Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 38 Ingin mengadukan pada mama


__ADS_3

Pagi hari yang cerah kembali tiba. Elia sudah menyiapkan sarapan pagi. Nasi goreng kesukaan adiknya Aditya.


Karena Aditya menginap dirumahnya. Jadi pagi-pagi dia sudah bangun untuk menyiapkan sarapan istimewa itu. Elia tinggal di rumah itu hanya ber-2 bersama dengan pembantu rumah tangganya.


" Pagi kak," sapa Aditya yang sudah bangun dan menghampiri sang kakak kemeja makan.


" Pagi," jawab Elia, " tumben cepat bangun?" tanya Elia. Biasa adiknya bangun sangat lama dia harus turun tangan sendiri untuk membangunkannya. Tetapi sekarang belum sempat dia membangunkan adiknya sudah bangun.


" Aku sudah biasa bangun seperti ini," ucap Aditya.


" Benarkah!" sahut Elia.


" Lagian Aditya ada perjalanan bisnis sebentar lagi," sahut Aditya menarik kursi. Duduk di hadapan kakaknya. Elia pun menyendokkan nasi ke piring Aditya.


" Memang pergi kemana?" tanya Elia yang juga membuat nasi goreng di dalam piringnya.


" Las Vegas," jawab Aditya.


" Berarti sangat lama?" tebak Elia.


" Tidak. Hanya beberapa hari saja. Kakak mau ikut?" tanya Aditya.


Elia memang pasti selalu ikut jika adiknya pergi jauh. Sewaktu mereka tinggal di Jerman. Aditya juga sering membawa kakaknya perjalanan bisnis.


" Kalau tidak sampai 5 hari. Kakak tidak perlu ikut," jawab Elia.


" Hmmm, baiklah!" sahut Aditya tidak mau memaksa.


" Aditya!


" Iya kak," sahut Aditya mengunyah makanannya.


" Kaka akan menggunakan uang yang bulan lalu kami TF. Kakak mau memakai untuk donasi operasi jantung salah satu anak dari yayasan panti asuhan," ucap Elia.


" Kenapa harus meminta izin. Uang yang sudah aku TF. Itu milik kakak. Jadi tidak perlu minta ijin untuk hal itu," sahut Aditya.


" Kakak tau. Tapi kakak merasa tidak akan mengeluarkan uang itu sebelum dapat ijin dari kamu," jelas Elia.


" Terserah kakak saja! Oh iya memang kapan operasinya?" tanya Aditya.


" Minggu depan. Kasian sekali anak itu. Yayasan sangat kekurangan biaya untuk biaya operasinya. Padahal mereka sudah berusaha mengumpulkan uang untuk operasi. Bahkan mereka sampai di tipu.


" Maksudnya?" tanya Aditya bingung.


" Ada oknum dibelakang di balik pengumpulan dana itu dan oknumnya membawa kabur uangnya. Tidak bertanggung jawab. Padahal anak itu butuh operasi secepatnya," jelas Elia.


Kata-kata kakaknya kembali mengingatkannya pada Felly. Di mana Felly sering mengucapkan tentang ibunya yang menjalankan operasi.

__ADS_1


Dan dia mempermainkan wanita itu dengan melakukan pembekuan cek itu. Sampai Felly harus melakukan tindakan bodohnya demi uang.


Jika dipikir-pikir. Felly jauh lebih baik darinya.


Felly punya kesempatan menyelamatkan nyawa ibunya tidak sementara dia yang benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa sehingga ibunya meninggal.


" Aditya," tegur Elia.


" Iya kak," sahut Aditya salah tingkah.


" Kamu kenapa dari tadi melamun. Ada yang kamu pikirkan?" tanya Elia.


" Tidak kak," jawab Aditya menutupi semua yang dipikirkannya.


" Ya sudah kamu lanjutkan makan lagi,"


" Iya kak," jawab Aditya.


************


Sabira mama dari Felly sudah di pindahkan keruang perawatan. Kondisinya pasti jauh lebih baik dari sebelumnya. Dokter juga mengatakan Sabira akan segera pulang.


Felly, Andre, Agni dan Wanti berada di dalam ruang perawatan itu.


Felly duduk di kursi di samping mamanya. Memegang tangan mamanya dengan ke-2 tangannya. Sementara yang lainnya berdiri di sekitar ranjang.


" Ma," lirih Felly saat melihat sang mama membuka matanya perlahan. Air mata Felly menetes saat bisa kembali melihat mamanya membuka mata.


Felly yang mendengar suara itu langsung memeluk mamanya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit.


" Felly senang akhirnya mama bisa sembuh, mama Felly merindukan mama," ucap Felly yang menangis terisak-isak di pelukan mamanya.


