Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 37 peringatan sang kakak


__ADS_3

" Ada apa kamu sampai kemari hujan-hujanan seperti ini dahi kamu juga kenapa?"'tanya Elia sambil melap rambut Aditya. Aditya tersenyum melihat kakanya.


" Hanya luka kecil," jawab Aditya.


" Dan kamu tidak akan datang. Jika hanya karena luka itu kan," ucap Elia.


" Hmmm, kakak benar. Aku ingin memberi tahu kepada kakak jika aku berhasil mengambil Proyek Damar dan membatalkan pernikahannya," jelas Aditya menyampaikan tujuannya datang menemui kakaknya.


Sebenarnya bukan itu yang membuatnya menemui kakaknya. Dia hanya membutuhkan kakanya menenagkan dirinya dan pikirannya yang sangat kacau. Kakaknya terus muncul di pikirannya. Membuatnya harus menemui sang kakak.


" Pernikahannya," sahut Elia. Aditya mengangguk.


" Efek dari batalnya pernikahan itu?" tanya Elia.


" Dia kehilangan banyak proyeknya. Sahamnya di perusahaan utama menurun drastis dan pasti Rebecca akan gila dengan hal itu," jawab Aditya.


" Begitu!" sahut Elia menanggapi biasa.


" Apa kakak bahagia mendengarnya?" tanya Aditya. Elia tersenyum


" Apapun itu jika demi keadilan untu ALM mama, kakak akan mendukung kamu," jawab Elia.


" Bukannya cuma mama. Tapi juga kakak," sahut Aditya dengan pandangan matanya yang sendu.


" Kakak tau Aditya. Kamu akan terus mengejar keadilan itu. Mengungkap kebenaran dan memberi pelajaran kepada orang-orang jahat itu. Tetapi kamu harus ingat. Kamu boleh membalaskan dendam kamu kepada orang-orang itu untuk keadilan kepada mama atau pun kakak,"


" Tetapi ingatlah Aditya jangan melibatkan orang lain yang membuat dia menderita. Apa lagi melibatkan seorang wanita. Kamu boleh balas dendam. Tetapi jangan memperalat seorang wanita. Kakak tidak ingin kamu menyakiti seorang wanita. Kamu harus mengetahui batasan kamu," ucap Elia mengingatkan membuat Aditya menelan salavinanya.


" Tetapi aku sudah melakukannya kak," batin Aditya yang tidak bisa menepati janjinya.


" Kamu mendengarkan kakak?" tanya Elia memastikan.


" Iya kak, aku tidak akan melibatkan siapapun apa lagi menyakiti wanita," ucap Aditya bohong. Padahal dengan entengnya dia melakukan hal itu kepada Felly.


" Kakak percaya sama kamu. Kamu tidak melakukan itu, karena kakak tau siapa adik kakak," ucap Elia. Aditya memeluk pinggang kakaknya.


" Aditya ingin tidur di sini!" ucap Aditya.


" Hmm, tidurlah," jawab Elia tersenyum.


" Jangan pernah tinggalkan Aditya," ucap Aditya. Elia tersenyum mendengarnya dan terus mengeringkan rambut sang adik.


" Kamu yang jangan pernah tinggalkan kakak," ucap Elia.

__ADS_1


Elia bertahan hidup hanya demi Aditya. Dia sangat tidak tidak tega melihat adiknya yang dulu masih kecil harus melihat hal yang tidak pantas dilihatnya.


Aditya yang masih kecil harus menyaksikan mamanya di siksa. Adiknya yang masih kecil berusaha mencari keadilan mengungkap kebenaran. Semua harus di jalani adiknya.


Dia hanya memiliki Aditya. Satu-satunya keluarganya yang membuatnya bertahan hidup sampai sekarang.


" Tidak akan pernah. Itu tidak akan terjadi," ucap Aditya mempererat pelukannya.


Tanpa Aditya sadari. Air mata Aditya menetes menetes kembali. Tidak tau kenapa perasaannya sampai seperti itu.


Entah karena merasa bersalah pada kakaknya yang telah membohongi kakaknya. Karena dia telah menyeret wanita kedalam masalahnya.


Bahkan menjadikan Felly sebagai alat balas dendamnya. Ya jika kakaknya mengetahui hal itu. Kakaknya pasti kecewa dengan perbuatannya.


Aditya sebenarnya adalah Pria yang sangat lemah. Dia hanya menjadi kuat. Apabila berhadapan dengan Damar, Rebecca dan orang-orang yang merupakan musuhnya.


Tetapi kakaknya membuatnya sangat lemah. Apa lagi kakaknya sering memperingatinya untuk tidak melewati batas dalam menjalankan misinya.


Tetapi Aditya justru melanggar hal itu. Dia bukan hanya memperkosa Felly. Tetapi akan terus menyeretnya kedalam masalahnya


**********


Felly dan keluarganya masih menunggu lampu operasi hijau. Setelah menunggu cukup lama. Akhirnya lampu operasi hijau dengan perasaan yang gelisah dan pasti banyak ketakutan.


