Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 308 Tidak saling menggapai.


__ADS_3

Laura selesai mencari makanan dan kembali Kerumah sakit untuk menghampiri Felly dan juga Aditya.


" Laura!" seseorang wanita tiba-tiba memanggil Laura dan membuat Laura membalikkan tubuhnya.


" Citra," ucap Laura dengan wajahnya yang tersenyum. Wanita yang memakai pakaian Dokter itu langsung menghampiri Laura dengan gembiranya.


" Ya ampun Citra kamu apa kabar," sahut Laura memegang ke-2 tangan Citra yang sepertinya Laura begitu bahagia.


" Aku baik-baik saja. Kamu sendiri bagaimana dan kamu sudah hamil besar. Nggak terasa ya," ucap Citra mengusap perut Laura.


" Aku baik-baik juga," jawab Laura " Kamu ngapain di sini, bukannya kamu tidak praktek di sini ya?" tanya Laura heran.


" Oh, iya kebetulan ada pasien aku yang tadi pagi di bawa ke rumah sakit," jawab Citra.


" Pasien, memang sakit apa?" tanya Laura.


" Kamu seperti tidak tau saja. Kalau aku Dokter psikologis, berarti pasiennya juga berhubungan dengan itu," sahut Citra.


" Ya benar sih, tapi kok di bawa kemari?" tanya Laura heran.


" Karena sempat histeris, mungkin berpengaruh pada kandungannya jadi di bawa kemari," jawab Citra.


" Di hamil juga?" tanya Laura.


" Iya, yang dulu pernah aku ceritain sama kamu. Kamu tidak ingat?" tanya Citra.


" Yang mana ya," sahut Laura bingung yang mencoba mengingat-ingat.


" Itu, wanita yang di tinggal suaminya saat dua hamil. Yang sekarang menganggap sepupunya adalah suaminya. Jadi kemari sepupunya kedapatan sama cewek lain. Dia langsung histeris dan menganggap sepupunya selingkuh. Dan ya makanya untuk memastikan kondisinya harus di bawa ke rumah sakit," ucap Citra menjelaskan.


" Ya ampun kasihan sekali dia," sahut Laura yang tidak tegaan.


" Tetapi lebih kasihan sepupunya tau. Posisinya pasti jauh lebih berat," ucap Citra.


" Kamu benar sih. Siapa tau aja wanita yang di temuinya pacaranya dan pasti bukan hanya sepupunya yang kasihan tapi juga pacaranya," sahut Laura.


" Ya mau gimana lagi sudah seperti itu jalannya," sahut Citra menggedikkan bahunya.


" Memang tidak bisa apa di beritahukan baik-baik pada wanitanya. Kalau pria yang dianggapnya sebagai suami. Itu bukan suaminya kan kasihan kalau sampai sepupunya tertekan," ucap Laura.

__ADS_1


" Resikonya berat Laura. Mungkin nanti kalau kondisinya sedikit membaik. Kami akan lalukan itu," sahut Citra.


" Ya semoga saja ada jalan yang terbaik," sahut Laura.


" Ya mohon doanya ya," sahut Citra.


" Pasti," sahut Laura. Mereka berdua sama-sama tersenyum.


**********


Sementara Elia bergerutu sambil berjalan.


" Minta maaf, kenapa enak sekali meminta maaf, Bion itu sebenarnya sadar tidak. Jika dia itu sudah menikah. Jadi kenapa coba berusaha menjelaskan lagian apa yang harus di jelaskannya. Jelas-jelas semuanya sudah jelas," gerutu Elia yang bertambah kesal dengan Bion.


" Sudahlah Elia kamu kenapa harus memikirkannya terus. Dia juga sudah suami orang. Kamu jangan berharap banyak lagi. Tidak ada gunanya Elia," gerutunya dengan langkahnya yang cepat.


" Elia!" panggil suara seorang pria membuat Elia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya yang ternyata Elia minat Andre yang sekarang berlari menghampirinya.


" Andre," lirih Elia ketika Andre ada di depannya.


" Kamu ngapain di sini?" tanya Elia heran.


" Oh, iya memang benar," jawab Elia.


" Kamu bersamanya kan?" tanya Andre.


