
" Sayang!" panggil Felly yang keluar dari kamar dengan kakinya yang mengesot dan tangannya yang memegang pinggangnya yang terasa begitu sakit.
" Sayang!" panggil Felly lagi yang mencari suaminya yang tidak kunjung di temukannya. Felly berjalan dengan memegang tembok sebagai alat berjalan. Karena dia memang tidak bisa berpegang tangan kalau tidak berjalan.
" Sayang! panggil Felly lagi. Namun tidak ada yang mendengarnya. Entah di manapun Aditya berada.
Brukkk.
Tiba-tiba Felly yang begitu kesakitan langsung terjatuh terbaring miring di lantai. Matanya memandang rabun dan membuat Felly memejamkan matanya perlahan. Di mana Felly langsung tidak sadarkan diri.
Elia menaiki anak tangga dan dengan membawa segelas susu yang sepertinya untuk adik iparnya itu. Saat tiba di dekat kamar Felly. Betapa terkejutnya Elia yang melihat Felly yang tergelatak di lantai dan bahkan terdapat darah cairan yang mengalir di lantai.
Pranggg.
Gelas yang di pegang Elia langsung terjatuh dan memperdengarkan suara bunyi yang begitu keras.
" Felly!" teriak Elia yang langsung menghampiri Felly berjongkok di dekat Felly. Melihat wajah Felly yang sudah pucat.
" Felly bangun! kamu kenapa, bangun Felly!" panggil Elia yang panik melihat Felly yang tidak sadarkan diri.
" Felly! Felly! Aditya tolong Felly. Aditya, Laura. Felly jatuh," teriak Elia memanggil orang-orang yang ada di rumah itu untuk melihat kondisi Felly yang sudah terkapar dan tidak tau seperti apa.
" Aditya! Aditya!" panggil Elia dengan berteriak-teriak. Dan setelah berteriak dengan suara yang keras. Akhirnya Aditya pun datang. Aditya langsung schok begitu melihat istrinya yang sudah tidak sadarkan diri.
" Kak Elia!" tegur Aditya.
" Apa yang terjadi padanya?" tanya Aditya dengan wajah terkejutnya yang memegang pipi istrinya..
" Kakak tidak tau, tiba-tiba saja Felly seperti ini," jawab Elia apa adanya yang memang tidak tau apa yang terjadi pada adik iparnya.
Tanpa menunggu lama Aditya pun akhirnya menggendong Felly, ala bridal style, meski hamil 9 bulan. Rasa berat tidak di rasakan Aditya. Mungkin karena Aditya begitu panik sampai tidak terasa apapun.
Aditya langsung membawa istrinya ke rumah sakit untuk di tangani Dokter. Begitu sampai di rumah sakit. Felly berada di ruang ICU. Aditya dan Elia menunggu di luar dengan wajah mereka berdua yang sama-sama panik.
Tidak lama Dokter keluar dari ruang ICU dan Aditya yang begitu khawatir langsung menghampiri Dokter.
__ADS_1
" Bagaimana istri saya Dok?" tanya Aditya dengan cemas.
" Bu Felly akan segera melahirkan. Ketubannya sudah pecah," jawab Dokter.
" Apa kondisinya tidak berbahaya melahirkan dalam keadaan seperti itu?" tanya Aditya semakin panik.
" Tidak pak Aditya. Bu Felly juga sudah siuman. Dan Bu Felly juga sudah kontraksi..Ini waktunya Bu Felly untuk melahirkan," jelas Dokter dengan tenang.
" Alhamdulillah, jika Felly tidak apa-apa," sahut Elia merasa lega.
" Kalau begitu saya tinggal dulu. Kami akan memindahkan Bu Felly ke ruang persalinan," ucap Dokter.
" Apa saya boleh menemani istri saya untuk proses melahirkan?" tanya Aditya.
" Iya Pak Aditya di perbolehkan asam memenuhi prosedur yang ada dan hanya boleh satu orang saja yang menemani pasien," sahut Dokter menegaskan.
" Baik Dok," sahut Aditya merasa lega yang bisa menemani istrinya melahirkan. Karena itu memang keinginan Felly. Ada suaminya di sampingnya saat dia lahiran nanti.
" Kalau begitu saya permisi!" ucap Dokter pamit.