Melihat lampu itu hijau. Felly langsung berdiri saat pintu operasi terbuka. Dan keluar seorang Dokter yang tampak lelah.


" Operasinya berhasil," jawab Dokter.


" Alhamdulillah," sahut mereka serentak mengucap syukur.


" Teriama kasih ya Allah," lirih Felly mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Andre langsung memeluk ke-2 adiknya.


" Akhirnya Agni bisa dengar suara mama lagi," ucap Agni yang sudah menangis tidak menyangka bisa berkumpul kembali bersama mamanya.


" Ibu Sabira akan segera di pindahkan keruang perawatan. Mungkin jika kondisinya terus membaik. 2 hari lagi ibu Sabira bisa pulang," ucap Dokter yang terus memberikan kabar bahagia itu.


" Iya Dok," sahut Andre.


" Baiklah! saya tinggal dulu," ucap Dokter pamit.


" Terima kasih Dok," sahut Wanti. Dokter tersenyum dan pergi melanjutkan langkahnya.


Wanti mengusap bahu ke- 3keponakannya itu. Dia tau keponakannya sangat bahagia dengan bangunnya sang kakak yang sudah lama koma.

__ADS_1


***********


Felly memasuki kamar mandi. Dengan terus membuang napasnya panjang. Felly mengeluarkan baju dari paper bag yang sedari tadi di pegangnya. Baju merah yang tadi di pakainya saat melacurkan dirinya.


Felly langsung membuang baju itu ke tong sampah. Matanya terus melihat pakaian yang sudah di dalam tong sampah itu. Felly menatap pakaian merah itu.


Mengingat penyesalan yang telah iya lakukan. Dia sangat menyesal dengan tindakannya. Bisa-bisanya dia melakukan hal itu. Hampir dia benar-benar akan menjadi seorang wanita malam.


" Aku memang bodoh," ucapnya mengutuk dirinya sendiri.


Felly ingin membuang paper bag tersebut. Tetapi merasa sangat berat. Felly mengurungkan niatnya.


Felly memasukkan tangannya dan merogoh isi di dalamnya. Felly mengeluarkan isininya. Terdapat beberapa obat luka yang di maksudkan kedalam kantung plastik.


Felly terdiam seraya melihat obat-obatan yang masih di dalam kantung plastik tersebut.


" Obat, apa ini juga pemberiannya," batin Felly dengan wajah kebingungan.


Merasa tidak mungkin jika Aditya memberikan itu kepadanya.


Memang benar selain memberikan pakaian ternyata Aditya juga menyuruh Bion membawakan beberapa obat untuk Felly.


Aditya jelas melihat luka pada wajah dan tangan Felly. Luka akibat perbuatan laki-laki hidung belang yang ingin menyetubuhi Felly.


Mungkin hal itu salah satunya membuat Aditya tidak melanjutkan untuk menyentuh wanita itu. Dia tidak tertarik untuk menikmati tubuh wanita yang penuh luka.


Dia hanya emosi dengan Felly yang benar-benar nekat menjual dirinya. Hanya demi uang.


Hal itu memang membuat Aditya murka. Seakan tidak rela jika ada yang menyentuh Felly. Menganggap jika Felly hanya miliknya.


Hal itu membuat tantangan bagi Aditya dan meluapkan dengan ingin kembali memaksa Felly melakukan hubungan tersebut. Tetapi dia harus menghentikan karena memiliki rasa simpatik sedikit.


Tetapi sepertinya Felly salah dengan kata-katanya untuk Aditya yang tidak memiliki hati. Hatinya seketika melemah dengan hal itu dan membebaskan Felly malam itu.


Felly yang masih berada di kamar mandi menarik kembali napasnya panjang. Melihat dirinya di cermin.


Dia melihat masih ada bekas luka di wajahnya. Dia memang tidak melihat obat itu sewaktu mengganti pakaian. Dia hanya mengambil buru-buru pakaian yang di dalam paper bag itu.


Lalu memasukkan pakaian nya yang awal tanpa melihat masih ada sesuatu di dalamnya atau tidak.


Felly pun mencuci wajahnya di wastafel. Mencoba menenangkan dirinya dengan apa yang beberapa saat lalu menimpa dirinya.


" Apa salahnya jika aku mengecek kerumah sakit dulu," gumanya menyesal karena langsung mengambil tindakan bodoh tanpa mengecek terlebih dahulu kerumah sakit.

__ADS_1


Masih syukur dia selamat malam ini. Operasi mamanya juga berjalan lancar. Ya paling tidak dia masih bisa mengucap syukur. Walau tau ini belum berakhir dan mungkin tidak akan pernah berakhir.


Bersambung.....


__ADS_2