aditya.


Keluarga Felly juga sudah tiba di Jakarta dan pasti kakek Harison memberikan pelayanan yang baik untuk keluarga Felly.


Sementara Felly masih ada di dalam kamar hotel. Kamar di mana penata rias. Sedang mempermak wajahnya agar cantik. Walaupun dia memang sudah terpahat cantik sempurna sejak lahir.


Tetapi namanya juga pengantin harus tetap mendapat polesan yang lebih baik lagi. Agar calon suaminya takjub melihat penampilannya.


" Aku akan menikah dan hidupku akan di mulai dari sini. Aku tidak tau pernikahan ini untuk apa. Yang pasti bukan untuk membangun rumah tangga. Tetapi untuk Aditya yang aku belum bisa menyimpulkan apa yang di inginkannya," batin Felly yang tampak lesu menatap wajahnya di cermin.


Sementara 2 wanita itu sibuk merias wajah cantiknya.


" Sayang. Mama melakukan ini juga demi kamu. Agar kamu lahir dengan ke hadiran seorang ayah. Mama tidak ingin melihat kamu lahir tanpa seorang ayah," batinnya mengusap perutnya dengan matanya yang berkaca-kaca.


Krekkk.


Tiba-tiba. Aditya datang kekamar itu dan melihat Felly masih di rias ke-2 wanita itu. Felly melihat Aditya dari cermin.


" Keluar!" perintah Aditya mengarahkan kepalanya ke arah pintu untuk menyuruh ke-2 perias itu keluar. Ke-2 perias itu menundukkan kepala dan langsung keluar.


" Keluarga mu sudah datang jadi cepatlah turun. Jangan mengulur waktu untuk pernikahan ini," ucap Aditya sinis.


" Siapa yang mengulur waktu," sahut Felly melihat Aditya dari cermin.

__ADS_1


" Jangan banyak tanyak. Cepat turun dan jangan membuat kekacauan," tegas Aditya memperingati.


" Sebelum kita menikah. Aku ingin minta syarat," ucap Felly tiba-tiba. Mendengar syarat membuat Aditya menaikkan 1 alisnya.


" Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Aditya geram dengan Felly yang dalam keadaan seperti ini masih sempat-sempatnya mengajukan syarat kepadanya.


" Jika anak ini lahir. Kau akan menceraikanku bukan?" tanya Felly.


" Ya iyalah. Bukannya aku sudah mengatakan di awal. Pernikahan hanya sampai anak itu lahir. Setelah itu kita tidak ada hubungan pernikahan lagi," ucap Aditya menegaskan, " Kenapa apa kau ingin pernikahan ini lanjut untuk selama-lamanya?" tanya Aditya menatap curiga.


" Tidak sama sekali. Jika seperti itu kita akan bercerai setelah menikah. Maka biarkan aku dan anak ini pergi dari hidupmu. Jangan ada niat di dalam hatimu. Ingin mengambilnya dari ku," ucap Felly yang terus melihat Aditya dari cermin dan Aditya juga melihatnya dari pantulan cahaya itu.


" Bukannya kau dulu ingin melenyapkannya?" tanya Aditya menyindir Felly. Felly memang sempat mengatakan hal itu.


" Apa aku bisa percaya jika anak itu bersamamu. Lalu bagaiman jika anak itu mirip denganku dan kau akan melihat dia seperti aku. Apa kau tidak akan melenyapkannya. Karena kau juga pernah ingin melenyapkanku?" tanya Aditya sinis.


" Aku bukan seperti dirimu. Aku masih punya akal. Aku tidak mungkin membunuh anakku sendiri," tegas Felly dengan yakin.


" Baiklah. Setelah kita bercerai. Anak itu akan bersamamu. Aku tidak akan mengambilnya dari mu. Karena aku tidak butuh hal itu," sahut Aditya dengan yakin.


" Cepatlah turun! jangan mengulur waktu terus," ucap Aditya yang ingin keluar.


" Tunggu dulu!" panggil Felly lagi.


