Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 293 Berbaikan.


__ADS_3

Laura dan Damar berada di atas sofa yang berbaring di mana Damar memeluk Laura dengan erat yang kepala Laura berada di dada bidang Damar. Setelah berciuman pasangan itu saling menenangkan diri dengan perasaan mereka masing-masing. Sekalian melepas rindu dengan berpelukan erat.


Laura sudah berhenti menagis. Air matanya memang akhirnya habis seharian yang menangis karena Damar dan Damar juga lagi-lagi akan menangis hanya demi wanita. Masalah cinta dia memang sangat lemah.


Tidak henti-hentinya dia memeluk Laura dengan beberapa kali mencium pucuk kepala Laura lembut. Tangannya juga memegang perut Laura yang ada janin kecil di dalam sana.


" Maafkan aku Laura," lirih Damar yang sedari tadi tidak henti-hentinya meminta maaf.


" Aku sudah memaafkanmu Damar, jangan mengatakan hal itu lagi," sahut Laura.


Damar perlahan duduk yang juga membantu Laura duduk damar dan Laura kini saling berhadapan. Damar meraih tangan Laura dan meletakkannya di dadanya.


" Kamu taukan apa yang aku rasakan?" tanya Damar dengan suara seraknya yang menatap dalam-dalam Laura.


" Aku tau, aku tau tau semua isi hatimu," ucap Damar.


Damar mengusap pipi Laura dan mencium kening Laura dengan lembut membuat Laura meneteskan air matanya kembali.


" Jangan menagis lagi. Aku tidak ingin air matamu jatuh karena aku," ucap Damar.


" Semua sudah terlanjur. Memang hanya kamu satu-satunya pria yang membuatku menagis," ucap Laura.


" Aku tidak akan membuatmu menagis lagi," ucap Damar.


" Apa itu artinya kamu akan memilihku?" tanya Laura ingin kepastian.


" Aku tidak pernah tidak memilihmu. Aku selalu memilihmu. Hanya caraku salah," sahut Damar.


" Kalau begitu tetap bersamaku. Jangan kemana-mana. Aku tidak ingin kamu kenapa-napa," ucap Laura.


" Iya, aku akan tetap bersamamu sampai kapanpun. Aku sangat mencintaimu," ucap Damar dengan tulus yang membuat Laura merasa lega.


" Tapi Laura. aku menyelesaikan ini. Setelah semuanya selesai aku akan menyerahkan diriku kekantor Polisi. Aku akan bertanggung jawab semua kesalahan yang sudah aku lakukan," ucap Damar.


" Apa maksud kamu dengan penyelesaian. Apa kamu mau bilang. Kalau kamu akan ikut kembali untuk menyerang Aditya?" tanya Laura dengan penuh ke khawatiran.


" Damar aku mohon jangan lakukan itu. Bukannya kamu sudah berjanji padaku. Untuk tidak melakukan hal itu. Aku tidak mau Damar kamu menjadi penjahat," ucap Laura dengan penuh khawatir.

__ADS_1


" Tidak Laura. Aku tidak akan melakukan iti. Aku akan membawa mama kembali ke kantor polisi. Aku salah sudah membebaskannya. Aku mengira mama akan berubah dan akan pergi jauh. Aku hanya berusaha untuk menyelamatkan mama dari kemarahan papa. Tapi aku tidak tau. Kalau pada akhirnya mama malah ingin melenyapkan Aditya yang lainnya dan aku ternyata tetap tidak bisa menghalangi mama. Jadi aku akan mengembalikan mama pada tempatnya," ucap Damar menjelaskan pada Laura.


" Kalau begitu aku ikut. Maka akan lebih cepat selesainya. Kita juga ajak Aditya dan yang lainnya. Maka masalahnya akan cepat selesai," ucap Laura yang mengambil tindakan.


" Jangan Laura. Kamu tidak boleh kemana-mana. Kamu harus di harus tetap di sini. Kamu harus jaga anak kita. Aku tidak ingin anak kita kenapa-kenapa," ucap Damar yang tangannya sekarang berada di perut Laura.


Mendengar kata anak membuat Laura begitu tersentuh. Dan kembali meneteskan air mata.


" Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kenapa-kenapa. Biarkan aku menyelesaikan semuanya dan aku pasti kembali. Aku akan mempertanggung jawabkan apa yang aku lakukan. Aku akan menerima hukuman apapun itu dan yang paling terpenting aku akan bertanggung jawab untuk kamu dan juga janin ini," ucap Damar dengan tulus.


" Kamu mempercayaiku kan?" tanya Damar. Laura mengangguk.


" Aku mempercayai mu, sejak dulu aku tau siapa kamu dan aku tidak perlu alasan untuk tidak mempercayaimu. Damar aku akan menunggumu. Asalkan kamu berjanji akan kembali. Maka aku akan tetap setia menunggumu. Aku tidak peduli dengan apapun itu," ucap Laura. Damar tersenyum mendengarnya dan kembali memeluk Laura dengan erat.


" Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan wanita sepertimu. Aku sangat bahagia Laura," ucap Damar.


" Aku juga. Terima kasih Damar kamu sudah memilihku. Aku sangat mencintaimu," ucap Laura.


" Aku juga mencintaimu," sahut Damar yang memeluk erat Laura.


