Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 105 Ngidam yang terpenuhi.


__ADS_3

Felly terus menscroll ponsel Aditya dan sangat ngeri melihat efek yang di terima ketika benar-benar Felly akan sampai meminum jus itu.


" Astaga kenapa sampai separah ini. Kenapa aku tidak tau apa-apa tentang hal ini," gumam Felly dengan wajahnya yang gelisah dan sangat ketakutan.


" Kau tidak akan tau apa-apa. Kalau sifat ceroboh mu masih kau pelihara," sahut Aditya dengan sinis


Kekesalannya bertambah parah. Ketika Felly memang tidak tau hal itu. Bagaimana jika tadi dia tidak ada yang mungkin memang benar Felly akan kehilangan janin itu.


" Ya ampun. Jadi tadi jika aku meminum jus buatan Tante Rebecca itu sama saja aku membunuh bayiku. Ya ampun Felly kenapa kamu bodoh sekali. Kenapa kamu tidak tau hal sebesar itu. Kamu benar-benar sangat ceroboh Felly," Batin Felly mengutuk dirinya sendiri yang sudah menyadari kesalahannya.


" Jika Aditya tadi tidak ada. Kamu akan kehilangan bayi kamu dan kamu orang yang pantas untuk di salahkan," ucap Felly di dalam hatinya merasa untung karena Aditya yang secara tidak langsung sudah menolongnya. Bahkan sampai terjadi keributan tadi. Hanya kerena menyelamatkan janin yang tumbuh di rahimmnya.


Kepolosannya yang tidak tau apa-apa memang hampir saja membuat kandungannya kenapa-napa dan mungkin jika hal itu terjadi Felly adalah orang yang memang harus di salahkan.


" Kenapa kau diam. Kau masih ingin menyepelekan semuanya," sahut Aditya. Felly menoleh ke arah Aditya dan menggelengkan kepalanya.


" Makanya. Apa-apa itu si dengarkan dengan baik. Jangan hanya merasa paling pintar sendiri," ucap Aditya menegaskan.


Felly yang salah langsung mengangguk tanpa melawan. Aditya langsung menarik kasar ponselnya dari tangan Felly.


" Selalu bikin repot," desis Aditya memasukkan ponselnya kedalam sakunya.


" Apa Tante Rebecca sengaja melakukan itu?" tanya Felly tiba-tiba.


" Jadi menurutmu. Dia adalah seorang malaikat atau tiba-tiba ada malaikat yang masuk ketubuhnya. Sampai-sampai dia sebaik itu menyiapkanmu minuman," sahut Aditya.


" Jika memang dia sengaja melakukannya. Karena ingin mencelakai bayiku. Itu berarti dia sudah tau jika aku sedang hamil," ucap Felly. Membuat Aditya kaget dan langsung melihat Felly dengan wajah terkejutnya.


" Sudah tau. Apa maksud kamu?" tanya Aditya heran.


" Apa dia mencurigai hal itu?" tanya Aditya dengan wajah seriusnya.


" Sewaktu di pesta ulang tahun Restaurant. Tante Rebecca pernah menyinggung soal itu," sahut Felly mengingat kejadian di pinggir kolam renang . Aditya mendengarnya bertambah kaget.


" Sial. Memang pasti dia sudah tau hal itu. Makanya melakukan itu. Wanita itu memang selalu tau apapun. Ini benar-benar sangat bahaya untuk Felly. Dia saja sudah ingin mencelakai bayinya," batin Aditya yang mengepal tangannya. Dengan wajah gelisahnya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Felly yang tampak mencemaskanku kandungannya.


" Tidak ada yang akan terjadi. Makanya kau harus benar-benar menjaga dirimu dengan baik. Jangan seperti tadi sangat ceroboh," sahut Aditya.


Felly mengangguk-angguk saja. Dia memang salah makanya dia mengangguk-angguk saja. Jika tidak pasti dia banyak protes.


" Aku tidak percaya. Jika dia sangat peduli dengan bayi yang aku kandung. Bahkan sangat tau hal sedetail itu. Yang aku sendiri. Sama sekali tidak tau," batin Felly yang tidak menyangka di balik kekejaman Aditya.


Dia sering memperhatikan Felly. Bahkan Felly memang harus mengakui. Jika Aditya kerap kali menolongnya dari hal yang kecil sampai yang berbahaya sekalipun.


