Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 221. Saling berjanji


__ADS_3

" Hmm, aku mengerti, aku berjanji. Aku mengerti dengan apapun yang kamu katakan. Mulai sekarang. Aku tidak akan ceroboh lagi. Aku berjanji pada kamu. Aku hanya akan mengikuti instruksi dari kamu saja. Aku akan membantu kamu dengan doa dan juga kinerja. Aku akan lebih pintar mulai dari sekarang," ucap Felly dengan semangatnya.


" Kamu sudah pintar sejak dulu," sahut Aditya.


" Iya aku tau aku memang jauh lebih pintar dari mu," sahut Felly yang menyombongkan dirinya.


" Kamu jika di puji langsung meninggi " sahut Aditya tersenyum tipis dengan geleng-geleng.


" Aku tidak meninggi aku hanya percaya diri," sahut Felly tersenyum lebar.


" Terserah kamu apapun itu. Kamu dan aku akan tetap bekerja sama untuk menyelesaikan semuanya. Mulai sekarang kita harus sama-sama menghadapinya, kita berdua tidak akan pernah sendiri-sendiri. Kamu dan aku akan tetap sama-sama. Seperti yang kamu katakan. Kamu ingin merasakan apa yang aku rasakan," ucap Aditya. Felly menganggukkan matanya.


" Iya, aku akan terus ada di sisi kamu. Aku merasakan semua luka kamu. Masa lalu kamu. Aku ingin ada di sana. Aku ingin menjadi pundak untuk bersandar kamu. Aku tidak akan meninggalkan mu dan akan terus ada di sisimu," sahut Aditya. Felly tersenyum mendengarnya.


" Aku juga akan seperti itu," sahut Aditya. Felly mengangguk-angguk.


" Aku ingin bertanya padamu Felly," sahut Aditya.


" Iya, katakan ada apa?" tanya Felly.


" Apa kamu takut berada di kehidupanku?" tanya Aditya. Felly langsung menggeleng dengan cepat.


" Kenapa harus takut. Jika aku takut. Aku tidak mungkin terus berusaha ingin tau lebih banyak lagi," sahut Felly.


" Kamu melihat kematian, bahkan kak Elia membunuh seseorang apa kamu tidak menakutkan sesuatu. Apa kamu tidak merasa ngeri?" tanya Aditya.


" Aditya, jika aku juga bisa bermain pistol dan punya kesempatan seperti kemarin. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Karena kita tidak mungkin membiarkan orang-orang seperti mereka hidup lebih lama," sahut Felly yang tidak keberatan dengan apapun.


" Kamu tidak percaya kepadaku?" tanya Felly. Aditya tersenyum dan mengusap lembut pipi Felly.


" Aku mempercayaimu," sahut Aditya.

__ADS_1


" Lalu bagaimana kak Elia, apa dia baik-baik saja. Setelah melakukan itu?" tanya Felly dengan wajah cemasnya.


" Masalah itu aku tidak tau. Aku juga tidak bertanya apa-apa kepadanya, karena aku juga tidak ingin membuatnya merasa sedih. Yang aku sendiri tau. Ketika kak Elia melihat orang-orang itu. Pasti dia mengingat kejadian di masa lalu dan aku yakin dia hanya menyembunyikan dirinya saja," jawab Aditya.


" Kasihan kak Elia," sahut Felly ikut prihatin.


" Iya, dia memang sangat kasihan. Aku tidak tau kapan aku bisa memberikannya keadilan," sahut Aditya sedikit cemas.


" Jangan khawatir Aditya, bukannya aku selalu ada di sampingmu. Kita akan sama-sama memberikan keadilan dan hak nya kepada kak Elia, kamu sekarang tidak sendirian. Karena sudah ada aku di sampingmu," sahut Felly tersenyum. Aditya tersenyum lebar mendengarnya.


" Terima kasih, untuk kehadiranmu. Aku sangat beruntung bisa memilikimu," ucap Aditya. Felly tersenyum saja.


" Ayo kita sama-sama, lihat lagi apa yang di kirim Laura!" ucap Aditya. Felly mengangguk dan Aditya kembali melihat kearah layar laptop.


" Jadi Laura tidak tertangkap Damar?" tanya Felly.


