Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 139 morning kiss.


__ADS_3

Pagi hari kembali tiba. Sinar matahari yang sudah masuk kedalam gubuk itu. Posisi Felly dan Aditya masih tetap seperti tadi malam. Saling berhadapan dan Aditya tidak melepas pelukannya dari Felly.


Felly membuka matanya perlahan dan melihat wajahnya yang sudah berada di dada bidang Aditya yang membuatnya sedikit kaget. Felly mengangkat kepalanya perlahan agar bisa melihat wajah Aditya.


Aditya masih tertidur lelap. Mungkin saja Aditya baru tertidur karena sibuk menjaga Felly semalaman. Walau tubuh Felly sampai saat ini masih lemas dan panas. Tetapi mungkin tidak separah tadi malam.


Mata indah Felly menatap wajah Aditya dengan penuh arti. Tidak tau apa. Belakangan memang perasaannya sangat aneh dan tidak bisa di jelaskan ada apa dengan hatinya.


Dia merasa nyaman dan tidak takut saat di peluk. Ada debaran di dalam sana yang tidak menentu saat dekat dengan Aditya. Felly selalu melempar pada janinnya dan menganggap itu bawaan bayinya. Tetapi sebenarnya dia sendirilah yang merasakan keanehan itu.


Tangan Felly mengusap lembut pipi Aditya. Matanya terus menelusuri wajah itu.


" Selama ini wajah mu hanya topeng. Kau memang sangat pintar menyembunyikan semuanya. Kau menyimpan luka yang sangat dalam. Kau menutupinya dengan kemarahan mu. Sehingga aku membencimu. Aku tidak tau Aditya apa aku masih membencimu," batin Felly yang tidak mengerti dengan perasaannya yang mengarah ke arah mana.


Felly mengusap lembut bibir Aditya dengan jarinya dan tidak tau apa yang di pikirkannya. Dia mengecup bibir itu. Sudah 2 kali Felly melakukan itu dan itu seperti refleks dari hatinya. Perasaannya memang sangat aneh tidak tau apa itu.


Aditya mengerjapkan matanya. Matahari menusuk matanya membuat matanya terbuka perlahan dan dengan cepat Felly menutup matanya berpura-pura tidur. Dia jelas takut jika ketahuan mencium Aditya tiba-tiba.


Aditya menundukkan kepalanya dan melihat Felly yang masih tertidur dan tidak di ketahuinya jika Felly sudah bangun. Dan mungkin saja. Kecupan yang Felly berikan yang membuat Aditya terbangun. Tetapi Aditya mungkin bermimpi.


Aditya tersenyum melihat wajah Felly. Punggung tangannya memegang kening Felly dan panas itu sudah tidak separah tadi malam lagi.


Tanpa melepas pandangannya dari wajah itu. Tangan Aditya Menyinggirkan anak rambut di wajah Felly yang menutup kecantikan wajah polos saat bangun tidur itu. Menatap dalam-dalam wajah istrinya yang cantik itu.


Aditya juga mencium lembut kening Felly. Felly yang berpura-pura tidur semakin gemetar. Bisa-bisanya dia tahan dengan posisi itu. Felly berpikiran. Jika wajahnya sekarang pasti sudah merah dengan perlakuan Aditya yang terkesan hangat.


Mata Aditya turun ke bibir ranum Felly. Bibir yang menjadi candu untuknya. Dan ternyata Aditya tidak bisa mengontrol dirinya dan langsung mendekatkan wajahnya dan meraih bibir Felly.

__ADS_1


Felly jelas kaget menerima hal itu. Mendapat serangan ciuman dengan tiba-tiba.


" Apa yang di lakukannya, Felly kenapa kamu diam saja ayo bangun," batin Felly kepanikan.


Aditya tidak hanya mengecup tetapi memberikan permainan di dalam bibir itu. Dan tidak ada penolakan dari Felly. Padahal Felly sudah bangun. Bukannya mendorong Aditya. Tetapi seakan membuka sedikit mulutnya, sehingga memberikan Aditya izin untuk memperdalam ciuman itu.


Dan memang benar, Aditya memperdalam ciuman itu, memberikan sensasi di pagi hari. Bermain-main di dalam mulut istrinya memberikan kenikmatan untuk dirinya dan diri istrinya.


