Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 84 pesan terakhir.


__ADS_3

Lama meratapi diri dengan aliran darah yang menetes di tempat yang sama, karena luka fisik yang di sebabkan sendiri. Dengan keadaan yang benar-benar sangat hancur dan hanya bisa melampiaskan kebodohannya dengan melukai dirinya yang mungkin tidak terasa sakit.


Bion dan Laura masih setia berada di dekat Aditya yang berdiri tanpa mengganggu Aditya dengan dunia penyesalannya, walau kaki sudah kebas berdiri. Tidak dengan Aditya yang duduk menyandar dengan satu kaki kanannya di luruskan kedepan dan satunya di tekuknya dengan menopang siku tangannya yang sedari tadi mengacak-acak rambutnya frustasi.


Tidak ada yang berani menegur Aditya. Mereka hanya mendengar dan menyaksikan saja Aditya yang terbiasa terlihat cool dan sekarang seperti Pria mewek. Memang wanita bisa mengubah kepribadian.


" Siapa yang menculik Felly. Ini pasti sebuah rencana. Karena ini sangat tiba-tiba," batin Laura yang penasaran dengan orang-orang yang membawa Felly.


***********


Mentari pagi kembali tiba. Aditya, Laura, dan Bion sudah tidak ada di tempat yang penuh kekacauan itu yang mereka meninggalkan jejak, darah dan pecahan kaca di sana.


Aditya sudah pulang kembali dan tangannya yang luka itu sudah di perban. Aditya duduk di salah satu ruangan dengan beberapa orang-orang yang sibuk di sana. yang pasti wajah itu masih sama seperti tadi malam, terlihat begitu khawatir dan tidak tenang semalaman yang pasti pikirannya pada Felly.


Laura dan Bion juga ada di ruangan yang sama dan juga beberapa orang yang lainnya yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing dalam keahlian masing-masing yang ada memegang leptop, tablet, dan lainnya yang pasti bertugas mencari titik keberadaan Felly yang sampai detik ini belum juga kembali.


Aditya yang duduk dengan kakinya yang terbuka sedikit dan menunduk dengan tangan nya yang menopang wajahnya yang benar-benar frustasi.


Dari semalam dia tida tidak tenang dan pikirannya sudah kemana. Istrinya yang sedang hamil yang entah di culik di depan matanya sendiri membuat seorang Aditya menjadi lemah karena hanya di penuhi penyesalan.


" Apa sudah ada jejaknya?" tanya Aditya dengan suara seraknya yang berharap ada informasi dari Felly.


" Tidak ada tuan. Kita sudah cari semua mobil yang sama persis. Tetapi tidak ketemu," jawab Bion.


Mata Aditya hanya bergenang yang lagi-lagi hanya bisa mendengarkan jawaban yang membuatnya kecewa.

__ADS_1


" Kalian terus cari dan perbanyak orang-orang untuk mencarinya," ucap Aditya.


" Baik tuan," sahut Bion. Aditya mengusap wajahnya dengan membuah napasnya perlahan kedepan lalu meninggalkan ruangan itu, berusaha untuk menangkan dirinya.


Saat keluar dari ruangan itu Aditya berhadapan dengan Elia. Elia menatapnya dengan horor yang sepertinya banyak yang ingin di keluarkan Elia yang tertahan di hatinya.


" Kak," lirih Aditya yang benar-benar sangat tidak berdaya.


" Apa kamu sudah puas. Apa kamu puas dengan semua ini. Apa kamu puas Aditya dengan apa yang terjadi kepada Felly," ucap Elia yang langsung marah-marah.


Aditya tidak memberitahu jika Felly di culik. Tetapi Elia yang merasa ada yang tidak beres langsung melihat cctv dan melihat adik iparnya itu di bawa orang.


" Aditya, kamu hanya pulang untuk membuat dia pergi. Kamu seharusnya tau bagaiamana kondisinya dia sedang sakit. Dia hanya menunggu kamu untuk pulang. Kakak berusaha menenangkannya membujuknya makan. Agar kondisinya membaik. Tapi apa di saat kamu pulang kamu malah melakukan hal menyakitinya dan lihat akibat perbuatan kamu. Felly sudah pergi. Dia sudah tidak lagi. Apa kamu puas Aditya," teriak Elia yang langsung menyalahkan Aditya.


