Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epis 145 Ke anehan bersama


__ADS_3

Sekarang hanya tinggal Aditya dan Felly yang ada di kamar itu dan mereka saling melihat dengan sama-sama canggung dan saling salah tingkah di antara ke-2nya.


" Aku mau kekamar mandi," ucap Felly gugup yang langsung berdiri dan melarikan diri kekamar mandi. Sementara Aditya mendengus dengan tersenyum, melihat kecanggungan Felly. Dia tau Felly pasti malu dengan kejadian itu.


Dia juga sebenarnya gugup dan pasti merasa lucu yang bisa-bisanya dia kepergok oleh kakaknya. Mungkin Aditya juga kesal. Karena apa yang seharusnya di lakukannya jadi tidak jadi.


Aditya geleng-geleng. Lalu Aditya pun mengambil pakaiannya. Setelah selesai memakai pakaiannya dia langsung ke luar dari kamar.


Semetara Felly masih berada di dalam kamar mandi mencuci wajahnya di wastafel. Dan menatap dirinya di cermin melihat wajahnya yang sudah merah merona. Felly menepuk-nepuk pipinya dengan ke-2 tangannya.


" Hhhhh, Felly, kenapa sih kamu. Kenapa sekarang kamu jadi diam saja sih, saat dia melakukan itu kepadamu. Kenapa coba," ucap Felly yang merasa dirinya sangat bodoh dengan kekhilafan yang terjadi.


" Pakai kak Elia datang segala lagi. Lagian kak Elia apa-apaan sih. Kok bisa-bisanya masuk begitu saja, kenapa tidak ketuk pintu juga," oceh Felly seakan tidak rela kakak iparnya itu masuk. Yang mungkin Felly merasa terganggu dengan kejadian tadi.


" Felly kamu bicara apa. Seharusnya kamu bersyukur kak Elia datang. Jadi semuanya tidak berlanjut," ucapnya tiba-tiba lagi yang merasa ada kelainan dalam dirinya yang menginginkan hal tadi benar-benar berlanjut.


Felly terus bergerutu di depan cermin. Memang perasaannya sangat aneh. Di sisi lain dia merasa bodoh membiarkan Aditya mengelabuinya sehingga Aditya berhasil menciumnya. Bahkan ciuman yang membuatnya sampai terbang ke awang-awang dan tidak sadar jika sudah berbaring di ranjang.


Tetapi di sisi lain. Dia merasa apa yang di lakukan Aditya memberinya kenyamanan. Ya perasaannya benar-benar sangat aneh.


Felly kembali mencuci wajahnya. Menarik napas panjang-panjang dan langsung membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Kepalanya terlebih dahulu keluar. Seakan melihat di sekitar kamar.


Felly memastikan apakah Aditya sudah pergi atau belum dan ketika memastikan Aditya memang tidak ada di dalam kamar dengan cepat Felly keluar dari kamar dan langsung menaiki ranjang buru-buru, menarik selimut. Benar-benar menutup dirinya di dalam ringkupan selimut. Mungkin takut jika Aditya datang Aditya akan bicara hal-hal yang pasti membuatnya mati kutu.


Tidak berapa lama setelah Felly berada di atas ranjang dengan posisi ternyaman nya. Aditya juga langsung masuk kedalam kamar. Dan melihat Felly yang sudah tidur.


Dia tidak tau Felly pura-pura atau tidak tetapi sepertinya Aditya tidak ingin mengganggunya. Aditya merebahkan dirinya di atas ranjang. Melihat ke arah Felly sebentar. Lalu Aditya mematikan lampu tidur.

__ADS_1


Mungkin dia tau Felly juga pasti capek karena lari-larian di hutan dan lebih baik membiarkan Felly beristirahat dan besok mereka harus ke Dokter untuk memeriksakan kandungan Felly. Karena baginya sekarang Felly dan bayinya adalah proritaanya.


**********


" Apa katamu, dia selamat," teriak Rebecca saat Leon harus melaporkan Aditya dan istrinya selamat. Rebecca sudah seperti monster dengan kemarahannya.


" Aku tidak tau. Siapa Pria itu. Tetapi yang jelasnya Pria itu yang membuat Aditya dan wanita itu selamat," ucap Leon menjelaskan pada Rebecca.


