Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 132 Hampir saja.


__ADS_3

Pagi hari Felly sudah bangun dari tidurnya dan pagi ini. Felly sibuk di dapur dan tidak tau apa yang di kerjakannya. Begitulah kalau rumah sendiri. Dia bisa melakukan apapun sesukanya.


" Non Felly ngapain?" tanya Bi Warmi yang heran melihat Felly memasak.


" Aku lagi buat sarapan, buat Aditya," jawab Felly.


" Tapi biar saya saja non," ucap Bibi yang ingin mengambil alih pekerjaan Felly.


" Tidak usah. Aku bisa sendiri. Lagi pula hanya memasak nasi goreng. Tidak akan ada yang sulit," ucap Felly yang tidak ingin di bantu.


Dia memang tiba-tiba saja rajin. Lagi pula semenjak menikah Felly tidak pernah kedapur. Karena maklum selama tinggal di rumah Harison dia tidak bisa banyak bergerak. Jadi sekarang deh. Dia merajalela di dapur dan sudah seperti dapurnya sendiri.


" Sudah sana bibi ngerjain yang lain saja. Biar saya yang ngerjain semuanya. Lagian sudah mau selesai juga," ucap Felly terus mengaduk-aduk nasi goreng yang di masaknya.


" Baiklah non jika memang begitu," ucap Bibi yang ragu untuk meninggalkan Felly. Tuannya berpesan agar menjaga istrinya. Jadi Bibi sangat khawatir. Jika terjadi sesuatu pada Felly.


Akhirnya dengan cepat Felly selesai memasak. Felly memindahkan kepiring.


" Hmmmmmm," ucapnya menghirup aroma nasi goreng buatannya yang mengunggah selera.


" Kenapa dia belum turun juga ya," ucap Felly yang melihat jam yang menggantung di dingding yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


" Apa dia belum bangun," ucap Felly menebak-nebak


" Biar aku lihat saja dulu. Siapa tau dia memegang belum bangun," ucap Felly yang akhirnya melihat kekamar Aditya. Dia ingin memastikan suaminya sudah bangun atau tidak.


Felly menaiki anak tangga menuju kekamar Aditya. Felly berdiri di depan kamar Aditya dan ingin mengutuk tetapi tidak jadi.


" Dia sudah bangun apa belum sih. Kalau aku ketuk, itu berarti aku memang sengaja untuk membangunkannya. Nanti dia akan berpikiran yang aneh-aneh lagi kepadaku," gerutu Felly yang ragu untuk mengetuk pintu.


Felly yang penasaran menempelkan telinganya di daun pintu. Dia ingin mendengarkan apa ada aktivitas di dalam. Jika ada pasti Aditya sudah bangun. Tetapi jika tidak berarti suaminya itu belum bangun.


" Kenapa sepi seperti tidak ada apa-apa, masa iya dia belum bangun. Biasanya juga cepat bangun. Ini tidak sama sekali. Padahal kan sudah siang," Felly terus bergerutu dengan terus mendengarkan. Tetapi tidak ada suara sama sekali.


Di tengah kesibukan Felly yang berusaha mendengarkan suara dari dalam, tiba-tiba saja pintu tertarik dari dalam.


Dan Felly yang benar-benar menempel di pintu kaget dan hampir saja jatuh kalau tidak ada dada bidang Aditya sampai wajahnya yang sebelah tadi di tempelkan di pintu berpindah ke dada bidang itu.


Felly yang kaget dengan melebarkan dadanya setelah menyadari kebodohannya. Felly langsung menjauh dari Aditya.

__ADS_1


" Kau ngapain?" tanya Aditya heran.


" Ha, itu aku, aku mau," ucap Felly gugup. Aditya menaikkan 1 alisnya menunggu jawaban Felly yang membingungkan.


" Aku mau masuk kamar," jawab Felly cepat. Aditya semakin heran mendengarnya. " Kamu kok ada di kamarku," lanjut Felly lagi.


" Apa katamu, kamar mu," sahut Aditya.


" Ini kamarku, bukan," sahut Felly yang terlihat pura-pura bodoh.


" Kamarmu di samping bukan di sini," sahut Aditya menegaskan.


" Benarkah!" ucap Felly menoleh kesamping dan semakin memperlihatkan kebodohannya.


" Ya ampun benar, aku salah masuk kamar. Ya sudah kalau begitu, aku kekamarku dulu," ucap Felly yang langsung pergi.


