
Setelah hampir 2 jam Damar di tangani oleh Dokter akhirnya Dokter keluar dari ruangan ICU.
" Bagaimana keadaan Damar Dok?" tanya Laura yang langsung menghampiri Dokter. Yang lainnya juga berdiri dan mendekati Dokter yang ingin mengetahui bagaimana dengan kondisi Damar sebenarnya.
" Pak Damar sudah melewati masa kritisnya," jawab Dokter.
Semua serentak bernapas lega ketika mendengar kabar baik itu.
" Alhamdulillah," lirih Laura yang tidak percaya yang begitu bahagia mendengarnya. Jika Damar bisa di selamatkan.
" Lalu apa sudah sadar?" tanya Lusi.
" Belum Bu. Jangan khawatir kondisinya akan membaik kita doakan saja agar kondisinya membaik," ucap Dokter.
" Iya, Dokter. Terima kasih," sahut Aditya.
" Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Dokter pamit.
" Iya, Dok," sahut mereka dengan serentak.
" Syukurlah. Jika kondisi Damar sudah membaik," ucap Felly.
" Kita berdoa saja. Agar dia cepat sembuh," sahut Elia.
" Terima kasih kalian sudah ada di sini untuk Damar," sahut Laura yang merasa bahagia.
" Nggak ada di sini untuk dia. Kamu nggak usah ke geeran," sahut Luci.
" Apaan sih mah," sahut Laura mulai kesal.
" Damar juga adikku. Dan aku di sini memang untuknya," sahut Elia yang tampaknya sudah berdamai dengan masa lalu. Yang lainnya tersenyum mendengarnya.
Harison yang jauh dari tempat mereka juga mendengar kata-kata tulus Elia yang keluar dari mulutnya yang membuat Harison tersenyum.
" Kalian memang saudara. Kalian akan tetap menjadi saudara tanpa orang tua kalian yang egois," batin Baskoro yang merasa lega dengan melihat kedamaian cucunya.
Biarlah misteri Damar bukan anak Baskoro atau tidak. Tapi nyatanya itu masa lalu. Dan Baskoro sendiri sebelum tiada sudah menerima semua itu dan mengakui Damar tetap sebagai putranya.
***********
__ADS_1
Setelah melakukan proses yang banyak. Akhirnya pemakaman Baskoro pun di adakan. Di mana Baskoro di makamkan di samping Mayatri ibu mereka.
Dengan pakaian serba putih. Aditya, Felly, Elia. menabur bunga di atas pusarah makam sang ayah. Baskoro juga ada di sana yang ikut mengantarkan putranya ketempat peristirahatan terakhirnya.
Lusi, Sabila, Anderson, Aqni, Andre, juga ada di sana mereka berdiri dengan melihat pusarah makam yang sudah di taburi kelopak mawar yang indah itu.
" Istirahat lah dengan tenang pah. Elia dan Aditya sudah memaafkan papa. Mungkin di dunia ini kita tidak bisa membangun kembali keluarga kita. Tetapi nanti di atas sana. Kita akan bersama-sama lagi. Papa mama, aku, Aditya akan kembali satu keluarga menjadi utuh. Tunggu kami pah mah," ucap Elia dengan air matanya yang mengalir deras menatap foto berjas papanya itu.
" Aditya bangga menjadi anak papa. Kak Elia benar kita tidak bisa membangun keluarga kembali. Tapi nanti ada waktunya kita bertemu. Hanya masalah waktu yang kita tunggu. Aditya akan menjaga kak Elia sampai kapanpun. Menjaga Felly dengan baik dan pasti menjaga Damar," ucap Aditya yang masih menahan air matanya.
Felly di sampingnya memegang tangan suaminya memberikan suaminya itu kekuatan untuk duka yang mendalam itu.
" Felly juga sangat bahagia pah, bisa pernah menjadi menantu papa. Papa tananglah di sana. Felly tidak akan pernah meninggalkan Aditya. Felly akan tetap di sisinya sampai kapanpun itu. Jadi papa jangan khawatir. Aditya tidak akan mengalami hal sulit itu lagi. Dia akan memulai hidup baru dengan Felly dan juga orang-orang menyayanginya," ucap Felly dengan air matanya yang menetes.
" Baskoro, aku akan menjaga anak-anak mu dan juga menantumu. Kau adalah putraku yang terbaik. Istirahatlah dengan tenang jangan mengkhawatirkan kami di sini," ucap Harison yang tampak tegar dengan menghadapi kepergian putranya.
" Ayo kita pulang. Hari sudah sore," sahut Lusi.
" Iya ayo kita pulang," sahut Aditya.
Merekapun berdiri dengan mengusap mesan Baskoro menatap sebentar foto itu lalu pergi dengan Aditya merangkul istrinya dan Baskoro memegang tangan Elia.
Langkah mereka berhenti di makam yang tidak jauh dari tempat Baskoro yaitu makam Rebecca yang juga sudah di tabur bunga. Tidak ada yang mereka katakan. Mereka hanya melihat makam itu sebentar. Lalu pergi melanjutkan langkah kaki mereka.
Ya Rebecca tetap menantu di keluarga itu. Walau kepergian terakhirnya juga tidak sempat meminta maaf bahkan mengakui kesalahannya. Tetapi apapun itu. Semuanya sudah memaafkan demi membersihkan hati masing-masing.
***********
2 hari setelah pemakaman Rebecca dan Baskoro.
Aditya, Felly dan Elia berdiri di depan televisi untuk melihat berita di televisi.
