
Aditya tetap melanjutkan pekerjaannya untuk membaca email dan saling berbalas email dengan Laura. Juga mengerjakan beberapa pekerjaan lainnya dengan jari yang lincah mengetik di keyboard laptop.
Walau masih dalam keadaan sakit dan terluka parah. Tetapi dia tetap tidak ingin bermalas-malasan. Karena menurutnya waktu yang sedikit bisa menyelesaikan semuanya.
Aditya tidak mendengar suara Felly lagi yang sedari tadi banyak bertanya Aditya menoleh kesamping dan ternya Felly sudah tertidur. Felly tertidur dengan sebelah pipinya menempel di meja yang mengarah pada Aditya.
Aditya menyunggingkan senyumnya saat melihat Felly yang bisa-bisanya tertidur dan pantas saja dia tidak mendengar suara Felly ternya istri cantiknya itu sudah tertidur dengan begitu menggemaskan.
" Kamu sangat ingin tau semuanya. Tetapi kamu malah tertidur, kamu selalu penasaran ketika aku memberikan nya. Kamu malah membiarkan ku bekerja sendirian," ucap Aditya geleng-geleng. Aditya pun meletakkan wajahnya di atas meja. Sama seperti Felly.
Dia menatap istrinya dengan dengan dekat. Dengan menempelkan pipinya di meja. Tangan Aditya memebelai-belai lembut rambut Felly yang mengganggu wajah cantik Felly tersebut. Dengan senyum merekah di wajah Aditya yang tampak bahagia dengan kehadiran Felly di sampingnya.
" Kamu pasti kurang tidur. Karena kamu selalu menjagaku, maafkan aku. Gara-gara aku kamu sangat terganggu," ucap Aditya mengusap-usap lembut pipi Felly dengan jarinya. Aditya memajukan wajahnya dan mencium kening Felly dengan lembut.
" Terima kasih, sudah ada bersama ku. Aku sangat bahagia, bisa bersama kembali denganmu. Aku berjanji akan selalu menjagamu. Aku tidak akan meninggalkan mu. Aku akan tetap ada di sampingmu. Sampai kapanpun," batin Aditya yang berjanji pada istrinya.
Aditya mengangkat kepalanya dan langsung kembali tegak untuk duduk. Aditya mematikan laptopnya. Tidak tega dengan istrinya yang tidur seperti itu.
Aditya langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung mengangkat Felly. Menggendongnya ala bridal style untuk mengangkatnya kedalam kamar mereka. Felly sama sekali tidak bangun dan tetap tidur di dalam gendongan suaminya.
Mungkin memang benar kata Aditya. Felly tampak sangat lelah karena menjaga Aditya. Makanya sampai tidak sadar tubuhnya terangkat.
Padahal Aditya hanya memaksakan dirinya untuk mengangkat Felly. Karena sebenarnya dia juga belum kuat berjalan apa lagi mengangkat yang berat. Tetapi demi Felly dia rela melakukannya.
Sesampai di kamar Aditya dengan lembut merebahkan istrinya. Aditya tersenyum menatap wajah cantik itu. Aditya memperbaiki batal Felly dan menarik selimut sampai dadanya.
__ADS_1
Tetapi Felly langsung bergeser miring dan memeluk Aditya, seakan tidak bisa jauh-jauh dari Aditya. Aditya tersenyum dan mau tidak mau dia langsung merebahkan di samping Felly yang tempatnya sangat sedikit untuk tidur.
Aditya memasukkan dirinya kedalam selimut dan semakin mempererat pelukannya dengan Felly. Aditya mencium pucuk kepala Felly dan perlahan memejamkan matanya dengan tidur berpelukan dengan Felly di pinggir ranjang. Padahal di samping Felly masih lebar.
Tetapi Aditya tidak apa-apa, karena tidak ingin menggangu kenyamanan istrinya. Jadi dia rela melakukan apapun demi istrinya yang terlelap tidur.
**************
Malam telah berlalu dan pagi kembali tiba. Cahaya matahari yang begitu cerah yang masuk dari sela-sela jendela kamar Felly dan Aditya.
