
Felly berada di dalam kamar. Dia sudah mengganti pakaiannya dengan dress pink yang tampak sederhana dan sekarang berdiri di depan Cermin.
Dia memang tidak tau mau kemana dan di suruh mengganti ya sudah dia mengganti saja dengan pakaian yang ala kadarnya. Karena memang dia tidak mempunyai pakaian yang mewah.
Brukk. Bukaan pintu kamar yang kuat membuatnya tersentak kaget yang ternyata Aditya yang membuka pintu tanpa mengetuk dulu dan masuk sembarangan.
" Kau tidak bisa mengetuk pintu dulu," ucap Felly kaget dengan tindakan Aditya yang suka-suka.
Membuat jantungnya hampir copot. Aditya yang berdiri di depan pintu kamar dengan paper bag yang menggantung di tangannya menatap sinis ke arah Felly.
" Aku sudah menduga akan seperti ini hasilnya," ucap Aditya membuat Felly bingung.
" Apa maksudnya, hasilnya, apa yang di katakannya," batin Felly mengkerutkan dahinya dan Aditya sudah melangkah menghampirinya.
" Ganti pakainamu," ucap Adita melempar paper bag yang di pegangnya ke atas tempat tidur. Membuat Felly hanya menoleh ke arah benda itu saja.
" Aku sudah menggantinya mau berapa kali ganti lagi," protes Felly.
" Banyak protes, cepat ganti. Jangan membuatku malu dengan pakaian seperti itu. Pakaian murahan yang lebih cocok untuk kepasar. Cepat ganti," tegas Aditya yang tidak bicara jika tidak menghina.
" Memang ada apa dengan pakaian ku. Mau kepasar atau apapun yang jelas aku membelinya pakai uangku," ucap Felly dengan melihat ke arah pakaian di pakainya.
Perasaan pakaiannya biasa-biasa aja. Tetapi Aditya sudah mengatainya dengan sesukanya.
" Aku mengajakmu untuk urusan penting. Ketempat yang berkelas. Jadi jangan bikin ulah. Aku tidak mau orang-orang tau. Jika istriku tidak di beri uang. Sehingga membeli pakaian saja tidak bisa. Jadi cepat ganti pakaian mu dan jangan banyak tanya lagi," jelas Aditya menegaskan sekali lagi.
" Memang dia mau mengajak ku kemana," batin Felly yang masih kebingungan.
" Kenapa masih diam. Apa perlu aku yang menggantinya," ucap Aditya sedikit menguatkan volume suaranya dengan ancaman.
" Bagaimana aku menggantinya jika kau masih berdiri di depanku," sahut Felly mengoceh.
" Apa urusannya denganku," sahut Aditya santai.
" Ya sudah. Kalau kau tidak mau pergi aku tidak akan menggantinya," sahut Felly dengan tegas. Membuat Aditya mendengus kesal.
" Kau masih saja menutupi. Bahkan aku sudah melihatnya berkali-kali," ucap Aditya yang langsung pergi.
Membuat Felly geram merapatkan giginya. Mungkin jika suami sungguhan tidak masalah mengganti pakaian di depan suaminya. Tetapi ini Aditya jelas menjadi masalah besar.
" Dasar menyebalkan," desis Felly kesal. Bruk. Aditya kembali masuk kedalam kamar dan membuat Felly kaget.
" Jangan lupa berdandan, jangan bikin malu, awas saja jika kau tidak mendengarkan ku," tegas Aditya lagi.
" Ishhhhhss, selalu saja memerintah," desis Felly mengumpat dengan geram. Tangannya yang terkepal hampir mau meninju Aditya.
" Dia selalu menyuruh-nyuruhku. Memang dia pikir siapa dia," ucap Felly mengoceh dan beralih ke tempat tidur. Mengambil paper bag yang di lempar Aditya dan melihat isinya.
**********
__ADS_1
Aditya sudah menunggu Felly cukup lama. Tetapi istrinya itu tidak keluar kamar sama sekali.