Yang mana mereka mendengarkan berita yang menginformasikan keluarga mereka. Di mana Baskoro yang ternyata mengakui kesalahan yang bukan di lakukannya. Selain membunuh Wiliam dan Heriyawan. Baskoro membuat pernyataan ternyata yang membunuh Leon juga adalah dia yang padahal Elia yang menembak Leon.
Tidak hanya itu banyak hal-hal buruk yang menghilangkan nyawa dan pertumpahan darah yang di lakukan Aditiya. Namun segala yang di lakukan Aditya di akui Baskoro jika dia yang melakukannya.
Sebelum kematiannya. Ternyata Baskoro telah membersihkan nama putra dan putrinya. Aditya yang berdiri di tengah-tengah istri dan kakaknya merangkul ke-2 wanita yang di cintainya itu dengan air matanya yang menetes.
" Terima kasih pah, untuk apa yang papa lakukan kepada Aditya dan juga kak Elia," lirih Aditya yang tidak percaya. Ayah yang di bencinya selama ini telah mengorbankan nama baiknya sebelum dia mati.
__ADS_1
Aditya memeluk erat ke-2 wanita yang di cintainya itu istri dan kakaknya.
" Ya Allah terima kasih atas kebesaran mu yang memberikan kedamaian untuk kami. Terimakasih yang terus melindungi suamiku Aditya. Terima kasih ya Allah," batin Felly yang tidak henti-hentinya bersyukur atas keberkahan yang di dapatkannya.
***************
Malam hari kembali tiba terlihat Aditya berdiri di kobaran api yang menyala di dalam tong sampah. Yang mana Aditya membuang senjata-senjata yang terlarang selama ini di simpannya. Aditya membakarnya.
" Kamu sedang apa?" tanya Felly yang tiba-tiba datang yang menghampiri suaminya.
" Aku tidak ingin menyimpannya lagi. Semuanya sudah berakhir Felly. Aku ingin hidup normal," ucap Aditya yang membuang senjata-senjata itu kedalam kobaran api.
Felly menggenggam tangan suaminya dengan erat. Aditya melihat ke arah Felly.
" Kamu maukan tetap hidup bersamaku?" tanya Aditya.
" Iya aku akan tetap bersamamu. Aku sangat lega Aditya. Kamu meninggalkan dunia gelap ini. Aku lega. Kamu tidak menghancurkan benda-benda menyeramkan itu," ucap Felly. Aditya menghadap ke arahnya dengan memegang ke-2 tangan istrinya dengan mencium ke-2 tangan Felly.
" Benda-benda itu bersamaku sudah sangat lama. Dia menemaniku dan juga banyak menghilangkan nyawa. Aku melenyapkannya menjadikannya abu. Aku sudah cukup hidup lama bersamanya. Sekarang aku ingin hidup baru bersamamu. Bersama anak kita. Manusia normal yang hidup dengan cinta bukan dengan barang haram itu," ucap Aditya dengan lembut bicara dengan Felly.
" Felly, papa telah memberiku banyak kesempatan. Papa membersihkan namaku. Dia menanggung kesalahan yang aku lakukan. Aku terbebas dari tuntutan apapun karena perbuatan papa. Jadi kesempatan yang di berikan papa tidak akan aku sia-sia kan. Aku akan menjadi Aditya manusia biasa bukan Aditya yang hidup dalam dunia hitam. Dendam, kebencian dan selalu ingin melenyapkan orang lain. Aku akan menjadi Aditya yang baru yang telah jatuh cinta pada seorang wanita yang sangat cantik, yang sangat tulus yang selalu di sisiku, selalu menemaniku dan menerima segala kekurangan ku," ucap Aditya.
Felly meneteskan air matanya mendengar kata-kata Aditya.
" Aku tidak butuh semua ini Felly. Itu bisa menjadi abu. Tapi bagiku kesempatan besar yang di berikan kepadaku adalah hal yang penting dalam hidupku. Terima kasih Felly untuk kamu yang selalu ada untukku. Aku sangat menyesal bertemu dengan mu dengan cara yang salah. Seandainya waktu bisa di putar kembali aku ingin bertemu dengan mu dengan cara yang benar," ucap Aditya.
" Tapi aku tidak menyesal Aditya. Aku sama sekali tidak menyesal dengan pertemuan kita
Mungkin itu sudah takdir. Itu cara Tuhan untuk mempertemukan kita dan hari ini kita petik hikmahnya," sahut Felly. Aditya mengangguk tersenyum dengan air matanya yang akhirnya jatuh.
" Aku sangat beruntung memilikimu. Aku bukan hanya mendapatkan istri yang sempurna. Tetapi juga mertua yang menganggapku anak. Keluarga mu yang memberikanku banyak kesempatan merasakan kebahagian," ucap Aditya.
" Aku juga sangat beruntung memilikimu," sahut Felly.
" Mari kita hidup dengan lembaran baru. Kamu aku dan anak kita," ucap Aditya. Felly mengangguk dengan tersenyum dan akhirnya mereka saling memeluk satu sama lain..
" Aku mencintaimu Felly!" ucap Aditya.
" Aku juga mencintaimu," sahut Felly yang memeluk erat suaminya itu.
__ADS_1
Api yang menyala besar itu menjadikan abu senjata-senjata yang di pegang Aditya selama ini. Kematian Rebecca menjadi akhir tuntasnya dendam Aditya. Walau Rebecca tidak mati di tangan Aditya. Namun pada akhirnya Baskoro yang telah menuntaskan dendam itu.
Bersambung