Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 263 kabar bahagia.


__ADS_3

Aditya berdiri di pinggir pantai dengan ke-2 tangannya di masukkan kedalam saku celananya. Dia menatap gelombang air laut. Aditya memang beberapa hari ini sangat tenang dan bahkan tidak banyak pikiran. Apalagi 3 Pria yang sudah memperkosa kakaknya sudah benar-benar tewas dan setimpal dengan perbuatan mereka.


Rebecca juga kabar-kabarnya terdengar sangat menyedihkan di penjara. Tetapi tidak jelas dia seperti apa di sana. Tetapi yang pentingnya itu tidak menjadi urusan Aditya. Aditya hanya lega dengan belasan tahun beban yang selama ini di tanggung nya dan sekarang beban itu sudah hilang dan mendapat keadilan untuk mama dan juga kakaknya.


Tidak hanya Aditya yang di pantai tersebut ada juga Elia yang duduk di salah satu kursi yang di beri payung yang mana Elia juga melihat adiknya di sana. Elia juga semakin tenang dan bahkan traumanya bisa benar-benar hilang dia merasa lega dengan orang-orang yang menghancurkan keluarga mereka akhirnya selesai.


Elia terus memancarkan senyum manisnya yang menikmati pemandangan yang indah. Sama dengan adiknya yang juga minat gelombang laut.


" Kak!" tegur Felly yang tiba-tiba datang. Felly yang cantik dengan menggunakan dress putih dengan lengan 1 yang rambutnya di gerai dan rambut itu sedari tadi menari-nari karena tiupan angin yang kencang.


" Iya Felly ada apa?" tanya Elia.


" Kaka mau makan, biar Felly pesankan?" tanya Felly.


" Tidak Felly, nanti saja kita makan sama-sama," jawab Elia dengan tersenyum tipis.


" Oke, baiklah kalau begitu," sahut Felly, " Hmmm kakak lihat Aditya?" tanya Felly yang tidak melihat keberadaan suaminya.


" Itu di sana?" tunjuk Elia.


" Hmmm, ya sudah Felly ke sana dulu," ucap Felly pamit. Elia mengangguk tersenyum dan Felly pun langsung menghampiri suaminya yang berdiri di sana.


Felly yang sudah tiba di belakang suaminya Langsung memeluk Aditya dari belakang membuat Aditya sedikit kaget dan menolehkan kepalanya melihat istrinya yang memeluknya, Aditya tersenyum dan langsung membalikkan tubuhnya dan meletakkan ke-2 tangannya di pinggang Felly dan mencium lembut kening Felly.


" Kamu bahagia?" tanya Felly memegang pipi suaminya. Aditya mengangguk dan memeluk erat Felly.


" Aku sangat bahagia Felly. Aku tidak percaya jika hal ini akan datang kepadaku. Aku benar-benar sangat bahagia Felly," ucap Aditya yang benar-benar merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Felly tersenyum dan melepas pelukannya dari suaminya, Felly mengangkat kepalanya dan melihat suaminya.


" Aku juga sangat bahagia, karena pada akhirnya masalah yang kamu hadapi selesai," ucap Felly. Aditya menganggukkan matanya. Lalu kembali mencium kening istrinya. Satu tangannya masih memegang pinggang istrinya dan yang satunya lagi memebelai rambut Felly, menyinggirkan anak rambut itu dari wajah cantik istrinya.


" Aku ada sesuatu untuk mu," ucap Felly menatap dalam-dalam Aditya.

__ADS_1


" Apa?" tanya Aditya tampak penasaran. Felly menutup mata suaminya dengan 1 telapak tangannya.


" Kenapa harus di tutup?" tanya Aditya.


" Sudah diam saja. Hanya sebentar," sahut Felly. Aditya pun menurut saja dan tidak lama Felly menyinggirkan tangannya dari wajah Aditya, mata Aditya masih terpejam.


" Buka perlahan!" perintah Felly. Aditya pun membukanya dengan perlahan dan saat mata itu terbuka Aditya di kagetkan saat istrinya menunjukkan benda yang tak lain adalah tespeck dengan garis 2 Aditya menoleh ke arah Felly melihat Felly seakan tidak percaya.


" Kamu hamil?" tanya Aditya yang terlihat terkejut. Felly mengangguk-angguk dengan senyum ceria di wajahnya.


