Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
120 Hukuman


__ADS_3

Harison duduk di sofa. Sementara Damar, Rebecca, Baskoro dan Aditya berdiri. Menunggu Harison yang meneliti rekaman cctv tersebut. Bukti dari kejahatan Rebecca.


Harison begitu serius melihat rekaman cctv itu. Sementara Rebecca sudah panik dan penuhnya ketakutan. Begitu juga Damar. Dia tau mamanya mendorong Felly kekolam renang. Dia yang penuh luka di wajahnya sang sedari tadi menahan sakit.


" Sial, bagaimana ini. Papa pasti akan marah dengan kejadian ini," batin Rebecca yang terus kepanikan sambil *******-***** telapak tangannya.


Harison mematikan ponsel itu dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Rebecca.


" Kau ingin mengatakan sesuatu Rebeca?" tanya Harison. Rebecca memberanikan diri untuk melihat Harison yang menatapnya sangat dingin. Baskoro mengambil ponsel yang sudah di letakkan di atas meja dan melihat rekaman cctv itu.


Baskoro jelas melihat apa yang di lakukan istrinya kepada Felly. Baskoro juga langsung melihat ke arah Rebecca yang berada di sampingnya.


" Mas," lirih Rebecca.


" Apa semua ini?" tanya Baskoro lihat serius Rebecca.


" Aku bisa jelaskan semuanya. Memang rekaman itu terlihat aku mendorong. Tapi di rekaman itu tidak terlihat. Bagaimana aku yang ingin jatuh dan terakhirnya tanganku menempel pada punggung Felly," ucap Rebecca yang masih punya alasan untuk membela diri.


" Kita anggap itu masuk akal. Lalu kenapa kau menonton sebentar dan langsung pergi?" tanya Harison.


" Aku tidak menonton pa. Aku ragu ingin menolong Felly. Aku terluka di bagian kaki takut tenggelam. Jadi aku tidak lari. Aku mencari pertolongan dan papa lihat ada Damar. Aku memanggil Damar," ucap Rebecca yang terus membela diri.


" Wanita ini benar-benar," geram Aditya di dalam hatinya.


" Ini hanya salah paham pa, ma, percaya pada ku," ucap Rebecca yang meyakinkan semua orang.


" Aku juga ingin mendengar alasanmu. Kenapa kau mengirim Foto-foto Damar dan Felly ke ponselku?" tanya Aditya dengan menekan suaranya menatap sinis Rebecca.


" Kapan aku melakukannya," sahut Rebecca yang pasti tidak akan mengakuinya. Aditya langsung mendengus kasar mendengarnya.


" Ini tuan," tanpa di suruh Bion langsung bergerak dan lalu menunjukkan sesuatu pada Harison.


" Apa lagi itu," batin Rebecca yang semakin panik.


" Alamat IP itu jelas sama dengan alamat email mu. Yang berarti kau mengirimnya dengan ponsel lain. Seharusnya kau pintar sedikit. Jika ingin mengibuliku," sahut Aditya. Rebecca tidak bisa menyangkal lagi.

__ADS_1


" Sial, aku tidak percaya. Aditya bisa sampai melacaknya," batin Rebecca yang sekarang mati kutu.


" Ada lagi yang ingin kau sampaikan Rebecca?" tanya Harison. Rebecca sekarang diam tidak bisa berbicara apa-apa.


" Damar," ucap Harison yang langsung sekarang giliran Damar.


" Apa yang kau lakukan di kamar Felly saat suaminya tidak ada?" tanya Harison.


" Aku datang karena panggilannya," jawab Damar yang masih tidak mau mengakui. Aditya geram mendengarnya dan ingin melangkah lagi yang mungkin akan menghajar Damar.


" Aditya cukup! cegah Harison. Aditya menghentikan langkahnya. Saat sang kakek menyuruhnya untuk berhenti.


" Aku bertanya sekali lagi padamu Damar. Apa yang kau lakukan di kamar Felly, jika jawabanmu masih sama. Kakek juga akan menyamakan dirimu dengan pelayan di rumah ini," ucap Harison dengan ancamannya membuat Damar dan Rebecca kaget.


" Tidak. Itu tidak boleh terjadi," batin Rebecca mulai kepanikan.