" Ada-ada saja," ucap Aditya geleng-geleng heran dengan Felly.


Felly dengan cepat memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan cepat. Felly menayandarkan punggungnya di depan pintu. Dengan menarik napasnya panjang dan langsung membuangnya perlahan kedepan.


" Untung saja aku tidak ketahuan," ucap Felly memegang dadanya dengan napasnya yang naik turun.


" Lagian kenapa tidak ada suara sama sekali. Jadi mana aku tau kalau pintunya terbuka tiba-tiba. Untung saja aku punya alsan. Jika tidak dia berpikiran jika aku benar-benar perhatian kepadanya.. Ahhhhh, jangan sampai dia memikirkan hal itu," Felly terus merosoc dengan napasnya belum stabil.


***********


Setelah mandi dan beres-beres kamarnya. Felly keluar dari kamarnya dan kembali menuruni anak tangga. Felly langsung menuju dapur. Saat kakinya sampai di meja makan. Felly melihat nasi goreng yang tadi di buatnya masih utuh dan sama sekali seperti tidak di sentuh.


" Apa dia tidak memakannya," ucap Felly bertanya-tanya.


" Bi!" panggil Felly ketika melihat salah satu pelayan.


" Iya nona, ada yang bisa di bantu?" tanya pelayan itu.


" Aditya sudah berangkat kerja?" tanya Felly.


" Sudah nona," jawab pelayan itu.


" Lalu apa dia tidak sarapan?" tanya Felly.

__ADS_1


" Tidak nona. Tuan Aditya. Begitu keluar dari kamar langsung berangkat kerja," jawab pelayan. Wajah Felly langsung berubah jadi masam.


" Kenapa dia tidak sarapan. Biasanya juga dia selalu sarapan. Kalau di rumah kakek. Padahal ada Tante Rebecca lagi. Lalu ini kenapa tidak sarapan. Apa karena aku yang masak. Jadi di tidak ingin memakannya," ucap Felly di dalam hatinya yang tampak kecewa si paginya yang tadi begitu semangat. Karena Aditya yang tidak memakan sarapannya.


" Non Felly," tegur pelayan yang lain yang membuat Felly kaget.


" Ha iya kenapa?" tanya Felly gugup.


" Ada tamu di depan untuk non Felly," jawab pelayan itu.


" Tamu," sahut Felly mengkerutkan dahinya.


" Benar, non," jawab pelayan itu.


" Siapa," gumam Felly heran. Siapa pula tamu yang ingin menemuinya.


" Ya sudah, saya lihat dulu," ucap Felly yang langsung pergi. 2 pelayan itu menundukkan kepala saat majikan mereka melewati mereka.


Felly pun langsung keruang tamu dan melihat seorang pria yang duduk yang membelakanginya.


" Mas Andre," ucap Felly yang sudah mengenali Pria itu. Andre berdiri dan membalikkan tubuhnya. Ketika sang adik sudah datang. Wajah Felly yang tadi masam. Menjadi ceria dan berlari kecil untuk memeluk sang kakak.


" Heyyy pelan," ucap Andre yang takut dengan tingkah adiknya.


" Felly kangen sama kakak," ucap Felly yang sudah di pelukan sang kakak dan memeluknya erat.


" Kangen-kangen sih kangen.Tapi pelan-pelan. Bagaimana kalau keponakanku nanti kenapa-kenapa," ucap Andre yang langsung bawel.


Pasti mamanya memang sudah memberitahunya. Jika dia sedang hamil. Felly yang tersenyum sedari tadi melepas pelukan itu.


" Kakak tau dari mana kalau Felly tinggal di sini?" tanya Andre.


" Dari Aditya," jawab Andre.


" Aditya," sahut Felly heran.


" Hmmmm, suami kamu. Tadi setelah habis dari kantor polisi dan kebetulan ketemu juga sama Aditya. Kakak langsung kemari," ucap Andre. Wajah Felly malah semakin bingung.


" Kantor polisi kakak ngapain di kantor polisi?" tanya Felly heran.

__ADS_1


" Ya ngurus kasus papa lah, ngapain lagi. Kakak sudah bolak balik ke Jakarta untuk ngurus kasus papa dan baru bisa ketemu sama kamu," jawab Andre membuat Felly semakin bingung.


Bersambung


__ADS_2