Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 123 pindah rumah.


__ADS_3

Setelah kepergian Aditya. Felly menyeka air matanya dengan ke-2 tangannya.


" Kau memang tidak akan pernah mengerti kepadaku. Karena kau memang sangat kejam. Kau hanya bisa memperlakukanku dengan sesukamu. Tanpa kau tau apa yang aku alami," batin Felly yang mengusap dadanya yang terasa sesak.


Dia sedikit lega karena bisa mengungkap kemarahannya. Walau tidak sepenuhnya. Tetapi paling tidak ada kelegaan di hatinya.


**********


Aditya sudah berada di dalam mobil duduk di kursi belakang dengan memijat kepalanya dengan tangan kirinya yang sikunya menganggap di pinggir jendela mobil.


Kata-kata Felly yang barusan teringat di dalam benaknya. Bahkan lintasan perlakuan orang-orang yang kejam itu teringat kembali. Mendengar teriakan sang kakak dan dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Air mata Aditya harus keluar dari pelupuk matanya dengan ingatan yang menghancurkan kakaknya. Secara tidak langsung apa yang di katakan Felly sudah membuatnya kembali kedalam masa yang kelam itu.


" Kau tidak tau Felly aku sudah merasakan itu," batin Aditya.


Tak.


Suara bukaan pintu mobil membuat Aditya kaget dan menyeka cepat air matanya. Yang ternyata Bion yang membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Felly masuk.


Felly mengangguk kepada Bion dan langsung masuk duduk di samping Aditya dengan jarak yang jauh. Mereka duduk di ujung-ujung sehingga di tengah terlihat kosong.


Setelah memastikan nyonya dan tuannya sudah masuk kedalam mobil. Bion dengan sedikit berlari langsung memasuki kursi pengemudi dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan santai.


Sepenjang perjalanan di dalam mobil tampak hening. Tidak Aditya tidak Felly mereka diam membisu. Sama-sama di ujung dan tanpa bergerak sedikitpun.


Kepala Felly terus melihat ke Luar jendela dengan wajahnya yang murung dan sendu. Dan Aditya juga seperti itu dia terus melihat kekirinya tanpa menoleh kearah Felly. Mereka tampak diam-diamman dan tidak ada bicara sama sekali.


Sepertinya pembahasan yang ada di rumah sakit tadi sudah selesai dan menjadi akhirnya.


Lama di perjalanan akhirnya mobil Aditya berhenti di pekarangan rumah mewah. Kepala Felly berkeliling melihat di mana iya berhenti dan kenapa berada di sana dan bukan di rumah Harison.


" Rumah siapa ini. Kenapa ku kemari," batin Felly kebingungan dengan keberadaannya. Sementara Aditya sudah membuka pintu mobil dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Felly.

__ADS_1


" Kemana dia, kenapa dia asal main pergi saja?" batin Felly kebingungan sampai tidak sadar pintu sudah di bukakan oleh Bion.


" Silahkan Bu," ucap Bion mempersilahkan. Felly mengangguk dan langsung keluar dari mobil. Dan Bion juga mempersilahkan Felly berjalan terlebih dahulu.


" Kamu saja duluan," ucap Felly yang dia juga tidak tau mau berjalan kemana karena tempat itu asing dan Aditya sama sekali sudah tidak kelihatan entah di mana.


" Baik Bu," jawab Bion yang melangkah duluan dan Felly mengikutinya. Sementara Aditya mungkin sudah pergi sampai ke dalam rumah mewah miliknya.


Benar saja dia sudah sampai dan sudah dibukakan pintu oleh wanita paruh baya yang sekitar berusia 50 tahunan. Wanita itu langsung menundukkan kepalanya.


" Layani dia dengan baik, aku mau istirahat," ucap Aditya memberi perintah.


" Baik tuan," jawab pelayan itu menundukkan kepalanya dan Aditya melewati wanita itu dan pergi.


Tidak berapa lama Felly dan dan Bion pun sampai. Felly semakin bingung saat melihat ada wanita yang sepertinya pernah di lihatnya. Iya salah satu pelayan di rumah kakek Harison.


