
Pagi hari Felly masih tertidur di kamar telentang dengan selimut yang masih membalut tubuhnya. Cuaca yang dingin membuatnya terus ingin tidur dan malas membuka matanya.
Sementara Aditya sedari tadi sudah bangun. Sudah mandi dan bahkan sudah sangat rapi. Istrinya masih kebo dan harus membuatnya naik kembali ke atas ranjang, mendekati Felly berada di samping Felly dan setengah duduk dengan tangannya menopang kepalanya yang miring agar bisa menatap istrinya yang cantik itu.
Tangannya langsung jail mengusap-usap pipi Felly dengan lembut membuat mata Felly mengkerut sehingga apa yang di lakukan Aditya sangat mengganggunya. Tetapi membuat kesenangan untuk Aditya yang tersenyum puas.
Aditya terus mengusili Felly. Bahkan menarik-narik hidung Felly. Agar Felly terbangun. Dan Felly sudah menepis tangan itu. Tetapi masih saja tangan itu terus mengganggunya.
" Bangunlah, kamu harus bangun ini sudah pagi," ucap Aditya berbisik di telinga Felly membuat Felly seolah tersentak kaget. Tetapi tetap matanya tidak terbuka sama sekali.
Aditya benar-benar tidak memberi ketengan pada Felly. Dia terus mengganggu Felly yang tertidur nyenyak. Bahkan dengan jahilnya lagi. Aditya meniup wajah Felly. Agar Felly terbangun. Aditya mengetuk-ngetuk jidat Felly dengan jarinya dan hanya membuat Felly bergerak-gerak tanpa bangun.
" Felly, bangun lah, ini sudah pagi," ucap Aditya dengan suaranya yang lembut. Sampai akhirnya dia mencubit pipi istrinya dengan gemes dan Felly langsung membuka matanya dengan memegang kuat tangan Aditya yang mencubitnya.
" Aditya sakit!" geram Felly yang kekesalan dengan suaminya itu. Wajahnya bahkan sangat cemberut kepada Aditya. Melihat Aditya dengan tatapan horor.
" Kamu itu kenapa sih, mengganggu saja. Kamu itu jahat tau," geram Felly.
" Aku dari tadi menyuruhmu bangun. Kamu yang tidak mau bangun dan sekarang mengatakan aku yang jahat," ucap Aditya dengan tersenyum. Felly hanya menatapnya kesal yang tidurnya benar-benar sudah di ganggu.
" Ishhhh, kamu menyebalkan," geram Felly langsung membelakangi Aditya dengan wajahnya yang ngambek. Dan Aditya tersenyum dan langsung memeluk Felly dari belakang dengan menempelkan pipinya di wajah Felly.
" Jangan marah, aku hanya membangunkan mu," ucap Aditya.
" Tetapi aku masih mengantuk, aku masih mau tidur," sahut Felly yang masih cemberut.
" Kamu harus bangun. Ini sudah pagi. Aku ingin mengajakmu untuk keluar," ucap Aditya. Felly melihat kearah Aditya.
" Kemana?" tanya Felly.
" Shopping," jawab Aditya. Felly terlihat lesu mendengarnya bahkan menghela napas.
" Aku tidak mau shopping, aku tidak hobi," jawab Felly langsung menolak.
" Tapi aku mau shopping dan kamu harus menemaniku. Lagian kamu juga bisa belanja untuk keluargamu. Kita sudah lama menikah tapi kamu tidak pernah memakai uangku. Jadi ayo belanja," ucap Aditya.
" Aku tidak mau uangmu. Aku mau semua hartamu," sahut Felly. Aditya berdecak mendengar ucapan Felly.
" Jangan memulai lagi. Nanti juga akan menjadi milikmu. Lagian aku tidak menyangka. Kalau kamu itu sangat matre," ucap Aditya.
" Pria yang bilang wanita itu matre. Pria yang miskin," sahut Felly jutek.
__ADS_1
" Iya deh, kamu yang benar. Ya sudah ayo siap-siap. Biar kita pergi," ucap Aditya.
" Tapi aku malas," sahut Felly yang memang sangat mager.
" Jangan malas-malasan, sudah ayo," ucap Aditya memaksa. Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
" Hmmm, ya sudah," sahut Felly. Aditya tersenyum dan mencium pipi Felly.
" Cepat, siap-siap aku menunggumu di bawah," ucap Aditya.
" Iya," sahut Felly dan Aditya pun langsung bangkit dari ranjang.
" Jangan lama-lama," ucap Aditya mengingatkan.
" Iya," sahut Felly tidak ikhlas bicara dan Aditya langsung keluar dari kamar dan tinggal menunggu istrinya untuk siapa-siapa dan pasti kalau wanita siap-siap itu butuh waktu yang sangat lama.
**********
Aditya dan Felly pun akhirnya pergi ke salah satu Mall terbesar di Jakarta dan sekarang mereka sudah memasuki toko barang-barang mewah yang hanya orang dari kelas atas saja yang mampu untuk berada di dalamnya.
