
Acara rebut-rebutan masih terus di lakukan pasangan itu. Si mana Felly sudah naik keatas sofa. Dan membuat dokumen itu di atas tangannya, jinjit agar Aditya. Tidak dapat meraihnya.
" Kembalikan Felly," ucap Aditya.
" Aku bilang tidak. Kalau kamu bisa ambil aja sendiri," ucap Felly tetap keras kepala yang terus mempermainkan Aditya.
" Kembalikan!" tegas Aditya yang sekarang naik keatas sofa dan Felly menyembunyikan dokumen itu di belakangnya.
" Kamu jangan macam-macam dengan ku, kembalikan, berikan itu padaku. Ada kesalahan teknis dalam hal itu jadi berikan kepadaku," ucap Aditya yang terus berusaha untuk merebutnya.
" Tidak akan Aditya. Tidak akan, tidak ada yang salah dalam hal ini, jadi aku tidak akan memberikannya padamu," sahut Cherry keras kepala dan tetap mempertahankan dokument itu dan sampai akhirnya mereka yang saling tarik menarik akhirnya.
Akhirnya Aditya menarik pinggang Felly dan membuat Felly kaget.
" A-a-a--a-a-a," teriak Felly dengan matanya melotot dan yang jatuh ketubuh Aditya menindih tubuh Aditya dengan dokumen yang di pegangnya tetap di sembunyikannya di belakangnya.
Mereka yang sudah jatuh ke sofa saling beradu pandang. Jantung ke-2nya pasti berdebar. Jika jarak mereka begitu dekat. Dan Bion yang berada di tempat itu yang menjadi obat nyamuk akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Aditya dan Felly di ruangan itu berduaan.
" Kenapa kamu keras kepala. Kamu sengaja mempermaikan ku," ucap Aditya dengan suara seraknya suara napas yang tertahan.
" Tidak," jawab Felly menggeleng.
" Lalu kenapa tidak memberikannya padaku?" tanya Aditya.
" Kenapa harus aku berikan. Ini adalah milikku. Kamu yang membuatnya sendiri. Jadi itu bukan salahku. Lagian kenapa kamu berubah pikiran. Aku baru tau kalau kamu sangat pelit," ucap Felly.
" Aku tidak berubah pikiran. Semua yang aku miliki. Juga menjadi milikmu," sahut Aditya menatap dalam-dalam istrinya.
" Kalau begitu kenapa ingin menggantinya kembali?" tanya Felly.
" Aku masih hidup dan ini belum saatnya. Lagian kamu juga sudah kaya. Papa sudah kembali. Perusahaan kalian sudah kembali. Aku sudah memberikan rumah sakit kepadamu. Kuliah kedokteran mu sudah di tanggung kakek dan kakek juga memberikan saham Damar 50% kepadamu. Jadi kau sudah kaya. Jadi jangan serakah. Masih menginginkan hartaku, apa semua harta yang kamu miliki masih kurang?" tanya Aditya. Felly mengangguk dengan santainya.
" Jangan serakah!" ucap Aditya.
" Aku tidak serakah. Aku juga tidak memintanya padamu. Tapi kamu yang memberinya. Jadi jangan bicara sembarangan," sahut Felly.
" Kalau begitu kembalikan padaku, aku sudah mengatakan ada kesalahan dalam hal itu," ucap Aditya yang berusaha bahkan tangannya sudah punggung Felly untuk meraih dokumen itu.
__ADS_1
" Felly, kamu wanita yang sangat cantik, jantungku selalu berdebar saat dekat dengan mu," ucap Aditya merayu Felly agar Felly lengah. Namun Felly hanya tersenyum. Namun menyadari gerak-gerik Aditya.
" Kau menginginkannya!" ucap Felly. Aditya mengangguk.
" Baiklah aku akan memberikannya," sahut Felly tersenyum. Aditya menganggukkan matanya dengan tersenyum lega. Aditya pun sudah menghentikan aksinya. Namun Felly mengambil kesempatan untuk bangkit dari tubuh Aditya. Dan langsung lari.
" Kalau kau mau kejar aku!" teriak Felly. Keluar dari ruangan itu. Aditya berdecak kesal dengan memijat kepalanya.
" Felly!" teriak Aditya yang langsung menyusul Felly.
" Awas saja, kalau aku mendapatkan mu. Aku tidak akan melepaskan mu. Kau memancingku," ancam Aditya yang terus mengejar Felly.
" Bodoh amat, buktikan kalau bisa," sahut Felly dengan mendatang.
