Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 60 berpamitan.


__ADS_3

Felly berada di dalam kamarnya. Felly mulai memasukkan barang-barang kedalam koper mengingat besok dia akan berangkat. Hatinya sangat berat jika harus meninggalkan keluarganya. Tetapi memang dia tidak punya pilihan lain.


" Kita akan bertahan nak, maafin mama, mama harus melibatkan kamu kedalam masalah ini," batin Felly mengusap perut rampingnya.


tok-tok-tok-tok Felly buru-buru menghapus air matanya. Ketika mendengar ketukan pintu yang ternyata mamanya yang sudah berdiri di depan pintu.


" Ma," ucap Felly pelan. Sabila tersenyum dan menghampiri putrinya. Duduk di samping Felly yang sedang menyusun bajunya. Sabila mengusap rambut Felly.


" Kamu akan menjadi istri dari pria pilihan kamu," ucap Sabila.


" Tidak ma, dia bukan pilihanku, aku tidak pernah menginginkan laki-laki sepertinya," batin Felly menahan air matanya.


" Jangan menyulitkannya, jangan membuatnya marah, dia laki-laki yang baik. Mama yakin dia akan terus mencintaimu dan akan menjagamu," ucap Sabila menatap putrinya itu dengan dalam.


" Mama salah, dia tidak akan mencintaiku, karena kami saling membenci. Dia hanya memanfaatkanku dan tidak akan mempedulikanku," batin Felly merasa bersalah pada mamanya yang berharap banyak tentang pernikahannya.


Mamanya mengira jika Pria yang akan di nikahi putrinya itu sudah sangat baik padahal mamanya tidak tau jika Aditya sudah menghancurkan hidupnya.


" Kamu akan bahagia. Di akan memberimu kebahagian," lanjut Sabila yang benar-benar penuh harapan pada kebahagian putrinya.


" Aku tidak akan pernah bahagia, aku hanya menjemput kesengsaraan ku," batin Felly.


" Iya mama, mama tenang aja. Felly akan baik-baik aja di sana. Tidak akan ada masalah. Jadi jangan mengkhawatirkan Felly semuanya akan baik-baik saja," ucap Felly yang harus meyakinkan mamanya.


" Iya sayang, jangan lupa kalau mengunjungi papamu, salam dari kami semua," ucap Sabila menitip pesan.


" Pasti ma," jawab Felly tersenyum.


*************


Keesokan Harinya. Aditya dan kakek Harison kembali datang kerumah Felly. Hari ini mereka akan membawa Felly ke Jakarta untuk mempersiapkan pernikahan.


Seharusnya semalam Felly pergi. Tetapi Felly minta waktu hari untuk berkemas. Dia juga ingin menghabiskan 1 malam lagi bersama keluarganya. Aditya memang memberi kesempatan itu.


Felly dan keluarganya sudah berada di depan rumah. Mengantarkan Felly kepada calon suaminya. Felly pasti sedih karena meninggalkan orang tuanya. Tetapi Felly tidak punya pilihan lain. Dia memang harus menikah dengan Aditya.


Di balik apa motif Aditya dia tidak peduli. Dia menyetujui pernikahan itu karena masa depan bayi yang ada di dalam kandungannya. Dan pastinya untuk keselamatan keluarganya.


" Ma Felly pergi dulu, mama jaga kesehatan ," ucap Felly mencium punggung tangan mamanya dan memeluk mamanya erat.

__ADS_1


" kamu juga jaga kesehatan jangan menyusahkan orang lain," ucap Sabila mengusap-usap pundak punggung Felly.


Walau berat melepas putrinya. Tetapi memang itu kewajibannya menikahkan putrinya dengan laki-laki yang di pilih anaknya.


" Iya ma," jawab Felly. Felly langsung beralih kepada kakaknya dan memeluknya erat.


" Titip mama ya kak. Jangan biar kan mama sakit," ucap Felly.


" Kamu tenang saja. Jangan memikirkan hal lain. Urusan mama dan yang lainnya urusan kakak, kamu fokus pada diri kamu dan juga keluarga baru kamu," sahut Andre memeluk erat adiknya yang sebentar lagi akan menikah dan akan membina keluarga baru.


" Iya kak," jawab Felly dan berlanjut memeluk adiknya Agni.


" Kamu jaga diri, rajin sekolahnyan dan jangan menyusahkan mama, kak, Andre dan bibi," ucap Felly memberi pesan.


" Iya kak. Kakak juga harus jaga diri. Jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran, sering-sering kabari Agni," ucap Agni berpesan pada kakanya.


" Iya ," sahut Felly melepas pelukannya. Felly langsung memeluk bibinya.


