Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 48 Terjebak


__ADS_3

Setelah rapi dan siap-siap Felly keluar dari kamarnya. Menggunakan dress putih di atas lututnya dengan lengan pendek. Dengan tangannya yang menggengam ponselnya.


" Mau kemana Felly?" tanya sang mama.


" Felly mau ketemu sama orang yang ingin lihat rumah kita," jawab Felly.


" Kamu sendirian, mau mama temani," ucap Sabira menawarkan diri.


" Tidak usah ma, Felly sendirian aja," sahut Felly menolak.


" Ya sudah kalau begitu," ucap Sabira.


" Ya susah Felly berangkat dulu," ucap Felly pamit mencium punggung tangan mamanya.


" Hati-hati," ucap Sabila.


" Iya ma," sahut Felly langsung pergi.


***********


Ternyata Felly berjanji dengan orang yang membeli rumahnya di dekat pantai. Felly sudah menunggu sedari tadi di pinggir pantai. Tetapi orang yang ingin menemuinya belum juga datang.


Setelah menelpon 3 hari yang lalu kemarin wanita itu menelpon lagi dan berniat menemui Felly untuk berbicara lebih serius.


Felly juga merasa beruntung. Karena wanita itu mau menemuinya di desa tempat dia tinggl. Jadi dia tidak perlu ke Jakarta lagi. Yang pasti akan mengeluarkan ongkos yang banyak dan dia juga takut bertemu Aditya.


" Di mana ya ibu itu," gumam Felly yang terus melihat di sekitarnya sama sekali tidak ada orang.


Tempat Felly berdiri lumayan sepi. Keramaian sangat jauh dari Felly sekitar 100 meter di ujung sana.


Tempat tersebut memang Felly yang memilih untuk bertemu di sana agar bicara dengan nyaman. Dan wanita yang ingin menemuinya itu menurut saja. Menyerahkan pada Felly ingin bertemu di mana.


Tetapi Felly sudah mulai jenuh. Sudah hampir dia menunggu satu jam. Tetapi wanita yang ingin ditemuinya tak kunjung datang. Dia bahkan sudah gelisah. Lelah berdiri lumayan sangat membosankan.


Felly ingin menelpon. Tetapi takut terlihat tidak sopan. Sangat terlihat sekali dia mendesak dan tidak sabaran.


" Apa tidak jadi datang," batin Felly menarik kesimpulan sendiri.

__ADS_1


Di tengah kegelisahannya menunggu ibu tersebut yang sebentar-sebentar melihat jam di ponselnya.


Tiba-tiba Ada seseorang di belakangnya yang berjalan pelan-pelan. Felly yang melihat ponselnya tiba-tiba menyadari ada bayangan di mana bayangan itu mendekatinya.


Felly yang memiliki perasaan cemas ingin membalikkan tubuhnya melihat siapa orang yang mendekatinya. Belum sempat Felly berbalik badan sumpalan sapu tangan menutup mulutnya dan hidungnya.


" Mmmmm, mmmm, lep. Mmmm," Felly yang tidak bisa berbicara memberontak memegang tangan orang yang tersebut untuk menjauhkan tangannya dari mulut Felly karena Felly merasa sesak.


" Siapa dia," batin Cherry yang berusaha memberontak.


Tetapi tenaga Felly tidak ada. Karena sapu tangan itu diberi obat bius. Dia juga kesulitan bernapas dan akhirnya membuatnya lemah dan akhirnya pingsan di tangan orang tersebut.


Pria yang melumpuhkan Felly sampai pingsan. Melihat di sekelilingnya. Memperhatikan tidak ada yang melihatnya.


Tanpa menunggu lama Pria asing itu langsung menggendong Felly seperti karung beras membawa Felly pergi dari tempat tersebut sebelum ada yang melihatnya.


*******


Felly sekarang sudah terduduk di pasir pantai di bawah pohon dengan ke-2 tangan di ikat kebelakang dan matanya yang di tutup. Felly yang bersandar di bawah pohon itu akhirnya sadar.


Felly kaget melihat kegelapan dan dia mengetahui jika tangannya yang terikat dengan kencang.


