
Felly memang sudah melewati masa kritisnya. Tetapi Kondisinya masih belum baik-baik saja. Felly masih tidak sadarkan diri dan masih dalam perawatan yang intensif.
Aditya sudah selesai dengan marah-marahnya dan melukai dirinya sendiri. Setelah memcahkan cermin di kamar mandi Aditya kembali ketempat di mana Felly di rawat.
Tangannya sudah di beri perban dan masalah cermin pasti sudah beres. Hanya cermin dia akan menggantinya. jadi tidak akan menjadi masalah.
Walau sudah keluar dari kamar mandi dan menghampiri ruang perawatan Felly. Tetapi Aditya tidak masuk kedalam. Dia hanya berdiri di depan pintu ruang perawatan Felly.
Tidak tau kenapa dia tidak masuk kedalam.
Dia hanya melihat Felly dari kaca jendela. Aditya di mana Felly yang masih tidak sadarkan diri dengan selang infus tangannya dan juga di mulut Felly.
Aditya hanya melihat dari kejauhan istirnya. Tidak tau apa yang di pikirkannya. Tetapi bola matanya yang penuh penyesalan itu benar-benar menatap dalam-dalam Felly.
" Kenapa dia tidak siuman juga," batin Aditya yang ternyata menunggu-nunggu Felly untuk siuman.
Walau Dokter mengatakan dia dan janin yang ada di kandungan Felly tidak kenapa-kenapa. Tetapi melihat kondisi yang Felly yang seperti itu membuatnya khawatir. Dia mungkin tidak akan tenang jika Felly belum sadar.
" Hhhhh, apa yang sebenarnya terjadi. Felly memang tidak mungkin melakukan hal itu. Lalu kenapa aku begitu bodoh. Yang langsung menghakiminya. Apa yang aku pikirkan. Sampai aku tidak bisa mengendalikan diri ku,"
" Apa gunanya aku memperhatikan semua hal-hal besar pada kandungannya. Apa gunanya aku ribut di meja makan hanya karena jus yang hampir di minumnya. Apa gunanya aku terus melindunginya. Kalau pada akhirnya. Aku sendiri yang ingin mencelakainya. Aku sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya," ucap Aditya di dalam hatinya yang benar-benar tidak percaya dia bisa sebrengsek itu. Hanya karena hal yang sama sekali belum jelas.
" Tuan!" tegur Bion membuat Aditya langsung membuat pandangannya dari Felly dan membalikan tubuhnya menghadap Bion yang menegurnya.
" Maaf tuan," ucap Bion menusukkan kepalanya.
" Kenapa kau baru datang. Kemana saja kau?" tanya Aditya dengan suara dinginnya yang masih menahan amarahnya.
" Maaf tuan saya tadi ada keperluan," jawab Bion menunduk dengan bibirnya bergetar. Dia juga tau akan mendapat teguran keras dari Aditya.
" Keperluan mu hanya satu menjaga Felly," sahut Aditya menekan suaranya. Bion dia dan tidak menjawab lagi.
" Apa yang kau lakukan. Kenapa kau tidak bisa bekerja dengan benar," ucap Aditya yang langsung membahas pada intinya. Suaranya juga sudah mulai mengeras.
__ADS_1
Ya hari ini Bion akan menjadi sasaran Aditya.
Pasti Bion yang di salahkan nya. Bion yang di perintahkannya untuk menjaga istrinya. Tidak menjalankan amanah itu dengan baik. Sehingga timbulah kejadian yang mengerikan seperti itu.
" Kau masih diam. Jadi begini pekerjaanmu. Kau hanya diam dan menonton semua yang terjadi di rumah. Saat aku meninggalkannya," teriak Aditya benar-benar kecewa dengan Bion.
" Maaf tuan, saya benar-benar tidak benua dalam bekerja. Maafkan kelalaian saya tuang," ucap Bion yang hanya meminta maaf dengan menundukkan kepalanya mengakui semua kesalahannya.
" Kau bilang maaf. Kau pikir dengan maafmu bisa mengembalikan semuanya," tegas Aditya yang sudah menguatkan Volume suaranya lebih keras. dia benar-benar emosi dengan Bion.
Aditya seperti bicara pada dirinya sendiri saja. Dia juga melakukan banyak hal pada Felly dan juga mungkin dengan kata maaf tidak akan bisa menyelesaikannya.
" Pergi, sekarang dan kau tau apa yang harus kau lakukan. Kembali lah kemari. Jika pekerjaan mu benar-benar selesai," ucap Aditya yang langsung memberi perintah.
