Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 91 Acara penting.


__ADS_3

Akhirnya Aditya dan Felly pun sudah pergi dari rumah. Felly masih tidak tau kemana pria yang menjadi suaminya itu membawanya pergi. Karena Aditya tidak memberi tahunya.


Tiba-tiba saja mobil itu sudah berhenti di jajaran mobil yang terparkir ramai. Dan banyak orang-orang yang keluar dari mobil dengan pakaian-pakaian yang mahal dan penampilan sangat berkelas sama sepertinya.


Yang mungkin orang-orang itu dari kalangan pengusaha, bangsawan atau apapun. Dia hanya menebak-nebak saja. Karena memang tidak tau.


Felly yang berada di dalam mobil heran dengan melihat banyaknya orang yang ramai. Seperti orang-orang itu sedang menghadiri acara pesta mewah.


Tetapi yang membuatnya lebih bingung. Tempat Aditya memberhentikan mobil itu sangat di kenalnya. Di Restaurant Italia milik Aditya yang tempatnya bekerja dulu sebagai pencuci piring dan dia sudah ada 2 bulan lebih tidak ke Restaurant itu.


" Kenapa dia membawa ku ketempat ini dan ada apa di Restaurant ini. Kenapa terlihat seperti ada acara," batin Felly yang bertanya-tanya dengan wajahnya yang penuh kebingungan.


" Ngapain kita di sini?" tanya Felly bingung yang masih dengan kepalanya yang berkeliling.


" Bukannya ini Restaurant milikmu. Memang ada apa di sini?" tanya Felly lagi yang masih penasaran. Tetapi Aditya sama sekali tidak menjawabnya dan membuka seat beltnya


" Kenapa dia diam saja. Memang ada apa di Restaurant ini, bagaimana jika karyawan yang lain melihatku dengan pakaian seperti ini. Pasti mereka tidak akan berpikiran yang aneh-aneh," batin Felly yang malah mengkhawatirkan jika teman-teman bekerjanya dulu melihatnya.


Karena memang tidak ada yang tau dia menikah dengan Aditya. Dia memang tidak memberitahu teman-teman nya.


Tetapi seharusnya teman-temannya sudah tau sih walau Felly tidak memberi tahu. Karena berita pernikahan itu tersebar di media dan tidak ditutup-tutupi sama sekali. Jadi mana mungkin Karyawan Aditya di Restauran tidak tau.


" Buka seat beltmu!" perintah Aditya. Felly yang masih kebingungan pun menurut saja.


Aditya membuka laci di mobilnya dan mengeluarkan kotak kecil. Aditya membuka kotaknya yang ternyata berisi anting berlian yang cantik dan sedikit memanjang.


Felly yang masih kebingungan tiba-tiba kaget dengan Aditya yang menyentuh telinganya. Dan memasangkan benda pada telinga yang memang masih polos itu.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly terkejut dengan wajah Aditya sudah didepannya dan hembusan napas Aditya menerpa wajahnya.

__ADS_1


" Jangan bergerak," ucap Aditya yang memasangkan anting itu ketelinga istrinya.


Mata Felly menoleh ke arah kotak yang di dekat paha Aditya dan memperlihatkan sebelah anting lagi. Yang Felly harus mengakui itu sangat cantik.


" Kau tidak perlu memakai apa yang di berikan orang lain. Selagi aku masih bisa memberikanmu," ucap Aditya penuh penegasan dan penekanan.


Karena Damar yang sudah memberi Felly anting itu. Membuat Adhitya panas dan tidak tau kapan dia membelinya. Tetapi benda kecil itu sudah di pasangkan nya ketelinga istrinya.


" Apa dia memberikannya. Karena Mas Damar memberikan itu kepadaku," batin Felly yang sama sekali tidak memberontak saat Aditya memasangkan benda itu ketelinganya. Felly juga terus melihat Aditya dengan dalam.


" Sudah selesai," ucap Aditya membuat Felly membuyarkan lamunannya dan kembali pada posisinya.


" Sekarang ayo turun!" ujar Aditya. Yang terlebih dahulu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. Felly terlihat membuang napasnya perlahan lalu turun dari mobil.


