
Felly pun akhirnya keluar dari kamar, menuruni anak tangga dan langsung menyusul Aditya yang mungkin sudah di mobil dan dugaannya benar. Aditya sudah di dalam mobil menunggunya.
Felly tampak menarik napasnya panjang dan membuatnya perlahan lalu memasuki mobil. Felly duduk saja dan memakai seat belt nya. Sementara Aditya masih kesal dengan Felly. Setelah melihat Felly sudah siap.
Aditya pun melajukan mobilnya dengan kecepatan santai tanpa bicara sepatah katapun pada Felly.
" Kak Andre juga sepertinya mengetahui sesuatu dan sebelumnya kak Andre juga mengatakan tuan Mark. Siapa tuan Mark. Apa hubungan dengan semua ini," batin Felly yang ternyata masih memikirkan tentang kejadian 17 tahun lalu.
" Laura juga siapa. Kenapa dia bisa merekam, itu berarti dia tinggal di rumah kakek Harison dan pasti berhubungan dengan Aditya dan pasti dia juga mengetahui semuanya," Felly terus bergerutu di dalam hatinya.
Dia memang tidak peduli dengan kata-kata Aditya apa lagi ancaman Aditya yang menyuruhnya untuk tidak ikut campur, karena dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Aditya.
" Kayaknya aku harus mencari tau siapa Laura itu. Sepertinya dia sangat berhubungan dengan Aditya dan pasti dia tau semua tentang Aditya dan keluarganya itu. Aku yakin itu. Atau dia mata-mata Aditya di rumah kakek Harison," batin Felly yang sepertinya sudah mempunyai rencana untuk mencari tau sendiri.
" Jangan pernah memikirkan apa-apa," sahut Aditya yang seperti tau apa yang di pikiran Felly. Dia terus memperingati istrinya.
" Aku tidak memikirkan apa-apa. Kamu selalu saja menuduhku," ucap Felly kembali mengelak.
" Karena aku tau apa yang kamu pikirkan," sahut Aditya yang pasti paham jika Felly memikirkan masalahnya.
" Sok tau," sahut Felly sewot.
" Aku berharap dia memang tidak punya pikiran yang aneh-aneh. Felly begitu penasaran dengan semuanya sampai dia berani membuka hanphonne ku. Dia juga melihat dan mendengarkan semuanya. Felly sangat keras kepala. Aku benar-benar harus hati-hati. Aku tidak bisa membiarkan Felly mengetahui semuanya," batin Aditya yang tidak ingin Felly tau dan pasti akan mencampurinya.
Tetapi dia tau Felly adalah perempuan yang sok tau dan pasti tidak akan puas. Jika tidak mengetahui apa yang di pikirkannya. Felly istrinya itu sangat keras kepala.
*********
Aditya dan Felly sudah sampai rumah sakit. Felly juga sudah berbaring di atas ranjang dan Dokter sedang memeriksa kandungannya. Aditya juga menunggu di dalam dan melihat layar monitor di mana bayi mereka sudah semakin terlihat jelas.
Felly tersenyum melihat perkembangan bayinya yang semakin lama semakin besar di dalam kandungannya.
" Apa dia baik-baik saja?" tanya Felly pada Dokter. Dia pasti mengkhawatirkan anak yang di kandungnya itu.
__ADS_1
" Dia baik-baik saja, Bu Felly ibu yang kuat yang bisa menjaga dengan baik," jawab Dokter. Felly tersenyum mendengarnya. Dia merasa lega jika bayinya benar-benar baik-baik saja.
" Bu Felly, sama Pak Aditya, harus terus bekerja sama untuk menjaga bayi kalian ya, karena bayi kalian jelas masih sangat muda dan memang harus di jaga hati-hati," ucap Dokter memberi saran.
" Baik Dok," sahut Aditya.
" Sudah selesai, ayo Bu Felly duduk dulu," ucap Dokter. Felly mengangguk dan Aditya membantunya untuk duduk.
" Saya kasih resep sebentar ya," ucap Dokter, " Mari ikut saya," ajak Dokter.
Felly dan Aditya mengangguk. Aditya membantu Felly berdiri dan duduk di depan Dokter. Dokter sekarang sedang menulis resep untuk Felly.
