Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 215 tembakan


__ADS_3

Aditya tetap pada posisinya yang berlutut dengan darah yang berkeluaran dari mulutnya dan juga dari dadanya akibat tembakan itu.


Wiliam kembali mendengar Aditya. Sehingga Aditya jatuh kelantai dengan posisi miring melihat ke arah Leon yang duduk bersandar di dingding yang masih mengarahkan pistol padanya.


" Kau mencoba ingin membunuhku. Tidak Aditya kamu tidak bisa melakukannya," sahut Leon yang tersenyum miring dengan menahan sakit di tubuhnya. Tetapi puas melihat Aditya yang tidak berdaya.


Aditya mengeluarkan pistol dari kantung belakanganya dan mengarahkan pada kepala Leon dan membuat Leon kaget dalam keadaan sekarat Aditya masih bisa mendapatkan pistol.


Aditya mencoba untuk duduk dan berhasil menyadarkan tubuhnya pada tembok dengan kakinya yang melurus dan pistol mengarah pada kepala Leon yang sama dengannya sama-sama duduk dengan jarak 5 meter.


" Aku sudah mengatakan tujuanku datang kemari untuk membunuh kalian berdua. Dan aku tidak akan mati. Jika kalian berdua belum mati," sahut Aditya tersenyum.


" Brengsek," desis William yang menendang tangan Aditya sehingga pistol yang di tangan Aditya langsung terjatuh kelantai dan bergeser jauh dari Aditya. Leon melihatnya mendengus tersenyum.


" Kau benar-benar sombong. Kau hanya akan mati di tangan kami. Kedatangan mu kemari benar-benar menghantarkan nyawamu. Itu sama saja kau juga kembali menyerahkan kakakmu kepada kami," sahut William tersenyum miring.


" Jangan berani-beraniny mulut motormu itu menyebut namanya. Kau sangat hina dan tidak pantas menyebut namanya," sahut Aditya yang memegang dadanya terus menerus.


Brukkk


Aditya mendapat pukulan dari William kembali di wajahnya sehingga wajah Aditya miring kesamping.


" Kau benar-benar akan mati di tangan ku. Aku tidak akan membunuhmu dengan peluru. Tetapi aku akan membunuhmu dengan tanganku sediri," ucap Leon yang memihak dada Aditya yang terdapat luka tembakan. Sehingga Aditya kesakitan dengan mendongakkan kepalanya dan darah kembali bermuatan dari mulutnya.


" Matilah kau Aditya," geram William yang terus menginjak luka itu dengan telapak kakinya yang membuat air mata Aditya keluar karena sakit yang di rasakannya.


" Aditya!" teriak Felly yang tiba-tiba datang. Felly kaget melihat kondisi Aditya dan Felly langsung berlari menghampiri Aditya dan langsung mendorong William menjauh dari suaminya.


Felly langsung duduk di hadapan Aditya dengan ke-2 lututnya menyentuh lantai. Felly begitu panik dengan melihat kondisi Aditya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi. Kenapa kamu bisa sampai seperti ini. Ada apa ini Aditya. Apa yang terjadi padamu," ucap Felly kepanikan dengan memegang ke-2 pipi Aditya, wajah Aditya penuh luka dan darah terus keluar dari mulut Aditya.


" Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Aditya dengan suara seraknya. Suara yang menahan rasa sakit. Adita pasti schock melihat Felly dan pasti ini membahayakan Felly.


" Jangan bertanya kepadaku. Aku yang harus bertanya kenapa kamu bisa sampai seperti ini. Kenapa kamu selalu menyembunyikan semuanya dari ku. Kenapa kamu melakukannya sendiri. Kenapa kamu tidak pernah mempercayaiku Aditya," ucap Felly yang menangis di depan Aditya. Yang benar-benar sangat terkejut dengan suaminya yang terluka parah.


Aditya meraih tangan Felly yang ada di pipinya dan memegang erat tangan itu. Dan tersenyum melihat Felly. Saat dia sekarat masih bisa tersenyum.


" Aku sudah membebaskanmu Felly," ucap Aditya.


" Apa yang kau katakan. Apa lagi yang ingin kau lakukan Aditya. Kau mengatakan ingin membebaskan ku. Setelah semua yang kau lakukan. Aku tidak mau, kau harus bertanggung jawab atas hidupku. Kau harus bertanggung jawab untuk selamanya atas hidupku," ucap Felly yang terus menangis.


" Maafkan aku, aku tidak bisa melakukannya. Pergilah dari sini Felly. Ini sangat bahaya untukmu. Aku mohon pergilah dari sini," ucap Aditya yang ketakutan jika Felly akan kenapa-kenapa.