Felly terlihat meremas kemeja Aditya. Tidak tau apa yang terjadi di otaknya. Dia hanya membiarkan semuanya terjadi tanpa ada perlawanan sedikit pun yang seperti biasa yang di lakukannya. Jika Aditya berusaha menyentuhnya.


Ciuman pagi hari terlihat sangat lama dan sampai akhirnya Aditya melepaskan ciuman itu. Aditya membuka matanya perlahan dan dengan napasnya yang yang pasti tidak beraturan.


Aditya tersenyum tipis menatap wajah Felly, jarinya mengusap bibir Felly dengan lembut dan tidak berapa lama. Felly membuka matanya dan saling beradu pandang dengan Aditya. Mereka saling menatap dengan penuh arti dan terlihat Felly yang benar-benar sedang mengatur napasnya dan Aditya yang memandangnya dengan dalam.


" Kau sudah bangun?" tanya Aditya lembut. Felly menganggukkan matanya. Aditya tidak tau apa Felly menyadari apa yang di lakukannya atau tidak. Tetapi setelah berciuman selesai Felly sudah membuka matanya.


" Hukuman untuk apa?" tanya Felly.


Dia memang tiba-tiba bertanya. Tidak biasanya bertanya. Dia akan marah dan mungkin sudah mendorong Aditya di depannya. Tetapi dia terkesan diam dan malah bertanya lembut.


Aditya diam dan tidak menjawab apapun. Karena dia juga tidak tau apa kesalahan Felly. Sampai dia menghukumnya dengan ciuman.


" Kau pikirkan saja. Apa kesalahan mu," ucap Aditya yang tidak dapat berpikir apa-apa dan hanya mengatakan hal itu saja.


" Tapi aku benar-benar tidak tau apa kesalahanku," sahut Felly dengan lembut. Aditya sepertinya menjadi kaku dengan sikap Felly yang tampak tenang.


Aditya tidak menjawab dan ingin melepaskan pelukannya dari Felly. Tetapi Felly menahannya. Membuat Aditya heran dengan mengangkat alis matanya.

__ADS_1


" Aku merasa kedinginan. Jadi tunggulah sebentar lagi," ucap Felly.


Aditya melebarkan matanya mendengar ucapan Felly. Felly memang sangat aneh belakangan ini yang selalu ingin dekat-dekat dengannya dan Felly harus mengakui nyaman berada di pelukan suaminya itu. Bukan bayinya yang menginginkan hal itu. Tetapi dia yang menginginkannya.


Tidak menunggu jawaban Aditya. Felly kembali menenggelamkan wajahnya di dada Aditya dan memejamkan matanya. Aditya tidak berkutik sama sekali dan hanya diam dengan ulah Felly yang masih ingin di peluknya.


Felly tersenyum tipis. Dia belum mengerti apa-apa. Tetapi perasaannya memang seperti itu. Aditya juga tidak mengerti dan mempererat pelukannya.


*********


Sementara Elia dan Bion berada di semak-semak menghindari kejaran orang-orang yang masuk Kerumah Elia.


" Siapa mereka?" tanya Elia.


" Saya tidak tau nona yang jelas mereka pasti punya niat jahat," jawab Bion.


" Lalu apa Aditya sudah mengangkat telponmu?" tanya Elia.


" Belum nona. Tapi sebentar lagi. Tuan Aditya. akan mengangkatnya," ucap Bion agar Elia tidak panik.


Tetapi Elia tampak panik. Elia melihat tangan Bion yang luka dan pasti itu karena dirinya yang sudah menyayat Bion karena panik dan tidak tau jika itu Bion. Elia merobek bagian bawah dressnya membuat Bion heran dan mengambil tangan Bion meletakkannya di pahanya.


" Tidak usah nona, saya tidak apa-apa," ucap Bion menyinggirkan tangannya. Tetapi Elia tetapi Elia terus menahannya dan tetap membalut dengan kain kain dari bajunya.


" Ini salah ku, kalau tidak diobati akan infeksi," ucap Elia yang dengan lembut membalut luka itu dengan meniup-niupnya. Bion jelas merasa sangat canggung dan tidak enak dengan bosnya itu.


" Makasih nona," ucap Bion. Elia mengangguk.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2