" Ini Pak Aditya, silahkan di tebus ya," ucap Dokter memberikan pada Aditya. Aditya mengambilnya dan melihat sekilas.
" Selalu perhatikan Bu Felly, pola makan yang benar dan vitamin-vitamin yang rutin di minum, jangan sampai Bu Felly lalai ya pak," ucap Dokter memberi saran.
" Baik Dokter," sahut Aditya.
Aditya langsung melihat ke arah Felly yang terlihat jelas panik.
" Memang kenapa Dok?" tanya Aditya yang sepertinya sengaja bertanya. Agar Felly semakin canggung.
" Emang harus dia melanjutkan bertanya. Apa dia tidak punya pekerjaan lain, selain menanyakan hal yang tidak bermutu itu," batin Felly geram.
" Karena untuk ibu hamil masih ada sedikit bahaya saat melakukan hubungan itu," ucap Dokter.
" Sedikit berarti bisa kan Dok," sahut Aditya. Felly langsung mengkerutkan dahinya.
" Hmmm, pasti bisa, karena memang kebanyakan ibu hamil pasti ingin bermesraan dengan suaminya. Jadi Bu Felly jangan di tahan -tahan ya. Karena tidak baik juga," ucap Dokter melempar pada Felly. Mendengarnya Felly langsung batuk lagi.
Sementara Aditya tersenyum miring. Seakan sangat puas melihat Felly yang ternyata selama ini menahan diri.
" Memang apa istri saya. Terlihat menahannya Dok?" tanya Aditya yang sengaja memperpanjang. Sementara Felly wajahnya semakin memerah dengan Aditya yang membuatnya kembali seperti orang bodoh.
__ADS_1
" Bapak pasti taula, masa iya.saya memberi tahunya. Tetapi wajar. Mungkin Bu Felly sangat khawatir pada bayinya makanya sampai menjagakan seperti itu," sahut Dokter dengan senyum-senyum. Aditya juga tersenyum mendengarnya.
" Sayang maaf ya, seharusnya kamu mengatakannya jadi kamu tidak perlu menahannya," ucap Aditya yang malah menggoda Felly, Aditya juga tersenyum mengejek Felly.
" Apa sih nih dia. Kenapa dia malah bicara malah melantur-melantur. Dokter juga apa-apaan sih. Kenapa harus membicarakan hal yang tidak penting itu," batin Felly yang tidak bisa berkutik dengan Aditya yang menggodanya.
" Baiklah, itu saja saran saya," sahut Dokter.
" Ya sudah Dok, kalau begitu kami langsung pergi," ujar Aditya berpamitan.
" Baik pak Aditya," sahut Dokter.
Aditya dan Felly sama-sama menjabat tangan Dokter lalu keluar dari ruangan Dokter. Felly terlihat buru-buru saat keluar dari rumah ruangan Dokter, Aditya sudah geleng-geleng melihat Felly yang salah tingkah.
Felly sudah berada di luar rumah sakit dan ingin membuka. Namun di tahan Aditya sampai kembali tertutup. Felly membalikkan tubuhnya dan menatap kesal Aditya.
" Apa," ucap Felly yang langsung dongkol dengan Aditya.
" Kenapa kau langsung marah, memang aku melakukan apa?" tanya Aditya dengan menyunggingkan senyumnya.
" Ya sudah kalau begitu jangan menggangguku," ucap Felly dengan ketus dan kembali ingin membuka pintu mobil dan kembali di tahan Aditya.
" Apa lagi," sahut Felly ketus.
" Apa kita harus mampir ke hotel dulu untuk menyelesaikan apa yang kamu tahan selama ini," ucap Aditya dengan menyunggingkan senyumnya.
" Tutup mulutmu. Kau jangan berpikiran kotor. Aku tidak pernah punya keinginan apa-apa untuk berhubungan dengan mu," sahut Felly langsung marah-marah. Karena memang sangat kesal dengan Aditya.
" Ternyata bukan hanya Dokter yang mengatakannya. Ternyata wajah kamu juga tidak bisa bohong," ucap Aditya dengan nada mengejek.
" Terserahmu," sahut Felly kesal dan langsung masuk mobil. Aditya mendengus melihat Felly yang kembali ngambek.
Bersambung......
__ADS_1