" Aku tidak ingin pekerjaanmu kali ini tidak beres. Jadi selesaikan dengan baik. Maka aku akan mengampunimu. Jika tidak. Kau tau kan apa akibatnya," ucap Aditya menegaskan pada Bion dengan sedikit ancaman.
" Baik tuan, saya akan mengenakan dengan bai?" jawab Bion.
" Baik tuan," sahut Bion yang langsung pergi. Sebelum Aditya semakin mengamuk kepadanya.
" Menjaga saja tidak bisa. Kenapa semuanya jadi seperti ini," ucapnya lagi yang begitu frustasi dengan kejadian hal yang besar itu.
" Apa yang terjadi sebenarnya. Aku yakin. Ini pasti ada sangkut pautnya dengan wanita ular itu," batin Aditya yang sekarang baru bisa berpikir jernih.
Dia baru bisa berpikiran semua masalah itu berarah pada Rebecca. Tapi semuanya sudah terlambat. Felly sudah menjadi korban amukannya.
**********
" Bi, mama minum saya," teriak Rebecca di ruang tamu meminta pelayan untuk mengambilkan minumnya.
" Iya Bu sebentar," sahut pelayan yang mungkin masih membuatnya.
Rebecca berdiri di sekitar ruang tamu dengan mengipas-ngipas wajahnya dengan telapak tangannya.
__ADS_1
" Hatinya gerah sekali. Padahal sangat dingin. Aku sih yakin100% jika yang kegerahan sekarang adalah Aditya. Dia pasti sekarang sudah mendapatkan apa yang harus di dapatkannya," ucapnya tersenyum penuh kemenangan.
" Damar ternyata sangat bisa di andalkan. Aku tidak percaya jika dia benar-benar lebih pintar dari apa yang aku pikirkan," ucapnya lagi yang memuji anaknya yang secara tidak langsung benar-benar sangat membantunya.
" Aku tidak percaya rencana ku semulus ini. Kalau melihat keadaan wanita itu sih. Pasti masih sekarat dan bayi yang di kandungnya sudah benar-benar musnah dan ibunya juga akan menyusul. Lalu Aditya akan tersorot dia akan menjadi incaran media. Karena penyebab istrinya meninggal dengan begitu. Sahamnya akan hancur Damar akan kembali naik," ucap Rebecca lagi yang sudah membayangkan kebahagiannya selanjut.
" Aditya-Aditya, kau sama seperti papamu. Kau sangat bodoh. Memang cara ini selalu menjadi andalanku dan lihatlah efeknya sangat berhasil," ucap Rebecca tersenyum dengan wajah liciknya.
Dia memang membuat skenario seperti apa yang di lakukannya dulu pada mama Aditya dan dulu juga berhasil dan dia menikmati hasilnya sampai sekarang dan apa yang di lakukannya pada Felly juga berhasil dan dia tinggal menunggu akhirnya episodenya bagaimana yang penting akan menjadi happy ending untuknya.
**********
Mobil Aditya berhenti di depan rumah kakeknya. Sepertinya Aditya menyetir dengan kencang. Sampai suara rem itu terdengar lumayan kuat.
Bion yang di perintahkan nya memang kembali Kerumah sakit dengan membawa laporan yang di minta Aditya. Dan jelas Aditya langsung emosi dengan apa yang di sampaikan Bion. Sehingga secepat kilat dia langsung sampai di rumah itu.
Aditya langsung keluar dari mobilnya dan langsung memasuki rumah itu dengan langkahnya yang sangat panjang. Wajahnya yang memerah sangat jelas memperlihatkan kemarahannya. Sampai rahang kokoh Aditya mengeras. Seorang yang melebih Monster yang kelaparan.
Dari kejauhan Aditya sudah melihat Rebecca dengan tersenyum-senyum sambil mengipas-ngipas wajahnya. Rebecca tidak menyadari Aditya saung berjalan di depannya karena dia fokus menghayal.
Tetapi Rebecca kemudian menyadarinya. Melihat Aditya yang melangkah menuju kearahnya.
" Aditya lirih Rebecca.
Pelayan yang ingin menghampiri Rebecca yang membawa segel jus untuk Rebecca. Aditya yang lewat langsung mengambil gelas itu yang berada di atas nampan.
Pranggg
Aditya yang sudah dari kejauhan 3 meter dari Rebecca langsung melemparkan gelas itu beserta isinya kehadapan Rebecca dan pecah tepat di depan Rebecca. Sehingga Rebecca kaget sampai menutup telinganya dengan apa yang terjadi di depannya.
Bahkan air jus itu mengenai wajahnya. Aditya masih kejauhan melemparnya yang seharusnya. Gelasnya juga mengenai wajah Rebecca.
Bersambung....
__ADS_1