
Pagi hari tiba. Sinar matahari masuk kedalam kamar Felly. Felly yang masih tertidur mengerjapkan matanya, karena terganggu dengan sinar matahari yang sangat menusuk matanya.
Mata itu terbuka perlahan. Felly menoleh ke sampingnya dan tidak ada Aditya di sampingnya. Felly mencoba untuk duduk dan mengambil ponselnya melihat sudah pukul 8.
" Aku sampai kesiangan," ucapnya mengusap wajahnya.
" Di mana Aditya. Apa dia sudah pergi. Lalu kenapa dia meninggalkanku. Bukannya dia tau rumah ini bahaya untukku. Tetapi dia malah pergi," batin Felly dengan hatinya yang tidak tebang.
Felly menyibak selimutnya dan langsung berdiri.
tok-tok-tok-tok. Ketukan pintu membuat Felly menoleh ke arah pintu.
" Siapa?" tanya Felly dari dalam yang tidak mau membuka pintu kamarnya sembarangan.
" Saya nyonya," sahut suara pelayan. Felly pun melangkah mendekati pintu dan memegang gagang pintu. Lalu membuka pintu. Ternyata memang benar pelayan dengan seragam khas pelayan di rumah itu datang dengan membawa nampan.
" Sarapannya nona," ucap pelayan itu dengan ramah.
" Masuklah!" ucap Felly. Pelayan itu mengangguk dan akhirnya memasuki kamar Felly. Pelayan itu meletakkan nampan yang di bawanya di atas meja.
" Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?" tanya Felly tiba-tiba.
" 10 tahun nona," jawab pelayan itu.
" Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ucap Felly.
" Apa nona?" tanya pelayan itu.
" Di mana kamar ibunya Aditya?" tanya Felly. Pelayan itu diam dan tidak menjawab sama sekali.
" Kenapa dia langsung diam. Tidak mungkin jika dia tidak tau. Lalu kenapa dia diam saja," batin Felly merasakan ada yang aneh.
" Aku bertanya pada Aditya. Tetapi dia mengatakan jika aku ingin kesana tanyakan saja pada pelayan yang sudah bekerja lama. Pasti mereka tau di mana kamar itu," ucap Felly bohong. Tidak tau apa yang di pikirkannya. Dia ingin saja memasuki kamar wanita yang sudah meninggal itu.
" Ya sudah, kalau kamu tidak tau. Aku akan coba tanya Aditya saja. Yang jelas aku sudah tanyakan pada kamu. Dan kalau Aditya marah itu berati bukan salahku. Karena aku sudah menayakannya kepadamu," ucap Felly seakan membuat pelayan itu takut. Karena pelayan itu sedari tadi hanya menunduk saja.
" Maaf nona, saya tidak bermaksud untuk menjawab. Karena biasanya tuan Aditya akan marah. Kalau ada yang datang ke rana milik pribadi mendiang nyonya besar," ucap pelayan itu dengan gugup.
__ADS_1
" Apa itu sangat penting sampai Aditya semarah itu," batin Felly.
" Hmmm, saya tau. Tapi kan saya sudah minta izin dan Aditya menyuruh saya untuk bertanya," ucap Felly dengan alasannya.
" Di Vaviliun nona. Nyonya besar dulu sering menghabiskan waktu di sana dan semua barang-barang nyonya besar juga di pindahkan kesana dan juga barang-barang milik nona Elia," jawab pelayan itu dengan cepat.
" Vaviliun, kenapa harus ada di sana," batin Felly yang penasaran.
" Tempat itu tidak boleh di masuki siapa pun dan kuncinya juga ada pada tuan Aditya nyonya," ucap pelayan itu lagi.
" Ohhh, begitu rupanya. Baiklah, nanti saya akan kesana," sahut Felly lalu menjeda sebentar omongannya," Hmmm, oh iya kamu tau pelayan yang bernama Laura?" tanya Felly.
" Oh, nyonya tau, dia pelayan baru di rumah ini," sahut pelayan itu.
" Lalu kamu tau dia berasal dari mana?" tanya Felly yang benar-benar kepo dengan Laura.
" Tidak tau nyonya," sahut pelayan itu yang memang bukan urusannya.
" Lalu apa kamu melihat Aditya tadi?" tanya Felly.
" Dia keluar dan benar-benar meninggalkanku di sini," batin Felly yang seakan kecewa.
" Ya sudah kalau begitu, kamu boleh melanjutkan pekerjaan kamu," ucap Felly.