" Sial. Bisa-bisanya aku terjebak dalam masalah ini. Aditya kau benar-benar kurang ajar," batin Damar yang tidak tau harus menjawab apa.


" Baiklah. Kakek anggap jika apa yang di katakan Aditya adalah kebenarannya," sahut Harison. Aditya merasa lega. Karena sang kakek memihak kepadanya.


" Perbuatan kalian benar-benar keterlaluan. Aku tidak menyangka jika kalian akan melakukan hal itu kepada Felly di saat suaminya tidak ada," ucap Harison bangkit dari duduknya.


" Kalian ber-2 harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian dan yang pertama aku tidak suka jika wakil CEO masih dirimu," ucap Harison yang langsung memberikan hukuman pada Damar.


Damar kaget mendengar ucapan Harison yang itu berati dia akan di keluarkan dari perusahaan utama.


" Apa maksud kakek. Hanya masalah seperti ini. Kakek ingin menggantikan posisi ku," sahut Damar yang langsung protes.


" Aku lelah hari ini. Aku akan memberikan hukuman yang tepat untuk mu Rebecca," ucap Harison yang tampak tidak mempedulikan protes Damar dan langsung pergi.


" Kek," panggil Damar. Harison tetap melanjutkan langkahnya.


" Kakek!" panggil Damar.


Aditya tersenyum miring melihat Damar yang sekarang resah. Tindakan kakeknya cukup pantas untuk memberi Damar pelajaran dan untuk Rebecca Harison belum memberinya.

__ADS_1


" Kalian dengar. Semua ini belum selesai. Kalian ber-2 masih akan mendapatkan ganjaran dari perbuatan kalian kepada Felly," ucap Aditya menekankan.


" Ayo Bion kita pergi," ajak Aditya. Bion mengangguk dan langsung pergi mengikuti Aditya.


Baskoro yang sedari tadi diam yang tidak mengeluarkan statemen apa-apa. Melihat sebentar istri dan anaknya. Lalu pergi.


" Mas," panggil Rebecca yang tau jika suaminya marah.


" Sial. Kenapa semuanya jadi seperti ini," desis Rebecca yang kesal dengan memijat kepalanya. Dia benar-benar tidak percaya jika skenario yang sudah di rencanannya akan happy ending. Ternyata sad ending dan dia tinggal menunggu hukuman dari Harison.


Damar saja hukumannya separah itu. Bagaimana dirinya yang pasti akan lebih parah lagi.


***********


Rumah sakit.


Felly masih berada di rumah sakit dan kondisinya masih tetap Sama. Dokter sedang memeriksa kondisinya yang di bantu suster yang sepertinya mencatat hasil pemerikasaan Dokter.


Sementara Aditya juga ada di sana berdiri di ujung ranjang dengan tangannya di lipat di dadanya. Matanya tidak lepas dari Felly yang masih tidak sadarkan diri.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Aditya tanpa melihat Dokter dan masih tetap melihat Aditya.


" Ada peningkatan. Bapak jangan khawatir istri bapak akan sadar," jawab Dokter yang memberi harapan banyak.


" Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Dokter pamit. Aditya menganggukkan kepalanya.


" Lalu bagaimana jika kau sadar. Apa yang harus aku lakukan," batin Aditya bertanya pada hatinya.


" Aku tidak percaya. Jika aku bisa terjebak skenario Rebecca. Rebecca kau akan tetap mendapat hukuman dari ku. Apa yang terjadi pada Felly. Karena ulahmu dan itu artinya. Kau harus sama sepertinya," batin Aditya yang masih ingin memberi pelajaran banyak pada Rebecca.


" Tidak ada toleransi lagi untuk kalian ber-2. Ini sudah waktunya. Kalian harus masuk lebih cepat," batin Aditya yang tidak akan main-main lagi dengan ucapannya.


Apa yang terjadi pada Felly. Membuat Aditya benar-benar murka. Selain murka pada dirinya. Dia juga murka pada Rebecca dan Damar yang tidak akan pernah mendapat ampunan darinya.


Mungkin Harison memberikannya hukuman. Tetapi dia juga pasti akan memberikan hukuman yang lebih parah lagi dan masalah Damar yang babak belur itu tidak terhitung.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2