Tetapi sinar matahari itu tampaknya tidak membuat pasangan suami istri itu yang masih tertidur dalam keadaan yang sama seperti tadi malam. Masih tertidur di pinggir ranjang bahkan Aditya jika bergerak sedikit saja maka akan jatuh.
Perlahan mata Felly terbuka. Saat mata indah itu terbuka. Felly di suguhkan wajah tampan di depannya yang sangat tampan melebihi dewa Yunani. Terukir senyum indah di wajah itu dengan wajah tampan suaminya yang membuat hati nya bergetar.
" Aku baru menyadari ternyata kamu sangat tampan aku tidak tau suami yang aku nikahi begitu tampan," batin Felly yang mengakui ketampanan suaminya. Felly terus melakukan aksinya dengan semua yang di lakukannya dengan senyum mereka di wajahnya yang terus jari cantiknya mengganggu Aditya.
Ulah Felly ternyata mampu membuat mata Aditya terbuka. Aditya membuka matanya perlahan dan Felly dengan cepat menghentikan pekerjaannya yang mengganggu Aditya dan langsung memejamkan matanya seakan-akan tidak melakukan apapun.
Aditya mendengus tersenyum saat melihat kelakuan Felly. Dia jelas tau kalau Felly tadi sudah bangun. Dan Bahkan mata Felly bergerak-gerak. Felly memang tidak bisa bersandiwara sangat mudah ketauhan.
" Felly-Felly bisa-bisanya kamu cepat-cepat tertidur. Padahal aku jelas tau. Kalau kamu sudah bangun," batin Aditya.
Aditya menatap seperti ingin melakukan sesuatu. Aditya yang mempunyai rencana langsung dengan usilnya mencium kening Felly.
Namun Felly tetap tidak terbangun dan tetap dengan pertahanannya. Aditya tampaknya harus melakukan hal yang lebih pada Felly agar Felly terbangun dan Aditya dengan senyum nakalnya langsung mengecup bibir Felly.
__ADS_1
" Felly bangunlah! ini sudah pagi," ucap Aditya.
" Tidak Felly kamu jangan bangun. Kalau kamu bangun kamu akan ketahuan. Tapi apa yang di lakukannya setelah ini," batin Felly tampak panik. Tetapi tetap dengan pertahannya yang berpura-pura tidur.
Aditya mencium pipi Felly denganembut. Lalu melepas dan melihat Felly tetap tidak mau bangun. Aditya kembali mengendus melihat pertahanan Felly yang tetap tahan.
" Felly, bangunlah, aku tidak tahan minatmu yang tidur seperti ini," ucap Aditya. Felly tidak merespon sama sekali.
" Baiklah jangan salahkan aku jika aku akan melakukannya," sahut Aditya memberikan ancaman.
" Apa yang di katakannya. Apa yang mau di lakukannya?" batin Felly kebingungan.
Dengan jahil tangan Aditya meraba lengan Felly, yang membuat Felly merinding tetapi Felly masih tetap tertidur dan tidak mau bangun sama sekali. Tidak sampai disitu Aditya melanjutkan aksinya jarinya mulai memegang kancing baju Felly.
" Apa yang di lakukannya," batin Felly yang semakin panik dengan menelan salavinanya Namun Aditya menikmati semuanya wajah panik Felly.
Dia memang ingin menguji sampai mana Felly bertahan. Tangannya pun sudah melepas 1 kancing baju Felly dan Felly semakin dek-dekan.
" Kamu memang memiliki tingkat gengsi yang sangat tinggi. Tetapi kali ini aku ingin melihat apa kegengsian kamu akan bertahan. Aku akan melihat bagaimana kamu bertahan," batin Aditya yang dengan jahilnya yang sengaja melakukan dengan suka-sukanya.
Apa yang di lakukannya tetap membuat Felly tidak bangun juga Aditya semakin merapatkan Felly padanya dan langsung dan mencium kembali bibir Felly agarFelly tetap diam tanpa bangun.
Aditya menyunggingkan senyumnya dengan seriangi nakal di wajahnya dan tangannya di bawah sana meraba paha Felly yang membuat Felly kaget dengan perasaan jantungnya yang semakin tidak karuan.
Bersambung
__ADS_1