
" Apa lagi adikmu, yang masih memakai seragam sekolah. Hmmmm dia juga sangat cantik. Mungkin akan menjadi pengalaman pertamaku bermain-main dengan bocah di atas ranjang, mendengar dia berteriak kenikmatan dari mulutnya," lanjut Aditya sinis.
Felly melotot mendengar pernyataan Aditya. Seakan darahnya berdesir mendengar kalimat yang keluar dari mulut pria kejam itu. Dengan geram tangannya ingin melayang kepipi Aditya namun dengan sigap di tangkap Aditya.
" Jangan berani melayangkan tanganmu padaku, cukup sekali kau melakukan itu," tekan Aditya menatap dengan tajam Felly.
" Brengsek! Apa yang kau lakukan jangan menyentuh adikku," teriak Felly geram.
" Benarkah? kenapa aku menurutimu. Aku tidak punya alasan untuk menuruti mu. Kau saja tidak mau menuruti ku," sahut Aditya tersenyum puas melihat ketakutan di wajah Felly.
" Kau benar-benar tidak punya hati. Kau sudah memperkosaku, merenggut kesucian yang aku jaga selama ini dan sekarang kau ingin melakukannya kepada adikku, apa kau benar-benar sekejam itu. Dimana otakmu bajingan," ucap Felly berbicara berteriak-teriak di depan wajah Aditya.
" kau benar-benar sakit jiwa, sungguh kau sangat keterlaluan," Nada suaranya mengecil dengan tetasan air matanya. Dia sudah tidak tau mau berbicara apa lagi.
Dia tidak tau kesalahan apa yang di lakukannya sehingga bertemu dengan Pria kejam seperti Aditya. Sekarang Pria itu bahkan dengan mudahnya mengatakan ingin melakukan itu kepada adiknya.
" Kau hanya tinggal menunggu sakit jiwa ku semakin parah, saat nasibmu sama seperti adikmu," ancam Aditya. Napas Felly semakin sesak mendengarnya.
Pasti pasti itu akan terjadi. Dia sudah tau memang Aditya laki-laki yang kejam. Dia akan melakukan itu.
" Kenapa kau melakukan itu, kenapa kau harus melibatkan keluarga," tangis Felly semakin pecah saat ketakutannya semakin besar.
" Aku mohon jangan lakukan itu kepadanya. Dia tidak tau apa-apa, aku mohon," Felly sekarang memohon karena benar-benar takut itu terjadi. Dia tidak akan membayangkan bagaiman nasib adiknya yang akan sama sepertinya.
Tangan Aditya membelai rambut Felly dengan senyum di wajahnya. Senyum kemenangan melihat Felly yang tadi galak sekarang menangis memohon.
" Aku akan mengubah keputusanku. Tetapi semua ada di tanganmu, asal kau cukup melakukan apa yang aku katakan. Maka itu tidak akan terjadi," ucap Aditya mengusap lembut pipi Felly menyinggirkan air mata itu.
Dengan geram Felly meremas seprai, manatap penuh kebencian pada Aditya yang terus tersenyum.
Bahagia dengan apa yang di ucapkannya bahkan tidak bersalah dengan apa yang di lakukannya.
Dia memang tidak punya pilihan lain. Jika tidak adiknya akan menjadi korban. Felly menepis tangan Aditya dari wajahnya.
__ADS_1
Adita hanya mendengus melihat tangannya yang di acuhkan. Lalu menatap Felly dengan tatapan lembut.
" Baik aku akan melakukannya," sahut Felly yang benar-benar tidak punya pilihan membuat wajah pria tampan didepannya tersenyum lebar.
" Tetapi dengan 2 syarat," sahut Felly mengubah ekspresi Aditya.
" Berani sekali kau memberiku syarat," sahut Aditya datar.
" Aku akan melakukannya jika kau memenuhi syarat itu," ucap Felly mengulang perkataannya.
" Baik katakan apa syaratnya?" tanya Aditya penasaran. Kira-kira syarat apa yang akan di ajukan wanita itu.
" Yang pertama setelah aku melakukannya jangan pernah ganggu keluargaku sedikitpun, mereka tidak tau apa-apa," ucap Felly.
" Oke, bisa diterima. Tetapi tetap tergantung dirimu," sahut Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Lalu apa yang ke-2?" tanya Aditya.
" Dan yang ke-2, berikan uang 70 juta," ucap Felly dengan mengepal tangannya. Mengatakan dengan penuh keberanian.
Aditya langsung menyinggir dari wajah Felly dan berdiri lurus melihat Felly dengan wajahnya yang masih tersenyum menahan tawa yang lebar.
" Aku tidak menyangka, kau berbicara soal uang dan kau menukarnya dengan uang," ucap Aditya geleng-geleng.
