
Tidak tau dari mana Aditya mendapatkan karpet membentangkan di dekat api unggun. Sementara Felly masih berdiri memeluk tubuhnya dengan tangannya dan hanya melihat apa yang di kerjakan Aditya.
Dia memang tidak akan ikut campur. Karena pasti akan membuat Aditya marah. Apa lagi suasana hati Aditya sedang tidak baik.
Selesai mengerjakan pekerjaannya. Aditya melihat ke arah Felly, membuat Felly keget dan refleks mengalihkan pandangannya.
" Apa yang kau lihat, cepat tidur!" ucap Aditya. Membuat Felly tersentak kaget.
" Di mana?" tanya Felly.
" Kemarilah!" ucap Aditya.
Felly yang gugup mengangguk dan perlahan mendekati Aditya duduk di samping Aditya dengan memeluk kakinya, agar mengurangi rasa dinginnya. Felly melihat ke arah Aditya yang mengisok- gosok kan tangannya di dekat api supaya hangat.
" Aku tidak percaya. Orang seperti dia bisa mengalami hal seperti itu," batin Felly yang masih memikirkan kata-kata Pria yang tadi bicara suka-sukanya yang membuat Aditya emosi dan bahkan ingin menyerang Pria itu.
" 17 tahun yang lalu. Itu adalah perceraian orang tua Aditya. Dan kakek pernah mengatakan. Aditya berubah semenjak perceraian itu. Atau bukan kerena itu sebenarnya. Apa tentang kak Elia, apa kak Elia yang membuat Aditya berubah," batinnya yang bertanya-tanya.
" Pak Baskoro juga meminta untuk bertemu kak Elia dan aku juga pernah mendengar. Bahwa kak Elia di buang Kerumah sakit jiwa. Apa semua ini memang berhubungan dengan pemerkosaan itu. Perceraian. Apa memang kebencian Aditya pada keluarganya apa itu berhubungan dengan semua ini," Felly terus menebak-nebak di dalam hatinya dengan apa yang terjadi 17 tahun lalu.
Meski sangat jelas mendengar dari pria itu. Tetapi Felly masih Inging mendengar secara rincinya dan membuatnya penasaran. Dia terus melihat Aditya dengan penuh arti.
" Lalu kenapa mereka masih mengincar Aditya. Apa lagi yang mereka inginkan dari Aditya?" tanyanya yang kebingungan sendiri.
..." Kau padahal punya kakak perempuan dan aku juga punya kakak laki-laki. Bagaimana Aditya jika kakakmu yang mengalami apa yang aku rasakan. Bagaimana jika ada orang yang memperkosa kakakmu seperti apa yang aku alami. Apa kau tidak akan marah apa kau tidak akan membunuh orang yang melakukannya," ucap Felly....
..." Dan mungkin itu yang di lakukan kakak ku. Jika dia tau apa yang kau lakukan kepadaku. Mungkin dia juga akan membunuhmu,"...
..." Kau tidak akan tau rasanya Aditya. Karena kakakmu baik-baik saja. Kau bisa melindunginya sampai dia tidak kenapa-kenapa. Jadi mana mungkin kau bisa mengerti perasaanku. Karena kau tidak mengalaminya,"...
Kata-kata Felly saat di rumah sakit terlintas kembali di benak Felly. Seakan Felly menyesal mengatakan hal itu kepada Aditya.
__ADS_1
" Felly, apa kau sadar, yang kau katakan. Aku mengatakan sesuatu yang sangat menyinggungnya," batinnya lagi yang merasa menyesal mengatakan hal itu. Apa yang di katakannya pasti menyakiti Aditya. Karena Felly yang emosi pada saat itu telah mengungkit masa lalu Aditya yang pasti sangat kejam.
Dengan mata berkaca-kaca. Felly seakan sangat simpatik dengan apa yang dia alami Aditya. Dia melihat wajah sangar dan pemarah Aditya ternyata menutupi luka yang sangat dalam selama ini. Dia tidak tau bagaimana mungkin anak sekecil Aditya bisa menghadapi masalah sebesar itu dengan sendiri. Seakan Felly masih bersyukur dengan kehidupannya yang masa kecilnya tidak se kelam Aditya.
" Kenapa kau melihat ku, seperti itu?" tanya Aditya yang menangkap Felly melihatnya dan membuat Felly kaget dan langsung mengalihkan pandangannya, kesana kemari.
" Tidak, tidak apa-apa, aku tidak melihatmu," jawab Felly gugup mengelakkan kenyataan yang sebenarnya.
