Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 178 Tidak tega.


__ADS_3

1 jam lebih Felly menangis di dalam kamar. Dan Aditya tidak tau kemana. Felly sekarang membersihkan kamar itu dengan mengutip barang-barang yang berserakan di lantai yang tadi di sapu Aditya dari meja rias dan mengembalikannya pada tempatnya, menyusun kembali di meja rias.


Felly membuka laci yang terdapat surat kontrak pernikahannya dan juga surat perjanjian yang di buatnya. Felly mengusap surat tersebut.


" Kamu melakukannya bukan hanya karena benih yang tumbuh di rahimku. Tetapi aku tau Aditya jika apa yang kamu lakukan adalah ketulusan, dari hatimu," ucap Felly dengan tetes air matanya.


" Aku tidak peduli dengan perkataan mu yang menjadikan ku alat balas dendam. Bagiku kamu suamiku yang bertanggung jawab atas diriku. Aku tidak akan menyerah Aditya. Aku akan berusaha agar aku benar-benar mendapatkan tempat di sisimu," ucapnya lagi yang benar-benar sudah jatuh cinta pada suaminya.


Felly melihat ke arah dingding yang tadi di pukul Adita dan di sana masih terdapat bekas darah tangan Aditya. Jelas Felly sangat menyesal dengan kejadian itu.


***********


Ternyata Aditya duduk di daerah kolam renang di salah satu bangku dengan tangannya yang menyilang di dadanya. Aditya menenangkan dirinya yang jauh dari kamar yang masih terdengar suara Felly menangis.


Wajahnya terlihat dingin. Tetapi tatapan Aditya sangat kosong. Perkataan Felly masih terlintas di pikirannya. Dia tidak percaya jika hubungannya dengan Felly bisa sejauh ini. Alih-alih menjadikan Felly alat balas dendam.


Tetapi sekarang dia malah terjebak dengan perasaannya dan seakan Aditya merasa bersalah karena Felly mempunyai perasaan kepadanya.


" Tuan Aditya!" tegur Bion membuat Aditya tersadar dalam lamunannya dan melihat ke arah Bion yang berdiri di sampingnya dan Bion bisa melihat wajah atasannya itu yang begitu frustasi dengan mata yang bergenang.


" Ada apa?" tanya Aditya dengan suara berat.


" Tuan Mark tadi memberitahu. Kalau dia sudah mengirim beberapa bukti kecurangan damar dan Perusahan Layer," ucap Bion.


" Apa itu cukup. Untuk membebaskan Anderson?" tanya Aditya yang terlihat pasrah.


" Belum ada kemungkinan tuan. Karena Rebecca dan yang lainnya juga sangat kuat. Dan kita juga tidak tau apa itu cukup atau tidak," sahut Bion yang tidak bisa menjamin apa-apa. Aditya membuang napasnya perlahan ke depan.


" Hanya file yang hilang itu yang bisa membebaskan tuan Anderson," ucap Bion. Aditya memejamkan matanya dengan memijat kepalanya.


" Lupakan file itu. Kau dan Laura periksa saja transaksi yang di lakukan Rebecca. Periksa semua rekeningnya dan cari orang-orang yang terlibat dan jadikan 1 sebagai tangan kanan mu!" ucap Aditya memberikan perintah.

__ADS_1


" Hmmm, baik tuan!" sahut Bion menundukkan kepala dan langsung pergi.


Ternyata di sisi lain Felly mendengar pembicaraan Aditya dan juga Bion. Felly kaget mendengarnya dengan menutup mulutnya dengan 1 tangannya.


" Jadi, file yang aku ambil adalah bukti ke pengadilan untuk membebaskan papa dari penjara," batin Felly dengan napasnya yang tidak beraturan mendengar kenyataan itu.


" Apa yang kau lakukan Felly kau sudah menghancurkan semuanya. Bahkan kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Tanpa kau sadari perbuatanmu membuat papa semakin lama di penjara, dan pantas Aditya begitu marah kepadamu," ucap Felly yang hanya bisa menyesal.


Sekarang baru menyadari jika tindakan gegabahnya merugikan dirinya sendiri. Bukan hanya mendapat perlakukan buruk dari Aditya. Tetapi bahkan secara tidak langsung dia yang telah membuat papanya semakin lama di penjara.


***********


Pagi hari kembali tiba ternyata Aditya tidak tidur di kamar dan di mana dia Felly juga tidak. Felly juga hanya bisa menyesali semua kebodohannya yang membuat Aditya murka.