" Maaf kan aku kak," ucap Aditya yang hanya bisa minta maaf. Elia yang meneteskan air mata langsung menyekanya.


" Kamu harus tau kondisi Felly seperti apa. Dia sedang hamil dan dia di culik dengan kondisinya yang juga tidak sehat. Jika terjadi hal buruk kepadanya. Itu semua gara-gara kamu," tegas Elia dan langsung pergi meninggalkan Aditya.


" Kak!" panggil Aditya dengan suara lemahnya. Tetapi Elia tidak peduli. Sudah selesai mengeluarkan semua kata-kata yang ingin di keluarkannya. Elia pun akhirnya pergi. Aditya hanya bisa membuang napasnya berkali-kali dengan apa yang terjadi.


Di menerima kemarahan Elia yang menyalahkannya. Karena memang benar dia yang bersalah atas semua kejadian yang menimpa Felly dan pantas mendapat amarah dari kakaknya.


Aditya melanjutkan langkahnya ke dalam kamarnya. Kamar di mana dia dan Felly tidur. Kamar yang 5 hari lalu berantakan karena emosinya yang mendapati Felly membaca Diary mamanya dan juga kakaknya. Kamar yang juga sudah tidak di tidurinya semenjak keributan itu terjadi.


Dengan mata berkaca-kaca Aditya melangkah pelan dan membayangkan jika ada Felly di dalam kamar itu. Dari Felly yang tertidur cantik. Dari Felly yang sibuk membersihkan kamar itu. Aditya benar-benar berhalusinasi dengan Felly yang ada di dalam kamar itu.

__ADS_1


Aditya kembali mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya ketika menyadari jika dia sedang berhalusinasi.


..." Aku hanya ingin merasakan lukamu Aditya. Aku tetap di sisimu,"...


..." Aku cemburu. Aku cemburu melihatmu dengan Laura,"...


...Teringat lagi kata-kata Felly tempo lalu. Yang membuat penyesalan semakin menumpuk....


Aditya melangkah mendekati tempat tidur Duk di mana biasanya Felly tertidur. Aditya menggeserkan bantal dan menemukan sesuatu di bawah bantal yang ternyata buku diary yang pernah di lihat Aditya di rumah Felly. Yang mungkin Felly membawanya.


Diary itu terbuka dan seperti baru selesai di tulis, karena masih ada pena di tengahnya. Aditya langsung mengambilnya dan membaca isi tulisan itu.


..." Aku minta maaf, karena aku sudah membuatmu marah. Aku mungkin keterlaluan yang hanya ingin tau. Tetapi tidak sadar jika apa yang aku lakukan menghancurkan rencamu....


...Aditya aku sangat sakit saat mendengarmu mengatakan. Aku hanya di jadikan sebagai alat balas dendam. Aku menyesali perbuatanku. Jika aku tidak membuatmu marah. Pasti kata-kata itu tidak akan pernah aku dengar....


...Semuanya tidak sesakit ini. Jika aku tidak jatuh cinta kepadamu. Aku tidak tau kapan. Tetapi semuanya tumbuh begitu saja. Cinta yang kurasakan membuatku melupakan semuanya. Melupakan kamu yang begitu kejam. Kamu yang begitu kasar. Aku melupakan semuanya....


^^^Aditya aku sangat merindukanmu. Aku menunggumu. Aku ingin bicara kembali kepadamu. Aku tidak peduli dengan perkataan mu yang mengatakan menggap diriku apa. Aku benar-benar tidak peduli. Aku mengalah untuk semuanya. Karena aku ingin pernikahan kontrak itu berakhir. Berakhir dengan kita yang benar-benar sebagai pasangan suami istri seperti pada umumnya.^^^


...Aku akan menunggumu untuk kembali kepadaku. Aku tidak akan menyerah. Sampai kamu kembali kepadaku,"...


Tulisan terakhir Felly akhirnya membuat air mata Aditya menetes di lembaran kertas itu.


" Maafkan aku Felly. Aku benar-benar sangat bodoh. Maafkan aku yang membuatmu menderita berkali-kali. Maafkan aku Felly maafkan aku," batin Aditya hanya kembali bisa menyesal.

__ADS_1


Felly sudah mencintainya. Tetapi bukannya mengakui juga perasaannya yang mungkin lebih besar kepada Felly. Malah menyakiti Felly dengan banyak cerita yang membuat Felly semakin menderita.


Bersambung


__ADS_2