" Mari Nona," ucap wanita itu mempersilahkan. Felly melihat kearah Bion yang juga mempersilahkan Felly masuk. Felly pun akhirnya melangkah dengan penuh keraguan.


Sementara Bion langsung pergi. Karena tugasnya sudah selesai. Saat sudah memasuki rumah itu. Kepala Felly berkeliling benar-benar heran dengan keberadaannya yang entah di mana.


" Mari nona," ucap Wanita itu lagi yang yang sudah melangkah terlebih dahulu


Dan Felly mengikuti wanita itu sampai menaiki anak tangga. Kepala Felly terus berkeliling melihat isi rumah tersebut. Bangunan rumah mewah dengan clasik Eropa. Perabotan yang pasti Felly tau itu sangat mahal.


Tetapi bukan masalah apa yang di dalam ruah dan setiap apa yang di lewatinya yang mencuri perhatiannya.


Tetapi Aditya yang tak kunjung di lihatnya. Dan pasti dia bertanya-tanya kemana Aditya. Lama bertanya-tanya akhirnya Felly tiba di depan sebuah kamar.


Wanita itu membukakan pintu dan mempersilahkan Felly masuk. Felly mengangguk dan langkahnya yang ragu pun akhirnya masuk. Lagi dan lagi Felly harus mengintai ruangan kamar yang besar itu bahkan lebih besar dari kamarnya yang ada di rumah Harison.


Kamar yang tempatnya berdiri itu. Terlihat sangat mewah. Tempat tidur yang bersize besar lemari yang mewah dan banyak lagi barang-barang mewah di kamar itu.


Lelah memikirkan keberadaannya dan melihat-lihat isi kamar itu Felly melanjutkan dengan duduk di pinggir ranjang yang empuk itu. Karena dia lelah kebanyakan berdiri.

__ADS_1


" Silahkan beristirahat nona, jika butuh sesuatu silahkan panggil saya," ucap wanita itu yang ingin melangkah pergi.


" Tunggu dulu!" ucap Felly menghentikan langkah wanita itu.


" Iya Nona kenapa?" tanya wanita itu membalikkan tubuhnya.


" Di mana ini dan kenapa aku harus di sini?" tanya Felly yang masih kebingungan dan memang harus menanyakan keadaannya.


" Nona berada di rumah tuan Aditya. Dan mulai sekarang nona akan tinggal di sini, semua pakaian non Felly sudah di pindahkan kedalam lemari. Jadi jika ada apa-apa silahkan panggil saya atau beberapa pelayan di rumah ini," jawab wanita itu dengan penjelasan.


" Apa aku akan tinggal di sini?" ucap Felly yang tidak percaya jika dia akan pindah.


" Benar nona," jawab pelayan itu.


" Lalu bagaimana dengan kakek Harison. Apa dia tau aku di sini?" tanya Felly.


" Tau nona tuan Aditya sudah membicarakannya dan tuan Harison menyetujuinya dan nona dan tuan Aditya akan tinggal di rumah ini selamanya," jelas wanita itu.


" Jadi kami benar-benar akan pindah," batin Felly yang merasa lega. Karena tidak 1 rumah dengan Damar dan Rebecca.


" Lalu di mana Aditya. Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Felly yang akhirnya kecarian juga dengan suaminya. Padahal belum sampai 1 jam dia tidak bersama Aditya.


" Tuan Aditya sedang beristirahat di kamarnya," jawab Pelayan tersebut. Mendengarnya Felly mengkerutkan dahinya.


" Istirahat di kamarnya," sahut Felly heran.


" Apa itu berarti kami akan tidur berpisah," batin Felly yang kelihatan gelisah.


" Kalau begitu silahkan beristirahat nona, saya permisi dulu," ucap wanita itu yang langsung pergi.


Setelah wanita itu tidak ada di kamarnya lagi. Felly berdiri menuju lemari dan melihat pakaiannya sudah tersusun rapi.


" Tidak ada satupun pakaiannya di sini," ucap Felly yang tampak lemah.

__ADS_1


" Apa itu berarti kami akan tidur di kamar masing-masing," ucap Felly dengan nada kecewa.


Bersambung......


__ADS_2