Dia sudah gelisah, sebentar-sebentar melihat jam tangan. Tetapi Felly tak kunjung menunjukkan dirinya membuatnya semakin kesal karena menunggu sangat lama.
" Lama sekali dia. Apa dia tidur," umpat Aditya kesal.
" Dia pasti sengaja membuat lama. Dia memang paling suka mencari gara-gara," Aditya terus mengoceh dan lagi-lagi berpikiran buruk pada Felly.
" Memang tidak bisa di biarkan. Memang aku harus turun tangan lagi," ucapnya lagi yang melangkah pergi dari tempatnya.
Aditya yang penuh kekesalan karena lama menunggu memutuskan untuk melihat Felly.
Mungkin Felly akan kenak sembur lagi oleh Aditya karena Felly yang membuatnya kesal. Sampai di depan pintu kamar itu. Aditya yang memegang gagang pintu membuka pintu tanpa mengetuk.
" Kenapa kau lama sekali. Apa.." ucapan Aditya terpotong saat sudah membuka pintu dan melihat Felly yang berdiri di depannya sibuk mengikat tali baju di lengannya.
Dia tidak melihat Felly yang berdiri di depannya. Tetapi melihat bidadari yang turun dari langit sampai membuatnya tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi dan wajahnya yang tadi sangat sangar berubah menjadi takjub.
" Kau selalu saja masuk sembarangan, apa susahnya menunggu sebentar," oceh Felly yang semakin kesal dengan Aditya.
Sementara Aditya masih diam melihat Felly yang benar-benar cantik. Matanya bahkan tidak berkedip sekali.
Penampilan Felly yang mencuri perhatiannya. Menggunakan Dress putih memanjang tanpa lengan dengan ukirannya yang indah membuatnya terlihat seperti putri kerajaan.
Wajahnya juga di beri polesan makeup dan rambut yang di tata sangat indah membuat Aditya paling beruntung karena bisa menjadikan Felly istrinya. Memiliki Felly yang benar-benar sempurna suatu mukjizat.
" Tidak perlu," ucap Aditya yang melangkah mendekati Felly. Bahkan 2 kata itu terdengar lembut.
Aditya yang sudah berdiri di depan Felly melihat Felly sangat dekat dan bisa melihat jelas kecantikan wanita yang sedari tadi membuatnya marah.
" Ya sudah, kita mau kemana?" tanya Felly yang memang tidak tau tujuannya kemana.
Aditya hanya menyuruhnya mengganti pakaian dengan pakaian mewah yang jika sudah seperti itu pasti lebih cocok untuk ke Aca pesta.
" Jangan banyak bertanya! ayo pergi," ucap Aditya yang tidak ingin lama-lama lagi. Dia juga sudah tersadar dari lamunannya mengagumi Felly di dalam hatinya.
Felly sudah sangat lama dan membuat waktunya terbuang dan seharusnya di marah-marah tadi. Tetapi melihat Felly yang sangat cantik membuat marahnya hilang.
" Iya," jawab Felly yang akhirnya menurut saja.
Felly mengangkat bajunya bagian bawah, agar tidak menyapu lantai karena pasti akan kotor. Dan berjalan mengikuti Aditya.
Saat Aditya ingin keluar dari kamar Aditya melihat Damar yang menelpon Aditya yang berpikiran sesuatu langsung membalikkan badannya dan hampir saja menabrak Felly.
" Ada apa?" tanya Felly kaget. dengan Aditya yang mundur lagi.
Aditya yang di hadapan Felly langsung memegang tangannya Felly. Membuat Felly bingung dengan Aditya yang malah menggenggam tangannya.
" Kau bisa jatuh, jika kau berjalan tanpa pegangan," ucap Aditya dengan lembut. Membuat Felly mengkerutkan dahinya. Sangat aneh rasanya Pria itu berbicara manis dengan tiba-tiba.
__ADS_1
" Tidak perlu aku bisa berjalan sendiri," ucap Felly melepaskan tangannya dari Aditya.