Di dalam tokoh tersebut lengkap ada pakaian wanita dan Pria. Sepatu heels, tas dan yang lainnya. Felly sedang memilih-milih pakaian yang di bantu pelayan yang mana mereka memang menjadi tamu istimewa dan hanya ada Felly dan Aditya yang ada di sana. Karena memang Aditya hanya ingin Felly memilih tanpa ada pembeli lainnya.
Dan untuk pemilik toko brendit itu jelas sangat menyambut baik dan para pelayan juga dengan ramah membantu Felly dalam memilih-milih mana yang cocok.
" Kamu sedari tadi memilih untuk mama, papa, dan orang lain di rumah. Lalu untuk kamu mana?" tanya Aditya yang minat istrinya hanya membeli untuk orang lain. Namun dia tidak.
" Aku sudah bilang. Aku tidak mau shoping. Kamu aja yang terus memaksaku," sahut Felly. Aditya meletakkan tangannya di pundak istrinya.
" Pokoknya kamu harus beli untuk kamu. Jika tidak. Kita tidak akan pulang dari tempat ini," ucap Aditya menegaskan membuat Felly mengkerutkan dahinya.
" Mana bisa seperti itu. Kamu berlebihan," ucap Felly.
" Aku tidak berlebihan. Kamu cepat pilih dan ambil yang banyak. Hari ini special untuk kamu," ucap Aditya dengan penegasan.
" Ya sudah," sahut Felly yang mau tidak mau harus menuruti. Aditya tersenyum lebar.
Felly kembali melanjutkan berbelanja dan sudah tidak tau berapa jam dia berada di tempat itu. Dan Aditya sedang menunggu duduk di sofa dengan kakinya satu naik kepahanya dan matanya fokus pada ponselnya.
Tidak lama akhirnya Felly pun datang dan berdiri di samping Aditya.
" Sudah selesai?" tanya Aditya. Felly mengangguk. Aditya meraih tangan Felly dan mengajaknya duduk di sampingnya lalu merangkulnya.
__ADS_1
" Pelayannya akan datang untuk menagih totalnya," ucap Felly.
" Ya sudah kita tunggu saja," ucap Aditya. Felly mengangguk.
Tidak lama pelayan wanita yang terlihat seksi dan memiliki tubuh ala gitar spanyol menghampiri Aditya dan Felly. Namun langkahnya berhenti ketika melihat Aditya yang sepertinya baginya seorang dewa yang tampannya tidak bisa di katakan.
Pelayan itu menyunggingkan senyumnya dengan membuka kancing bajunya bagian atas sepertinya ada rencana ingin menggoda Aditya. Lalu pelayan itu langsung mengahampiri Aditya dan Felly.
" Maaf tuan, ini struk belanjaannya," ucap pelan itu dengan senyum menggoda bahkan membungkuk agar terlihat seksi di depan Aditya.
" Oh, begitu," baiklah," sahut Aditya tampak cuek melihat hasil belanjaannya yang ada di tablet wanita itu dan wanita itu semakin mendekatkan diri pada Aditya. Bahkan mungkin jika Aditya mengangkat kepalanya akan langsung melihat belahan dada wanita itu.
Wanita itu juga melebarkan bukaan kancing bajunya yang benar-benar ingin menggoda Aditya. Namun hal itu di tangkap Felly dan mencium aroma-aroma tidak sedap dengan wanita itu.
" Apa yang di lakukannya. Apa dia ingin menggoda Aditya," batin Felly geram dengan wanita gatal di depannya.
Felly terlihat mengepal tangannya lalu berdiri dan langsung berdiri di depan wanita itu untuk pasang badan.
" Ngapain kamu?" tanya Felly dengan wajah seramnya dan tangannya yang di lipat di dadanya membuat Aditya heran.
" Maaf maksud ibu apa ya?" tanya pelayan itu.
" Alah, kamu nggak usah alasan kamu pikir saya tidak tau apa maksud kamu hah! kamu ingin menggoda suami saya Kana. Pakai buka-buka kancing baju lagi. Kenapa nggak sekalian telanjang aja," ucap Felly marah-marah dan Aditya mendengus mendengarnya lalu berdiri di samping istrinya.
" Tidak Bu ibu salah paham," sahut wanita itu menunduk. Tampaknya takut dengan Felly.
" Kamu pikir saya buta. Kamu itu gatal," geram Felly.
" Felly sudah," sahut Aditya.
" Dia bikin kesal. Dia mau menggoda kamu," sahut Felly.
" Ya sudah, kamu tidak menyukainya?" tanya Aditya. Felly mengangguk cepat.
" Kalau begitu pergi," sahut Aditya dengan gampangnya dan pelayan itu kaget dengan mengangkat kepalanya.
" Tapi Pak, belanjaannya?" tanya pelayan itu.
" Maaf ya. Tapi istri saya tidak menyukai kamu. Berarti barang-barangnya juga," sahut Aditya dengan santai.
" Ayo kita pergi," ucap Aditya memegang tangan Felly. Felly menganggu senyum kegirangan.
__ADS_1
" Bye," sahut Felly melambai di depan wajah wanita itu. Bahkan sampai menjulurkan lidahnya mengejek wanita itu yang pasti akan di marahi bosnya setelah ini. Istri sultan mah bebas. Sudah capek-capek belanja eh nggak jadi karena hanya kesal.
Bersambung