" Ada apa lagi?" tanya Aditya kesal.


" Aku tidak mempercayainya semudah itu. Kau harus menandatangani ini," ucap Felly menunjukkan lembaran kertas. Melihatnya Aditya mendengus kasar.


Dia benar-benar kesal dengan Felly yang banyak permintaan. Dengan geram Aditya mendatangi Felly dan menarik kasar kertas itu dari tangan Felly meletakkan di atas meja dan langsung menandatanganinya tanpa banyak bicara.

__ADS_1


" Kau puas?" tanya Aditya melihat ke arah Felly dengan tajam. Tatapan itu sangat tajam dengan wajah mereka yang saling berdekatan.


Sampai Felly harus memundurkan kepalanya melihat wajah Pria yang sangat dekat jnj. Membuatnya benar-benar panik. Tetapi dengan santainya Felly mengangguk.


" Kau akan tau sendiri akibat sudah banyak permintaan seperti ini. Aku akan menagih bayarannya," desis Aditya dengan geram menatap Felly tajam. Felly menelan salavinanya dengan Aditya yang benar-benar menakutkan.


" Cepat turun!" perintah Aditya. Lalu keluar dari kamar tersebut. Kepergian Aditya membuat Felly membuang napasnya dengan panjang.


" Hanya bisa mengancam saja. Untung dia menandatangani tanpa membaca," ucap Felly langsung melipat kertas itu. Dan sepertinya itu aset terpentingnya.


*********


Akhirnya Felly sudah selesai. Karena akad nikah Felly menggunakan kebaya. Memang Felly punya keinginan untuk memakai kebaya di hari pernikahannya dan dia tampil cantik menuruni anak tangga yang tangan kiri dan kanannya di pegang 2 orang wanita cantik.


Aura Felly terlihat sangat cantik. Kebaya putih dengan Selayar panjang itu membuat Felly memang seperti wanita yang menikah dengan cinta dan menginginkan pernikahan itu.


Tetapi orang-orang yang ada di sana tidak tau jika Felly menikah hanya dengan kontrak dan pasti untuk mempermulus niat Aditya yang membalskan dendam pada Rebecca dan juga Damar.


Orang-orang yang menunggu pengantin itu tidak lepas mata mereka menatap Felly dengan bibir mereka yang membicarakan Felly. Kecantikan Felly dan pantas bersanding dengan Aditya.


Keluarga Felly yang juga hadir di sana tidak melepas senyum mereka. Mereka sangat bahagia melihat Felly yang sangat cantik dan sebentar lagi akan menjadi istri dari seseorang Pria yang pastinya mereka sangat yakini cocok untuk Felly.


Aditya sendiri yang sudah duduk di tempat akad nikah. Juga tidak lepas menatap wanita yang dijadikannya alat itu. Dia harus mengakui jika wanita itu memang sangat cantik.


" Kedipkan matamu!" tegur sang kakek yang melihat cucunya yang terus memandangi Felky. Aditya langsung mengalihkan pandangannya ketika sang kakek menegurnya.


Lain dengan orang-orang yang melihat takjub. Berbeda dengan Damar yang berada di ujung sana. Damar mengepal tangannya melihat Felly.


Seharusnya dia yang berada di sana. Di tempat Aditya duduk. Seharusnya wanita itu akan menjadi istrinya. Tetapi di depan matanya sendiri pernikahan itu akan terlaksana. Aditya kakak tirinya akan menikahi wanita yang di cintainya. Yang menghiyanatinya.

__ADS_1


" Aku tidak terima Felly dengan apa yang kau lakukan. Kau tidak bisa menikah dengannya dengan semudah itu. Jika akhirnya kalian akan menikah. Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bahagia di atas penderitaanku. Kau adalah milikku Felly bukan Aditya. Aku akan membuatmu kembali bersama ku. Karena kau hanya akan menjadi milikku," batin Damar dengan sorot mata yang penuh kebencian.


Bersambung


__ADS_2