" Siapa di sana lepaskan aku!" teriak Felly yang berusaha melepaskan ikatan di tangannya. Tetapi mana mungkin bisa. Felly hanya berusaha melonggarkan tangannya agar ikatannya bisa lepas.


" Lepaskan aku lepas!" teriak Felly dengan suara mengelegar dengan kepanikan pastinya yang tiba-tiba dia bangun dalam keadaan seperti itu.


Tiba-tiba pria tinggi dengan proporsi tubuh idela berdiri di depan Felly dengan ke-2 tangannya berada di dalam saku celanya.


Pria itu ternyata Aditya. Aditya menyunggingkan senyumnya saat kembali melihat wanita itu. Melihat wanita dengan wajahnya kepanikan dan pasti suaranya yang suka berteriak-teriak.


Dengan mudah dia memang mencari tahu keberadaan Felly. Pembelian rumah adalah cara Aditya untuk mengetahui keberadaan Felly dan memang Felly yang bodoh sampai tidak kepikiran dengan hal itu dan sembarangan memberitahukan di mana lokasinya.


Orang yang membuat Felly pingsan adalah suruhannya. Dia memang bisa melakukan apapun yang dia mau. Karena Felly merupakan asetnya. Jadi Felly tidak boleh lepas dari genggamannya.


Aditya berjongkok dan melihat wanita itu dengan intens. Matanya menelusuri wajah wanita itu yang harus di akuinya semakin cantik.


" Siapa kau lepaskan aku!" teriak Cherry saat bisa merasakan ada orang di depannya.

__ADS_1


" Lepaskan aku," teriak Felly lagi.


Aditya yang dengan wajahnya tersenyum kemenangan membuka penutup mata Felly hingga kain penutup itu lepas. Felly mengkerutkan Matanya saat sudah tidak ada penutup itu lagi.


Saat membuka matanya sempurna. Betapa terkejutnya Felly saat melihat orang yang di depannya. Adalah pria yang selama ini di hindarinya.


Jantungnya berdebar tidak beratun dengan penampakan itu. Sangat menakutkan. Memang lebih menakutkan dari hantu. Sampai Felly belum bisa bicara dan masih berharap dia mimpi.


" Bagaimana bisa dia ada di sini," batin Felly yang mulai ketakutan.


" Apa kabar?" tanya Aditya dengan suara dinginnya menatap Felly dengan sangat menusuk sampai keuluh hati Felly.


" Kau," lirih Felly dengan bibirnya bergetar.


" Jadi ini tempat persembunyianmu," sahut Aditya mendengus kasar melihat di sekelilingnya.


Tempat itu memang tidak ada orang. Di pinggir pantai di antara beberapa pepohonan yang rindang-rinsang.


" Kenapa kau tau aku bisa ada di sini?" tanya Felly dengan wajahnya yang masih schok.


" Karena kebodohanmu," jawab Aditya dengan santai.


" Kau memang sangat bodoh dan ceroboh. Tetapi itu menguntungkan untukku dengan begitu aku bisa bertemu dengan wanita yang melarikan hutang," jawab Aditya dengan sinis.


" Jangan bilang jika orang....," ucap Felly tidak melanjutkan kalimatnya.


Aditya tersenyum miring. Ketika Felly sudah menyadari jika dia sedang di tipu.


" Akhirnya kau sadar juga. Bahwa kau sangat ceroboh," sahut Aditya tertawa pelan. Sementara tangan Felly di belakang sana sudah mengepal kuat.


Bisa-bisanya dia khilaf dengan hal itu. Seharusnya dalam masa genting seperti itu. Felly tidak mempercayai sembarangan orang tetapi dengan mudahnya memberi alamatnya kepada wanita yang pasti orang suruhan Aditya.


" Jadi dia menipuku," batin Felly yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Tangannya di belakang sana hanya berusaha melepas ikatan itu. Agar bisa kabur sari Aditya.


" Kenapa kau diam?" tanya Aditya yang melihat Felly tanpa mengeluarkan kata-kata.


" Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan di sini. Pergi dari sini!" teriak Felly dengan keras.

__ADS_1


Akhirnya Felly kembali berteriak. Baru juga di katakan Aditya kenapa diam. Eh Felly sudah berteriak sekeras-kerasnya sambil terus berusaha melepas ikatan di belakang sana.


Bersambung...


__ADS_2