
Rumah sakit
Aditya berhasil membawa Felly ke rumah sakit dan Felly sekarang sedang di tangani beberapa Dokter. Kondisi Felly yang kritis membuat Aditya semakin panik.
Sudah 1 jam Aditya menunggu di depan ruang UGD. Sedari tadi Aditya mondar-mandir di depan pintu ruangan UGD. Dengan 1 tangannya di dadanya dan satu tangannya yang di kepal di letakkan di mulutnya.
Wajahnya terlihat begitu panik yang akan takut sesuatu pada Felly. Dia tidak bisa tenang sebelum tau keadaan Felly. Beberapa kali Aditya juga mengintip dari jendela yang berukuran kecil di depan pintu UGD untuk
melihat kondisi Felly.
Tetapi tetap Aditya tidak bisa melihat apa yang di lakukan Dokter kepada Felly. Melihat darah yang mengalir di paha Felly membuatnya berpikir yang tidak-tidak. Dan mungkin apa yang di pikirannya akan terjadi.
" Jangan sampai terjadi apa-apa kepadanya. Aku mohon selamatkan dia. Semua salahku. Aku mohon berikan dia keselamatan," ucapnya penuh ketakutan dengan bibirnya yang bergetar saat berbicara.
Aditya benar-benar gelisah dengan Dokter yang tidak kunjung keluar. Beberapa kali dia menghapus wajahnya kasar. Meremas rambutnya kuat. Karena benar-benar menyesal telah melakukan hal bodoh kepada Felly.
Wajahnya memang menunjukkan penyesalan yang besar dengan apa yang di lakukannya. Bahkan bola mata itu memerah dan bergenang. Menahan air mata yang tidak ingin di jatuhka nya.
Dia benar-benar menyadari kebodohannya. Karena marah dan emosi dan mungkin juga cemburu. Melampiaskan kepada Felly tanpa mencari tau dulu apa yang benar dan salah. Membuat Felly histeris ketakutan dan memaksa Felly untuk berhubungan intim sampai akhirnya Felly tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan.
Mulutnya terus komat-kamit meminta penyelamatan untuk Felly. Mungkin dia pasrah dengan kandungan Felly dan fokus pada keselamatan Felly.
Lama menunggu akhirnya Dokter Anggi Dokter kandungan Felly keluar dari ruangan UGD dan Aditya langsung menghampiri Dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Aditya panik.
" Bu Felly sudah melewati masa kritisnya," jawab Dokter.
Aditya membuang napas nya perlahan. Merasa lega dengan kondisi Felly yang ternyata sudah melewati masa kritisnya.
__ADS_1
" Apa yang terjadi kepadanya dan bagaimana janin yang ada di dalam kandungannya?" tanya Aditya. Merasa lega dengan kondisi Felly dan sekarang panik dengan kondisi anaknya. Walau dia sudah pasrah dengan hal itu.
" Bu Felly mengalami pendarahan ringan. untung saja Bu Felly cepat di bawa ke rumah sakit. Jadi kondisinya bisa di selamatkan. Jika tidak kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang mungkin juga dia akan kehilangan bayinya," jelas Dokter.
Aditya hanya menyimak dengan napasnya yang berat yang lega dengan istri dan anaknya benar-benar tidak terjadi apa-apa dan masih bisa di selamatkan.
" Pak Aditiya kondisi kandungan Bu Felly masih sangat muda dan itu sangat rentan. Jika hal tadi terulang lagi. Bukan hanya membahayakan bayi nya saja. Bapak bukan hanya kehilangan calon anak kalian. Tetapi juga bisa kehilangan ibunya," jelas Dokter memberikan peringatan kepada Aditya
Aditya kaget mendengarnya. Suara napasnya yang berat semakin terdengar jelas. Tidak percaya apa yang di lakukannya hampir membunuh anaknya dan juga istrinya.
Aditya mengusap wajahnya kasar tanpa iya sadari. Air matanya bahkan menetes dengan perkataan Dokter yang akibat ulahnya bisa menghilangkan nyawa 2 orang sekali gus.
" Saya minta kepada bapak untuk menjaga kandungannya. Kandungan yang usia sangat mudah itu sangat lemah. Jangan sampai bapak menyesal. Tolong perhatikan terus istri bapak. Ibu dan calon anak bapak. Karena tidak bisa di anggap main-main," ucap Dokter menegaskan.
" Iya Dok," jawab Aditya.
