
Felly seakan kesulitan bernapas. Saat mendengar pernyataan sang kakek di mana jauh sebelum mereka cekcok bahkan sebelum penculikan itu terjadi.
Aditya ternyata menyempatkan diri mengurus dirinya tentang masalah tanah yang dulu pernah juga di ributkannya dengan Aditya. Karena Felly tau Aditya dulu menginginkan tanah itu. Felly memberikan saja dan tidak peduli mau di apakan Aditya.
Tetapi tidak disangkanya rumah sakit yang dulu yang sangat di impikan Aditya bahkan di jadikan atas namanya dan membuat Felly pasti tidak menyangka akan hal itu.
" Aku tidak percaya. Jika Aditya menyiapkan semua ini," batin Felly yang masih diam dengan pemikirannya yang tidak menentu.
" Felly kamu kenapa diam?" tanya Harison yang melihat Felly tidak menanggapi apa-apa.
" Tidak kek, Felly hanya kaget saja. Karena memang Felly tidak tau hal ini dan bahkan Felly juga tidak memikirkan tanah itu dulu. Makanya Felly sangat terkejut," ucap Felly dengan lembut. Harison mendengarnya tersenyum.
" Kakek juga awalnya terkejut. Ya ternyata Aditya benar-benar mendirikan rumah sakit itu dan mungkin karena tanah itu sudah hak kamu. Jadi dia membuat rumah sakit itu atas nama kamu. Dan makanya kakek mengingat kamu mengenai pendidikan kamu. Karena semuanya sangat bertepatan," sahut Harison.
" Ya Allah bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak menyangka Aditya akan membuat rumah sakit atas namaku," batin Felly penuh kebingungan.
" Kakek berharap kamu benar-benar bisa memulai pendidikan kamu," sahut Harison dengan harapan yang besar kepada Felly.
" Iya kek," sahut Felly mengiyakan saja.
Dia tidak mungkin menolak dengan alasan hubungannya yang bermasalah. Itu akan membuat Harison kecewa dan setelah ini Felly mungkin akan memikirkan apa yang harus di lakukannya lagi.
Dia mungkin akan putar otak tetap menjadi cucu menantu. Tetapi tidak bersama Aditya. Ya Felly akan pening setelah ini.
" Ya Allah berikan aku jalan yang terbaik untuk semua ini," batinnya penuh harapan dengan hembusan napas beratnya.
" Hmmm, oh iya kek, Felly mau tanya sesuatu boleh?" ucap Felly tiba-tiba yang ingin bertanya.
" Pasti! silahkan mau bertanya apa?" tanya Harison. Felly sepertinya sedikit ragu untuk mempertanyakan apa yang di tanyanya bahkan dia melihat Bion dan Bion juga terlihat bingung.
__ADS_1
" Felly tidak melihat Tante Rebecca sedari tadi. Di mana Tante Rebecca?" tanya Felly dengan keraguan dan Bion langsung melihat Felly dengan ekor matanya.
" Kenapa nona Felly tiba-tiba bertanya seperti itu, apa dia juga sepenasaran itu. Jika nona Felly bertanya. Itu berarti nona Felly bersama Rebecca saat itu," batin Bion bingung yang memang mereka tidak ada yang tau jika Felly yang meledakkan bom itu.
" Kakek juga sepertinya harus menanyakan itu kepada Baskoro. Karena kakek juga tidak pernah melihatnya dan tidak tau dia di mana," sahut Harison yang ternyata juga tidak mengetahui menantunya.
" Jadi Rebecca benar-benar tidak ada. Apa mungkin dia mati di tempat itu, tapi jika mati bukannya seharusnya Aditya melihat mayatnya. Itu adalah ledakan dan mungkin saja memang tidak tersisa tubuhnya," batin Felly yang begitu penasaran karena dia masih mengingat ledakan terjadi di depan matanya.
Bion mendengarkan jawaban itu tampak begitu berpikir. Yang juga penasaran pasti dengan jawaban Harison.