Tetapi Aditya menahannya, bahkan menarik pinggang Felly dan hampir saja dada Felly menabrak dada Aditya. Membuat Felly kaget sampai matanya terbuka sempurna.
" Aku sudah mengatakan jangan membantah apa yang aku katakan," ucap Aditya membelai pipi Felly dan merapikan anak rambut Felly yang ada di pipi itu. Membuat Felly bingung.
" Apa yang kau lakukan, lepaskan aku," berontak Felly.
Tetapi Aditya semakin mempererat tangannya di pinggang istrinya dan bahkan menarik lebih dekat dengannya. Sampai Wajah mereka tanpa jarak.
Ekor mata Aditya melirik ke arah pintu yang terbuka lebar dan memang dugaannya benar Damar melihat dia dan Felly.
Damar yang awalnya serius menelpon. Tiba-tiba pandangannya harus melihat ke arah pintu kamar yang terbuka dan menampilkan pasangan suami istri yang kelihatan bermesraan.
" Aditya lepas, bukannya kita harus pergi?" tanya Felly tidak nyama.
" Kau sudah membuatku kesal sejak tadi. Banyak yang kau lakukan membuatku marah. Aku sudah mengatakan. Jika yang kau membuatku marah terutama masalah pria itu. Maka apa yang kau buat di kontrakmu tidak akan berlaku.
" Apa maksudnya, kenapa dia kembali membahas kebelakang dan perkataannya kenapa dia berbicara seperti itu," batin Felly kebingungan dengan Aditya.
Dalam kebingungan Felly ternyata kecupan hangat di bibirnya sudah mendarat. Membuat Felly melebarkan matanya sempurna.
Bisa-bisanya dia kecolongan dan membiarkan Aditya melakukan itu kepadanya. Dia asyik melamun sampai Aditya mengambil kesempatan untuk melakukan hal itu.
" Itu hukuman kecil untukmu. Jika kau melakukan itu lagi, akan melakukan yang lebih parah yang kau dapatkan," ucap Aditya tersenyum miring dengan jarinya mengusap bibir Felly.
Aditya juga melihat kearah Damar yang sekarang sedang kepanasan dan bahkan terihat mengepal tangannya.
" Kau pikir, drama yang kau ciptakan tadi sudah sangat sempurna dan menurutmu berhasil, kau hanya membuatku melihat dirimu memakaikan anting pada Felly. Tetapi kau melihat dengan matamu jika aku bisa melakukan apapun kepada Felly di depanmu," batin Aditya dengan senyum penuh kemenangan.
Damar yang kepanasan pun akhirnya pergi. Sebelum dia melihat Aditya akan melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi. Mungkin dia bisa-bisa meledak.
" Berani sekali kau menciumku," bentak Felly mendorong dada Aditya dengan kuat sehingga tangan Aditya yang di pinggangnya terlepas dan terjadi jarak di antara mereka. Felly memang baru sadar sekarang.
" Kau memang selalu berlebihan. Hanya di cium saja sudah seperti di perkosa saja," sahut Aditya sinis.
" Tutup mulutmu. Kau yang berlebihan, seenaknya membuat aturan hukuman seperti itu," sahut Felly yang sekarang marah-marah.
" Aku punya hak melakukannya. Makanya lain kali jangan membuatku marah. Aku akan melakukan lebih parah lagi. Jika kau masih tidak mendengarkan mu," ucap Aditya dengan penuh penegasan dan penekanan.
" Sudah, jangan mencari keributan, aku tidak punya waktu untuk ribut dengan mu. Jadi sekarang ayo. Kita sudah terlambat," tegas Aditya melangkah terlebih dahulu.
" Ishhhh, kenapa aku bisa kecolongan. Dia memang selalu mencari kesempatan," ucap Felly dengan geram langsung mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangannya.
Sementara Aditya melangkah dengan mengukur senyum. Sandiwara yang di lakukannya tanpa skenario berjalan dengan lancar.
Bersambung
__ADS_1