Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 169 Penegasan.


__ADS_3

Mereka pun akhirnya makan malam. Felly duduk di samping Aditya. Sementara Leon, Damar dan Rebecca duduk di depan mereka. Dan jangan tanya mata Leon terus menatap Felly dengan seriangi nakal yang membuat Aditya geram dan rasanya ingin membunuh Leon sekarang juga.


Felly juga sangat risih dengan tatapan yang melecehkan itu. Siapa yang nggak panas melihat Leon yang tampak sengaja memancing emosi Aditya.


" Jadi Leon adalah sepupunya Rebecca. Dia adalah Pria memperkosa kak Elia. Jika Leon tau Aditya mengetahui semuanya. Lalu kenapa dia sangat berani menunjukkan dirinya pada Aditya. Kenapa dia seberani itu seakan menantang Aditya," batin Felly yang penuh kebingungan.


" Brengsek kau Leon. Berani sekali kau menatap Felly seperti itu di depanku," batin Aditya mengepal tangannya dan ingin bangkit dari tempat duduknya yang mungkin ingin mencongkel mata Leon.


Tetapi Felly di sampingnya langsung menahannya dengan memegang tangan Aditya. Aditya menoleh kearahnya. Dan Felly langsung menggeleng seakan mengatakan jangan. Karena dia benar-benar baik-baik saja.


Aditya menarik napasnya panjang dan mencoba untuk mengendalikan dirinya. Rencananya bisa berantakan. Jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Karena memang pasti ada rencana di balik Leon yang suka-sukanya melihat ke arah Felly.


Merekapun melanjutkan makan malam. Aditya juga makan. Walau dengan perasaannya yang panas dan Felly juga makan dengan perasaannya yang tidak nyaman.


Di tengah-tengah makan mereka. pelayan datang membawakan desert. Dan ternyata pelayan itu adalah Laura.


" Makanan penutupnya datang," ucap Laura dengan lembut. Kehadiran Laura membuat Felly kaget.


" Laura. Jadi dia pelayan di rumah ini. Atau dia mata-mata Aditya. Karena jelas Vidio yang di ambil itu. Terlihat jelas dari rumah ini. Jadi Laura itu pelayan di rumah ini. Lalu kenapa Aditya begitu mempercayainya. Aku harus mencari tau siapa sebenarnya Laura," batin Felly yang semakin penasaran dengan Laura wanita yang sangat di cemburui nya.


" Silahkan, tuan nyonya di makan," ucap Laura dengan ramah.


Laura melihat kearah Aditya saat menunduk dan Aditya juga melihatnya. Seperti ada kode di antara mereka yang tertangkap oleh Felly. Jelas dia begitu emosian melihat suaminya bisa-bisanya bermain mata dengan Laura yang dia tidak mau tau jika ada kode di antara itu.


" Ishhhh, apa matanya mau ku congkel," batin Felly tampak cemburu.


" Saya permisi dulu!" ucap Laura pamit.


" Tunggu dulu!" sahut Damar Tiba-tiba membuat Laura menghentikan langkahnya dan kaget mendengar Damar memanggilnya. Aditya juga kaget dengan Laura yang tiba-tiba di panggil. Laura mencoba menenangkan dirinya dan langsung berbalik badan.

__ADS_1


" Iya kenapa tuan?" tanya Laura dengan tenang.


" Aku baru melihatmu. Apa kamu pelayan baru di rumah ini?" tanya Damar. Laura jantungan saat mendengar hal itu menjadi berdebar tidak beraturan.


" Benar, tuan saya pelayan baru di rumah ini," sahut Laura dengan menundukkan kepala. Aditya melihat ke arah Damar yang sangat kepo.


" Damar, kau segitu telitinya sampai kau menyadari ada pelayan baru di rumah ini atau tidak," sahut Damar.


" Aku hanya melihat dia tampak asing," sahut Damar dengan memastikan.


" Begitu rupanya," sahut Harison.


" Berapa lama kamu bekerja di rumah ini?" tanya Damar. Laura menjadi gugup yang tidak percaya akan mendapat pertanyaan itu.


" Cukup Damar," sahut Rebecca. " Jangan berlebihan harus menanyakan pembantu, itu sangat tidak penting," lanjut Rebecca tampak sinis.


" Kamu kembali kepekerjaan kamu!" perintah Rebecca.


