
Akhirnya Felly lumayan sedikit rapi dengan pakaian yang terlihat jauh lebih sopan. Aditya memberinya dress lengan panjang di bawah lututnya dan cukup menutupi lututnya. Bion juga mengantarnya kerumah sakit di mana mamanya di rawat.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Bion. Felly langsung buru-buru memasuki rumah sakit dan langsung menuju kasir.
" Suster, tolong saya duluan," ucap Felly dengan tergesa-gesa.
" Maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya Suster tersebut.
" Saya ingin membayar uang operasi mama saya, di kamar 176," ucap Felly langsung mengeluarkan uang dari tasnya dan meletakkan di meja kasir.
" Saya cek dulu ya," sahut Suster tersebut.
" Tolong cepat sus," desak Felly yang benar-benar tidak sabaran.
" Maaf Bu, Felly, tetapi uang operasinya sudah di lunasi," ucap suster membuat Felly tercengang kaget. Dahi itu mengkerut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Suter tersebut.
" Apa sudah di lunasi, siapa yang melunasinya?" tanya Felly bingung.
" Di sini, atas nama Aditya Sebastian Harison," jawab suster tersebut.
" Apa Aditya," lirih Felly schok mendengarkannya.
" Suster kapan dia membayarnya?" tanya Felly penasaran
" Di sini di lihat tadi siang sekitar jam 11," jawab Suster.
" Bukankah itu sewaktu aku pulang dari Restaurant, jadi dia sudah membayarnya," batin Felly yang masih Schok.
" Lalu apa mama saya sudah di operasi?" tanya Felly
" Dokter sedang mengoperasinya," jawab suster.
" Ada yang bisa di bantu lagi?" tanya Suster.
" Tidak, terimakasih sus," jawab Felly langsung pergi dari meja kasir.
Setelah dari kasir. Felly langsung pergi menuju ruang operasi mamanya dengan langkah pelan penuh lamunan. Dia masih memikirkan soal Aditya yang membayar uang operasi sang mama.
Felly membuyarkan lamunannya ketika sudah berada di koridor dekat ruangan perawatan sang mama.
Dari kejauhan 10 meter Felly melihat kakanya. Adiknya, bibinya sudah berada di depan pintu ruang operasi menunggu dengan penuh ketegangan. Felly menarik napasnya dalam dan membuangnya perlahan.
" Kak, Felly," ucap Agni saat melihat kedatangan kakaknya.
__ADS_1
" Kenapa kakak lama sekali datangnya," ucap Agni memegang tangan Felly.
" Maaf tadi kakak masih ada pekerjaan," jawab Felly gugup. Dia masih kepikiran dengan Aditya yang membayar rumah sakit mamanya.
Seharusnya dia mengecek kerumah sakit terlebih dahulu. Jadi dia tidak perlu melacurkan diri dan untung juga ada Aditya yang secara tidak langsung menyelamatkannya.
" Felly, kakak sudah mengatakan jangan bekerja sampai larut," ucap Andre khawatir dengan adiknya
" Iya maaf kak," jawab Felly singkat
" Bagaimana mama?" tanya Felly.
" Operasi nya baru berjalan 1 jam, kita doakan saja. Semoga semuanya lancar," jawab Andre.
" Iya kak," jawab Felly.
" Ya sudah kamu duduk sini," sahu Bibi wanti menepuk bangku di sampingnya Felly mengangguk dan duduk di sebelah bibinya.
*******
Setelah pergi dari Club malam itu. Aditya melanjutkan perjalanan cukup jauh. Sudah hampir 2 jam dia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Di tengah hujan yang deras. Jalanan licin yang sepi yang terus di lewatinya.
Dalam menyetir Aditya hanya mengingat kata-kata Felly. 1 yang paling di ingatnya ketika Felly mengatakan pernah hampir melenyapkan dirinya karena perbuatannya.
Aditya yang berada di kamarnya terus menangis karena di tinggal sang mama. Suaranya yang serak membuatnya kehausan. Tenggorokannya menjadi kering Aditya memilih keluar dari kamarnya untuk mengambil minum.
Saat berjalan menuju dapur Aditya melihat pintu kamar kakaknya terbuka sedikit. Aditya membuka pintu itu betapa terkejutnya Aditya melihat kakanya yang naik keatas kursi dan dan memasukkan kepalanya kedalam tali yang berbentuk lonjong yang sudah menggantung di atas sana.
" Kak," teriak Aditya.
Elia yang mendengar teriakan sang adik menjatuhkan kursinya dengan cepat sampai dirinya menggantung di tali.
Aditya berlari dan memegang kedua kaki kakaknya mengangkat keatas sedikit agar leher kakanya tidak tertarik.