" Apa yang terjadi kepada Bu Felly tadi. Karena tekanan yang di rasakannya. Pikirannya yang berat dan ada trauma yang tiba-tiba timbul. Fikisnya sedang tidak baik. Jadi mohon untuk memberikannya ketengan dan di jauhkan dari hal-hal yang membuatnya gelisah dan takut. Kandungannya benar-benar sangat lemah," ucap Dokter lagi memberi saran.
" Jadikan apa yang terjadi tadi pada Bu Felly adalah pelajaran yang berharga dan semoga hal ini tidak terulang lagi, karena kita tidak tau apa kah Bu Felly akan kuat lagi," ucap Dokter memberi pesan pada Aditya.
" Bai Dok," jawab Aditya dengan suara lemas penuh penyesalan.
" Kalua begitu saya permisi dulu," ucap Dokter pamit.
" Iya, Dok. Makasih," ucap Aditya. Dokter mengangguk dan pergi.
Setelah kepergian Dokter Aditya langsung mengacak meremas rambutnya kuat dan langsung memukul dingding rumah sakit dengan tangannya yang mengepal. Aditya meluapkan kemarahannya pada dinding yang tidak tau apa-apa.
" Apa yang kau lakukan Aditya, kau hampir membunuhnya," ucap Aditya dengan menekan suaranya. Benar-benar tidak percaya dengan tindakannya.
__ADS_1
Aditya berlutut di lantai dengan mengacak rambutnya Frustasi. Baru benar-benar sangat menyesal dengan semua tindakannya.
" Ahhhhhh," teriaknya meluapkan kemarahannya. Tidak tak saja teriakannya mengganggu kenyamanan pasien.
**********
Aditya memasuki kamar mandi dan membasuh wajahnya sampai kerambutnya di wastafel. Aditya melihat wajahnya di cermin. Dia melihat di cermin bayangan bagaimana dia memperlakukan Felly.
Melihat Felly menangis, melihat Felly ketakutan berteriak histeris dan memohon ampun. Sampai melihat wanita itu benar-benar tidak sadarkan diri sampai melihat darah.
" Ahhhhhhhhh," teriak Aditya langsung meninju cermin.
Prang..
Cermin tidak hanya retak bahkan pecah dan terdapat Darah di cermin itu yang pasti berasal dari tangannya yang sudah luka parah dengan tetesan darah di lantai.
Luka yang di alaminya tidak separah luka yang di alami Felly. Aditya dengan sengaja mengembalikan traumanya. Merusak mentalnya dan membuatnya seperti orang gila histeris ketakutan. Bukannya berhenti malah melanjutkan seakan ingin memperkosa istrinya yang akhirnya Felly mengalami kritis. Akibat perbuatannya.
" Kau benar-benar berengsek Aditya. Kau sengaja membawa Felly kekamar itu. Kau tau dia tida bisa kemar itu. Tapi kau dengan bangganya membawanya. Hanya karena mengikuti nafsu bejat mu. Karena kemarahan mu dan memperlakukannya seperti binatang. Lihat ulah mu. Kau hampir membunuh anakmu dan juga ibu dari anak mu," ucap Aditya menyadari semua perbuatannya.
Dia menatap kebencian pada dirinya sendiri di depan cermin.
" Kau benar-benar biadap Aditya. Kau sangat sangat biadap. Kau melakukan hal itu. Tanpa kau tau apa yang terjadi. Kau tau dia hamil. Tapi kau mencoba mencelakainya. Kau tau dia takut dengan tempat itu. Tap kau membawanya. Kau sungguh bukan manusia. Kau melampiaskan kemarahanmu kepadanya. Tetapi kau tidak tau apa yang terjadi kepadanya," ucap Aditya yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Baru menyesal. Ketika Felly sudah mengalami hal itu. Dia hampir membuat nyawa Felly melayang dan juga bayinya.
Karena marah membuatnya tidak bisa berpikir dengan baik. Mungkin tadinya Aditya masih ingin menoleransi kejadian di kolam renang. Saat pulang dia juga tidak bertemu Bion. Jadi Aditya tidak mendapat keterangan apa-apa dari Bion.
Malah dia melihat istrinya bersama Pria lain dan semua yang di lihatnya benar-benar menutup mata hatinya dan tidak ingin mencari tau dan mendengarkan apa-apa dari Felly. Sampai akhirnya kejadian buruk menimpa Felly.
__ADS_1
Bersambung