" Tidak bisa, Damar tidak bisa mencurigai Laura, aku harus berhati-hati. Jika tidak semuanya bisa berantakan," batin Aditya yang sedikit gelisah.


*********


Felly dan Aditya sudah berada di dalam kamar. Kamar di mana tempat Felly tinggal.


" Aditya, jika memang kita tidak harus menginap di sini. Ya sudah kita pulang saja," ucap Felly yang tampak tau Aditya sangat resah tinggal di rumah itu bersamanya. Apa lagi tadi sudah ada Leon.


" Tidak, kita akan tetap menginap di sini," tegas Aditya.


" Tapi ada Leon dan bukannya itu akan bahaya," sahut Felly yang juga cemas.

__ADS_1


" Felly, aku sudah mengingatkan padamu jangan mencampuri urusan ku dan masalah apa yang kamu dengan waktu itu dan apa yang kamu lihat di ponselku. Lupakan, karena itu bukan urusanmu," tegas Aditya yang memang tidak ingin istrinya terlibat dalam masalah yang mungkin baginya sangat mengerikan.


Aditya pun melangkah ingin keluar dari kamar, namun di lengannya di pegang Felly. Membuat langkah Aditya terhenti dan menoleh ke arah Felly.


" Kenapa aku tidak boleh tau apa-apa. Bukannya aku istrimu yang seharusnya aku tau semuanya dan aku juga sudah terlanjur mengetahuinya," ucap Felly yang masih berharap jika Aditya benar-benar menceritakan kepadanya.


Walau dia sudah tau semuanya. Tetapi dia ingin Aditya mempercayainya. Aditya menurunkan tangan Felly dari tangannya dan memegang tangan itu lalu melihat Felly dalam-dalam.


" Kamu tidak perlu tau dan tidak terlibat semua ini. Tolong dengarkan perkataan ku. Aku tidak suka di bantah. Jika kamu sampai ikut campur itu hanya akan semakin sulit," sahut Aditya.


" Jadi kamu tidak perlu tau apa-apa. Karena itu bukan urusanmu, kamu tetap di sisiku. Itu sudah yang terbaik," lanjut Aditya yang terus menegaskan.


" Tetapi aku ingin membantumu," sahut Felly dengan matanya yang benar-benar tidak tega Aditya harus menghadapi semua ini sendirian.


" Tidak perlu, kamu bisa menganggap tidak ada terjadi apa-apa. Jadi jangan berpikiran akan membantu siapa. Karena aku tidak membutuhkan hal itu," sahut Aditya menegaskan berkali-kali dan melepas tangannya dari genggaman Felly. Lalu melangkah untuk pergi.


" Lalu kamu hanya membutuhkan pelayan baru yang di katakan Damar," sahut Felly membuat langkah Aditya terhenti lagi.


" Felly, jangan membahas masalah yang tidak berkaitan," sahut Aditya tanpa membalikkan tubuhnya.


" Mungkin memang benar, dia yang kamu butuhkan, dia penting untukmu dan aku yakin dia tau semuanya dan aku juga melihat kamu ketakutan saat Damar bicara padanya. Ya dia yang penting," ucap Felly menunjukkan sikap tidak sukanya dengan wanita itu.


Felly yang tampak kesal di campur cemburu langsung menaiki tempat tidur, menarik selimut dan memiringkan tubuhnya. Aditya yang sedari tadi terdiam membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Felly.


" Felly, kamu jangan seperti ini. Aku sudah mengatakan urusan pribadi ku. Kamu tidak perlu tau. Jadi jangan berpikiran yang lain-lain. Aku sedang berusaha untuk membebaskan papa mu, jadi mengertilah," ucap Aditya menegaskan lagi.


Felly diam saja tanpa mengatakan apa-apa. Dia seakan sakit karena Aditya benar-benar tidak mau menceritakan apa-apa kepadanya. Aditya yang sudah menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya langsung pergi.


Felly melihat kebelakang dan menoleh ke arah pintu yang sudah pergi.

__ADS_1


" Walaupun kamu tidak ingin ikut campur. Aku tidak akan bisa menuruti perkataan kamu Aditya. Karena bagiku urusan kamu adalah urusanku dan aku tidak mungkin membiarkan kamu sendirian menghadapinya," batin Felly yang seakan tidak mau mendengarkan Aditya.


Bersambung.


__ADS_2