Dia memang tidak ada dalam baku hantam itu. Tetapi ternyata dia mengawasi dan melihat Andre yang menang melawan anak buahnya.


" Bodoh!" bentak Rebecca.


" Hanya seperti itu saja. Kau tidak bisa mengatasinya. Tidak ada yang beres semuanya berantakan. Apa kau tidak bisa bekerja dengan baik," ucap Rebecca yang langsung kesetanan saat Leon harus melaporkan hal-hal yang pasti membuatnya marah.


" Sekarang bagaimana lagi. Aditya pasti tau. Jika orang-orang itu adalah suruhan ku, benar-benar berengsek semuanya," ucap Rebecca yang bisa menebak langsung.


" Tau dari mana kau. Dia tidak sebodoh yang kau pikir. Kau tau Heriyawan dia yang memenjarakannya. Karena Aditya tau dia yang memperkosa kakaknya dan Wiliam sedang di incarnya termasuk dirimu," ucap Rebecca dengan menunjuk-nunjuk tepat di wajah Leon.


" Dan juga pasti dirimu," sahut Leon.


" Tutup mulutmu. Kau tidak perlu mengingatkanku," sahut Rebecca geram.


" Tidak menutup kemungkinan jika kau juga akan bernasib sama dengan Heriyanto dan jelas kau takut dengan hal itu. Makanya kau sampai memanggilku untuk datang kemari," ucap Leon yang sudah tau jalan pikiran Rebecca.


" Jika kau tau seperti itu. Lalu kenapa kau gagal membunuhnya," ucap Rebecca dengan geram.


" Ketamutanmu menjadi kelemahan mu, pantas saja Aditya sangat mudah menghancurkan mu," ucap Leon.

__ADS_1


" Tutup mulutmu. Aku tidak takut dengannya. Aku bukan tandingan nya," sahut Rebecca membantahnya.


" Tetapi kenyataannya, kau semakin hancur. Kau dan putramu semakin di bawah dan Aditya semakin di atas," ucap Leon.


" Jangan banyak bicara. Sebaiknya kau berpikir bagaimana cara menghabisinya. Karena aku ingin dia secepatnya mati menyusul ibunya yang tidak berguna itu," ucap Rebecca dengan mengepal matanya.


" Itu bukan tipe ku membunuh tanpa memberikan siksaan. Aku punya cara sendiri untuk menghancurkannya. Dia akan mati perlahan-lahan setelah aku memberikannya hal-hal yang menari," ucap Leon tersenyum miring.


" Apa maksudmu?" tanya Rebecca heran.


" Kita harus membuat Aditya sebelum mati. Kita harus memberikan kenangan yang baik untuknya. Seperti kenangan saat dia sewaktu kecil. Si mana kakaknya yang cantik itu berada di bawah kekuasaan ku. Aku ingin Aditya melihat hal itu lagi dan pastinya harus berdampingan dengan istrinya yang sangat sempurna itu," ucap Leon dengan tersenyum penuh rencana.


Rebecca mendengarnya juga tersenyum penuh saat mendengar rencana Leon. Namanya juga setan sama setan pasti sangat setuju dengan ide Leon.


" Aku tau kau ahli dalam hal seperti itu. Maka kau lakukan saja semuanya. Yang jelas Aditya harus di pastikan mati setelah menyaksikan hal itu," ucap Rebecca tersenyum sinis.


" Kau tenang saja. Aku akan melakukannya secepatnya," sahut Leon tertawa terbahak-bahak dan di sambut Rebecca yang tertawa dengan penuh kemenangan.


Di tengah tawa mereka. Ternya terlihat seorang wanita muda yang memakai seragam pelayan di rumah itu yang memegang ponselnya dan langsung mematikan ponsel itu.


Wanita itu bergegas pergi dari depan pintu ruangan itu. Wanita itu memasuki sebuah gudang dan langsung mencari kontak Aditya dan mengirim file yang tadi di rekamnya ke kontak itu.


" Semoga saja. Aditya langsung membukanya," gumam wanita itu dengan memeluk ponselnya dengan perasaannya yang dek-dekan.


Lalu dengan cepat dia pergi dari gudang itu. Setelah memastikan aman dan tidak ada yang melihatnya. Karena pasti takut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2