Felly tau apa yang di katakannya sama saja. Membuat Aditya semakin merendahkannya. Tetapi dia tidak punya pilihan lain ketika masalah sang mama kembali terlintas di pikirannya.
" Kau sudah menghancurkan pernikahanku. seharusnya aku menggunakan mahar dari mas Damar, untuk biaya mama ku yang harus operasi. Tetapi kau malah mengacaukannya dan aku tidak mendapatkan uang itu," ucap Felly menjelaskan untuk apa uang itu.
" Sudah kuduga, jika kau menikah dengannya hanya karena uang. Kau memang tidak ada bedanya dengan mantan calon ibu mertuamu itu. Sangat munafik dan murahan. Menikah hanya untuk uang," ucap Aditya kembali menghina Felly.
" Barusan kau berbicara tentang harga diri. Tetapi barusan kau mengakui jika kau ingin masuk kedalam keluarga Harison hanya karena uang," lanjut Aditya yang benar-benar mendapatkan bahan semakin merendahkan Felly.
Felly menahan air matanya mendengar penghinaan itu. Memang harga dirinya sudah jatuh di tangan Aditya.
__ADS_1
Tetapi Felly tidak punya pilihan. Dia harus menyelamatkan mamanya. Walau pada akhirnya dia juga akan mendapat penghinaan dari Damar dan Rebecca. Karena sudah berkhianat dengan Damar.
Felly tidak berbicara lagi dia hanya diam dengan tatapan meremehkan dan kata-kata penghinaan lagi dari Aditya.
" Hmmm," Aditya melepaskan napasnya panjang.
" Tapi baiklah. Aku akan memberikan uang itu. Anggaplah uang itu sebagai bayaran atas tubuhmu yang sudah kunikmati. Karena aku tidak tebiasa bercinta dengan wanita tanpa di bayar, karena wanita ****** harus di bayar," ucap Aditya sinis kata-kata paling kasar yang di dengar Felly.
Hati Felly bagai tercabik-cabik dengan perkataan kejam Aditya yang benar-benar menyamakannya dengan wanita ****** yang di bayar setelan melayani nafsunya.
Felly tidak bisa berkata apa-apa, itu sudah takdirnya yang harus mendapatkan kesialan bertemu dengan Aditya. Menerima perkataan dan perlakuan kasar Aditya. Tanpa iya ketahui apa salahnya.
" Tapi menjadi pertanyaannya apa 70 juta pantas untuk membayar tubuhmu. Kau menikahi damar untuk mahar 70 juta. Itu berarti kau akan hidup bersamanya selamanya. Jangan bercerita selamanya. Anggaplah jika kau hanya menikah dalam 1 bulan. 30 hari dan beraarti kau akan memberikan tubuhmu selama itu kepadanya. Lalu bagaimana jika 1 hari lebih dari sekali. Sudah berapa kali semuanya. Hanya 70 juta tetapi berkali-kali,"
" Apa itu adil untukku. 70 juta tetapi hanya sekali," Felly mendengar kata-kata itu hanya mengepal ke-2 tangannya. Menahan amarahnya dengan hinaan Aditya yang benar-benar bicara di luar batas.
" Hmmm, bagaimana jika kita melakukannya sekali lagi, mungkin itu lebih adil untuk 70 juta," lanjut Aditya.
Air mata Felly kembali jatuh dengan perkataan itu. Napasnya semakin sesak dengan tawaran untuk tubuhnya.
Aditya tersenyum penuh kemenangan mendengar Felly yang meminta imbalan uang kepadanya.
Dia sangat puas bisa benar-benar berhasil menjatuhkan harga diri wanita itu. Wanita yang selalu bermain drama. Menolaknya mentah-mentah.
Dan wanita itu sekarang tidak bisa berbicara apa-apa. Tidak bisa berkutik sedikitpun bahkan diam saat Aditya berbicara yang pasti sangat menyakiti hatinya.
" Felly bersabarlah ini ujian untukmu. Kau harus bersabar. Biarlah dia mau bicara apa. Kamu harus tenang," Felly mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri.
" Wanita ini bahkan diam tanpa bicara. Apa dia sudah malu sekarang," desis Aditya meremehkan Felly di dalam hatinya.
" Hmmm, tapi sepertinya aku tidak tertarik untuk melakukan itu. Kau terlalu berisik untuk bermain di atas ranjang bersamaku," sahut Aditya yang mengubah keputusannya.
" Tetapi baiklah! 70 juta untuk waktu yang sebentar. Oke. Anggaplah kau beruntung. Aku akan memberikannya, setelah kau melakukan pekerjaanmu," ucap Aditya.
__ADS_1
Bersambung....