" Tidak Aditya. Aku tidak mau. Aku tidak mau pergi dari sini. Aku tidak mau Aditya. Aku tidak mungkin membiarkan mu di sini. Aku tidak akan mendengarkan mu kali ini. Tidak akan sama sekali," ucap Felly menegaskan yang geleng-geleng.


Ha-ha-ha-ha-ha suara tawa William terdengar kuat.


" Apa yang kalian lakukan kepadanya. Kalian benar-benar biadap," teriak Felly yang menghadap William dan William tersenyum miring melihat senyuman itu.


" Felly, pergi dari sini, pergi Felly," ucap Aditya dengan suara seraknya yang menyuruh Felly untuk pergi.


" Kau benar-benar sangat galak, wanita cantik. Setelah suami mati. Kau akan bersenang-senang dengan kami," sahut William.


" Tutup mulutmu. Aku tidak Sudi bersama pria seperti mu," teriak Felly.


" Mau kau menolak atau tidak jelas itu tidak ada urusannya dengan ku. Kau akan melihat bagaimana laki-laki sok hebat ini akan mati di hadapanmu," ucap Wiliam dengan sinis.


" Tidak, aku mohon, jangan lakukan itu. aku mohon. Jangan membunuhnya. Aku mohon," ucap Felly yang membentangkan tangannya di hadapan Aditya seakan melindungi Aditya yang sudah tidak berdaya.

__ADS_1


" Pergilah Felly. Jangan bodoh Felly. Kamu pergi dari sini," ucap Aditya yang terus menyuruh Felly untuk pergi. Namun Felly terus menolak dan berusaha untuk melindungi Aditya.


Wiliam mengambil pemukul bola bola yang ada di lantai yang mungkin tadi alat anak buahnya.


" Menyinggir kau, jika tidak kamu juga akan mati bersamanya," ucap William memberikan ancaman.


" Aku lebih baik mati dari pada menuruti perkataanmu," sahut Felly dengan berani.


" Kurang ajar," geram William di mana Felly hanya membuatnya marah.


" Kalau begitu memang sebaiknya kalian mati bersama-sama," ucap William dengan penuh emosi yang ingin memukul Felly dengan alat pemukul bola itu. Aditya kaget dan langsung memeluk Felly dan memutarkan tubuh Felly dan akhirnya dia yang terkena pukulan.


Suara kesakitan terdengar lagi dari Aditya dan Felly yang di pelukan Aditya kaget dengan tindakan Aditya. Ternyata William tidak melakukan sekali dia bahkan melakukan berkali-kali memukul punggung Aditya untuk melindungi Felly.


" Aditya apa yang kamu lakukan," ucap Felly di dalam pelukan itu yang menangis dan Aditya terus melindunginya dan mendapat beberapa kali pukulan dari William. Sampai dia benar-benar lemah dan William menjatuhkan kayu itu setelah merasa Aditya sudah semakin sekarat.


" Kau masih berusaha menyombongkan dirimu, merasa hebat dengan melindunginya," sahut William dengan tersenyum sinis.


Felly melepas dari pelukan Aditya dan melihat Aditya yang sudah sekarat. Aditya bahkan menyemburkan darah berkali-kali. Matanya juga sangat satu yang beberapa kali ingin tertutup.


" Aditya apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu melakukan ini. Bangun Aditya. Bangun Aditya!" teriak Felly dengan terus menangis yang memegang pipi Aditya baju dan pakaian Felly juga ikut berdarah. Aditya tidak mampu bicara lagi dan memegang tangan pipi Felly mengusap air mata itu.


" Aditya kamu harus bangun. Kamu harus bangun Aditya," ucap Felly yang benar-benar ketakutan.


Felly melihat Leon yang terduduk lemas yang mengarahkan peluru kepada Aditya. Dan Felly dengan cepat langsung memeluk Aditya melindungi Aditya. Membuat punggungnya yang mengarah pada Leon.


Dorrrr.


Tembakan pun terjadi. Membuat Felly dan Aditya tersentak kaget. Dan Felly membuka matanya perlahan dia merasa tidak sakit sementara Aditya yang di pelukannya juga membuka matanya perlahan dan melihat Leon sudah terkapar dengan kepalanya yang berdarah dan Aditya melihat siapa yang menembak Leon.

__ADS_1


Aditya kaget ternyata kakaknya yang menembaknya di mana Elia memegang pistol dengan ke-2 tangannya yang telah menembak Leon.


Bersambung


__ADS_2