" Apa aku tanya saja ya padanya, bagaimana kronologi kejadian sebenarnya," batin Felly yang tiba-tiba ingin menanyakan karena saking penasarannya.
" Lupakan apa yang kau dengar tadi," ucap Aditya datar. Belum juga Felly bertanya Aditya menyuruhnya melupakan tentang fakta itu.
" Apa maksudmu. Kenapa aku harus melupakannya?" tanya Felly menatap Aditya dengan sayu.
" Aku tidak suka ada orang yang mencampuri urusanku. Apa lagi harus bersimpatik kepadaku, jadi anggap saja. Kau tidak mendengar apa-apa," jawab Aditya dengan suara dinginnya.
" Tapi..."
" Kau mengerti kan apa yang aku katakan. Jadi tirutilah dan jangan banyak tingkah, jangan membuatku. Justru kehilangan kesabaran dengan tindakanmu," ucap Aditya menegaskan. Felly terdiam tanpa menjawab apa-apa yang di katakan Aditya.
Jelas dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Belum bertanya dan ingin tau semuanya. Aditya sudah melarangnya terlebih dahulu, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya di penuhi rasa penasaran.
Felly pun mengalihkan pandangannya dari Aditya dan bergeser. Lalu merebahkan dirinya atas karpet yang di sediakan Aditya. Felly berbaring miring membelakangi Aditya dengan meringkuk seperti bayi dalam rahim dengan tangannya yang juga memeluk tubuhnya.
Sementara Aditya hanya melihat Felly yang tubuhnya bergetar. Dia tau Felly memang akan penasaran dengan kisahnya. Tetapi jelas dia tidak akan ingin Felly mengetahui lebih detail. Walau dia tau Felly pasti tidak akan puas. Sebelum mengetahui semuanya.
" Kenapa Aditya harus menutupinya lagi. Dan bahkan dia menegaskan untuk aku tidak tau. Kenapa dia begitu penuh misterius. Aditya benar-benar dalam bahaya. Banyak orang yang mengincar kematiannya," batin Felly yang pasti sangat penasaran.
" Kenapa perasaanku tidak enak. Bagaimana keadaan kak Elia. Semoga saja Bion terus melindunginya," batin Aditya yang terus kepikiran dengan kakaknya.
**********
__ADS_1
Malam semakin larut dan hujan tidak hentinya berhenti. Aditya tidak tertidur tetap duduk di depan api unggun berjaga. Dia takut tiba-tiba lengah dan maka semuanya selesai.
Sementara Felly tetap berbaring di samping Aditya. Dia tertidur. Tetapi terdengar suara rintihan seperti orang menggigil membuat Aditya menoleh kesamping dan melihat kearah Felly yang benar-benar kedinginan dengan memeluk tubuhnya.
Aditya langsung mendekatinya dan memegang lengan Felly.
"'Felly," ucap Aditya lembut.
Merasa tubuh Felly sangat panas membuat Aditya panik. Aditya memegang kening Felly dengan punggung tangannya dan tangannya langsung panas seketika.
" Felly," ucap Aditya panik ketika tangannya semakin panas.
" Apa yang terjadi padamu," ucap Aditya yang kepanikan.
" Dingin, dingin, Hhhhh, Hhhh," lirih Felly yang mengigil kesiangan mengeluhkan keadaannya yang benar-benar kedinginan.
" Tubuhnya sedang tidak sehat, ini pasti dia kebanyakan di air," ucap Aditya.
Tubuh Felly pasti memang jauh lebih lemah di bandingkan dirinya. Makanya Felly langsung demam saat beberapa kali tenggelam. Sebenarnya Felly sudah sangat kuat. Sampai detik ini dia merasa tidak terjadi apa-apa pada kandungannya dan makanya dia lumayan kuat.
Aditya pun membaringkan di samping Felly dan langsung memeluk Felly dengan erat. Mengurangi rasa dingin di tubuh Felly.
" Bertahanlah Felly, kau pasti akan baik-baik saja," ucap Aditya yang sangat khawatir.
Karena dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak ada obat yang bisa di gunakan di sana dan dia hanya bisa memeluk Felly memberinya kehangatan.
Felly yang berada di pelukan itu juga ikut memeluk erat. Rasa dingin di tubuhnya benar-benar hilang dan memang dia tidak kedinginan lagi. Mungkin kehangatan Aditya yang bisa membantunya.
Aditya terus memeluknya dengan mengusap-usap rambut Felly. Memberikan Felly ketenangan. Dia hanya bisa melakukan semua dengan semampunya.
Bersambung.
__ADS_1