" Titip mama dan yang lainnya," ucap Felly pada bibinya.


" Kamu tenang saja. Jangan memikirkan apa-apa. Bibi akan menjaga mama kamu," sahut Wanti memeluk erat. Felly tersenyum menahan haru melepas pelukannya.


" Kalian jangam bandel-bandel ya," ucap Felly pada 2 anak kecil yang memeluknya erat.


" Pasti kak," jawab Lulu dan Dody serentak.


" Sampai kapan dia mau berpamitan terus. Dia pikir aku di sini hanya menontonnya apa yang di kerjakannya," batin Aditya yang sudah banyak protes. Karena Felly yang lama membuatnya jenuh.


" Kalau begitu kami bawa Felly?" sahut kakek Harison. Berdiri yang sedari tadi berdiri di dekat Felly.


" Titip anak saya," ucap Sabila.


" Iya," sahut Harison. " Ayo Felly kita pergi," ajak Harison.


Felly mengangguk dan dengan berat hati melangkahkan kakinya menjauh dari keluarganya. Kepalanya terus menoleh kebelakang sambil berjalan menuju mobil.


Di sangat berat hati harus meninggalkan keluarganya. Matanya bergenang ingin menangis tetapi sengaja menahannya. Jika dia menangis dan Aditya melihatnya Aditya akan semakin meremehkanya.


Bion membukakan pintu mobil untuk Aditya. Aditya yang sudah lelah berdiri akhirnya masuk kedalam mobil. Sampai akhirnya Felly juga memasuki mobil dan duduk di samping Aditya.

__ADS_1


" Nggak usah lebay jadi orang. Kayak mau jadi TKW aja," cicit Aditya kesal saat Felly sudah duduk di sampingnya.


Felly menoleh ke arahnya tanpa menanggapi apapun yang di katakan Aditya dia hanya terus melihat keluarganya yang ditinggalkannya.


Tidak berapa lama kakek Harison pun memasuki mobil duduk di samping pengemudi. Kakek Harison menoleh kebelakang melihat Felly yang tampak sedih.


" Jalan Bion!" perintah Aditya yang sudah malas berkata-kata. Dia juga malas lama-lama. Harison hanya geleng-geleng dengan Aditya.


" Aku tidak tau bagaimana hidupku selanjutnya. Aku juga tidak tau apa lagi yang akan terjadi saat aku berada di rumah itu. Aku tidak tau apa tanggapan Mas Damar kepadaku dan juga Tante Rebecca yang pasti lebih membenciku. Ya Allah aku berserah diri kepadamu. Aku mohon petunjuk dari mu untuk semua ini semoga aku kuat dengan semua ini," batin Felly yang benar-benar gugup.


Felly meninggalkan rumahnya di Jakarta agar bisa melanjutkan hidupnya. Siapa sangka akhirnya dia kembali kesana dengan status akan menikha denagn pria yang menjadi pusat titik kehancurannya.


Tidak tau apa rencana sang kuasa. Felly hanya berserah diri dan mendapat keadilan atas dirinya. Dia tidak meminta banyak. Dia hanya ingin hidup tenang.


*************


Mereka hampir menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Selama di perjalanan Felly yang di samping Aditya hanya diam tanpa ada bicara apa-apa.


Sementara Aditya fokus pada tabletnya yang memang lebih mengurusi pekerjaannya. Felly membuatnya meninggalkan pekerjaannya beberapa hari.


Dia harus bekerja ekstra dengan banyaknya pekerjaan yang sudah tertinggal selama beberapa terakhir.


" Ehegk Ehegk Ehegk," Felly menutup mulutnya saat ingin muntah Aditya langsung menoleh kearah Felly melihat wanita di sampingnya mual-mual.


" Felly ada apa. Apa kamu sakit?" tanya Harison yang melihat kebelakang.


" Tidak kek, perut Felly hanya mual," jawab Felly gugup yang terus menahan mual.


" Felly memang tidak terbiasa naik mobil mewah," sahut Aditya dengan santai. Sampai Felly melihatnya dengan geram.


" Kau pikir aku sekampungan itu," lirih Felly pelan. Tetapi Aditya dapat mendengar suara itu.


" Apa kamu tadi sudah sarapan?" tanya Harison.


" Sudah Kek," jawab Felly.


" Kenapa perutku harus sampai seperti ini. Ini bukan waktu yang tepat untuk seperti ini," batin Felly yang mencoba menahan agar tidak muntah.


" Apa karena janin yang di kandungnya makanya dia mual-mual. Bukannya orang hamil memang seperti itu ya. Mual-mual terus," batin Aditya yang penasaran.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2