
Pagi hari kembali tiba terdengar suara air kamar mandi yang jelas menunjukkan sedang ada aktivitas di dalam kamar mandi yang sepertinya Aditya. Karena Felly sedang menyiapkan pakaian Aditya yang ingin berangkat kerja.
Felly meletakkan pakaian Aditya di atas tempat tidur dengan rapi. Ting. Notif pesan di ponsel Aditya terdengar dan membuat Felly menoleh ke atas nakas yang terdapat ponsel Aditya. Felly melihat ada pesan wa masuk.
" Laura," lirih Felly saat melihat pesan wa itu berasal dari nama Naura yang membuatnya penasaran.
" Siapa Laura?" tanya dalam hati yang memiliki rasa penasaran. Felly melihat kearah kamar mandi dan melihat sepertinya Aditya masih mandi dan suara air juga masih berbunyi dan tidak melihat ada tanda-tanda jika Aditya sudah selesai mandi.
Karena penasaran dengan orang yang bernama Laura. Dengan penuh keraguan Felly mengambil ponsel Aditya dengan perlahan. Ponsel yang sama sekali tidak membuka kata sandi dan juga kunci itu memudahkan Felly untuk membukanya.
" Rekaman Vidio," ucapnya yang melihat pesan itu yang ternyata Laura yang tidak di ketahuinya siapa mengirimkan rekaman Vidio yang tidak di ketahui apa isinya dan pasti membuatnya penasaran.
Felly melihat kembali kearah kamar mandi dan benar-benar memastikan jika Aditya tidak akan keluar. Karena Felly sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya. Akhirnya Felly membuka rekaman Vidio itu.
Betapa terkejutnya Felly saat yang ada di sana adalah Rebecca dan Pria yang di lihatnya di hutan. Pria yang mengeluarkan kata-kata tentang Elia yang di lecehkan. Felly menutup mulutnya dengan 1 tangannya saat mendengarkan pembicaraan Rebecca dan juga Leon.
Bagaimana dia tidak terkejut. Rencana jahat Rebecca bertujuan padanya, Elia dan juga Aditya. Nyawanya benar-benar terancam. Dia juga tidak percaya dengan apa yang di katakan Pria itu yang sangat jelas membicarakan masa lalu Elia dan juga Aditya.
Pria yang tanpa merasa berdosa itu dengan bangganya menceritakan apa yang di lakukannya pada Elia dan bahkan punya rencana untuk mengulangi lagi dan dirinya juga akan menjadi korban.
" Astaga kenapa Tante, Rebecca begitu jahat. Jadi apa yang terjadi pada kak Elia adalah ulahnya. Dia adalah dalangnya. Dia menghancurkan hidup kak Elia dan juga merusak mentalnya bahkan fikis Aditya yang masih kecil juga hancur karena perbuatannya. Ya Allah apa kah Tante Rebecca adalah manusia. Kenapa dia sampai Setega itu," batin Felly dengan tetesan air matanya.
Suara air kamar mandi tiba-tiba berhenti, dengan cepat Felly mematikan ponsel itu, meletakkan pada tempatnya dan menyeka air matanya dan berpura-pura sibuk.
Aditya juga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilit di pinggangnya dan melihat ke anehan pada Felly. Aditya memang sangat mudah curiga. Dari gelagat Felly dia merasa ada yang aneh.
" Bajumu sudah selesai," ucap Felly dengan gugup.
" Aku tidak menyuruhmu menyiapkannya," sahut Aditya dengan Datar.
__ADS_1
" Hmmm, aku tidak ada kerjaan makanya aku menyiapkannya," sahut Cherry. Aditya tidak menanggapi lagi dan langsung menghampiri ranjang dan mengambil pakaian yang di siapkan Felly.
" Kita jadi ke Dokter?" tanya Felly.
" Hmmm," jawab Aditya dengan deheman sambil memakai kemejanya.
Aditya juga mengkancing satu persatu kancing kemejanya. Sementara Felly yang ada di depannya lumayan gugup. Karena tadi hampir ketahuan Aditya yang membuka ponselnya yang mungkin jika Aditya mengetahuinya pasti dia akan marah.
Aditya sudah selesai memakai kemejanya dan mengambil celana panjangnya.