Sang kakak mengusap punggung adiknya seraya menenagkan adiknya. Felly yang menangis dipelukan mamanya seakan ingin menceritakan apa yang terjadi kepadanya.


Dia ingin bercerita bagaimana dirinya yang sangat hancur. Felly ingin mengadukan semua kepada sang mama dengan apa yang terjadi.


Mengadukan kepada mamanya mengenai Pria yang menghancurkannya. Dia hanya bisa menangis Sengugukan. Tidak berani mengeluarkan 1 katapun tentang apa yang terjadi dan apa yang dirasakannya.


Itu lah yang dibutuhkannya Felly. Membutuhkan pelukan sang mama. Usapan bahu sang mama untuk memberinya kekuatan. Hidupnya yang semakin melemah memerlukan kata semangat dari sang mama. Memerlukan kata harus bertahan.


" Jangan menangis, mama tidak apa-apa," sahut Sabira dengan sedikit senyum yang berusaha menahan sakit mengusap-usap punggung Felly.


Sebagai ibu pasti banyak firasat buruk yang di rasakannya. Dia juga bisa merasakan tubuh putrinya yang bergetar seperti ingin menyampaikan sesuatu. Tetapi tidak ada keberanian untuk menyampaikan hal itu.


" Felly, sudah sayang, mama tidak apa-apa, mama sudah sembuh jangan menangis seperti ini," ucap Sabira yang terus menenangkan putrinya.


" Maafin Felly ma, maafin Felly," hanya kata itu yang terucap di dalam dirinya. Setelah lama menangis.

__ADS_1


" Kenapa minta maaf. Mama yang minta maaf karena membuat kamu dan yang lainnya susah," ucap Sahila.


" Felly minta maaf, karena Felly tidak bisa menjaga kehormatan Felly, maafin Felly ma," batin Felly dengan deraian air matanya.


Felly pun melepas pelukannya dari sang mama. Sabira mengusap air mata yang membanjiri pipi putrinya.


" Jangan menangis. Mama sudah sembuh. Kita akan bersama kembali. Kita akan pulang," ucap Sabira. Felly menganggukkan pelan kepalanya.


" Wanti terima kasih. Kamu sudah menjaga anak-anak ku," ucap Sabira melihat ke arah adiknya.


" Aku tidak melakukan apapun mbak. Justru selama ini aku yang berterima kasih selama ini mbak selalu menampungku," sahut Wanitu dengan matanya yang bergenang.


" Ya sudah! Jangan sedih-sedih lagi. Yang penting sekarang mama sudah sembuh. Kita juga sudah bisa pulang sebentar lagi. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi," sahut Andre.


***********


Aditya berada di ruang tamu di Apartemen di Las Vegas. Dia memang menjalankan perjalanan bisnis dan sudah 2 hari berada di sana.


Aditya membolak balikkan dokumen yang di berikan Bion yang berdiri di depannya dengan tegap.


" Felly Valeria Anderson," lirih Aditya menyebutkan nama lengkap wanita itu.


" Dia merupakan Putri dari Tuan Anderson," sahut Bion tanpa di tanya.


Aditya mengangkat kepalanya melihat Bion. Mendengar kata Anderson Aditya seperti tidak asing dengan nama itu. Nama yang sangat familiar ditelinganya.


" Siapa itu? Apa kau mengenalnya?" tanya Aditya.


" Jika dikatakan mengenal tidak tuan. Tetapi tau. Karena dulu sewaktu masa jayanya dia cukup terkenal," jawab Bion.


" Masa jayanya," sahut Aditya. Tertarik mendengar lanjutannya.


" Informasi yang saya dapatkan Tuan Andreson adalah seorang pengusaha yang berkembang pesat. Tetapi Tuan Anderson mengalami gulung tikar karena terlibat skandal korupsi," jelas Bion singkat.


" Korupsi," gumam Aditya.


" Benar tuan. 5 tahun lalu kasusnya sempat menghebohkan Negara kita. Beliau terlibat korupsi besar dalam anggaran dana pembangunan tol di Magelang," jelas Dion lagi.


" Apa dia masih hidup?" tanya Aditya.


" Masih tuan, dia berada di penjara sudah 5 tahun," jawab Bion.


" Beliau di kenakan hukum, 28 tahun dan denda 15 M. Selain itu semua aset milik beliau di sita," jelas bion lagi.


" Lalu bagaiman dengan dendanya, asetnya di sita, bagaiman dia membayarnya?" tanya Aditya seakan sangat penasaran dengan kasus yang menimpa ayah dari wanita yang di hancurkannya.


" Saya dengar keluarganya sampai sekarang masih mencicil denda itu," jawab Bion.

__ADS_1


" Mencicil 15 Miliar. 70 juta saja dia sudah hampir menjual dirinya," batin Aditya mendengus kasar.


Bersambung....


__ADS_2