" Ya sudah Aditya, kamu masuk temani Felly. Dia pasti butuh kamu di sisinya. Kamu berikan dia kekuatan. Kakak akan telpon keluarga Felly, kakek dan juga yang lainnya," ucap Elia.
" Iya kak, kalau begitu aku masuk dulu," ucap Aditya yang memang tergesa-gesa untuk minat ke adaan istrinya. Elia hanya mengangguk dengan kepergian Aditya yang langsung cepat.
Dan Elia pun tidak membuang-buang waktu. Elia langsung mengambil handphonenya untuk menghubungi keluarga Felly dan yang lainnya agar datang kerumah sakit.
***********
Setelah beberapa jam, akhirnya keluarga Felly, Anderson, Sabila, Aqni, Andre datang tepat waktu. Lusi dan Laura juga ada di sana dan pasti Harison juga hadir tepat waktu yang mana mereka semua menunggu di depan ruang persalinan.
Wajah orang-orang yang menunggu itu terlihat tegang. Mereka pasti sangat mengkhawatirkan kondisi Felly. Seharusnya Felly melahirkan 2 Minggu lagi. Namun prediksi Dokter salah dan melahirkan hari ini.
Di ruang persalinan sudah ada 2 Dokter wanita dan berapa suster. Aditya juga ada di sana yang berdiri di samping Felly di bagian kepala Felly.
Di mana Felly sedari tadi tidak henti-hentinya mengeden untuk mempermudah lahirannya. Tangannya juga begitu erat memegang tangan suaminya.
__ADS_1
" Aaaaaa," teriak Felly dengan mengangkat kepalanya dengan wajahnya yang sudah berkeringat.
" Sayang kamu tenang ya," ucap Aditya yang sangat tidak tega dengan Felly. Dia hanya memberikan kekuatan pada istrinya dengan ada di sisinya.
" Bu Felly, tarik napas dalam-dalam, dan keluarkan perlahan," ucap Dokter yang memberi arahan pada Felly.
Felly yang terlihat begitu lelah sudah beberapa kali melakukan arahan yang di perintahkan Dokter, berteriak kencang.
" Aaaaaaaa," teriak Felly lagi dengan napasnya yang tersenggal-senggal.
" Sabar ya sayang, kamu harus kuat," bisik Aditya di telinga istrinya dengan Aditya mengusap-usap pucuk kepala Felly. Felly melihat ke arah Aditya. Felly mengangguk dengan air matanya yang menetes.
" Ayo Bu Felly, lakukan lagi!" perintah Dokter lagi.
" Aaaaaaa!" teriak Felly dengan memegang kuat tangan Aditya.
Owe owe owe owe owe owe owe
Suara tangis bayi yang udah itu pun akhirnya terdengar. Napas Felly tersenggal-senggal yang merasa lega dengan mendengar suara tangis itu.
" Sayang anak kita lahir!" ucap Aditya mencium kening istrinya yang terharu dengan kelahiran di buah hati. Aditya bahkan meneteskan air mata Attas hadirnya anak pertama mereka.
Aditya dan Felly sama-sama melihat bayi yang tanpa pakaian itu yang di pegang Dokter. Dokter berjalan menghampiri Felly dan langsung meletakkan di dada Felly dengan telengkup. Suara tangis itu hilang ketika merasa tenang berada di dada sang mama.
" Terima kasih sayang sudah hadir untuk mama dan papa," ucap Felly yang begitu terharu sampai air matanya tidak henti-hentinya keluar.
Aditya juga beberapa kali mencium kening istrinya yang tidak menyangka jika dia sudah menjadi seorang ayah.
" Terima kasih sudah memberikan kebahagian kepadaku Felly," ucap Aditya. Felly menganggukkan matanya.
Sementara di luar ruangan ICU, mereka yang mendengar suara tangisan bayi-bayi sama-sama tersenyum dengan terharu yang akhirnya hadirnya kebahagian baru di rumah itu.
" Alhamdulillah ya Allah engkau berikan kelancaran untuk lahiran buah hatiku," ucap Sabila yang tidak henti-hentinya bersyukur.
Harison juga terlihat begitu bahagia yang tidak menyangka jika cucunya itu sudah memiliki seorang anak.
__ADS_1
Bersambung