" Kamu mengandung anakku?" tanya Aditya dengan matanya berkaca-kaca. Felly mengangguk lagi. Dan Aditya langsung memeluknya dengan erat. Aditya seakan tidak mampu berkata-kata lagi dengan kebahagian yang di dapatkannya. Hadiah terbesar dalam hidupnya. Istrinya akhirnya hamil kembali. Felly melepas pelukannya dari Aditya dan melihat Aditya meneteskan air matanya.


" Kenapa menangis?" tanya Felly mengusap air mata itu.


" Aku sangat bahagia sampai aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena aku sangat bahagia. Felly aku pernah membuat kamu kehilangan anak kita. Aku pernah menyakiti kamu, aku pernah membuat kamu menderita dan hadirnya bayi ini di dalam hidup ku kembali. Aku tidak bisa bicara apa-apa. Aku takut jika kesalahan ku akan terulang kembali," ucap Aditya. Felly tersenyum dengan memegang pipi suaminya.


" Tidak Aditya. Bukan kamu yang menyebabkan anak kita tiada. Itu adalah takdir dan bukan kesalahan kamu. Kamu tidak bersalah," ucap Felly.


" Katakan apa?" tanya Felly.


" Apa kamu pernah menyesal bertemu denganku?" tanya Aditya. Felly langsung menggeleng.


" Kau tidak pernah menyesal walau hanya sekalipun Aditya. Karena kamu harus tau. Bertemu dengan mu adalah kebahagian yang paling terbesar yang aku dapatkan. Aku memiliki suami yang sangat baik sepertimu. Yang melakukan banyak hal untukku. Memberikan cintanya padaku. Aku sangat bahagia Aditya. Bukan menyesal," jawab Felly dengan tulus bicara pada suaminya.


Felly meraih tangan Aditya dan meletakkannya di perut rampingnya dan menatap suaminya dalam-dalam.


" Dan kebahagian ku bertambah besar saat Pria yang aku cintai telah menanamkan benihnya di rahimku. Aku sangat beruntung," ucap Felly dengan matanya berkaca-kaca.


" Aku yang beruntung Felly. Kerena aku memilikimu. Aku memiliki wanita sebaik dirimu. Sesempurna mu. Jadi akulah yang paling beruntung di dunia ini. Kamu mengubah hidupku. Kehadiranmu membuatku mengerti arti kehidupan dan juga bisa merasakan cinta. Jadi akulah yang paling beruntung," ucap Aditya.


" Aditya. Pasangan itu saling melengkapi. Jika kamu bahagia. Maka aku juga bahagia. Kebahagianku, adalah kebahagianmu dan sakitku adalah sakitmu. Kita sama-sama saling melengkapi," ucap Felly. Aditya mengangguk-angguk dan kembali memeluk istrinya dengan erat.

__ADS_1


" Aku mencintaimu Felly, aku sangat mencintaimu," ucap Aditya.


" Aku juga mencintaimu Aditya. Aku sangat mencintaimu," jawab Felly yang merasa bahagia di pelukan suaminya.


" Terimakasih tuhan, sudah memberikan ku, istri sepertinya," batin Aditya yang tidak henti-hentinya bersyukur.


Pelukan suami istri yang saling mencintai itu. Membuat Elia tersenyum di ujung sana. Sebagai kakak dia orang yang paling bahagia melihat kebahagian adiknya.


" Aditya kamu pria yang baik dan sangat bertanggung jawab. Kamu berhak memiliki Felly. Walau cara pertemuan kalian salah. Tetapi sesungguhnya itu adalah garis takdir yang sudah di tentukan untuk menyatukan kalian berdua. Kakak sangat bahagia Aditya dengan kebahagian kamu," batin Elia dengan senyum simpulnya.


" Non Elia?" tegur Bion yang berdiri di samping Elia membuat Elia menoleh kesampingnya dan mengangkat kepalanya melihat Bion yang membawakan air kelapa untuk nya.


" Minumlah!" ucap Bion yang langsung memberi air tersebut.


" Terima kasih Bion," sahut Elia.


" Hmmm, sama-sama," jawab Bion.


" Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Bion pamit.


" Tunggu Bion!" panggil Elia.


" Iya nona?" sahut Bion.


" Duduklah di sini. Temani aku mengobrol," ucap Elia menepuk kursi di sebelahnya dan kelihatan Bion sangat ragu.


" Bion!" tegur Elia.


" Baiklah," sahut Bion yang akhirnya mengangguk dan langsung duduk di samping Elia. Walau dia sedikit canggung uang duduk bersebelahan dengan atasannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2