" Memang ada apa Felly. Kenapa tiba-tiba sekali bertanya," sahut Harison sedikit heran.
" Tidak kek, aku hanya tidak melihat Tante Rebecca di rumah ini," sahut Felly tersenyum.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Harison.
tok-tok-tok-tok
Mungkin Bion belum sempat menyampaikan pada atasannya. Bahwa Felly sudah berada di rumah Harison dan Felly dan Aditya malah saling melihat. Tetapi dengan cepat Felly mengalihkan pandangannya.
" Tumben sekali Aditya tangan kamu di gunakan untuk mengetuk pintu," sahut Harison dengan penuh sindiran.
" Aditya tidak menanggapi dan memilih masuk dan duduk di samping Felly dan terlihat ada jarak di sana.
" Kalian ini seperti suami istri yang yang sedang bertengkar sampai diam dan membuat jarak, bahkan datang dengan waktu yang berbeda," sahut Harison yang memang begitu tau apa yabg terjadi. Sebenarnya orang lain juga tau jika pasangan itu sedang tidak baik-baik saja karena dari eksperesi pasangan yang terlihat jelas itu.
" Ada apa kakek memanggilku?" tanya Aditya tanpa menanggapi pikiran sang kakek. Sementara Felly hanya diam tanpa bicara apa-apa.
" Aku hanya mengingatkan mu. Untuk datang ke acara ulang tahun ku Minggu depan," ucap Harison.
__ADS_1
" Kakek sudah tua berhenti merayakan ulang tahun. Kakek hanya akan frustasi ketika mengingat umur kakek," sahut Aditya.
" Kau ini," geram Harison dengan cucunya yang bicara suka-sukanya.
" Kau akan tua," sahut Harison kesal. Aditya tampak santai berbicara dan memang paling suka membuat kakeknya mengomel.
" Yang jelas. Kau harus datang di sana dan juga kamu Felly," sahut Harison melihat Felly dengan tersenyum.
" Iya kek," jawab Felly mengiyakan saja.
" Hmmm, ngomong-ngomong kalian ber-2 ini sudah menikah kurang lebih 4 bulan. Kakek semakin tua dan sudah waktunya bukan perusahaan utama memiliki warisnya," sahut Harison membuat Aditya dan Felly bingung
" Maksud kakek apa?" tanya Aditya heran.
" Masih tetap dengan sejarah dan peraturan dulu. Jika perusahan utama akan di berikan kepada cucu yang pertama kali memiliki anak dan kakek belum mendengar kabar baik itu dari kalian," jelas Harison. Felly dan Aditya langsung mengerti maksud sang kakek yang mengarah kemana.
" Felly, kamu harus tau kakek ini semakin tua dan pasti ingin di beri kesempatan untuk menimang bayi kecil dari kalian berdua," ucap Harison yang memperjelas maksudnya.
Tubuh Felly langsung bergetar mendengarnya. Bahkan sampai keringatan. Matanya bahkan Berkaca-kaca saat diingatkan masalah dengan seorang anak.
Seharusnya anak yang di inginkan Harison masih ada di perutnya. Tetapi anak itu sudah tidak ada dan memang Harison pada dasarnya tidak mengetahui Felly sudah hamil dan sekarang perkataan Harison membuatnya sedih dan Aditya bisa melihat Felly yang masih sangat terpukul.
" Jangan membicarakan hal yang tidak penting," sahut Aditya yang berusaha mengalihkan suasana agar Felly bisa tenang.
" Kamu bilang tidak penting. Apa jika memiliki seorang anak itu tidak penting bagimu," sahut Harison.
" Ayo Felly!" Aditya berdiri dan langsung menarik tangan Felly membawanya pergi dari ruangan itu. Di mana sang kakek terus saja bicara yang akan membuat Felly teringat pada bayinya. Harison hanya geleng-geleng melihat kepergian Aditya.
" Dia memang selalu main suka-suka," ucap Harison dengan geleng-geleng.
__ADS_1
Bersambung