" Baik nona," sahut pelayan itu menundukkan kepalanya. Lalu langsung pergi.
" Vaviliun itu seperti menyimpan sesuatu. Aku ingin tau lebih banyak lagi dan masa bodo dengan Aditya yang melarang-larang ku. Dia bahkan begitu terbuka dengan Laura sementara aku tidak," batin Felly memang terlihat mencemburui Laura.
************
Felly keluar dari kamarnya, seharian dia tidak menemui Aditya. Tidak tau apa yang di lakukan suaminya. Tetapi karena jenuh Felly pun keluar kamar setelah mendapatkan informasi jika Rebecca tidak ada di rumah
Dengan memegang ponselnya Felly berjalan dengan santai dan tiba-tiba berpapasan dengan Laura membuat langkah Felly terhenti tepat di hadapan Laura. Laura menundukkan kepalanya saat melewati Felly
" Tunggu sebentar!" ucap Felly membuat langkah Laura terhenti dan Laura langsung menghadap Felly.
" Iya nyoya?" tanya Laura dengan sopan.
__ADS_1
" Hmmm, siapa kamu sebenarnya?" tanya Felly langsung to the point.
" Maksud nyonya?" tanya Laura heran.
" Kamu memanggilku nyonya di rumah ini. Saat kamu datang kerumahku. Kamu seakan lupa jika aku istri Aditya. Seperti kamu tidak menganggapku," ucap Felly menunjukkan rasa tidak sukanya.
" Maaf nona saya tidak mengerti maksud nyonya," sahut Laura bingung.
" Ada hubungan apa kamu sama Aditya?" tanya Felly langsung tanpa basa-basi. Laura tersenyum tipis.
" Nona, jika Aditya tidak memberi tahu nona, maka maaf saya juga tidak bisa memberi tahu nona, hubungan apa. Karena pasti semuanya akan membuat banyak pertanyaan dari nona," ucap Laura, jawaban Laura membuat Felly sangat kesal.
" Apa kamu punya hubungan special dengannya?" tanya Felly yang terus menduga-duga.
" Maaf nona, saya tidak bisa memberikan jawaban apa-apa. Saya masih ada pekerjaan. Jadi maaf saya harus permisi," ucap Laura menundukkan kepalanya dan langsung pergi membuat Felly tampak kesal.
Laura memang tidak nyaman bicara lama-lama dengan Felly. Di tempat ruangan terbuka. Karena dia takut ada yang mencurigainya. Jadi lebih baik dia pergi saja.
" Mau kemana dia kenapa sangat buru-buru sekali," batin Felly penasaran.
Saking penasarannya Felly langsung mengikuti Laura. Rumah yang besar itu harus di telusuri Felly hanya untuk mengikuti Laura yang akhirnya sampai dengan satu titik di mana Laura berdiri di depan pintu ruangan yang terdapat di taman rumah di daerah lapangan golf.
Felly bersembunyi di balik tanaman yang cukup rindang untuk mengintip Laura.
" Bukankah itu Vaviliun yang tadi di katakan pelayan itu," batinnya, " Ngapain dia kesana dan pelayan itu mengatakan jika tidak ada yang boleh masuk. Walau pun Kakek dan kuncinya ada sama Aditya. Lalu kenapa dia bisa masuk," Felly terus bergerutu di dalam hatinya yang penuh kebingungan.
Karena sangat penasaran Felly melangkah mendekati ruangan itu. Saat Laura sudah masuk di dalamnya dan jendela yang ada di sana membuat Felly mengintip dan untuknya kelihatan ke dalam. Felly melihat Laura mengeluarkan kotak kecil dari kantung celemeknya dan menyimpannya di dalam laci.
" Apa itu, kenapa banyak sekali misterius di rumah ini," batin Felly yang penasaran dengan benda yang di masukkan Laura kedalam laci tersebut.
Saat Laura ingin keluar dari kamar itu dengan cepat, Felly langsung pergi bersembunyi sebelum Laura mengetahui keberadaan dirinya.
Laura pun keluar mengunci kembali pintu dengan melihat di sekitarnya. Setelah memastikan memang tidak ada orang yang melihatnya. Laura pun memutuskan pergi.
" Dia benar-benar sangat special untuk Aditya. Sampai Aditya mempercayainya, masuk ketempat mamanya yang siapa pun tidak boleh masuk," batin Felly semakin cemburu.
Bersambung.
__ADS_1