Tapi apa daya dia tidak bisa menyelamatkan mamanya sama sekali. Karena kalau seseorang yang sudah menjadi iblis. Akan tetap menjadi iblis sampai kapanpun.


*************


Damar pun akhirnya pergi ke tempat Rebecca di mana dia meninggalkan Rebecca tadi. Damar yang memang memiliki rencana untuk mengelabui Rebecca dan membuat Rebecca kembali masuk buih.


Namun begitu Damar sampai. Mamanya sama sekali tidak di temukan di sana. Tempat itu kosong.


" Mama, di mana mama," ucap Damar kebingungan dengan mengusap wajahnya kasar yang tidak menemukan sang mama.


" Gawat jika mama sampai pergi. Semuanya bisa berantakan," ucap Damar yang langsung kepanikan. Di tengah kepanikannya tiba-tiba pistol berada di kepala Damar.


Damar tersentak kaget dan perlahan langsung membalikkan tubuhnya yang ternyata sang mamanya yang menodongkan pistol kepadanya.


" Mama," lirih Damar.


" Apa yang kamu lakukan hah. Kamu memukulku dan membebaskan wanita itu. Anak kurang ajar," geram Rebecca, " apa kamu melakukan itu. Karena dia mengandung anakmu. Kamu membawanya pergi. Karena ada anakmu iya?" tanya Rebecca.

__ADS_1


" Aku tidak mungkin membiarkan mama membunuh Laura. Bukan hanya karena Laura mengandung anakku. Tapi aku juga mencintainya dan aku tidak akan membiarkan siapapun termasuk mama untuk menyakitinya," ucap Damar menegaskan.


" Apa cinta, ha-ha-ha-ha-ha," sahut Rebecca tertawa terbahak-bahak.


" Cinta katamu. Damar manusia bodoh. Kamu bilang cinta. Wanita itu yang sudah mengacaukan semuanya dan kamu masih bisa mengatakan cinta. Seharusnya kamu sadar. Jika kamu di manfaatkan oleh wanita itu!" tegas Rebecca dengan matanya yang melotot.


" Mama tertawa seperti ini. Karena mama tidak merasakan yang namanya cinta," sahut Damar yang membuat Rebecca kaget mendengarnya dan semakin emosi yang di ajari seorang bocah.


" Mama tidak pernah jatuh cinta. Mama hanya tau cara merusak orang yang saling mencintai. Jadi mama tidak akan mengerti apa yang Damar rasakan. Karena cinta mama selama ini. Hanya cinta kekuasaan," ucap Damar to the point.


" Anak kurang ajar!" geram Rebecca yang menarik pelatuk pistolnya yang ingin menembak Damar.


" Mama akan membunuhku?" tanya Damar dengan tenang.


" Jika kamu menghalangiku. Maka lebih baik aku membunuhmu!" tegas Rebecca.


" Setelah kamu mati, aku akan membunuh Laura wanita yang kau katakan yang kau cintai itu. Bukan hanya Laura. Aku juga akan membunuh Aditya, istrinya yang sok tau itu. Elia wanita tidak berguna itu. Harison kakek tua itu dan pasti Baskoro pria biadap itu," ucap Rebecca yang sudah mempunyai jadwal padat untuk membunuh siapa-siapa saja yang sudah di rencanakan nya.


" Apa maksud mama. Mama juga ingin membunuh kakek dan papa. Apa yang mama bicarakan," sahut Damar yang terlihat khawatir.


" Kenapa bukannya kamu membebaskanku. Karena kamu takut papa tercinta mu itu akan membunuhku. Jadi aku harus membunuhnya. Sebelum dia membunuhku," ucap Rebecca dengan menginginkan senyumnya.


" Tidak ma, aku tidak akan membiarkan mama melakukan itu," sahut Damar.


" Kamu pikir kamu sudah paling hebat untuk bisa mencegahku. Makanya aku harus menyinggirkan anak bodoh seperti mu dulu. Kamu selama ini tidak bisa membuatku senang. Aku hanya capek melahirkan mu, membesarkanmu. Tapi kamu sangat tidak berguna. Kamu selalu kalah dari Aditya. Kamu tidak bisa menguasai semua kekayaan Harison. Kamu itu pria bodoh yang jatuh cinta pada gadis miskin seperti Felly dan sekarang lagi-lagi dan lagi kamu juga bodoh yang terjerumus dalam cinta. Jadi dari pada kamu hanya menjadi beban. Aku lebih baikmu membunuhmu," ucap Rebecca yang menghina Damar, membandingkan Damar dengan Aditya, mengancamnya. Damar layaknya bukan sebagai seorang anak.


" Mama adalah orang yang nekat. Aku tidak akan mati di tangannya. Jika itu terjadi semua rencanaku bisa berantakan dan banyak kemungkinan mama juga pasti akan membunuh Laura. Tidak aku tidak bisa membiarkan semua itu," batin Damar mulai panik.


" Apa kau sudah siap mati Damar?" tanya Rebecca.


" Aku adalah anakmu. Apa kamu akan sanggup membunuhku," ucap Damar.


" Seperti yang aku katakan. Aku tidak peduli dengan semua itu. Jika kamu tidak bisa apa-apa dan hanya menyusahkanku. Maka jalan terbaik adalah kematianmu!" tegas Rebecca dengan enteng.


Rebecca memang gelap mata. Sampai sanggup membunuh anaknya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2