Aditya kembali main kejar-kejaran dengan merebutkan dokumen itu. Dan Aditya menangkap saat berada lantai 2. Felly dan Aditya kembali rebutan dengan Felly yang terus mengelak. Wajah Aditya yang kesal. Namun Felly yang tertawa-tawa yang terus membuat suaminya kesal.
Felly dan Aditya yang terus seperti anak kecil. Harus di saksikan mama dan papanya yang berada di bawah melihat suami istri yang bercanda seperti anak remaja.
" Apa mereka sering seperti itu?" tanya Anderson dengan tangannya berada di pundak istrinya.
" Ya, mereka memang pasangan aneh. Terkadang saling ribut. Tidak saling menegur dan terkadang seperti ini. Bisa-bisanya mereka lari-larian seperti anak kecil," jawab Sabila tersenyum bahagia melihat pemandangan bahagia putrinya dan menantunya.
" Kamu benar, Aditya memang yang bisa membahagiakan Felly," sahut Sabila. Mereka tersenyum melihat kebahagian putri mereka.
Sementara Aditya dan Felly melanjutkan atraksi mereka di dalam kamar di mana Felly bersih keras untuk tidak memberikan dokumen itu pada Aditya.
Dan sekarang Felly yang tertangkap dan berada di atas ranjang dengan Aditya di atasnya dan Aditya harus menggelitiki perut Felly. Agar menyerah dan Felly sudah kegelian setengah mati.
" Berikan aku bilang, cepat!" desak Aditya dengan Felly yang sudah menggeliat kegelian.
" Iya ampun- ampun, aku akan memberikannya, ampun tolong hentikan! ampun, ampun Aditya," sahut Felly menyerah. Dan Aditya menghentikan aksinya.
" Cepat!" ucap Aditya melototkan matanya.
" Nih," sahut Felly meletakkan di depan wajah Aditya. Aditya Menyunggingkan senyumnya dan langsung meraihnya dari tangan Felly.
" Dasar jurang," geram Felly kesal yang kalah dari Aditya.
__ADS_1
" Siapa yang jurang salah sendiri. Kenapa bertingkah," sahut Aditya.
" Minggir!" kesal Felly yang mendorong Aditya. Namun Aditya meletakkan dokumen itu di atas nakas dan langsung mencengkram ke-2 lengan Felly membuat Felly panik.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Felly panik.
" Enak saja, menyuruh minggir setelah berhasil mempermainkanku. Kamu harus di hukum, karena mempermainkan suamimu," ucap Aditya dengan seriangi nakal di wajahnya yang mana Felly sudah dalam kungkungannya.
" Mau apa kamu?" tanya Felly panik.
" Aku akan membuatmu keramas hari ini," ucap Aditya membuat mata Felly melotot.
" Tidak, aku tidak mau. Enak saja. Kamu sudah tidak memberikanku warisan. Sekarang malah mau menyuruhku yang tidak-tidak jadi enak saja," ucap Felly menolak.
" Kamu tidak boleh menolak. Aku sudah lama tidak melakukannya. Dan aku merindukan tubuhmu ini," ucap Aditya membelai pipi Felly.
Terakhir berhubungan memang sebelum insiden Aditya marah-marah pada Felly.
" Lagian, bukannya kamu kemarin bilang. Kalau masalah papamu selesai. Aku boleh meminta sesuatu dan aku ingin kamu malam ini," ucap Aditya dengan menatap dalam-dalam Felly.
" Aku tidak mau," jawab Felly menolak.
" Kamu membantahku, kamu ingin durhaka pada suamimu," ucap Aditya. Felly menggigit bawah bibirnya.
" Bukan begitu," sahut Felly panik.
" Lalu apa?" tanya Aditya.
" Aku_aku_aku. Aku sedang datang bulan," jawab Felly. Wajah Aditya langsung berubah.
" Jadi aku tidak bisa melakukannya," lanjut Felly. Aditya terlihat kecewa dan langsung menyinggir di dari tubuh Felly membuat Felly tersenyum miring. Lalu duduk ketika Aditya sudah tidak ada di atas tubuhnya lagi. Felly pun berdiri.
" Tapi bohong," sahut Felly membuat Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Aku mau membantu mama menyuap kan makan malam dulu," sahut Felly yang langsung lari keluar dari kamar dan Aditya kembali geram karena ulah istrinya.
" Awas ya kamu," geram Aditya merapatkan giginya dengan memijat kepalanya.
__ADS_1
Bersambung