Felly keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga saat di pertengahan anak tangga Felly bertemu dengan Aditya dan berpapasan dengannya.


Mereka sama-sama menghentikan langkah. Tetapi Aditya hanya sebentar dan langsung melanjutkan langkahnya seakan tidak peduli dengan Felly dan bersikap sangat dingin.


" Lepaskan tanganmu dari tanganku!" tegas Aditya dengan suara dinginnya yang tanpa melihat Felly.


" Aditya aku minta maaf karena sudah menghilangkan file itu. Aku tidak tau jika file itu adalah bukti untuk membebaskan papa," ucap Felly dengan penuh penyesalan. Aditya diam dengan ekspresi wajahnya yang tetap dingin. Tetapi dia juga pasti terkejut jika Felly tau hal itu.


" Aku sudah memberimu kesempatan untuk mengembalikan orang tuamu. Tetapi kau bodoh," tegas Aditya.


" Aku tau. Aku memang bodoh. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan. Aku mencari file itu. Aku menjatuhkannya di kolam ikan aku mencarinya agar kau memaafkanku," ucap Felly. Aditya menggeser tangannya dari Felly.


" Kau tidak perlu melakukannya. Karena itu sudah tidak berguna lagi," tegas Aditya melanjutkan langkahnya.


" Aku pasti menemukannya," sahut Felly membuat langkah Aditya terhenti. " Aku tidak akan menyerah Aditya. Aku tau apa yang aku lakukan membuatmu kecewa. Padahal kau hanya ingin membebaskan papaku. Tetapi aku sudah mengecewakanmu," lanjut Felly.


" Kau selalu terbawa suasana dan sangat mudah salah paham. File itu memang untuk membebaskan Anderson. Tetapi jelas itu untuk tujuanku dan jika orang tuamu bebas. Itu hanya keberuntunganmu dan kau sudah membuang kesempatan itu," ucap Aditya.

__ADS_1


" Kesempatan itu masih ada dan aku akan menemukan file itu," sahut Felly dengan yakin.


" Terserah apa yang kau lakukan aku tidak peduli," sahut Aditya melanjutkan langkahnya.


" Kau peduli Aditya, kau sangat peduli," batin Felly.


Siang hari sedang tidak baik-baik saja. Pagi tadi sangat cerah. Tetapi siang ini begitu mendung dan hujan turun deras.


Tetapi derasnya hujan tidak membuat Felly menyerah ternyata Felly yang berada di taman belakang yang masuk kedalam kolam renang. Dengan dress pink selututnya. Pakaian dan rambutnya basah kuyup dengan ulahnya yang berusaha menikam Flasdisk yang di jatuhkan nya.


Untuknya kolam ikan itu hanya selututnya jika tidak dia mana bisa berenang dan untuk ikan-ikan yang cantik-cantik harus bersabar karena istana kalian yang sudah di rusak Felly.


Segala usaha di lakukannya dari menggunakan durung sampai berjongkok meraba-raba sendiri menggunakan tangan, untuk menemukan beda kecil itu.


Dia bahkan tidak peduli dengan hujan deras yang bisa jadi membuat kesehatannya akan terganggu. Dia ingin bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya.


Ternyata di sisi lain Aditya yang dari balkon menonton apa yang di kerjakan Felly.


" Apa yang di lakukannya, kenapa dia begitu bodoh," batin Aditya yang sedari tadi gelisah.


Kakinya ingin melangkah untuk menghentikan kegilaan Felly. Tetapi seakan ada lem di telapak sepatunya sehingga dia tidak bisa bergeser dari tempatnya dan hanya melihat Felly yang hujan-hujanan di dalam kolam ikan.


" Tuan memanggil saya?" tanya Bion yang tiba-tiba datang.


" Bawa dia masuk!" perintah Aditya mengarahkan matanya pada Felly yang di bawah sana dan Bion melihat apa yang di maksud tuannya.


" Jika dia membantah, maka paksa dan suruh bi Warmi memberinya obat setelah itu," lanjut Aditya.


" Baik Tuan," sahut Bion yang menundukkan kepalanya dan langsung pergi sementara Aditya masih berdiri di tempatnya dan tetap melihat Felly yang masih betah hujan-hujanan. Walau marah dengan Felly. Tetapi tetap Aditya sangat peduli dan takut jika Felly kenapa-kenapa. Tidak bisa melakukan sendiri. Jadi Aditya harus menggunakan Bion.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2