" Iya, ya sudah ayo kalau mau menemuinya," sahut Elia. Andre mengangguk dan pergi bersama Elia.


Ternyata Bion mencari-cari Elia dan menemukan Elia yang sudah pergi bersama Andre. Hal itu membuat Bion menghentikan langkah dan niatnya untuk menghampiri Elia.


" Sampai kapan semuanya seperti ini. Kamu selalu berada di dekatku. Tetapi sangat sulit untuk di gapai. Aku sudah pergi untuk mensejajarkan derajat kita berdua. Tetapi saat aku berusaha kembali untuk menggapaimu. Ada lagi tembok yang semakin besar. Apa ini takdirku hanya bisa memiliki darimu jauh," batin Bion yang menatap sendu punggung Elia yang berjalan dengan Andre.


" Aku tidak tau apa lagi yang harus aku lakukan. Aku benar-benar bingung Elia," batinnya Bion yang berpasrah dengan ke adaannya.


************


Setelah selesai menemani Felly pelatihan. Mereka melanjutkan dengan makan siang bersama di Restaurant dekat rumah sakit. Yang hamil 1 orang yang menemani dari rombongan.


Meja yang mereka pilih yang paling ternyaman itu pun sudah di penuhi dengan makanan yang banyak yang sesuai pesanan mereka masing-masing. Andre juga akhirnya ikut makan bersama, Aditya, Felly, Elia, dan Laura.

__ADS_1


" Ada ya penyakit wanita yang menganggap orang lain sebagai suaminya," sahut Laura tiba-tiba yang membuka obrolan.


" Penyakit, aneh banget, penyakit hati kali," sahut Andre.


" Kenapa dia menganggap orang lain suaminya, dia di guna-guna pria itu," sahut Felly kebingungan dengan mengunyah makannya.


" Lalu suaminya memang kemana. Sampai harus menganggap orang lain suaminya," sahut Elia yang kebingungan.


" Katanya sih, dia itu sakit bagian ke jiawaan gitu. Awal mulanya sih karena suaminya meninggalkannya begitu saja dalam keadaan hamil," ucap Laura.


" Jadi karena itu dia menganggap orang lain suaminya," sahut Aditya. Laura mengangguk.


" Lalu prianya sendiri bagaimana. Apa dia mau-mau aja gitu di anggap suami?" tanya Elia.


" Karena sepupunya dan tidak tega juga ya tidak punya pilihan," sahut Laura.


" Ya berarti Pria yang di anggap suami itu juga mau dan tidak keberatan ya mau gimana lagi," sahut Andre.


" Tapi sih dia terpaksa. Bahkan sangat tertekan dengan posisi itu," sahut Laura.


" Ya kalau tertekan, kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya," sahut Aditya bicara santai.


" Sayang, kan Laura sudah mengatakan. Jika dia tidak punya pilihan. Karena itu sepupunya," sahut Felly.


" Ya, jadi kalau sepupu. Mau gitu mengorbankan diri. Bagaimana kalau dia punya pasangan dan pasti akan di korbankan juga. Walau pun wanita itu fikisnya rusak tetapi dengan cara menutup kenyataan yang ada membuatnya tidak akan membaik. Justru akan menambah masalah," sahut Aditya menjelaskan dengan pendapatnya yang bijak.


" Aditya pikiran orang tidak sama seperti kamu. Jadi jangan menyamakannya," sahut Elia.


" Kan hanya berpendapat," sahut Aditya.


" Ya sudahlah, kenapa juga kita harus bahas orang yang tidak kita tau," sahut Laura.


" Laura kamu yang memulai," sahut Felly.


" Iya-iya sorry, ya sudah kita makan lagi," ucap Laura. Yang lainnya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.


Elia tiba-tiba melihat ke arah luar. Tidak sengaja mata Elia harus melihat Bion yang memasuki mobil bersama dengan Gina. Elia menatap begitu sendu dan jujur pasti masih merasakan goresan yang begitu sakit. Tapi dia bisa menyadari posisinya yang sudah berbeda dengan Bion.


Ternyata Bion yang juga di sebrang sana melihat ke arah Elia. Mata mereka saling bertemu dengan kejauhan. Yang mana ke-2 nya hanya bisa sama-sama saling melihat. Tetapi tidak bisa saling menggapai.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2