Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 149 Cemburu.


__ADS_3

Felly dan Aditya berada di dalam mobil. Felly merasa tidak nyaman 1 mobil dengan Aditya. Apa lagi jika bukan kejadian tadi. Dia pasti merasa gelisah, belum lagi Aditya terus melihatnya seakan mengejek dirinya, membuatnya semakin kesal.


" Dia pasti sedang menertawakanku sekarang," batin Felly yang berpikiran buruk pada suaminya itu.


Dratttt, Dratttt, Dratttt.


Ponsel Aditya berdering Aditya, melihat sekilas panggilan masuk itu yang ternyata dari Laura. Aditya menoleh ke arah Felly sebentar lalu mengangkat telponnya itu.


" Ada apa?" tanya Aditya dengan suara berat. Felly menoleh kearah Aditya seakan penasaran.


" Baiklah, kamu tunggu saja, kalau begitu," ucap Aditya membuat Felly semakin penasaran. Namun Felly langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Begitu Aditya menutup mobilnya.


Wajah Aditya seketika berubah menjadi serius. Bahkan dia mempercepat ke cepatan mobilnya.


" Siapa yang menelponnya, kelihatannya penting sekali," batin Felly yang mulai merasakan ada sesuatu.


***********


Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai rumah. Saat mobil berhenti tepat di depan rumah. Felly benar-benar heran melihat sekitar rumah. Banyak para bodyguard Aditya yang berjaga di sekitar rumah dan bukan hanya berdiri mematung. Tetapi berjalan-jalan seperti mengawasi disekitar dengan earphone di telinga mereka.


" Apa yang terjadi," batin Felly yang kebingungan.


Namun perasaannya semakin tidak menentu. Felly sibuk dengan pemikirannya yang bertanya-tanya. Sampai dia tidak menyadari. Jika pintu mobilnya sudah terbuka yang di bukakan oleh Bion.


" Silahkan Non," ucap Bion.


Felly mengangguk dengan wajahnya bingungnya, Felly melihat ke arah Aditya yang membuka sabuk pengamannya dan dia juga melakukan hal yang sama seperti Aditya. Lalu langsung turun dari mobil.


Kepala Felly berkeliling terus melihat orang-orang itu. Jelas dia sangat heran kenapa rumahnya di jaga sangat ketat.


" Apa yang kau pikirkan, ayo masuk!" ucap Aditya, Felly mengangguk dan Aditya masuk terlebih dahulu.


Saat mereka masuk, ternyata ada seorang wanita cantik yang menunggu di sana yang tak lain adalah Laura. Felly semakin di buat heran dengan kehadiran wanita yang pasti tidak di ketahuinya siapa.


" Aditya," ucap Laura yang langsung berdiri dan menghampiri Aditya.

__ADS_1


" Maaf, sudah membuatmu menunggu," ucap Aditya.


" Tidak apa-apa, aku tidak lama kok," jawab Laura. Felly yang berdiri di samping Aditya. Semakin penasaran dengan wanita itu. Aditya melihat ke arah Felly.


" Kamu masuklah kekamar," ucap Aditya yang seakan mengusir Felly.


" Bion, bawa dia ke atas!" ucap Aditya yang memerintahkan Bion.


" Baik Tuan," jawab Bion menundukkan kepalanya.


" Ayo Bu Felly," ajak Bion. Felly hanya menganggukkan matanya.


" Ayo Laura, kita bicara di luar," ucap Aditya mengajak Laura pergi. Laura mengangguk dan mereka langsung pergi.


" Laura. Jadi dia yang namanya Laura. Jadi Laura itu adalah dia. Dia yang mengirim Vidio kemarin. Dia tampak dekat dengan Aditya. Siapa dia sebenarnya," batin Felly yang penasaran dengan status Laura.


Dia juga seakan kesal dengan kehadiran wanita itu. Wajahnya tidak bisa bohong. Kalau dia memang tidak menyukai wanita cantik dan seksi itu.


" Nona Felly," tegur Bion yang melihat Felly masih diam saja.


" Iya, ada apa?" tanya Felly yang tersentak kaget.


" Iya. Oh iya Bion, aku melihat penjagaan di rumah ini semakin ketat. Kenapa ya ?" tanya Felly yang di penuhi rasa penasaran.


" Tidak apa-apa, Nona. Kita berjaga-jaga agar kejadian kemarin tidak terulang lagi. Jadi tidak ada masalah dan yang di cemaskan. Karena semuanya baik-baik saja," ucap Bion menjelaskan. Felly mengangguk-angguk saja apa kata Bion.