" Tidak, dia berhasil lolos. Bukannya kamu yang menyelamatkannya. Kamu mengelabui Damar dan akhirnya dia selamat dan tidak tertangkap Damar," sahut Aditya.


" Hmmm, kalau begitu Laura di mana?" tanya Felly.


" Aku belum menayakannya. Yang jelas dia dan Tante Lusi sedang bersembunyi. Karena Damar pasti berusaha untuk menemukan orang yang masuk kedalam kamarnya," jawab Aditya. Yang terus melihat layar laptop sambil meneliti.


" Kamu mengerti tentang dokumen ini?" tanya Aditya. Felly menggelengkan kepalanya. Dia hanya melihat layar laptop. Namun tidak mengerti apa maksudnya.


" Hmm, aku mana mengerti," sahut Felly jujur. Aditya mengusap-usap pucuk kepala Felly.


" Kamu lihat saja apa yang aku lakukan, lama- lama kamu akan mengerti," sahut Aditya.


" Iya," jawab Felly mengangguk saja.


" Aditya! bagaimana caranya agar semuanya terbongkar?" tanya Felly.

__ADS_1


" Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Karena aku tidak yakin sesuatu hal. Melihat Rebecca bukan orang sembarangan. Aku tidak punya hati. Tetapi dia jauh lebih tidak punya hati. Jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu," sahut Aditya tanpa menoleh ke arah Felly dan Felly hanya melihat Aditya yang berbicara.


" Kenapa dia begitu jahat?" tanya Felly.


" Keserakahan, ketamakan, kekuasaan, akan membuat manusia ingin, ingin dan ingin terus. Sama seperti dia yang tidak pernah puas dengan apapun dan melakukan hal-hal yang mengerikan untuk kepentingannya," jawab Aditya melihat Felly sebentar.


" Apa kah Rebecca bisa berubah?" tanya Felly. Aditya langsung berdecak kesal mendengarnya.


" Sekalipun dia berada di neraka. Dia tidak akan pernah berubah," sahut Aditya.


" Dia memang benar-benar jahat. Kenapa kakek tidak pernah menyadari perbuatannya?" tanya Felly.


" Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu. Karena aku pasti selalu berusaha meyakinkan kakek. Tetapi tetap tidak ada hasilnya dan aku tidak tau apa sebabnya kakek tidak pernah menyadari perbuatannya," sahut Aditya menjelaskan.


" Hmmm, Rebecca Benar-benar sangat jahat. Semoga doa cepat mendapat karmanya," sahut Felly yang berdoa.


" Aku juga berharap seperti itu," sahut Aditya.


" Lalu apa lagi yang akan kamu lakukan?" tanya Felly.


" Aku hanya berusaha membebaskan papa mu dulu. Karena kebebasan papamu. Awal dari segalanya, hanya itu yang bisa aku lakukan," sahut Aditya.


" Meski sudah gagal berkali-kali," sahut Felly.


" Tidak ada yang sia-sia dalam usaha. Walaupun gagal. Aku akan tetap berusaha. Papa mu sama seperti ku. Tidak melakukan kesalahan. Tetapi di hukum. Dan aku tidak akan membiarkan orang-orang seperti Rebeca terus menang. Jadi aku akan berusaha untuk mengeluarkannya. Agar kita semakin kuat dan bisa melawan orang-orang biadab itu," jelas Aditya dengan tutur katanya yang sangat lembut membuat Felly tersenyum.


" Aditya, kamu selalu melakukan banyak hal. Aku tidak tau kenapa aku harus seberuntung ini bisa ada di dekatmu. Kamu tidak henti-hentinya berusaha untuk papaku, padahal apa yang kamu usahakan. Hanya berantakan karena ulahku," batin Felly yang terus tersenyum melihat suaminya.


Aditya menoleh kearahnya dan menangkap Felly yang tersenyum melihatnya dan Felly langsung membuang wajahnya. Pura-pura tidak melihat Aditya. Aditya mendengus melihat kelakukan Felly. Lalu meletakkan tangannya di pundak Felly dan memeluk Felly lebih dekat kepadanya.


" Aku tau kamu sedari tadi memperhatikanku. Jangan bosan memandangku. Pandanglah aku. Karena aku tidak seperti mu yang gugup. Jika di lihat terus," sahut Aditya merapatkan kepalanya pada Felly. Felly hanya tersenyum malu-malu mendengarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2