Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 186 Barter.


__ADS_3

📞" Berani sekali kau menelponku," ucap Aditya dengan suaranya menekan yang terlihat benar-benar emosi dengan William yang mempermainkannya.


📞" Tidak ada alasan untukku tidak menelponmu bukannya kita memang harus saling menghubungi agar kita bisa berkomunikasi dan paling tidak kau mengetahui keadaan istrimu yang cantik ini," ucap William membuat Aditya melebarkan matanya saat William mengatakan tentang istri.


📞" Bagiamana apa kau sudah menerima foto yang aku kirim. Aku berbaik hati kepadamu. Sehingga mengabari keadaan istrimu," sahut William membuat Aditya benar-benar terkejut mata yang memerah dengan itu melihat ke lantai di mana foto Felly yang terpampang terlihat yang terikat.


Membuat debaran jantung Aditya berdetak tidak menentu seperti ketakutan menghampiri dirinya dengan perasaan yang tidak menentu dan pikirannya yang tidak bisa di ungkapkan nya. Yang pasti pikiran itu juga sudah kemana-mana.


📞" Kau terlihat terkejut Aditya," sahut William yang tampak bahagia dengan mempermainkan perasaan Aditya.


📞" Jadi kau yang berani menculiknya, di mana dia sekarang?" sahut Aditya dengan nada menekan membuat Pria menyunggingkan senyumannya.


📞" Kau benar-benar sangat pintar, kau langsung bisa menebaknya. Bagaimana apa pekerjaan anak buahku sangat bagus di bandingkan supirmu yang tidak bisa mengejar mobil yang ada istrimu," sahut William.


📞" Kau salah sudah menculiknya. Berani kau macam-macam kepadanya. Kau akan habis di tanganku," ucap Aditya dengan penuh ancaman.


📞" Macam-macam, ya jelas aku akan macam - Mac kepadanya. Apa kau takut aku mendengar suaramu sangat bergetar," sahut William dengan santai menanggapi Aditya yang pasti memang ketakutan.


📞" Hey, William apa kau sudah selesai bicara dengannya. Gantian biarkan aku yang bicara kepadanya," tiba-tiba terdengar suara Pria yang membuat Aditya mengenali suara itu.


📞" Baiklah, kalau yang bicara kepadanya," sahut William yang memberikan telponnya.


📞" Hallo Aditya, bagaimana kabarmu," sahut Pria itu dengan santai.


📞" Leon," ucap Aditya mengenal suara Leon.


📞" Wau, aku tidak percaya kau langsung mengenali suaraku. Aku terharu mendengarnya," sahut Leon.


📞" Jangan main-main denganku," sahut Aditya yang sudah mulai terpancing emosi


📞" Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu Aditya. Karena waktu itu kau tidak jadi memotong tanganku. Dengan begitu aku bisa membelai pipi istrimu yang cantik ini," ucap Leon dengan senyum nakal di wajahnya. Membuat semakin geram dengan matanya yang berkaca-kaca.

__ADS_1


📞" Berani kau menyentuhnya aku benar-benar akan membuat tanganmu terputus," sahut Aditya dengan penuh ancaman.


📞" Apa yang bisa kau lakukan. Saat aku akan benar-benar melakukannya. Apa kau ingin melihat aku melakukannya. Apa saat aku menyentuhnya aku harus membuat rekaman untukmu. Bagaimana aku membelai dan menikmati tubuhnya. Apa rasanya sama seperti gadis 17 tahun lalu. Kakak mu yang cantik itu," ucap Leon dengan seringai nakal di wajahnya.


📞" Leonnnnn," teriak Aditya dengan geram yang mungkin akan membunuh Leon jika ada di depannya dan Leon dan William di ujung sana menikmati kemarahan itu.


📞" Berani kau menyentuhnya sedikitpun. Aku tidak akan melepaskanmu," teriak Aditya.


📞


" ha-ha-ha-ha-ha," sahut Leon tertawa puas, " Sepertinya aku harus melakukannya dulu. Agar aku bisa melihat kira-kira apa yang akan kau lakukan kepadaku," sahut Leon yang terus memancing Aditya.


📞" Brengsek," bentak Aditya yang sudah kehabisan kesabaran. Sementara Laura dan Bion saling melihat yang pasti mereka penasaran dengan apa yang di bicarakan sampai Aditya semur ka itu.


📞" Baiklah Aditya cukup. Maaf jika membuatmu marah. Aku hanya bercanda," sahut Leon tiba-tiba.