" Bion sama seperti Aditya. Yang pasti tidak mungkin menceritakan apa yang terjadi. Aku benar-benar merasa masalah ini pasti sangat serius. Aku harus mencari taunya sendiri. Karena percuma Aditya atau siapapun tidak akan memberi tahuku," batin Felly yang tingkat penasarannya semakin tinggi.


" Nona!" tegur Bion lagi yang melihat Felly kembali bengong.


" Ha iya, kenapa?" tanya Felly terlihat gugup.


" Ayo masuk!" ajak Bion lagi.


" Oh iya," sahut Felly yang akhirnya menaiki anak tangga untuk memasuki kamarnya.

__ADS_1


Walau hatinya masih penuh bertanya-tanya dan semakin penasaran. Penjagaan di rumahnya juga tidak main-main.


**********


Felly sudah berada di kamarnya dan gelisah kesana kemari. Dia menunggu-nunggu Aditya yang tak kunjung memasuki kamarnya yang membuatnya semakin penasaran apa yang terjadi dan bahkan pikirannya menambah banyak ketika melihat wanita yang bernama Laura itu.


Felly mendekati jendela kamar membuka tirai jendela sedikit. Felly melihat ke bawah yang melihat Aditya dan Laura berbicara saling berhadapan dengan serius.


Bahkan ada gerakan tubuh dari tangan yang menggambarkan keseriusan dari pembicaraan Aditya dan juga Laura.


" Apa yang mereka bicarakan. Kenapa tidak selesai juga. Apa sangat penting. Sampai selama itu," batin Felly yang penasaran dengan pembicaraan 2 orang itu.


" Wanita tampak dekat dengan Aditya. Siapa dia. Dia bahkan tinggal di rumah kakek. Apa wanita itu punya hubungan yang special dengan Aditya," hati Felly mulai merasakan hal aneh saat melihat kedekatan Aditya.


Ada rasa cemburu dan rasa panas di dalam sana. Yang mungkin di rasakan Felly dengan melihat kedekatan Aditya dengan wanita yang harus di akuinya cantik.


Aditya yang di bawah sana berbicara serius dengan Laura. Tiba-tiba melihat ke arah atas. Ke jendela kamarnya. Felly yang melihat Aditya melihatnya dengan cepat menutup horden. Aditya yang ternyata mengetahui Felly mengawasinya tersenyum miring.


" Ada apa dengannya, apa yang dipikirkannya tentangku. Dia sampai mengawasiku seperti itu," batin Aditya yang tau apa yang sepertinya mengetahui Felly ternyata mengawasi dirinya.


Felly yang menyandarkan punggungnya di jendela membuang napasnya panjang kedepan. Jelas dia sangat jantungan. Saat Aditya mengetahuinya melihat dirinya.


Felly yang sepertinya tampak kesal langsung mendekati ranjang dan duduk di pinggir ranjang.


" Kenapa juga. Aku sampai ketahuan. Seharusnya. Aku tidak ketahuan. Dia pasti berpikiran jika aku sangat tidak suka melihatnya dengan wanita itu. Aku sudah tau apa yang ada di pikirannya," batin Felly yang tampak sendu. Wajahnya benar-benar gelisah dan pasti dia tidak bersemangat untuk berbuat apa-apa lagi.


" Kepala ku jadi sakit!" keluhnya memijat kepalanya. " Apa ada obat sakit kepala di dalam sini?" tanyanya langsung berdiri dan mencari-cari obat di dalam laci.


Felly tampak membingkai laci-laci untuk mencari obat-obatan yang ada di sana.


" Ini dia," ucapnya ketika mendapatkan obat itu. Tangan Felly mengambilnya. Namun tangan itu berhenti mengambilnya. Ketika matanya fokus sesuatu yang ternyata adalah buku berwarna hitam yang seperti agenda.


Tidak tau apa yang di pikiran Felly. Dia mengambil buku itu dari dalam laci.


" Apa ini?" tanyanya penasaran dan langsung membuka buku agenda hitam itu.

__ADS_1


Saat membuka buku itu. Felly langsung di tunjukkan foto 2 orang wanita dan 1 pria. Wanita yang masih kecil yang pasti sangat tau siapa wanita itu yang wajahnya mirip Elia dan kemungkinan Pria yang masih kecil itu adalah Aditya dan wanita cantik itu kemungkinan ibu mereka.


Bersambung


__ADS_2