**********


Felly sudah berada di Restaurant di ruangan Aditya dan sekarang dia mengerjakan beberapa pekerjaan yang di berikan Aditya kepadanya dan pasti pekerjaan itu sangat sulit menguras otaknya.


Felly mengerjakan pekerjaannya di daerah sofa dengan duduk di lantai dengan tangannya yang menempel di meja. Lembaran kertas yang berserakan di meja dan laptop yang hidup dia memang lebih nyaman duduk seperti itu di timbang duduk di kursi Aditya.


Dia terlihat sibuk dengan pekerjaannya dan tidak tau sudah jam berapa dia bekerja. Dari Aditya mengantarkannya keruangan itu dan memberinya pekerjaan.


Felly sama sekali belum pernah keluar. Hanya ada pelayan yang masuk memberikannya minum dan beberapa makanan yang Felly tolak. Karena tidak selera untuk memakannya.


" Apa dia sesibuk itu. Sampai tidak menyadari ku," batin Aditya kesal.


" Ehmm," Aditya berdehem dan baru membuat Felly sadar jika Aditya sudah ada di sana dan tidak tau sejak kapan.


" Apa dia datang untuk menambai pekerjaanku," batin Felly yang langsung berpikiran buruk dengan Aditya.


Aditya memasuki ruangannya dan menghampiri Felly. Duduk di sofa dan Felly hanya heran. Mau apa suaminya itu datang. Yang seharunya jika datang saat sudah malam. Menjemputnya pulang.


" Cepat keluar ambil piring!" perintah Aditya dengan ketus. Felly masih diam saja dengan mendengar perintah Aditya.


" Kenapa masih diam. Cepat!" tegas Aditya. Dengan terpaksa dan penuh kekesalan. Felly berdiri dan langsung keluar dari ruangan itu mengambil apa yang di suruh Aditya.


" Apa dia tidak bisa bergerak sendiri," oceh Felly yang memang selalu Protes dengan suruhan Aditya.


Tidak berapa lama. Akhirnya Felly kembali keruangan Aditya dan membawa 1 piring dia tidak tau di suruh berapa dan hanya mengambil saja.

__ADS_1


Setelah dia masuk dan kembali duduk di tempatnya meletakkan piring tersebut. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


" Masuk!" perintah Aditya. Yang mengetuk pintu pun masuk yang menampilkan pelayan Restaurant dengan membawa nampan lalu duduk dan meletakan nampan di atas meja. Felly melihat 2 piring nasi dan minuman dan sayur sop dan beberapa lauk lagi dan juga ada buah-buahan.


" Jika dia menyuruh pelayan datang. Kenapa menyuruhku untuk turun. Dia memang tidak bisa membuatku senang," batin Felly yang kesal dengan Aditya.


Pelayan itu menata apa yang di bawanya di atas meja.


" Ada lagi tuan?" tanya pelayan itu.


" Tidak ada. Keluarlah!" ucap Aditya mengusir.


" Baik tuan," sang pelayan langsung pergi.


Felly pun yang kesal dengan Aditya melanjutkan pekerjaannya. Dia tidak peduli dengan Aditya yang mungkin sedang ingin makan.


" Buka itu!" suruh Aditya. Membuat Felly melihatnya.


" Apa?" tanya Felly bingung. Aditya mengarahkan matanya pada paper bag di samping Felly.


" Apa dia tidak bisa membukanya sendiri," oceh Felly sambil membukanya.


Tetapi wajah Felly langsung berubah ketika membukanya dan mencium aroma yang sangat nikmat. Felly mengeluarkan isinya dan memindahkan kepiring yang ternyata rendang.


Terlihat Felly mengendus-ngendus makanan itu seperti mencari tau apa itu yabg ada di pikirannya atau tidak.


" Apa ini rendang unta?" tanya Felly melihat Aditya.


" Hmmm," jawab Aditya ketus. Aditya yang tadinya duduk di sofa menyusul duduk di lantai dan mengambil 1 piring nasi mengisinya dengan lauk.


" Ini seriusan?" tanya Felly tidak percaya. Aditya terlihat membuang napasnya perlahan.


" Bisa tidak. Kau jangan bertanya. Makan saja dulu," ucap Aditya dengan ketus. Felly yang sudah mendapat izin langsung mengambil sendok dan langsung mencicipinya.


Wajahnya langsung berubah menjadi senyum karena memang benar itu rendang unta yang di impi-impikannya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2