📞" Katakan apa yang kau inginkan?" tanya Aditya yang sudah tidak punya cara lain selain bertanya apa yang inginkan Leon dan William yang pasti ada sesuatu hal yang besar sampai harus menculik Felly dan memberitahunya.


📞" Jawab bajingan sebelum aku membunuhmu," bentak Aditya.


📞" Santai bro, kau langsung sensitif. Langsung marah-marah aja," sahut Leon yang terus mempermainkan Aditya.


📞" Baiklah, kali ini kita akan bermain damai. Jika kau menginkan istrimu ini. Kau harus serahkan semua data-data hasil mutasi rekening dan semua dokumen yang kau punya mengenai perusahaan Layer yang akan kau serahkan pada Harison dan satu lagi kau harus menarik pengacaramu dalam penanganan kasus Anderson," jawab Leon yang melakukan barter dengan Aditya.


Aditya membuang napasnya pelan kedepan dengan kegelisahan di wajahnya mendengar pilihan yang tidak mungkin mengorbankan salah satunya


📞" Bagaimana Aditya kau mau melakukannya," sahut Leon dan Aditya masih diam dengan pilihan Leon.


📞" Begini Aditya. Aku akan memberikanmu sedikit masukan. Jika kau memberikan dokumen itu pada Harison. Mungkin aku William dan Rebecca juga anaknya akan selesai dan mungkin bisa bertukar posisi dengan Anderson yang akan keluar dari penjara. Ya dan kau juga mungkin bisa bertemu istrimu lagi. Bertemu dengan istrimu yang sudah kami nikmati berkali-kali. Tidak masalah masuk penjara tapi kami benar-benar bisa bersenang-senang dengan wanita ini atau mungkin bersenang-senang sampai dia mati dan kau hanya akan bertemu mayatnya," ucap Leon menjelaskan dengan penuh ancaman yang mengerikan.


Jelas ancaman itu membuat Aditya keringat dingin. Bahkan merapatkan giginya geram dengan Leon yang berniat macam-macam pada istrinya.

__ADS_1


📞" Aku hanya menyarankan mu Aditya. Pikirkan baik-baik," sahut Leon. Aditya menarik napasnya dengan panjang dan membuangnya perlahan. Lalu membuka kepalan tangannya dan mengepal kembali.


📞" Di mana kau. Aku akan menyerahkan apa yang kau inginkan," sahut Aditya dengan cepat mengambil keputusan tanpa berpikir apa-apa lagi. Leon terdengar mendengus


📞" Wau, kau sangat cepat mengambil keputusan yang sangat tepat itu," sahut Leon merasa menang.


📞" Katakan di mana kau," ucap Aditya menekan suaranya.


📞" Santai lah, Aditya jangan terburu-buru. Aku akan menyerahkan istrimu di saat aku sudah mendapat kabar bahwa pengacaramu itu sudah mengundurkan diri," sahut Leon yang tampaknya sangat pintar.


📞" Aku akan melakukannya. Jadi jangan berani kau macam-macam kepadanya," sahut Aditya yang tampaknya tidak peduli apa-apa lagi selain keselamatan Felly.


📞" Hmmm, baiklah Aditya. Aku ingin mendapatkan kabar itu dengan cepat. Setelah itu bawa dokumen itu dan istrimu akan aku serahkan," sahut Leon yang langsung mematikan telponnya.


tut-tut-tut-tut-tut.


" Leon, Leon!" panggil Aditya yang Leon mematikan telon secara sepihak.


" Sial," teriak Aditya yang langsung membanting ponselnya dan membuat semua orang tersentak kaget.


" Ahhhhh," Aditya meremas rambutnya kuat dengan gelisah, wajah dan mata yang memerah yang ternyata istrinya berada di tangan orang-orang yang ingin di hancurkannya. Aditya duduk di sofa dengan menunduk yang memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya dan mengusap wajahnya yang penuh kemarahan itu.


" Felly, maafkan aku," ucapnya meneteskan air matanya.


" Kami menemukan lokasinya," sahut Laura yang ternyata langsung bergerak. Aditya langsung mengangkat kepalanya.


" Siap kan semua orang jangan sampai ada yang tau kita bergerak dan kamu Bion kekantor polisi dan urus masalah kasus itu dan kau tau apa yang harus kau lakukan dan Laura kau kelokasi itu dengan beberapa orang dan yang lainnya ikut denganku," perintah Aditya yang langsung bergerak dengan cepat.


" Baiklah!" sahut semuanya dengan serentak


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2