" Tolong-tolong-tolong-tolong!" Aditya berteriak menangis saat melihat kakaknya menggantung di atas sana dengan suara kakaknya yang tercekik.
" Kakak jangan tinggalkan Aditya, Aditya mohon kakak jangan pergi. Jangan pergi Kaka," Aditya hanya menangis menjerit-jerit meminta bantuan.
Flassaon.
Ciiiiittt.
Aditya merem mobilnya mendadak saat mengingat kejadian buruk itu. Kepalanya terbentur ke stir mobil dengan suara napasnya yang tersenggal-senggal mengingat kejadian itu.
__ADS_1
Aditya mengangkat kepalanya dari stir mobil terdapat luka kecil di dahinya. Adita menghapus rambutnya kebelakang. Air matanya jatuh ketika bayangan itu muncul. Napasnya masih terus naik turun ketika ingatan masa kecilnya itu tiba-tiba muncul.
Apa yang di lakukannya kepada Felly sama saja membuatnya hanya akan mengingat apa yang terjadi pada kakaknya.
Aditya yang masih kecil harus melihat semua hal buruk itu. Melihat pemerkosaan yang keji. Melihat kakaknya yang menggantung diri. Semua itu bahkan terjadi kepada Felly. Karena barusan Aditya mendengar sendiri dari wanita itu yang juga ingin melenyapkan dirinya.
" Kak Elia," lirihnya dengan napas yang terus naik turun.
Setelah merasa tenang Aditya melanjutkan perjalanannya. Mobil Aditya berhenti di depan rumah yang tidak terlalu besar.
Dia benar-benar sangat stres hari ini. Pikirannya yang tidak sedang baik-baik saja mengantarkan kakinya untuk menginjakkan kaki di rumah itu.
Jarinya menekan bel rumah tersebut. Sehingga pintu itu terbuka dan ke luar seorang wanita dengan pakaian tidur yang pasti wanita itu bangun dari tidurnya karena bel yang berbunyi.
" Aditya," ucap Wanita itu yang melihat Aditya terlihat kacau.
Rambutnya basah yang pasti terkena hujan, wajahnya memerah dan ke-2 bola matanya juga memerah. Bahkan ada luka di dahinya membuat banyak pertanyaan di kepala wanita itu.
Aditya langsung masuk, melewati wanita itu dan langsung duduk di sofa. Wanita cantik itu langsung menutup pintu.
Wanita itu pergi kekamar mandi dan mengambil handuk putih. Dan langsung menghampiri Aditya mendekati dan duduk di samping Aditya. Aditya langsung meletakkan kepalanya di paha wanita itu.
" Kamu sudah makan?" tanya wanita itu.
" Sudah kak," jawab Aditya pada kakak kandungnya.
Elia yang dulu pernah di saksikan Aditya di perkosa. Saat kakaknya berusia 17 tahun dan juga wanita yang barusan di ingatnya saat mencoba melakukan percobaan bunuh diri. Jarak usia Elia dan Aditya memang terpaut 7 tahun.
Setelah kejadian itu membuat Elia stres gadis remaja yang kehilangan masa depannya. Hancur sehancur- hancurnya. Membuatnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Sang adik melihat perbuatannya dan mencoba menyelamatkannya. Elia yang saat itu bunuh diri bukannya papanya mempercayai semua perkataannya. Malah termakanan omongan ibu tirinya. Mengatakan Elia mengalami gangguan jiwa karena bermasalah di sekolahnya.
Hal itu pun membuat kakaknya di bawa kerumah sakit jiwa. Kakanya bahkan tidak melihat kematian mamanya. Karena dirawat di rumah sakit jiwa.
Orang yang waras akan menjadi gila saat berada dirumah sakit jiwa dan pasti semua itu hasil hasutan dari Rebecca ibu tirinya.
Tidak mamanya. Tidak kakaknya. Tidak satupun mendapat keadilan. Dan malah menderita karena fitnah yang kejam. Yang satu hidup menderita karena penyakit yang di derita selama 2 tahun.
Yang satunya lagi di rumah sakit jiwa. Selama bertahun-tahun kehilangan masa depan yang pasti sudah direncanakan gadis cantik remaja itu.
Elia berada dirumah sakit jiwa lebih selama 7 tahun. Saat Aditya yang sudah 15 tahun dan lulus sekolah. Aditya melanjutkan SMA di Jerman dan membawa sang kakak yang kondisinya sudah lumayan membaik.
Aditya memang sangat dewasa dari pada usianya dia membawa kakaknya ikut bersamanya kejerman. Merawat sendirian sampai kakaknya benar-benar pulih dan hilang dari traumanya. Semua itu dia yang melakukan sendiri.
__ADS_1
Bersambung....