" Kau akan tetap di depanku?" tanya Aditya saat ingin membuka handuk yang melilit di pinggangnya.
Felly langsung sadar dan melihat apa yang di lakukan Aditya selanjutnya. Tidak mungkin juga dia akan menonton Aditya memakai celana.
" Aku akan keluar," sahut Felly dengan cepat dan langsung berlari dengan terburu-buru. Aditya melihatnya mendengus dengan tersenyum miring.
" Kenapa dia belakangan ini sangat aneh," batin Aditya sambil memakai celana panjangnya.
Bunyi ponsel Aditya terdengar bergetar di atas nakas dan Aditya langsung mengambilnya dan melihat panggilan masuk.
" Laura," lirih Aditya mengkerutkan dahinya dan langsung mengangkatnya.
" Ada apa?" tanya Aditya.
Laura tampak menyampaikan apa yang di sampaikannya. Aditya melihat kearah pintu saat Laura selesai menyampaikan apa yang di sampaikannya.
" Baiklah, aku akan melihatnya. Kau awasi terus dia dan juga Pria biadab itu," ucap Aditya dan langsung menurunkan ponselnya dari telinganya.
Laura menelpon Aditya karena tidak mendapat respon dari vidio yang di kirimnya dan sekarang Aditya sudah melihatnya. Melihat dan mendengar rekaman Vidio itu membuat Aditya geram dengan meremas ponselnya. Rahang kokohnya mengeras dan wajahnya yang putih seketika menjadi memerah.
__ADS_1
" Kurang ajar," desis Aditya dengan geram. Yang mengetahui rencana busuk Rebecca dan juga Leon.
" Kalian pikir. Kalian bisa melawanku," batin Aditya dengan mengepal tangannya. Mungkin dengan rekaman Vidio itu sangat membantunya. Jadi dia tau apa rencana Rebecca dan juga antek-anteknya.
Dan wanita yang di suruhnya berpura-pura menjadi pelayan di rumah itu benar-benar sangat membantunya untuk mengawasi ibu tirinya yang pasti memiliki segudang rencana jahat yang pasti tidak bisa di anggapnya remeh.
Apa lagi dia jelas mendengarkan apa tujuan Leon yang ingin mencelakai kakaknya dan yang paling parah adalah Felly yang harus ikut menjadi korban. Seharunya jika dia tidak menikahi Felly. Felly tidak mungkin menjadi korban dan sekarang dia juga harus melindungi Felly.
*********
Elia sudah menyiapkan sarapan. Sementara Felly hanya menuangkan air putih saja. Elia memang sangat ramah dan baik. Jadi Felly sangat mudah masuk untuk bersosialisasi dengan kakak iparnya itu.
" Kasian kak Elia. Hidupnya memang sangat berat. Aku tidak tau bagaimana dia menghadapinya selama ini dan kejadian kemari pasti membuatnya ketakutan dan pasti akan menimbulkan traumanya," batin Felly yang terus melihat wajah Elia dengan penuh rasa simpati.
Sampai Felly tidak menyadari jika. Air yang di ruangannya sudah memenuhi gelas dan sudah tumpah.
" Felly, sudah penuh," tegur Elia yang melihat ulah Felly. Felly langsung kaget.
" Ya ampun kak, maaf," ucap Felly langsung mengambil tisu dan melap meja.
" Kamu ini pasti kurang fokus," ucap Elia geleng-geleng.
" Iya kak maaf," sahut Felly merasa tidak enak.
" Ya sudahlah, oh iya mana Aditya. Apa belum turun?" tanya Elia.
" Aku di sini kak," sahut Aditya yang ternyata panjang umur, baru di bicarakan sudah muncul saja. Elia tersenyum melihatnya. Sementara Aditya melihat kearah Felly. Melihat Felly dengan tatapan tajam.
" Kenapa dia menatapku seperti itu. Seperti ingin memakan ku saja," batin Felly heran dengan Aditya.
__ADS_1
" Ya sudah syukur kalau kamu sudah siap. Ayo langsung sarapan," ajak Elia. Aditya mengangguk dan langsung menarik kursi di samping kakaknya dan didepan Felly yang juga sudah duduk. Namun Aditya masih melihat kearah Felly. Membuat Felly heran. Seperti dia melakukan kesalahan saja.
Bersambung....