Aditya langsung menghampirinya dan menggengam tangan Felly. Mata Felly turun kearah bawah melihat genggaman itu.


Felly dan Aditya melangkah memasuki Restaurant yang ternyata sudah di sulap seperti acara pesta dan pertanyaan yang di kepala Felly seakan terjawab saat melihat tulisan.


...Selamat ulang tahun Restaurant Retaliaa yang ke 6....


Dan juga memperlihatkan kue ulang tahun yang tinggi dan sangat indah. Banyak balon-balon yang di susun dengan bunga-bunga layaknya acara pesta mewah yang terlihat elegan.


Para pelayan juga mondar-mandir memberikan minuman pada tamu yang sudah berdatangan yang memenuhi undangan dari Aditya.


" Jadi hari ini ulang tahun Restaurant," batin Felly yang masih melihat di sekelilingnya seperti matanya mengabsen seisi ruangan itu.


Di sana dia juga melihat Harison yang berbicara dengan tamu dan pandangan matanya juga berhenti pada Damar yang ternyata juga melihatnya.


Takut Aditya memperhatikannya. Felly langsung mengalihkan pandangannya. Dia tidak mau Aditya akan salah paham lagi.

__ADS_1


Tetapi pandangannya malah terhenti pada Rebecca yang ternyata sudah menatapnya dengan sinis.


Bahkan pandangan Rebecca turun pada perut rampingnya membuat Felly menelan salavinanya dan langsung membuang pandangannya dan melihat ke arah lain.


" Apa benar wanita itu hamil. Jika memang iya. Itu adalah petaka untukku," batin Rebecca yang dari kejauhan 15 meter terus melihat Felly. Dia sangat penasaran dengan kehamilan Felly. Karena dia belum mendapat berita yang akurat.


Aditya dan Felly melangkah ke tengah-tengah pesta dan membuat orang-orang yang menyadari kehadiran mereka langsung memfokuskan pandangan mereka kepada pasangan yang sangat serasi itu.


Tidak jarang selintingan orang-orang mengatakan jika Felly sangat Cantik dan mereka mengagumi sosok wanita yang membuat mereka takjub.


" Perhatian semuanya," ucap Aditya yang masih menggenggam tangan Felly.


" Terima kasih untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktu untuk datang memenuhi undangan ulang tahun dari Restaurant ini dan dalam kesempatan ini. Meski kalian juga mungkin sudah tau. Tetapi saya kembali mengatakan dan mungkin ada yang tidak tau. Jika wanita yang di samping saya ini adalah istri saya," ucap Aditya melihat kearah Felly.


Perkataan Aditya mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan. Sementara Felly dan Aditya masih saling menatap layaknya seperti orang yang saling mencintai.


" Mengapa dia mengatakan hal itu. Apa dia tidak sadar. Jika pernikahan ini hanya sementara. Tetapi dia sudah memperkenalkan ku kesemua orang," batin Felly terkadang bingung dengan jalan pikiran Aditya.


Semetara di sisi lain. Teman-teman Felly yang dulu bekerja bersamanya berada di sudut sana dan melihat Felly dengan ikut bahagia.


" Kenapa nasib Felly beruntung sekali. Dia bisa menikah dengan Tuan Aditya. Sudahlah tampan dan kaya raya," ucap Karin yang merasa iri dengan keberuntungan Felly.


Awalnya mereka memang tidak percaya ketika melihat di media. Tetapi sekarang memang jelas. Istri atasan mereka adalah teman mereka.


" Padahal dia hanya cuci piring dulu. Tetapi nasibnya sangat beruntung ,sementara kita hanya seperti ini saja," sahut Sofia lagi.


" Sudahlah, kalian ini, itu dengan nasib orang lain. Makanya kalian ngaca dulu. Kalau mau nasibnya seperti dia. Pasti ada sesuatu yang berbeda dengannya makanya Pak Aditya memilihnya," sahut Gilang sang manager Restaurant yang berbicara dengan bijak sekalian menyadarkan Karyawannya yang berkhayal terlalu tinggi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2